
Deg!
“Z--zoya!?”
“J--jennie!?”
Jennie Alandria Putri, tidak disangka bukan jika seorang Jennie adalah gadis yang dijodohkan oleh Oma Marcel untuk Marcel tempo hari?
Jennie tidak percaya bahkan dihatinya sudah ada kemarahan, sekarang Jennie tau jika sebelumnya Zoya berbohong tentang suaminya bukan berasal dari keluarga Pramuditya, padahal itu benar.
“J--jadi Kau istri dari Marcel?” mata Jennie mulai memerah karena menahan air matanya, kali ini Zoya diam dan tidak berkutit sedikit pun.
“Ya, Jennie. Dia lah istri dari Marcel!” bukan Zoya yang menyahut tapi Jenifer, mulut wanita tua itu harus disumpal dengan satu kilo gram cabe kurasa, k3par4t!
“Lo bohong ke Gw sama Xien, Zoy?” tanya Jennie dengan suara serak, Jenifer memandang kedua gadis itu secara bergiliran dengan tatapan bingung.
“Apa kamu mengenal nya, Sayang?” Jennie mengangguk. “Dia sahabat Saya, Oma!”
Tap!
Tap!
Gadis dengan pakaian pelayan itu tampak lari dengan tergesa-gesa sambil mengangkat roknya sedikit keatas untuk memperluas langkah nya. Jenifer, Zoya dan juga Jennie langsung melihat kearah pelayan itu.
Dia menunduk. “Nyonya Muda, Tuan Muda Marcel memanggil Anda!”
“Ehh, b--baiklah!”
Walaupun singkat, Zoya tetap menatap Jennie dalam dan berharap jika Jennie tidak akan berbuat di luar batas persahabatan mereka. Sementara itu, Jennie masih bimbang dengan kebohongan Zoya dan keputusan Jenifer.
“Jadi dia teman mu, Jennie?” Jenifer menepuk pundak Jennie yang sedari tadi diam. “Tidak hanya teman, tapi Zoya sahabat terbaik Aku, Oma!”
“Dia bukan sahabat terbaik kamu, Sayang! Dia sudah berkhianat pada mu, dia juga sudah membohongi mu tentang Marcel bukan?” tampaknya Jenifer ingin mempengaruhi Jennie, agar dia mengkhianati persahabatan nya dengan Zoya.
“Kau harus memikirkan itu, Jennie!” setelah nya, Jenifer berlalu pergi dan meninggalkan Jennie yang tengah dilanda kebingungan.
"Apa yang harus Gw pilih? Zoya ... dia sahabat terbaik yang Gw miliki selama ini. Apa Gw tega mengkhianati persahabatan Gw dengan Zoya, hanya untuk cinta Gw ke Marcel?" Batin Jennie, hatinya terus menolak jikalau Jennie ingin menghancurkan persahabatan nya.
__ADS_1
Tapi ada satu hal yang membuat Jennie tiba-tiba yakin dengan apa yang dikatakan Jenifer, ibunya. Ibunya sekarang sedang sakit-sakitan, dan ibunya ingin agar Jennie bisa menjadi istri dari Marcel sebagai permintaan terakhir nya, sebelum maut menjemput nya nanti.
"Aku akan melakukan nya demi mu, Ibu."
20:20 WIB.
“Ada apa, Tuan Muda?”
Kenapa didalam sebelas menit kehidupan Zoya harus berisikan penderitaan karena Marcel yang terus posesif dan juga tidak pernah membiarkan dia tenang, walau sehari saja.
“Kau dari mana? Seharusnya, Kau membantu para pelayan untuk mengemasi baju-baju kita!” pekik Marcel menujuk lemari dan dua koper yang berdiri tepat disamping lemari itu.
“S--saya ...”
Entah alasan apa yang akan Zoya berikan pada Marcel, jika dia berbohong dan ketahuan maka tamatlah riwayatnya. Hatinya masih sakit saat Jenifer menyebut nya sebagai seorang p3mbunuh, dan tidak mengakui Zoya sebagai menantu ataupun istri dari Tuan Muda Marcel Ziyon Pramuditya.
“Cari udara segar, Tuan Muda!”
“Ck, ya baiklah! Cepat mandi dan ganti baju mu, setelah itu tidur! Jangan begadang.” finish pemuda itu lalu merebahkan tubuhnya di kasur king size nya.
“T--tunggu! Kita nginep disini gitu, nggak bakal pulang, Tuan Muda?” Zoya terpekik saat mendengar pernyataan dari Marcel sebelumnya. Marcel menghela nafas kasar, padahal sudah berumur 20 tahun, tapi Zoya tidak pernah mengerti arti kata menantu sebenarnya.
