Isteri Cantik Tuan Muda

Isteri Cantik Tuan Muda
Bab 08


__ADS_3

°°°


Keesokan harinya, tepat nya pukul 06:30 WIB, Zoya terbangun dari pingsan nya yang menguras banyak waktu itu.


Ia melihat sekeliling, ia merasakan berat di pinggang nya. Ia menoleh ke kanan, Zoya tersentak saat melihat Marcel memeluk pinggang nya.


Zoya kaget bukan karena Marcel memeluk nya, melainkan karena dia tidur dikasur king size Marcel. Perlahan-lahan Zoya memindah tangan kekar Marcel yang sedang memeluk nya.


Setelah berhasil, Zoya mengecek suhu tubuh nya dan ternyata suhu tubuh nya sudah normal. Ia kembali menatap Marcel yang masih tertidur, kejadian semalam membuat Zoya trauma.


“Hikss, kenapa sih ini terjadi sama gw!? Gw rasa apa yang dikatakan Tuan Muda benar, Gw emang gak di inginkan dan gak dianggap di dunia ini bahkan Papa Gw aja sampe jual Gw ke dia.” lirih Zoya, tanpa sadar air mata nya mengenai pipi Marcel tapi untunglah Marcel tidak terganggu tidur nya.


Zoya segera menghapus air matanya dan memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah pintu kamar mandi tertutup, Marcel membuka matanya.


“Kisah mu cukup menyentuh hati ku, tapi aku tidak akan membiarkan mu bahagia, Zoya ...”


Setelah nya, Marcel bangkit dari king size bed nya dan berjalan keluar untuk kekamar mandi lain dan bersiap untuk pergi ke perusahaan nya.


Setelah kepergian Marcel, Zoya keluar kamar mandi dengan handuk putih yang membalut tubuh nya. Ia mengambil oufit nya untuk pergi kuliah hari ini, rasa sakit di kepala nya masih terasa namun ia rindu dengan teman-teman nya.


Setelah siap dengan sweater coklat dan celana jeans biru serta sepatu sport nya, Zoya segera mengambil kunci mobil dan kini menuju garasi. Namun langkah nya terhenti saat Marcel ada didepan nya.


Glek!


Ketakutan langsung merambat di darah Zoya, ia hanya mampu melangkah mundur seraya menggeleng patah-patah.


“Marvel akan menemani mu.”


Setelah kalimat singkat nya selesai, Marcel segera pergi meninggalkan Marvel dan juga Zoya yang sedang mematung.


“A--apa yang dia katakan barusan!?” tanya Zoya menatap Marvel, seketaris Marcel juga sama saja dinginnya dengan majikan nya itu.


“Saya yang akan mengawasi Anda, selama Anda berada di Universitas!” sahut Marvel kemudian mengambil kunci mobil dari tangan Zoya dan berjalan duluan.


________________


07:10 WIB


Para siswi berteriak histeris saat Marvel turun dari mobil, siapa yang tak kagum dengan bodyguard yang tampan ini? Tapi senyum para siswi langsung luntur saat Marvel membukakan pintu mobil untuk seseorang, dan orang itu adalah Zoya.


“Duh, tuh orang pakek pelet apa sih? Ampuh banget kayak nya.”


“Udah diputusin Zihan eh ngembat cowo lain, keren banget yahh!?”


“Mentang-mentang orkay jadi bisa berbuat sesuka hati, gampang mah dapetin hati cowo bagi dia, orang cuma modal harta!”


Begitulah ocehan serta cibiran para siswi yang membicarakan Zoya saat Marvel dan dirinya saat melintasi mereka, Zoya hanya menggeleng saat Marvel hendak melawan mereka.


“Zoya!!”


Disuatu lorong yang tidak terlalu ramai, Xien dan juga Gerald menghampiri nya, Zoya menyambut Xien dengan pelukan.


Deg!


Tubuh Gerald mematung ditempat saat melihat kehadiran Marvel yang berada disamping kanan Zoya, sementara Marvel tampak tersenyum smrik.


