Isteri Cantik Tuan Muda

Isteri Cantik Tuan Muda
Bab 12


__ADS_3

“K--kami kesini ke mencari Zoya! Kami ada tugas kelompok bersama nya.” sambar Gerald cepat, dia tidak ingin memperkeruh keadaan.


“Cish, anak s1al4n itu sudah pergi dari rumah ini!” sahut Widia.


“Apa maksud Anda?”


“Dia sudah menikah!”


“A--APA?” Xien dan Gerald sama-sama terpekik saat ini Widia mengatakan hal itu.


“Ya, dia sudah menikah dengan pemuda yang sangat kaya raya yang menguasai daerah ini. Berkatnya, keluarga Alexander menjadi lebih kaya dari sebelum nya!” ucap Widia diakhiri dengan tawanya.


“Siapa nama pemuda itu!?”


“Marcel.”


Entah sengaja menutupinya ataupun Marcel yang memerintahkannya, agar Widia merahasiakan nama keluarga nya, entahlah.


“Sekarang dimana keberadaan teman kami itu?” kini giliran Xien yang bertanya.


“Kami tidak akan memberitahukan nya!”


Xien menghentakkan satu kakinya dan mulai memakai helm, ia melajukan motornya dan disusul Gerald.


“Zoya, kenapa Lo tega bohongin kita?” gumam Xien, air matanya luruh begitu saja.


21:30 WIB.


Lama Zoya menunggu kehadiran Marcel, kue beserta pernak-pernik hiasan sudah disiapkan oleh Zoya sedaritadi sore tapi suaminya itu tak kunjung pulang.


“Hoammm!” Zoya menguap, sedaritadi ia berusaha untuk menahan kantuk nya, sampai-sampai ia sudah minum kopi dua gelas.


“Nyonya Muda tidur saja, biar Saya yang menghidangkan kue ini untuk Tuan Muda!” saran Bibi Tua yang merasa kasihan dengan majikan nya yang terlihat lelah.

__ADS_1


Bagaimana tidak lelah? Zoya sudah bolak-balik untuk membeli bahan-bahan kue, ia rela menghabiskan waktu nya berjam-jam hanya untuk merayakan hari ulang tahun Zevan.


“Tidak apa-apa, Bi! Saya yang akan menunggu Tuan Muda, Bibi Tua bisa pergi!” ujar Zoya seraya tersenyum tipis, ia meletakkan kue soft caramel itu di meja yang sudah dihiasi dengan bunga tulip, katanya ini kesukaan Marcel.


“Bibi Tua, tidur duluan saja!” lanjut Zoya, Bibi Tua mengangguk ragu.


Detik demi detik, menit demi menit, sudah setengah jam Zoya menunggu dan kini jam sudah menunjukkan pukul 22:00 WIB.


“Hoamm, sudah sangat malam!” lirih nya, ia sudah tak kuat lagi untuk menahan kantuk nya.


Sebelum beranjak untuk tidur di sofa, Zoya menuliskan kata-kata nya untuk Marcel di kertas yang kemudian ia letakkan disamping kue ulang tahun yang dia buat.


Dengan langkah linglung nya, Zoya ke sofa dan mengambil bantal untuk tidur. Perlahan ia memejamkan matanya dan menuju alam mimpinya.


Cklek!


Selang beberapa menit, seseorang membuka pintu kamarnya. Pria dengan balutan jas ungu tua itu mengerenyitkan dahi nya saat melihat kamarnya yang dihiasi bunga tulip dimana-mana.


Pria itu melonggarkan dasinya, ia melemparkan tasnya kesembarang tempat. Pemuda itu menuruni tangga dengan tergesa-gesa dan tangan yang terus mengepal.


“Marvel, panggil kan semua pelayan kesini!” geram nya yang tertahan, sisten nya segera mengangguk dan berjalan menuju dapur.


“SIAPA YANG MENYURUH KALIAN UNTUK MENGHIAS KAMAR KU, HAH? DAN KENAPA ADA KUE ULANG TAHUN DIMEJA KAMAR KU? JAWAB!!”


Marcel, pemuda itu membentak semua pelayan beserta bodyguard yang menjaga rumah nya. Wajah tampan nya mulai merah padam, tangan nya terus mengepal kuat.


“Izin menjawab, Tuan Muda. Ini semua adalah ide dari Nyonya Muda, ini adalah kejutan untuk Tuan Muda!” jawab Bibi Tua, Marcel mengusap wajah nya kasar.


Ia tak ingin membentak Bibi Tua karena bagaimanapun juga, wanita itu yang sudah merawatnya ia dan Hira sejak kecil dulu.


“Siapa yang membuat kue itu?” tanya Marcel dengan suara berat.


“Kue ulang tahun sampai hiasan, itu semua adalah ide Nyonya Muda dan Nyonya Muda juga yang membuat kue itu, Tuan Muda!” sahut Bibi Tua, Marcel mengangguk pelan dan memperbolehkan mereka untuk pergi.

__ADS_1


Marcel menyuruh Marvel untuk istirahat, sementara dirinya berjalan menuju kamar dengan wajah yang sedang menahan emosi.


“Apa yang akan Tuan Muda lakukan pada Nyonya Muda? Kasihan Nyonya Muda.”


“Jika Aku jadi Nyonya Muda, Aku tidak akan bertahan sehari pun jika Aku harus tinggal bersama dengan manusia k3jam seperti Tuan Muda! Mungkin Aku akan bunuh d1ri!”


“Kita hanya bisa berdoa, semoga Nyonya Muda tidak disiksa oleh Tuan Muda!”


Itulah omongan dan doa dari para pelayan, mereka sangat kasihan dengan nasib Zoya. Mereka juga tau dengan masalah keluarga Zoya hingga Papanya menjual Zoya ke Tuan Muda Marcel.


Sementara itu, Marcel sudah sampai di kamar. Ia membersihkan dirinya terlebih dahulu, setelah keluar dari kamar mandi Marcel memandang wajah damai Zoya walau sesaat.


Pemuda yang kini memakai kemeja hitam dan celana hitam itu berjalan kearah balkon dengan kue caramel dan kertas di tangannya, ia menatap penuh kebencian kepada kue itu.


Ia mengambil kertas yang ada di dekat kue tersebut, dan membukanya.


Tulisan:


°Jika Tuan Muda sudah pulang, Saya ucapkan selamat ulang tahun yahh. Maaf jika Saya membuat kue ini tanpa izin dari Tuan Muda, tapi Saya hanya ingin merayakan hari ulang tahun Tuan Muda. Maaf jika kue nya tidak enak, ini untuk pertama kalinya Saya membuat kue ulang tahun (•ᴗ•)°


Zoya Kianan Alexander


Kira-kira seperti itulah isi dari surat yang dibuat Zoya tadi, Marcel meremas kertas tersebut dan melemparkannya kesembarang arah.


“Hanya Kak Hira yang bisa membuat kue caramel kesukaan ku!” gumam nya, ia mengangkat tangannya dan bersiap untuk membuang kue tersebut.


“Pergilah!”


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2