Isteri Cantik Tuan Muda

Isteri Cantik Tuan Muda
Bab 06


__ADS_3

°°°


14:10 WIB


“Nyonya Muda, Anda harus makan!”


Sudah berkali-kali para pelayan disana membujuk Zoya untuk makan siang, pasal nya sedari tadi gadis itu belum makan sesuap nasi pun.


Bahkan mereka sudah memasakkan makanan enak berupa steak daging, seafood pedas, dan makanan premium lain nya, tapi Zoya menolak. Kalian tau apa yang diinginkan gadis itu!? Seblak!


“Saya gak mau, Bi! Saya mau nya seblak, pliss ngertiin!” tolak Zoya saat Bibi tua menyodorkan steak daging mewah.


“Tapi Nyonya Muda, Anda tidak diperbolehkan makan makanan seperti itu. Jika Tuan Muda tau, maka ia akan sangat marah.” sahut Bibi tua, ia berjongkok dan menggenggam kedua tangan Zoya.


“Bi, Saya gak mau makanan lain selain seblak langganan saya, Mang Ujang.” ucap Zoya dengan lembut, ia sangat rindu dengan seblak langganan nya itu.


“Tapi Nyonya Muda ...”


“Jika tidak bisa, maka tak mengapa. Tolong biarkan saya sendiri, saya ingin belajar.”


“Hufh, baik lah. Jika Nyonya Muda membutuhkan sesuatu, maka panggil saya!”


Sedetik setelah nya, Zoya merebah kan tubuh nya disofa dan perlahan matanya nya tertutup.


Di sisi lain, bersama dengan Marvel disamping nya, Marcel berjalan dengan raut wajah datar khas dirinya.


Semua pelayan, bodyguard dan para chef perlahan menundukkan kepalanya tanda kehormatan. Marcel menghampiri Bibi Tua.


“Dimana!?”


“Dikamar, Tuan Muda!”


Marcel menyuruh Marvel untuk pergi duluan ke ruang kerja, sementara Marcel menaiki anak tangga untuk ke kamarnya.


Cklek!


Pintu terbuka, Marcel menoleh ke kanan dan mendapati Zoya yang tertidur pulas di sofa. Karena ini mendung dan AC juga masih menyala, jadi tubuh Zoya sedikit menggigil.


Jangan berharap jika Marcel akan mengambil kan selimut tebal untuk menyelimuti Zoya seperti adegan romantis yang ada di novel-novel, Marcel justru membuka tirai jendela untuk membiarkan udara dingin masuk dan ia juga menambahkan suhu AC.


“Sttt!”


Zoya meringis saat udara dingin itu menerpa kulit nya, bibir nya perlahan mulai memucat. Melihat itu, Marcel mempunyai ide k3jam yang tersimpan di otaknya untuk Zoya.


“Bangun, gadis bod*h!”


Srakk!

__ADS_1


Zoya langsung terbangun dari tidur nya saat Marcel menarik rambut nya secara paksa, rasanya rambut Zoya akan terlepas dari kulit nya, aish sakit!


“Hikss, s--sakit, Tuan Muda!” rintih Zoya, buliran bening itu perlahan lolos dari pelupuk mata nya.


Marcel membawa Zoya ke kamar mandi dengan terus menjambak rambut gadis berusia 20 tahun itu, ia mengunci pintu kamar mandi setelah Zoya ia hempaskan ke lantai.


“Hikss, T--tuan Muda, apa kesalahan Saya!?”


Marcel tersenyum smrik dan berjongkok untuk menyamai tinggi nya dengan Zoya yang tersungkur. “Kau tidak mempunyai kesalahan, tapi entah kenapa aku senang sekali melihat mu tersiksa!”


Marcel menyalakan shower kamar mandi, air dingin itu mulai membasahi baju Zoya.


Zoya memeluk diri nya sendiri, dengan bibir yang bergetar, ia mulai berbicara. “K--kenapa kau tidak m3mbunUh ku saja, hah!?”


“Haha, niat awal ku sih memang begitu tapi lebih baik aku melihat ku tersiksa agar lebih seru, iya kan!?”


Marcel mengikat tangan dan juga kaki Zoya dengan handuk yang ada dikamar mandi dan menggendong Zoya kearah bak mandi kosong, dan melempar kan nya begitu saja.


Ia mulai menyalakan shower bak mandi.


“Nikmati kolam renang nya!”


Setelah itu, Marcel keluar dari kamar mandi dan meninggalkn Zoya yang sendirian dengan air shower yang perlahan memenuhi bak mandi.


“Mama ...”


Penglihatan Zoya perlahan mulai buram dan pada akhirnya gelap, ia mulai kehilangan kesadaran nya saat air bak sudah selehernya.


