
“Maaf, Nyonya Muda. Saya ingin menyampaikan sebuah pesan!” pelayan itu membungkuk badan nya sebagai tanda hormat, Zoya mempersilahkan dia bicara.
“Nyonya Jenifer memanggil Anda untuk mendatangi nya ditaman belakang rumah!”
“Nyonya Jenifer siapa?” tanya Zoya pada Vanka seraya berbisik. “Oma nya Marcel.”
“Ohh, eh baiklah! Saya akan kesana, Vanka tolong bilang ke Tuan Muda kalo aku ada urusan sebentar yahh?” pinta Zoya, Vanka mengangguk dengan masih fokus pada desert nya.
Disisi Jenifer dan Zoya.
“Kenapa Anda memanggil Saya, Oma?”
Ketika sudah sampai di taman yang dimaksud pelayan muda itu, Zoya langsung bertanya tanpa ada basa-basi, soalnya dia merasa canggung.
“Zoya Kianan Alexander ... itu nama mu kan?” bukannya menjawab, wanita parubaya itu justru menyebutkan nama lengkap Zoya.
Zoya merasa sedikit merinding dengan gaya bicara Jenifer yang tampak ketus itu. Tapi seberusaha mungkin Zoya untuk menahan emosinya dan menjadi menantu yang baik untuk keluarga Pramuditya.
“Oma ...”
“BERHENTI MANGGIL SAYA DENGAN SEBUTAN 'OMA'!! HANYA ORANG-ORANG TERTENTU YANG BISA MANGGIL SAYA 'OMA'. INGAT ITU, P3MBUNUH!!”
Deggg!
__ADS_1
Entah sudah berapa kali, Zoya disebut sebagai seorang p3mbunuh. Ini pasti tentang k3mati4n Hirata Zavania Pramuditya, Kakak perempuan Marcel.
“Saya bukan p3mbunuh, Oma!” Zoya tidak mau di sebut sebagai 'P3mbUnuh' lagi, dia harus melawan sekarang.
“Ternyata nyali mu lumayan juga, meskipun sudah ku larang untuk memanggil ku 'oma' tapi kau tetap melakukan nya, aku salut pada mu.” wanita parubaya itu bertepuk tangan dengan senyum smriknya.
"Apa wanita ini tidak menganggap ku sebagai menantu nya sendiri?" Batin Zoya.
“Aku memang tidak pernah menganggap mu sebagai menantu ku!” Zoya kaget saat Jenifer menyahut batinnya secara spontan.
“Kenapa Oma tidak menganggap Saya sebagai menantu keluarga Pramuditya? Apa karena k3mati4n Hirata Zavania Pramuditya, Kakak perempuan Marcel?” tutur Zoya.
Jenifer menggeleng pelan. “Tidak hanya itu, memang itu hal yang sangat kubenci dari keluarga Alexander. Tapi ... kejayaan dan juga usaha keras yang telah dilakukan Andhara terbuang sia-sia karena ulah Ayah mu itu!”
“Marcel pasti sudah menceritakan tentang k3mati4n Hirata, bukan? Proyek berlian yang diciptakan Andhara, langsung direbut oleh Ayah mu! Jika Ayah mu tidak merebut proyek itu, sudah tentu keluarga Pramuditya akan ada di posisi pertama sebagai keluarga paling kaya dengan proyek berlian itu!” ujar Jenifer, ia masih setia menatap lekat mata Zoya.
Keluarga Pramuditya ada diposisi kedua sebagai keluarga terkaya, entah sudah berapa ratus proyek yang diciptakan Andhara untuk menyaingi kekayaan Alfareado, tapi itu gagal dan hanya sia-sia.
“Kau tau? Kau dinikahi oleh Marcel bukan didasarkan atas cinta, tapi dendam!” tekan Jenifer, Zoya tidak kaget karena ia sudah mengetahui itu langsung dari Marcel.
“Ya, Saya sudah tau! Saya tau tujuan sebenarnya dari Marcel, tapi Marcel perlahan luluh dan mulai bersikap romantis pada Saya, Oma. Itu artinya, dendam yang ada di diri Marcel sudah dihapus dengan cinta Saya.” balas Zoya, nadanya memang tidak tinggi tapi ditelinga Jenifer itu sungguh sangat mengganggu.
“Ironis memang, kau menganggap Marcel sebagai suami tapi Marcel sejujurnya tidak pernah menganggap mu ada. Apa kurang jelas? Marcel tidak pernah mencintai mu, dan tidak akan mungkin itu terjadi!” pungkas Jenifer, wanita itu menunjuk-nunjuk wajah Zoya dengan geram.
__ADS_1
“Hufh, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, Oma. Semuanya mungkin, Saya yakin bahwa Saya bisa menaklukkan hati Marcel dengan cinta yang Saya miliki!” ucap Zoya dengan tenang dan yakin.
“Kau tidak pantas bersanding dengan Marcel sampai kapan pun!”
“Lalu siapa yang pantas, apa kah Vanka Larissa Raquel, sahabat Marcel?”
Tampaknya memang benar, jika Zoya cemburu dengan Vanka karena gadis itu selalu dekat dengan Marcel, dan bisa membuat pemuda dengan hati es itu tersenyum.
“Vanka? Ck, gadis itu tidak bisa diajak bernegosiasi!” pekik Jenifer seraya melipat kedua tangannya didada.
“Vanka hanya menganggap Marcel sebagai sahabatnya dan tidak pernah mau menerima perjodohan nya dengan Marcel sejak dulu, jadi Saya berinisiatif untuk menjodohkan Marcel dengan teman kecilnya. Tapi sayangnya, Marcel sudah diselimuti dendam pada Ayah mu dan lebih memilih untuk menikah dengan mu agar dendam nya tercapai!” jelas Jenifer, sekarang Zoya mengerti mengapa Marcel tidak pernah bercerita tentang sahabat-sahabat nya pada Zoya.
“Lalu siapa gadis itu?”
“Gad–,”
“Omaa!!”
Antensi Jenifer langsung berahli pada gadis dengan gaun orange yang sedang berlari sambil memegangi tas tenteng putih nya, karena keadaan taman yang cukup gelap, Zoya masih belum bisa melihat wajah gadis itu dengan jelas.
“Ini lah gadis yang Saya maksud, dia sangat sesuai untuk bersanding dengan Marcel daripada Kamu!” Jenifer memegang kedua pundak gadis itu agar Zoya bisa melihat wajahnya.
Deg!
__ADS_1
“Z---zoya?”
“Tidak mungkin ...”