ISTRI KE TIGA DAN SUAMI KE DUA

ISTRI KE TIGA DAN SUAMI KE DUA
*CALON MERTUA*


__ADS_3

Aku sudah berhias diri di depan cermin, meski pakaian ku masih mengenakan pakaian kemarin, karna tak ada pilihan lagi yang ku pakai saat ini tak ada persiapan pakaian yang bersih.


tok... tookk....


Segera ku beranjak dan mendekati pintu, aku memastikan siapa yang mengetuk pintu terlebih dahulu agar hal-hal yang tak di inginkan terjadi.


Setelah aku mengetahui siapa yang berada di balik pintu segera aku membuka pintu itu dan membiarkan laki-laki itu masuk ke dalam kamar.


"Kamu sudah siap dek? " aku mengernyitkan kedua alis ku meneliti ucapannya.


"maksud aku untuk kita keluar dari kamar ini dek. "


dengan senyum segera ku anggukan kepala ku bertanda kesiapan ku untuk pergi bersamanya.


"kita cari makan dulu ya sebelum ke rumah ibumu, sambil cari oleh-oleh buat calon mertua ku. " aku tergelak mendengar kata yang terakhir. "CALON MERTUA"


"aku bukan anggota srimulat dek yang sedang membuat kata lawak. " mas Arif melirik ku sambil menyungging kan bibirnya lalu fokus kembali menyetir di kemudi.


"Mas... aku mau makan ikan gurame bakar, boleh gak? " rengek ku di tengah perjalanan menuju rumah makan.


"Boleh sayang kita cari dulu areanya ya dek. " lalu mas Arif memutar Kemudinya menuju mall yang ada restoran menu yang saat ini aku inginkan.


Sesampainya di Mall terbesar mas Arif memarkirkan mobil silver nya dan mengajak ku turun untuk mencari restoran sifood.


Sesaat kami sampai di depan restoran sifood kami masuk dan pelayan yang siap selalu di depan pintu mempersilahkan kami masuk mencari meja untuk kami berdua.


Aku bahagia saat ku lihat menu yang aku ingin kan ada di buku menu makanan. dengan cepat ku pilih ikan gurame bakar serta jus alpukatnya.


mas Arif tak lepas memandang ku hingga membuat ku tersipu malu, sesekali dengan genitnya dia mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda ku.


Sekilah pipi ku terasa merah merona saat dia mengeluarkan kata-kata romantis nya yang membuat ingin cepat-cepat di persunting olehnya.


Tak lama datang seorang pelayan membawakan pesanan kami yang membuat keromantisan tertunda karna malu pada pelayan restoran itu.

__ADS_1


"Trima kasih mba. " saat pelayan itu menata makanan di meja kami.


"Sama-sama mas, silahkan hidangannya masih hangat dan selamat menikmati.


Aku hanya memberi anggukan kecil dan membalas senyumannya.


Aku menyantap dengan lahap karna memang aku juga sudah lapar sejak bangun tidur tadi pagi, mas Arif begitu antusias memandang ku tanpa berkedip.


"kenapa mas? kok gak di makan nasinya? " aku yang menyadari sedang di perhatiin menghentikan mengunyah makanan dan membalas tatapan pria itu.


"Aku suka lihat kamu makan dengan lahap dek, melihat mu saja aku sudah kenyang duluan. " aku tergelak menahan tawa karna malu saat di lihat sedang makan.


"jangan di liatin begitu mas aku malau." dengan jujur aku mengatakan tak setuju dengan tatapannya yang asyik melihat ku menyantap menu makanan di atas meja.


Mas Arif hanya tersenyum sambil di barengi mengusap sisi bibir ku yang berantak saat lahapnya menyantap makanan.


"Ya sudah kamu yang kenyang, biar anak ku tumbuh dengan sehat., " bahagianya aku mendengar ucapan perhatian untuk calon debay kami.


