Isteri Cantik Tuan Muda

Isteri Cantik Tuan Muda
Bab 16


__ADS_3

°°°


Mungkin efek dari keromantisan Tuan Muda Marcel beberapa menit lalu, sedari tadi senyum Zoya tidak luntur-luntur dengan pipi yang terus memerah. Saat ini gadis itu ada dikamar, sementara Marcel berada di kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


“Yaa ... kenapa Gw bisa lupa si?” gumam nya sembari menepuk jidat nya sendiri.


Cklek!


Marcel keluar kamar mandi dengan handuk yang melilit pinggang nya sampai lutut, ia menggunakan handuk kecil untuk mengeringkan rambut nya.


“Ada apa?” tanya Marcel pada Zoya yang kini tengah membelakangi dirinya.


Zoya berbalik. “Itu, Tuan Mud–, KYAA>


Zoya langsung menutup kedua matanya, ia terduduk dilantai dengan pipi yang merona. Marcel hanya mengangkat satu alis nya, tanda tanya.


“T--tuan Muda, cepat pakai baju Anda dulu!” pinta Zoya yang masih menutupi kedua matanya.


Marcel tampak menghela nafas, ia mengambil kemeja hitam dan juga celana jens hitam dan berlalu pergi ke kamar mandi untuk mengganti pakaian nya.


“Hufhh, untung saja! Tapi ... tubuh Tuan Muda atletis juga yahh!m?” gumam Zoya dengan pipi yang merah, ia terus teringat dengan kejadian beberapa detik lalu saat dia melihat r0ti sobek Tuan Muda Marcel.


Cklek!


Setelah dua menit, Marcel keluar dari kamar mandi dengan kemeja hitam dan juga jeans hitam panjang yang membalut tubuh kekar nya itu. Zoya tertegun sesat, tapi ia buang perasaan aneh itu jauh-jauh.


“Tampaknya Kau sedang bingung, ada apa?” tanya Marcel, ia mendekat kearah Zoya yang sedang mengotak-atik ranselnya.


“Itu, anu ... Saya lupa untuk membeli peralatan sains yang diminta Guru Saya, Tuan Muda. Tadi nya, Saya ingin membeli alat itu bersama Xien tapi Marvel menyuruh Saya pulang, ja–”


“Cukup!”


“Kau ini banyak bicara, jadi intinya Kau membutuhkan alat sains itu?” tanya Marcel, ia bersedakap dada.


Zoya mengangguk pelan, ia merutuki dirinya yang bisa-bisa nya banyak bicara didepan Marcel sekarang jadi dimarahi deh.


“Ada dimana alat itu?”


“Di Mall, Tuan Muda.”


“Marvel yang akan membelikan alat itu!”


“Tidak usah, Tuan Muda! Biar Saya saja, jika Tuan Muda mengizi–”


“Baiklah, ayo!”


“Kemana?” cicit Zoya dengan tampang polosnya sembari memiringkan kepalanya.


“Ke Mall, gadis bod0h!”


Banyak pasang mata yang terus saja memperhatikan Zoya dan juga Marcel, ini untuk pertama kalinya Zoya diliatin semua orang, ia paling tidak suka menjadi tontonan publik.


“T--tuan Muda, Anda tungg–”


“Apa? Kau menyuruh ku untuk menunggu mu diparkiran? Kau kira aku bodyguard seperti Marvel apa? Ck! Cepat cari barang nya, setelah itu pulang!” sambar Marcel cepat, kenapa dia suka sekali memotong pembicaraan Zoya.

__ADS_1


‘“Tapi semua orang melihat kearah Saya, Tuan Muda. Saya jadi tidak enak!” ucap Zoya, ia menggaruk pipinya seraya melihat sekeliling.


Marcel menatap nyalang semua orang yang sedang memperhatikan dia dan juga Zoya. Meskipun tidak mengakui Zoya sebagai istrinya, tapi Marcel tidak suka jika ada mata buaya yang melihat Zoya dengan tatapan ingin memangsa nya.