Meskipun terdengar mengharukan tapi rasa sakit dihati Zoya kembali timbul, pembicaraan nya dengan Jenifer beberapa menit lalu terus terlintas di benaknya.
"Tidak semua orang, Tuan Muda." Batin Zoya.
“Kenapa Kau masih diam saja disana? Cepat mandi dan ganti baju sana!” perintah Marcel tegas, Zoya tidak menjawab ataupun mengangguk melainkan langsung kekamar mandi.
Lain hal nya dengan keadaan keluarga Pramuditya dimalam itu, Leonard tampak sangat mempesona pada malam ini. Leonard meminta izin kepada Andhara untuk pergi, setelah urusan proyek kerjasama dengannya selesai.
Saat ini, ia sedang ada acara makan malam dengan seorang gadis berambut panjang dengan gaun ungu soft, Leonard tampak tersenyum tipis. Dia sedang berada di kediaman keluarga kaya dan terkenal akan kedisplinan nya, Clooney.
“Xien, kau tampil cantik hari ini!” ucap Leonard, ia meraih tangan gadis itu dan menggenggam nya erat. “Terima kasih, Tuan Leon!”
“Ngomong-ngomong, gaun mu sangat bagus! Aku menyukainya, lain kali jika ingin menggunakan gaun ... hubungi aku dulu, agar aku bisa membelikan gaun mahal yang lebih mewah dari ini!” ujar Leonard, gadis dengan nama Xien itu mengangguk.
“Tuan Leonard, Saya senang karena Anda bisa menyempatkan waktu Anda untuk makan malam dengan keluarga Clooney!” Devan mengangkat gelasnya sambil tersenyum, Leonard menatap pria setengah baya itu.
__ADS_1
“Apa pun akan Saya lakukan demi gadis kecil Saya, Xien!”
Leonard Fernando Torres dan Xien Clooney dijodohkan oleh kedua orang tua dari kedua belah pihak, tapi sayangnya Xien selalu menolak jika harus bertemu dengan Leonard.
Sementara Leonard, ternyata ia sudah jatuh hati pada Xien yang sering ia sebut sebagai 'gadis kecil' itu. Awal pertemuan nya dengan Xien adalah saat Leonard si playboy itu mengajak beberapa gadis untuk bermain bersama nya.
Flashback on.
“Ayo kita bermain bersama, sayang ku!”
Dua gadis tampak membopong tubuh kekar Leonard yang lemas akibat alkohol yang ia minum beberapa gelas tadi.
Brukk!
Dua gadis tadi langsung kehilangan keseimbangan saat ada seseorang yang menabrak mereka, sampai-sampai Leonard yang dibopong menjadi jatuh akibat orang itu.
“DUH JALAN TUH PAKEK MATA DONK!” sungut salah satu gadis yang membopong Leonard tadi. Xien, dia terlihat santai.
“Ya, Saya minta maaf!” tak ingin memperpanjang masalah, Xien beranjak pergi dari tiga orang tidak berguna itu, namun tangan nya justru dicekal oleh Leonard yang masih setengah sadar.
“Cantik, yuk main sama kita-kita!” Xien menghempaskan tangan Leonard yang sempat menggenggam nya, dan menatap nanar mata merah pemuda itu.
“Lo pikir Gw gadis mUrah4n kayak mereka apa? Gw masih punya harga diri, Gw nggak akan sia-siain harga diri Gw dan nyerahin secara cuma-cuma ke orang kayak Lo!” sarkas Xien, Leonard dibuat geram oleh gadis itu.
“Ck, jual mahal banget sih!” Leonard mencolek dagu Xien dengan tatapan yang terus menggoda nya, tapi Xien bukanlah tipe gadis yang mudah untuk ditaklukkan.
PLAKK!
Mampus lu!
Leonard menoleh kesamping dengan tatapan kosong akibat tamparan yang dilayangkan si bad girl itu, dia memegangi pipi kirinya yang terasa sangat panas. “Kau berani menampar ku?”
“Memang nya kenapa? Wanita itu bukan barang yang bisa Lo gunakan seenak jidat Lo! Seharusnya Lo menghormati wanita, kalo Lo setiap hari ngajak jal*ng-jal*ng ini untuk main sama Lo, apa Lo nggak malu sama orang yang udah melahirkan Lo? Punya otak kan? Dipake!”
Setelah menasehati Leonard, Xien pergi. Pemuda dengan rambut hitam kecoklatan itu terus menatap punggung Xien yang perlahan maulai menghilang.
Senyum nya mengembang saat wajah marah Xien terlintas di otaknya, untuk pertama kali ada orang yang berani membentak seorang Leonard Fernando Torres, cewe lagi.
__ADS_1
“Saya akan mendapatkan mu!”