Isteri Cantik Tuan Muda

Isteri Cantik Tuan Muda
Bab 23


__ADS_3

°°°


19:30 WIB


Tak!


Tak!


“Tuan Muda yakin jika Saya cocok memakai ini!?”


Marcel yang tadinya fokus pada layar handphone nya, sontak berbalik saat mendengar suara Zoya..


Gaun yang dipakai Zoya adalah Gaun merah muda dengan bahu yang terbuka, sepatu dengan model kristal dengan warna yang sama, dan rambut yang tergerai rapi dengan aksesoris pita pink yang mengikat beberapa helai rambut Zoya kebelakang.


“Saya risih dengan pakaian nya, Tuan Muda. Saya ganti aja yahh?” tawar Zoya dengan senyum nya, tapi Marcel justru menatap nya tajam.


“Pakaian itu memang tidak sesuai untukmu, tapi ya sudahlah! Pakai saja.” sahut Marcel dengan cuek, dan berlalu pergi.


Didalam perjalanan, hanya ada keheningan yang menyelimuti keduanya. Tapi Marcel membuka suara agar tidak terlalu sepi.


“Ketika disana, jagalah sikap mu. Dan untuk hari ini, panggil Saya Marcel dihadapan seluruh keluarga Pramuditya. ”


“B--baik.”


“Tuan Muda, apa hanya kita yang ada disana nantinya?” tanya Zoya.


“Mungkin tidak, pasti ada banyak orang. Ada kedua orangtua ku, Leonard, Oma dan mungkin juga Vanka!” sahut Marcel yang masih setia menatap layar ponselnya.


“Leonard?”


“Kau belum mengenalnya, nanti kau akan bertemu dengan dia.”


Zoya manggut-manggut dan kembali menatap pemandangan jalanan Jakarta dari kaca mobil, Marvel yang menjadi sopir dari kedua nya hanya bisa tersenyum tipis, setidaknya Nyonya Muda dan juga Tuan Muda nya akur.


Chitt!


30 menit, perjalanan yang cukup lama. Marcel keluar lebih dulu dari mobil, dan membuka pintu mobil untuk Zoya serta mengulurkan tangannya layaknya adegan di film-film romantis.


Zoya mendongak kan kepala nya, rumah yang sama mewahnya dengan rumah pribadi Marcel. Ada taman bunga sebagai pembatas, dan ada air mancur dengan elegan ditengah-tengah jalan itu.


“Benar-benar seperti istana!” gumam Zoya.

__ADS_1


“Jangan melihat kemana-mana, jadi lah Nyonya Muda Pramuditya yang memiliki sikap elegan dan sopan!” Marcel menarik pinggang Zoya agar lebih dekat dengan nya dan memeluknya.


"Dia lebih tampan jika saja dia baik dan benar-benar menganggap ku ada dihatinya." Batin Zoya dengan sedih, tapi ia kembali menormalkan eskpresi nya.


Cklek!


Marvel membukakan pintu rumah mewah Pramuditya itu, dan mempersilahkan Marcel dan Zoya untuk masuk terlebih dahulu, sementara Marvel mengikuti dari belakang.


Zoya mulai melihat-lihat sekeliling, mewah dan sangat keren. Dinding nya berwarna cream dengan ukiran hiasan berwarna emas, belum lagi barang-barang mahal yang menambah kesan mewah dari rumah itu.


Semua pelayan sampai bodyguard tunduk saat Marcel dan dirinya lewat, ada dua pelayan muda yang mengambil jas Marcel dan menyimpannya serta menuntun mereka berdua untuk ke meja makan.


Wahh!


Zoya seperti nya punya riwayat demam panggung, tapi rumah ini kan bukan panggung. Entah perasaan aneh apa yang Zoya rasakan, tapi ia merasa tidak enak dan sedikit gugup saat ada beberapa orang-orang kara raya disana.


“Zoya!!”


Gadis dengan gaun mewah berwarna biru muda selutut itu berlari pada Zoya dan langsung menyambar pelukan gadis itu.


“V--vanka?”


“Sayang, ini Oma Aku!” Marcel memperkenalkan seorang wanita parubaya dengan rambut putih tergulung serta kacamata yang tengah duduk di kursi paling depan.


“Salam kenal, Oma.” Zoya menundukkan kepalanya disertai senyuman, tapi Oma Marcel hanya menanggapi nya dengan cuek.


“Orang nya memang seperti itu!” bisik Vanka.


“Haii, semuanya!!”


Antensi semua orang berahli saat suara bariton itu menyapa mereka. Pemuda tampan itu menenteng jas coklatnya di bahu kanan nya, senyum lebarnya tidak luntur-luntur.