Marvel juga menyiksa Gerald kemarin bersama dengan bodyguard lainnya, mungkin saja Gerald dapat menandai dirinya.


“Lard, Lo kenapa? Wajah Lo kok lebam-lebam gitu? Habis berantem, yahh!?” tuding Zoya, Gerald mengangguk patah-patah padahal bukan itu yang terjadi.

__ADS_1


“Dia siapa!?” Xien menunjuk Marvel dengan tatapan tajam bak elang, Marvel hendak berbicara namun mendapat kode dari Zoya agar tetap diam.


“Dia bodyguard yang diperintah Papa Gw untuk jagain Gw.” jawab Zoya asal.


Marvel sedikit kaget dengan jawaban Zoya. Bukan hanya karena Zoya tidak mengakui bahwa dirinya adalah istri dari Marcel tetapi juga Marvel kaget karena ia dibilang bodyguard suruhan Alfareado, Marvel tidak akan mau jika Alfareado menjadikan nya bodyguard, berapa pun gaji nya.


"Kenapa Nyonya Muda tidak mengakui nya." Batin Marvel.


“Marvel, boleh saya pergi bersama teman-teman Saya? Kau bisa menunggu diparkiran!” ujar Zoya, Marvel mengangguk.


“Lard, Lo kenapa diem aja!?” tanya Zoya berahli menatap Gerald yang sedari tadi mematung ditempat.


Sekarang Gerald tau yang dimaksud orang kemarin bukan lah Xien tapi Zoya, meskipun ada rasa senang dihati nya tapi Gerald merasa curiga pada zoya.


“Zoy, gw boleh tanya sesuatu!?”


“Yes?”


-ya?


“What you have boyfriend!?”


-Apa kau punya pacar?


Zoya gelagapan saat mendengar pertanyaan Gerald, meskipun bisa dibilang Zoya belum punya pacar tapi ia kan punya suami yaitu Tuan Muda Marcel Ziyon Pramuditya.


“N--no, why!?” Zoya kembali bertanya dengan terbata-bata, takut jika Gerald mengetahui segelanya.


-T--tidak, kenapa?!


“No problem.”


-Tidak apa-apa


Mereka duduk di bangku tribun penonton yang ada dibarisan kedua, siswi-siswi bersorak gembira kala tim andalan mereka mencetak angka.


“Wuhuu^^, hebat banget si Boy!”


Boy Prasetya, seorang murid yang sangat terkenal karena ketampanan dan juga kecerdasan nya saat bermain bola voli. Cowo berambut coklat ini sempat menyukai Zoya ,tapi karena pada saat itu Zoya masih mempunyai Zihan jadi dia mundur, saat ini Boy menduga bahwa Zoya jomblo dan ia bisa mendapat kan hati gadis itu.


Boy mengedipkan sebelah matanya kearah Zoya dan tersenyum, para siswi yang ada disana mulai mencibir Zoya. Sementara Zoya sangat risih dengan perlakukan Boy terhadap nya barusan.


PRANGG!


Semua siswa-siswi berhamburan dan menutup telinga mereka saat mendengar suara pecahan kaca, awalnya mereka mengira bahkan itu hanyalah bola yang mengenai kaca jendela.


Tapi salah satu siswa yang mendapat kan batu tersebut pun menunjukkan nya pada Gerald, itu bukan batu biasa melainkan peringatan.


'Waspadalah, kami datang!'


Itulah isi dari surat yang sempat membungkus batu tersebut, ada sketsa serigala di surat tersebut.


“Wolf King.” gumam Gerald.


“Ini musuh kita yang kemarin, kita harus waspada!” peringat Gerald yang langsung diangguki oleh siswa-siswa yang ada disana.


Marvel yang berada di parkiran, tepatnya dialam mobil sangat terkejut saat segerombolan motor melintasi parkiran dengan lambang serigala di belakang jaket kulit mereka.


Yang Marvel ketahui, Genk tersebut adalah Genk yang sangat terkenal akan kebengisan dan keberandalan nya di Jakarta.

__ADS_1


“Nyonya Muda dalam bahaya!”