"Aku suapin mau mas? biar kamu makan yang sudah kamu pesan." risih rasanya saat makan di pantau pria itu.


"Aaaaaaaaaa..... " mulut mas Arif terbuka lebar berharap sesuap nasi yang aku sodorkan singgah ke rahangnya.


Aku tergelak melihatnya, geli nya bukan main seperti anak kecil saja yang saat ini sedang alu suapin makannya.


"Kok kamu malah ketawa se dek? " lanjut mengunyah makanannya sebelum melanjutkan ucapannya.


"Kamu itu harus belajar menyuapin untuk debaynya nanti klw sudah mulai makan dek,jadi anggap saja saat ini kamu sedang menyuapi anak kita." modus nya untuk aku latihan menyuapi buah hati kami nanti.


"bilang aja itu emang dasarnya kamu minta di manja mas, pake alasan calon debay kita lagi." ku cubit lembut pinggang nys hingga menciptakan rasa geli di tubuhmya.


"Aaaakkkkk..... " menahan geli karna serangan cubitan lembut dari ku.


Aku semakin tergelak menahan tawa melihat ekpresi wajah pria itu, lalu kembali dia memandang ku dengan tatapannya yang selalu membuat ku nyaman di sampingnya.

__ADS_1


Aku pura-pura tak melihat di pandanginya, sibuk memakan agar cepat usai dan segera beranjak ke rumah ibu ku.


Usai makan kami lanjut kan menuju rumah ibu ku, tak lupa kami berbelanja buah dan jajanan kue untuk oleh-oleh ibuku.


"Mas... " rasa penasaranku apa yang ingin nanti pria itu katakan pada ibu ku mengganggu di benakku. takut dan khawatir.


"hmmmm... " pria itu hanya berdehem sambil fokus mengamati jalan di depan komudi


"Apa yang akan kamu bicarakan pada ibuku nanti mas?"


"memangnya kenapa dek? " sekilas pria itu menoleh ke arah ku, dan kembali fokus mengemudi.


"hmmm.... gak apa-apa se mas, aku hanya khawatir aja dari rasa takut ku mas. "


Pria itu hanya tersenyum tipis tanpa memandang ku, lebih fokus mengemudi dan mengamati jalan di sekitar.


"Aku akan melakukan apa yang aku katakan nanti dek, yang pasti aku akan bertanggung jawab dengan pertbuatan ku dek."


Aku kembali menatap sisi jalan dan mengamati meski aku tak tahu apa yang aku lihat di pinggir jalan. tatapan ku kosong hanya rasa khawatir yang mengganggu di benakku.


"Akhirnya sampai jua di rumah calon mertua, ayo sayang kita turun. " tersadar ku dari lamunan hingga tak menyadari kami telah sampai di depan rumah ibuku.


Aku tersenyum kecil dengan ucapan pria itu dan sibuk mengambil belanjaan oleh-oleh untuk ibuku.


Saat kami sampai di depan rumah ibuku, langkah ku gontai saat ku lihat wanita paruh baya itu yang sudah melahirkan ku ke dunia sedang menyapu halaman.


Aku tak tega melihatnya, langsung aku berlari dan memeluk ibu ku dari belakang, ibuku tersentak kaget karna tak menyadari kedatangannku.


"Vita... " terkejut saat mengetahui kepulanganku.


"Assalamualaikum bu. " mas Arif mengucapkan salam dan mencium punggung tangan ibuku.


"Walaikumsalam.... masya Alloh. kamu datang sama siapa vita? " ibuku menerima oleh-oleh dari mas Arif.

__ADS_1


"Mari masuk nak, ayo Vita ajak temanmu masuk ke dalam rumah. " ajaknya setelah meletakkan alat sapunya ke pojokan rumah.


Aku melangkah dan di ikuti mas Arif masuk menuju ruang tamu. ibu mempersilah kan mas Arif untuk duduk terlebih dahulu, dan pergi ke dalam dapur membuatkan teh hangat untuk tamunya.


__ADS_2