Dia langsung duduk saat Marcel menarik kursi, padahal kursi tersebut bukanlah untuknya melainkan untuk Zoya.


“Ck!” Marcel berdecak saat kursi tersebut direbut Leonard, ya pemuda tadi adalah Leonard.


“Oh, Hallo! Kau pasti Zoya, kan? Aku Leonard Fernando Torres, panggil aku Tuan Leon saja!” Leonard tiba-tiba menyambar tangan Zoya untuk berjabat tangan, tentu saja itu mengundang aura tak enak dari Marcel.


“Baik, bisa kita mulai? Silah kan duduk semuanya!” ucap Andhara, ia mengetuk meja menggunakan gelas kosong sebanyak dua kali.


Ada dua meja makan di ruangan itu, satu meja makan khusus untuk klien-klien kepercayaan Andhara dan juga Marcel, yang sengaja di undang untuk membahas tentang kerja sama perusahaan mereka.

__ADS_1


Sementara meja kedua, di isi oleh Marcel, Zoya, Vanka, Leonard, Yuna, Oma Marcel dan juga Andhara. Tapi aneh, ada satu kursi kosong yang berada tepat disebelah kiri Marcel.


“Saya Andhara Pramuditya, berdirinya Saya disini untuk mengumumkan bahwa hari ini adalah hari kejayaan bagi Perusahaan anak Saya, Marcel Ziyon Pramuditya!” seru Andhara, Marcel bangkit dari kursinya dan berjalan menghampiri Andhara.


Prok!


Prok!


Semua orang bertepuk tangan dengan meriah begitupun Zoya, ia menatap kagum dan juga bangga kearah Marcel. Ini adalah hari bersejarah bagi Perusahaan Marcel, ini untuk ketiga tahunnya perusahaan Marcel bangkit.


Ya, diumur ke-19 tahun. Marcel sudah diberikan perusahaan oleh Andhara, awalnya bisnis yang dijalankan Marcel selalu gagal dan membuatnya hampir putus asa. Jika bukan karena bantuan serta dorongan dari Andhara, Leonard dan juga orang tua Vanka, mungkin saja perusahaan Marcel tidak akan sesukses ini.


“Terima kasih Saya ucapkan karena kalian semua berkenan hadir pada acara spesial ini. Ini adalah hari ulangtahun Perusahaan M Pramuditya, milik Saya! Terima kasih sekali lagi atas kedatangan kalian!”


Entah apa istimewanya ucapan singkat Marcel yang barusan tapi semua orang langsung bertepuk tangan, Zoya saja tidak mengerti apa yang baru saja dikatakan oleh Marcel.


Setelah mengatakan kalimat yang cukup singkat itu, Marcel kembali ketempat duduknya semula.


Andhara mengangkat satu gelas yang berisikan minuman. “Untuk kita semua, ayo mulai acaranya!”


Sebenarnya ini tidak seperti pesta yang mewajibkan semua orang untuk berdansa, tapi ini pesta makan malam saja dengan musik biola sebagai pengiring nya.


Para pelayan mulai menghidangkan beberapa piring dengan makanan premium yang terlihat enak tapi dengan porsi sedikit.


Zoya tidak terbiasa dengan makanan yang harus menggunakan sumpit, garpu, bahkan pisau sekali pun untuk memotong daging.


Tapi ia sudah mempersiapkan ini jauh-jauh hari, Ia bahkan sampai menonton tutorial untuk menjadi Nyonya Muda yang elegan dalam satu malam saja.


“Tuan Muda, kenapa Marvel tidak duduk?” Zoya berbisik kepada Marcel yang berada tepat disamping kirinya.


“Dia seorang bodyguard, tidak sepantasnya duduk bersama dengan kita. Itu lah peraturan dan prinsip yang harus dipelajari oleh semua bodyguard keluarga Pramuditya!” sahut Marcel dengan bisikin, Zoya sekarang mengerti mengapa keluarga Pramuditya terkenal dengan kedisplinan nya.


“Tuan Muda Marcel, bisa kita bicara?”


Salah satu klien penting memanggil Marcel, ia membicarakan sesuatu dengan Marvel sesaat dan menghampiri klien itu. Kini hanya tersisa Vanka, Marvel dan juga Zoya, Leonard juga mengurus kerja sama nya dengan Andhara.


“Vanka, kursi kosong ini untuk siapa?”


Vanka menatap malas kursi yang dimaksud Zoya lalu menopang dagunya.


“Untuk orang yang selalu dibanggakan Oma nya Marcel.” sahutnya dan diakhiri.

__ADS_1


__ADS_2