“Lapor, Tuan Muda. Nyonya besar menginginkan Anda agar segera membawa Nyonya Muda untuk mengunjungi mereka!”


“Biarkan saja!”


“Apa Tuan Muda tidak ingin membawa Nyonya Muda untuk mengunjungi orang tua, Anda?”


“Tidak, sudah selesaikan pekerjaan mu!”


Tok!.


Tok!


Bodyguard berkepala plontos tampak menunduk saat mengadap Marcel.


“Lapor, Tuan Muda. Nona Vanka datang kemari dan ingin menemui Anda!” ucap bodyguard tersebut, Marcel hanya mengangguk sekilas.


“Aku akan mengurus Vanka, Marvel kau siapkan berkas yang ku minta dengan cepat!” pinta Marcel dan diangguki oleh Marvel.


Marcel menuruni anak tangga dengan wajah tembok nya, ia menatap nyalang gadis cantik dengan rambut hitam lurus itu.

__ADS_1


“Kalian boleh pergi!” ujar Zevan pada dua pelayan yang sempat menghalangi Vanka.


Vanka Larissa Raquel, seorang gadis cantik yang berprofesi sebagai musisi dan juga aktor film yang sangat terkenal. Meskipun demikian, kenyataan nya gadis seumuran Zoya ini belum mempunyai kekasih alias jomblo. Selain itu, dia juga merupakan sahabat karib Marcel, hanya Vanka yang mengetahui sifat Marcel daripada orang lain.


.


“Ada apa?” tanya Marcel, ia tidak ingin basa-basi.


“Cish, seharusnya kau bertanya bagaimana kabar ku! Basa basi dikit, Van.” ujar nya dengan nada santai sembari meletakkan tas tenteng nya di atas meja.


“Aku tidak punya banyak waktu, langsung ke inti nya!” sahut Marcel singkat namun sangat jelas jika pemuda ini berniat mengusir sahabat nya itu.


“Ya-ya baiklah, aku hanya ingin mengambil cincin ku yang sempat tertinggal di kamar mu!”


Marcel sedikit terkejut mendengar jawaban dari Vanka, jadi gadis ini jauh-jauh kesini hanya ingin mengambil cincin itu?.


Tapi Marcel tidak ingin mengatakan itu yang nantinya akan menyinggung perasaan sahabat nya, karena cincin yang dimaksud Vanka adalah pemberian sang Ayah yang telah meninggal dunia beberapa tahun lalu.


“Ambil lah!” Marcel melempar kunci kamarnya dan mendaratkan bokong nya di sofa empuk nya.


Vanka menaiki anak tangga untuk sampai ke kamar Marcel, ia membuka pintu dengan perlahan dan mulai celingak-celinguk untuk mencari cincin nya.


Sherr!


Saat sudah mendapatkan cincin nya dan berniat untuk pergi, Vanka samar-samar mendengar shower yang masih menyala dari kamar mandi Marcel, ia sedikit curiga namun ia membuang pikiran buruk itu jauh-jauh.


“Apa ada seseorang disini!?” gumam nya.


Cklek!


Vanka menumpuhkan kedua telapak tangan nya di mulut nya karena terkejut saat ia melihat seorang gadis yang sudah tenggelam akibat air shower, Zoya.


Vanka segera bergegas untuk mematikannya air shower tersebut, ia berniat untuk membopong tubuh Zoya namun ia tidak kuat.


“MARCEL!!”


Karena Vanka punya riwayat jika menjerit seperti petir, maka suara teriakan nya itu pasti akan menggemparkan para penghuni Masion M itu.


Tak lama setelah teriakan nya berhenti, Marcel dan juga Marvel datang. Mereka merasa khawatir serta cemas, takut nya terjadi sesuatu pada Vanka.


“Ada apa?”


“Siapa gadis ini? Apa kau menyiksa nya, dasar tidak berguna! Marvel, cepat panggil dokter!” perintah Vanka dengan tegas.


“Marcel, kenapa kau diam saja!? Ayo cepat gendong gadis ini, kasihan sekali dia!” ujar Vanka menunjuk tubuh Zoya yang masih dibanjiri air.


Dengan malas, Marcel menggendong tubuh Zoya yang seringan kapas itu. Sekilas, Marcel melihat wajah cantik Zoya yang memucat lalu tersenyum smrik.

__ADS_1


"Ini belum berakhir." batin nya


“Sudah keluar sana, Aku akan mengganti baju gadis ini!” sanggah Vanka setelah Marcel meletakkan tubuh Zoya disofa, jika dikasur maka seprai nya akan.


__ADS_2