
°°°
“Habis dari mana kamu!? Balapan lagi, nggak ada yang bisa Papa banggain dari kamu! Jika kamu terus seperti maka keputusan Papa yang kemarin untuk menjodohkan kamu sudah bulat!”
“Gw nggak mau.”
“Dasar anak berandalan! Sudah, terima saja tawaran ini!”
“Gw bukan berandalan, k3par4t!!”
“Xien ...”
Jika kalian menduga orang itu adalah Nathan Erlangga Dirgantara maka kalian salah. Xien Clooney, gadis itu tengah berdebat dengan sang Papa.
Xien pulang dengan penampilan acak-acakan karena habis balapan, ia mungkin dicap hebat dan wanita idaman oleh beberapa orang tapi tidak dengan kedua orangtuanya.
Kedua orangtuanya hanya memikirkan tentang harta dan sebagainya, Xien si bad girl itu tak pernah mau meladeni permainan perjodohan dari Mama dan Papanya itu.
“Sudah berani Kamu yahh!?”
PLAKK!
Xien menoleh kekanan karena tamparan itu, . yang begitu keras hingga tercetak tangan sang papa di pipinya itu.
“Xien sudah lah, menurut saja sama Papa kamu!” ujar sang Mama, Xien menatap tajam mereka berdua.
“Apa kamu tidak bisa meniru adik mu!? Adik mu itu sangat pintar, cantik dan sopan santun! Dia berbeda sekali dengan dirimu, bagaimana bisa kau dilahirkan di dunia ini!?”
Deg!
Sudah ribuan kali hati Xien teriris karena ucapan Papa nya, dia selalu dibanding-bandingkan dengan adik perempuan nya yang bernama Kelly Clooney.
Xien tersenyum smrik. “Saya tidak minta kalian berdua untuk melahirkan saya, bukan!? Lalu mengapa kalian melahirkan anak si4lan seperti saya!? Ohh, tidak Xien. Bukan Kau yang salah, tapi orang tua mu! Kalian berdua yang buat Saya jadi seperti ini, kalian hanya mementingkan pekerjaan kalian dan selalu membanding-bandingkan Saya dengan Kelly!”
“Jelas, kami sangat mengharapkan Kelly bisa jadi pewaris keluarga Clooney!”
Tap!
Tap!
“Aku nggak mau, Pa!”
Gadis cantik dengan rambut sebahu itu menuruni tangga, ia tampak khawatir dengan dahi dan juga lutut Xien yang terluka.
“Aku nggak mau jadi pewaris dari keluarga Clooney, aku mau ngejer cita-cita ku sebagai seorang dokter! Itu sumpah ku, Pa! Biarin Kak Xien yang jadi pewaris keluarga Clooney!” ujar Kelly, ia menggandeng tangan Xien yang terlihat acuh bahkan tidak peduli.
“Berandalan seperti dia, tidak pantas untuk menjadi pewaris keluarga Clooney yang terkenal, Kelly!” sentak Papanya, Kelly tampak takut.
__ADS_1
“Tenang saja, Tuan Devan Clooney yang terhormat. Saya tidak akan mau dan tidak akan sudi untuk menjadi pewaris dari keluarga yang tidak pernah menganggap Saya ada!” tekan Xien diakhir kalimatnya, dia sudah tersulut emosi sekarang.
Bagi Xien, neraka yang sebenarnya adalah saat dia kembali kerumah, seperti sekarang ini. Dia harus menanggung beban yang begitu berat dipundaknya, ia sembunyikan segala luka yang ada dari Zoya cs.
“Bagus lah, ternyata kau mengerti dengan posisi mu. Saya memang tidak pernah dan tidak akan sudi menganggap mu ada, Xien Clooney!” pekik Devan, ayah Xien.
“Kalau begitu, jangan pernah menyebut nama s14lan itu di nama ku!” ucap Xien, nama s1al4n yang dia maksud adalah 'Clooney'
Hening, tidak ada yang berbicara setelah kata-kata Xien yang tadi. Tiba-tiba Xien tertawa hambar, pandangan nya begitu kosong membuat Kelly merasa cemas dengan Xien.
“Kenapa diam!? Nggak mau ngomong lagi!? Lo bisu!?” Xien tampak seperti orang gila dengan tawa mengerikan nya.
“Kak Xien ...”
“BERHENTI MANGGIL GW KAKAK, GW BUKAN KAKAK LO! MULAI DETIK INI, GW BUKAN LAGI KETURUNAN KELUARGA CLOONEY!”
Deg!
Kelly terkejut bukan main saat Xien mengatakan itu, dia menggeleng cepat. Sementara Xien, dia tertawa puas dengan ide berlian nya.
“Gw bosen dengan permainan perjodohan yang selalu kalian berdua mainkan. Gw bakal kabur dari rumah ini, dan saat Gw kembali nanti ... Gw udah sukses, dan Gw yakin, kalian berdua bakal sujud dikaki Gw!!” hardik Xien, Devan tertawa remeh mendengar itu.