“Kenapa Kau keluar dengan pakaian diatas lutut seperti itu, hah?” tanya Marcel tanpa menatap Zoya, sementara gadis yang dimaksud justru melihat pakaian nya sendiri.


Bagaimana tidak diatasi lutut coba!m? Zoya menggunakan dres kodok berwarna pink kotak-kotak diatas lutut dan dalaman nya adalah kemeja pink muda, tentu saja itu menarik mata buaya untuk memperhatikan pah4 mulus Zoya.


”Hmm, Saya tidak sengaja Tuan Muda!” cicit Zoya, Marcel menghela nafas kasar kemudian menatap Zoya tajam dan menariknya ke suatu tempat.


Mereka saat ini berada di lorong yang cukup gelap, Zoya bergidik ngeri saat Marcel mulai mendekati dirinya.


Deg!


Zoya hanya mempu memejamkan matanya saat hidung mancung Marcel bersentuhan dengan hidung nya, hembusan nafas Marcel membuat anak rambut Zoya berterbangan sesaat.


Cekk!


“Aku tidak akan melakukan itu bersama mu!”


Mendengar ucapan Marcel , sontak Zoya membuka matanya. Ia melihat kearah pinggang nya yang dililit jas hitam milik Marcel.


“Ayo, cepat cari alat itu dan segera pulang! Saya masih ada urusan lain yang lebih berguna!” ucap Marcel, ia berjalan lebih dulu.


“Uhh, jika urusan nya lebih penting, lalu kenapa tidak Aku saja yang diizinkan nya untuk pergi? Kan lebih mudah, dasar aneh!” gumam Zoya seraya memanyunkan bib1r nya, Marcel masih bisa mendengar perkataan gadis itu.


“Jika Aku mengizinkan mu, maka Kau pasti akan berkeliaran kesana-kemari dan menimbulkan masalah seperti kemarin!” pekik Marcel.


“Masalah apa?”


“Nggak, Saya itu cuma membela diri saja, Tuan Muda!”


“Jika membela diri, mengapa Kau tidak kabur saat musuh-musuh mu sudah tidak melawan mu?”


“K--karena ... Ya-ya, baiklah! Tuan Muda menang, Saya memang suka tawuran!” sentak Zoya, ia tidak suka berdebat apalagi berdebat dengan Marcel.


Deg!


Hati Zoya kembali teriris melihat adegan romantis yang ada didepan nya ini, Zoya menundukkan kepalanya. Tapi salah-satu dari pasangan itu tiba-tiba menyapa nya, Fika.


“Zoya!!”


Gadis dengan gaun berwarna kuning cerah itu berlari sembari menarik tangan kekasih nya–uppss, ralat! Suami nya.


“H--hai, Fika!” balas Zoya dengan senyum kikuk nya, sorot mata Zoya langsung tertuju pada genggaman tangan suami istri itu.


“Zoya, bukan kah itu Tuan Muda Marcel Ziyon Pramuditya? Kenapa Kamu bersama nya?” bisik Fika, ia tak ingin menimbulkan suara yang terlalu keras.


“A--anu ... Dia–,”


“Saya Suami Zoya, memang nya kenapa?”


Orang-orang yang tadi nya asik berbelanja dan berbincang-bincang, kini menjadi senyap setelah Marcel mengatakan itu dengan suara berat nya.


Tak elak, Zihan dan juga Fika sama-sama terkejut. Kabar ini pasti akan menjadi trending topik pembicaraan publik di media sosial nantinya, apalagi tadi ada YouTubers yang sedang melakukan siaran langsung, apa dia merekamnya?

__ADS_1


Lain hal nya dengan Zoya, gadis itu menatap Marcel dengan tatapan tak percaya sekaligus kagum. Yang membuatnya semakin deg-degan adalah, Marcel menggenggam tangan nya didepan Fika dan juga Marcel.


“Tidak apa-apa, Tuan Muda!”sahut Fika seraya tersenyum, sementara Zihan terus memperhatikan wajah Zoya yang tampak pucat pasi.