Sebelum keluar dari mobil untuk membantu Zoya, Marvel menghubungi Marcel terlebih dahulu untuk meminta bantuan lebih.


Betapa terkejut nya bodyguard berhati es itu saat melihat Zoya dan teman-teman nya yang dengan mudah menghajar mereka tanpa alat bantu sedikit pun, tapi ada satu orang yang berniat memukul punggung Zoya menggunakan tongkat baseball dari belakang.


“Nyonya Muda, awas!!”


Zoya kaget saat Marvel melindungi nya dengan tubuh kekarnya, bagi Marvel ini tidak ada apa-apa nya. Tugasnya untuk melindungi Nyonya Muda Pramuditya harus tetap berjalan apa pun kondisinya.


“M--marvel!?”


Karena terlalu fokus pada Marvel, Zoya jadi tak sadar jika ada seseorang yang ingin menancapkan pisau di punggung Zoya.


“Sstt!”


Deg!


Bukan Zoya yang terluka melainkan Marcel yang datang ke Universitas tersebut, ia bahkan membatalkan meeting penting nya hanya demi menyelamatkan Zoya, mungkin nanti Zoya akan kembali disiksa.


“T--tuan Muda!” lirih Zoya.


Mengetahui itu adalah Tuan Muda Marcel Ziyon Pramuditya, para anggota Genk memilih untuk pergi, takut terlibat masalah yang sangat serius.


Mereka dengar, keluarga Pramuditya tidak pernah pandang bulu dalam memilih musuh nya dan tidak segan-segan untuk merenggut nyawa orang itu.


“Cabut!” ucap ketua Genk itu dan diangguki oleh anggota nya, mereka mengendari motor mereka dengan kecepatan tinggi.


“Tuan Muda ...”


“Gadis bod*h!” umpat Marcel menatap tajam Zoya, gadis itu hanya menundukkan kepalanya.


Gerald yang melihat Marcel langsung menyuruh Xien untuk berada dibelakangnya, Marcel sempat melihat Gerald sesaat tapi pandangan nya terus terahlikan ke lengan kanan nya yang tergores pisau.


“T--tuan Muda, Saya akan mengobati luka Anda di UKS.” ujar Zoya, saat ingin menyentuh Marcel, pemuda itu langsung berdiri tegap dan pergi dari sana.


“Nyonya Muda, Anda harus pulang cepat untuk mengobati luka Tuan Muda!” bisik Marvel, Zoya hanya mengangguk kikuk.


“Zoy, dia majikan Lo!?” tanya Gerald yang masih setia menggenggam tangan Xien.


“Iya.”


Marvel tentu saja kaget saat mendengar jawaban dari Nyonya Muda nya yang tak mengakui Marcel sebagai suaminya melainkan mengakui Marcel sebagai majikan nya.


"Jika hanya seorang majikan, dia tidak akan melindungi Zoya sampai segitu nya kan? Bahkan orang itu sangat posesif, hanya karena aku menyentuh Zoya saja, dia langsung bertindak dan menghajar ku. Ada yang aneh!" Batin Gerald yang kemudian menatap Marvel.


“Xien, Gw mau pulang duluan. Jadi Lo bisa kan izinin gw ke Guru piket, bikin alasan yang bagus!” pinta Zoya, Xien mengangguk.


Setelahnya, Zoya dan Marvel meninggalkan Universitas yang berantakan akibat ulah Genk motor itu. Marvel mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi, Zoya seberusaha mungkin untuk menyiapkan mental nya.


Ia sungguh sangat trauma dengan kejadian kemarin yang hampir merenggut nyawanya, ia tak tau jika yang sudah menyelamatkan nya adalah Vanka. Zoya mengira bahwa pahlawan yang sudah menyelamatkan hidupnya adalah Bibi Tua.


"Ya Allah, bantu lah hamba mu ini."


.


.


.

__ADS_1


TBC


Jika ada tanda ini (") itu artinya batin tapi jika tanda yang ini (”) itu artinya orang tersebut sedang berbicara, mohon dipahami ya readers.


__ADS_2