“Haha, terlalu naif. Kau tidak akan pernah menyaingi Saya dalam hal bisnis ataupun kekayaan, Xien! Jika pun suatu hari nanti Kau sukses, maka Keluarga ku akan lebih sukses dari pada dirimu. Silahkan saja pergi dari sini, Kau tidak akan pernah bertahan!” Devan tertawa kemenangan seraya berkacak pinggang, Xien menaiki anak tangga.
Setelah beberapa menit, Xien turun dengan koper ditangan kanan nya serta ransel besar. Ia menatap nyalang kedua orangtuanya, tapi tidak dengan Kelly, ia tersenyum tipis saat Kelly menatapnya dengan cemas.
“Karena motor itu kau beli dengan uang tabungan mu, maka bawa lah itu ... sebagai harta satu-satunya yang kau miliki!” ucap Devan, Xien diam dan memilih untuk pergi.
“Biarin aja, Dia nggak akan bertahan!”
“Yang harusnya kita pikirin sekarang adalah tentang kemarahan Tuan Muda Leon karena Xien sudah kabur dari sini.” ucap Devan yang tengah berfikir.
“Papa punya ide! Kelly, Papa butuh bantuan mu!”
________________
“Kenapa belum tidur juga!?”
Marcel yang melihat Zoya masih memainkan handphone nya disofa itu menatap nya dengan tajam, Zoya hanya santai dan menanggapi itu dengan senyuman.
“Lagi mau nonton film, Tuan Muda!” sahut Zoya dan memperlihatkan handphone nya, film horor luar negeri kesukaan nya.
“Kau ingin menontonnya nya bersama!?”
Entah sudah berapa kali Marcel mengatakan kata-kata yang membuat Zoya salting, entah untuk membuat Zoya nurut padanya ataupun memang Marcel sudah membuka hati nya.
“Tapi, kalo nonton nya di handphone Saya, nggak cukup. Kita butuh sesuatu, kayak televisi gitu tap–”
__ADS_1
Sstt!
Marcel menempelkan jari telunjuk nya pada bibir Zoya membuat gadis itu terpaku dan tersipu malu. “Kau berisik sekali!”
Marcel berjalan mendekati meja dekat tempat tidurnya dan berjongkok untuk membuka laci meja itu, ditangan nya terdapat sebuah alat berbentuk persegi berwarna putih.
“Itu apa, Tuan Muda!?”
“LED-Projector!”
Zoya pernah mendengar nama benda ini sebelum nya dari Jennie dan juga yang lainnya. Katanya, benda ini bisa memancarkan gambar film di tempat yang memiliki dinding berwarna putih polos.
“Jadi kita akan menonton film, seperti di bioskop-bioskop itu!?” heboh Zoya, ia segera berlari mengambil selimut dilemari dan kedapur.
Entah ingin berkemah ataupun semacam nya, tubuh Zoya terlilit selimut tebal Doraemon dan juga ditangan nya ada biskuit dan juga buah untuk cemilan.
Saat Zoya ingin duduk disofa, Marcel menatapnya tajam membuat gadis itu mendengus sebal, sekarang apalagi kesalahan nya.
Puk!
Puk!
“Disini!” Marcel menepuk-nepuk king size bed nya, Zoya sedikit terkejut tapi ia mengangguk dan membawa selimut serta cemilannya kekasur.
Mereka menonton film yang ada di handphone Zoya tadi, film horor. Bagi Zoya, menonton fil horor dimalam hari adalah ujian adrenalin yang sesungguhnya.
“Nah, makan tuh! Mampus kan Lo, heh hajar lagi! Etss, awas dibelakang mu!” heboh Zoya pada salah-satu adegan film horor itu, Marcel terkekeh namun tak kedengaran Zoya karena volume film yang terbilang tinggi.
“Gobl0k Lu!” makinya saat aktor favoritnya di habisi oleh hantu itu.
“Kau sangat suka film horor yahh!?” tanya Marcel, Zoya mengangguk tapi masih sangat fokus pada film dan juga cemilan nya.
“Lah-lah kok ada adegan beginian sihh!” gerutu nya, ia memalingkan wajahnya saat ada adegan k1ss disana. Marcel tetap menonton.
“Adegan nya sudah berakhir!”
“Hufhh, syukurlah!”
“Tuan Muda, boleh Saya bertanya sesuatu mengenai Nona Vanka!?” Zoya sangat penasaran dengan gadis yang disebut-sebut sebagai sahabat dari Marcel itu.
“Apa Kau cemburu padanya, hanya karena dia dekat dengan ku!?” goda Marcel, Zoya memukul lengan pemuda itu kesal.
“Saya serius, Tuan Muda!”
“Ya, baiklah. Tanyakanlah!”
“Menurut pendapat pribadi Tuan Muda, Nona Vanka itu orang nya gimana?!”
__ADS_1
Marcel terdiam sejenak sembari memejamkan mata, dan mendongakkan kepalanya diiringi dengan senyum tipis.
“Vanka adalah gadis yang begitu cerewet, penuh perhatian dan sangat baperan. Tapi, tidak pernah sekalipun Saya memarahinya dengan kasar apalagi sampai memukul nya, karena Kak Hirata pernah berpesan pada ku untuk menjaga Vanka dengan baik.