“Dia istri Saya, jadi berhenti memandang nya seperti itu!” sentak Marcel, ia menatap tajam Zihan membuat nyali pemuda berambut hitam kecoklatan itu ciut.


“Sayang, Kau ingin beli apa lagi?” tanya Marcel dengan senyum manis nya, ia menatap Zoya yang tampak kebingungan.


“Benarkah itu istri Tuan Muda Marcel?”


“Memang nya kenapa? Tampaknya dia gadis yang baik hati, lihat saja dari wajahnya! Cantik dan anggun, sesuai untuk Tuan Muda Marcel yang tampan!”


“Menantu Keluarga Pramuditya sangat cantik, aku jadi iri!”


Semua orang disana langsung riuh dan juga ribut, ada yang suka dan ada juga iri dengan Zoya karena dipanggil 'sayang' oleh 'Marcel.


"Kenapa Tuan Muda manggil Gw kayak gitu? Akhh, Gw kan jadi salting! Tapi, apa Tuan Muda mengatakan itu karena ada Zihan dan juga Fika!? Aisshh, Lo kenapa sih, Zoy!? Lo gak boleh baper!" Gerutu Zoya dalam batin nya, ia masih menatap mata Marcel.


“I--itu, tinggal beli buku sains!” sahut Zoya dengan gelagapan, ia juga melempar kan senyum nya.


“Baiklah, ayo!”


Belum sempat Zoya melambaikan tangannya ke arah Fika dan juga Zihan, pinggang nya langsung dirangkul Marce.


Zihan dan juga Fika saling memandang satu sama lain, mereka tersenyum tipis, ternyata harapan mereka berdua terkabul kan.


“Akhirnya Zoya mendapat jodoh terbaik nya yah, Al!?” gumam Fika senang, ia memeluk lengan kekar Zihan.


Zihan tersenyum dan menatap puncuk rambut Fika. “Ya, Aku senang untuk nya, baby!”


Sementara itu, setelah jauh dari Zihan dan juga Fika, Marcel menghempaskan tangan Zoya kasar dan menatap tajam.


“Jangab ge-er, Saya melakukan ini agar mantan kekasih mu itu bahagia!” ucap Marcel dengan nada dingin, Zoya sudah tau alasan sebenarnya Marcel bersikap romantis padanya seperti tadi.


“Ya, Saya tau! Tapi, tau dari mana Tuan Muda jika Al adalah mantan kekasih Saya? Padahal Saya belum pernah menceritakan nya!” tanya Zoya, ia memicingkan mata nya.


“Diberitahu Alfareado!”


Belum sempat luka dihatinya diperban, hatinya Zoya kembali tergores mendengar nama papanya yang begitu ia benci sekarang.


Zoya meremas baju nya, matanya mulai sakit akibat menahan air matanya agar tidak jatuh. Marcel sebenarnya mengetahui hal itu, tapi ia tak tau harus berbuat apa.


Tiba-tiba terlintas wajah pemuda tampan tapi konyol di otak Marcel, Leonard Fernando Torres.


'Jika seorang gadis menunduk kepalanya sambil mengepalkan tangannya, maka gadis itu sedang berusaha menahan tangis nya. Jadi sebagai laki-laki, Kau harus peka! Kau harus tarik pinggang nya dan menyenderkan kepalanya untuk bersandar di dada mu, lalu katakan “Menangis lah disini! Tidak akan ada yang tau.”'


"Cara yang konyol!" Batin Marcel, tapi setelah melihat air mata Zoya mulai jatuh di lantai, ia rasa ini saat nya untuk menggunakan cara dari teman konyol nya itu.


Hufh!.


Grep!


Setelah menghela nafas berat nya, Marcel menarik pinggang gadis itu hingga dia tersentak kaget. Sesuai arahan Leonard, Marcel menyandarkan kepalanya Zoya didada bidang nya, Zoya tertegun bahkan terkejut.


“Menangislah disini! Tidak akan ada yang tau.”

__ADS_1


__ADS_2