ISTRI KE TIGA DAN SUAMI KE DUA

ISTRI KE TIGA DAN SUAMI KE DUA
* RASA INGIN *


__ADS_3

Dua bulan sudah terlewati saat kejadian pada malam itu yang membuat ku menyesal seumur hidup ku.


Aku tak menyadari perubahan dari sisi tubuh ku, hingga pola makan pun aku selalu yang aneh-aneh jika menginginkan sesuatu.


Hal yang tak aku suka selalu ada rasa ingin membeli dan memakannya. Aku tak menyadari itu sama sekali.


" Kok kaya nya tubuhmu ada yang berbeda ya vita.? " Icha memandang poster tubuhku dengan teliti.


Aku hanya mengerutkan alis dengan rasa aneh pada pertanyaan teman satu mes ku. " Beda gimana se cha? " aku langsung memandang tubuh ku di pantulan cermin.


"Sama aja kok, gak ada yang berbeda cha. " rasa ku tak percaya dengan meneliti tubuh ku sendiri.


"Ya mungkin hanya perasaan ku saja Vita. " ada rasa tak enak hati dengan ucaoannya hingga Icha ingin menyudahi kata-katanya di depan ku.


"Jalan-jalan ke pasar yu Vit, aku mau membeli sesuatu neh sekalian kita cari makan di pasar Vit. " ajaknya agar aku tak lagi memikirkan kata-katanya soal postur tubuhku yang kini ada perubahan.


"Ayo, kebetulan sebagian mackup ku juga sudah habis. " aku mengiyakan ajakan teman satu mes ku.


Sesampainya kami di pasar tradisional itu kami berkeliling mencari sesuatu yang menurut kami sebuah kebutuhan.


Hingga akhirnya berdiri tepat di depan tempat rumah makan khas Djogja. Aku menahan lengan sahabat ku tanpa bicara apa pun padanya, hanya menatap menu yang terjejer rapih di dalam etalase.


Saat sahabat ku tersadar akan pandanganku ,ia terlihat aneh dan bingung memandaku yang tak berkedip memandang beberapa menu khas Djogja itu.


"Woooiii.... ngapain bengong kaya gitu ngelliatin makanan doang? " sontak lamunan ku buyar dan memandang wajah cantik sahabat ku.


"Aku pengen makanan itu Cha. "


Icha terkejut mendengar ke inginan ku, sejauh ini sahabat ku itu tau kalau aku tak begitu menyukai makanan itu.


"Serius kamu makanan yang ada di dalam etalase itu Vi?" rasa penasaran kembali memberanikan untuk bertanya pada ku.

__ADS_1


Aku hanya mengangguk kecil tanpa berpaling pandangan ku dari makanan itu, dengan cepat ku tarik lengan sahabatku untuk segera makan dan mencegah cacing di perut ku berdemo kembali


Icah hanya menurut, dan rasa tak percaya dengan apa yang terjadi pada ku. Apa lagi saat dia mengetahui menu yang ku pilih dengan telujuk ku.


"Vita, kamu bukannya tak menyukai makanan yang rasanya manis-manis gitu ya? aku hanya menatapnya saat sahabat ku menaruh rasa tak percayanya pada ku.


"Lagi pengen aja Cha, emang nya gak boleh ya Cha? " jawab ku dengan meniliti pertanyaannya.


"Yang melarang siapa Vita? aku hanya heran aja kok. " dengan memberi jeda kata-kata nya sebelum melanjut kan kembali kata-katanya.


Tak lama pesanan kami sudah tersaji di depan meja, dengan lahap kami menyantap makanan itu karna sudah sedari tadi kami menahan lapar akibat lelah mengelilingi pasar tradisional itu.


Setelah menghabiskan makanan itu tanpa sisa kami membayar ke depan kasir dan kembali lanjut berpetualang mencari yang kami tak tau apa yang kami cari.


Hingga waktu sudah mulai sore, aku menoleh jam di ponsel ku dan mengajak sahabat ku untuk segera pulang ke mes kami dan bersiap diri kembali bekerja di warungnya mba Wiwin.


Icha menyemprotkan parfum ke tubuh nya hingga menusuk ke relung hidung ku, aku yang tersentak dengan aroma parfum yang sahabat ku pakai itu, tanpa sengaja aroma itu membuat ku rasa ingin muntah.


uuuueeee.... uuueeee....


Sahabat ku terkejut saat mengetahui kalau kala aku berlari ke kamar mandi dan memuntahkan apa yang aku pun tak tau yang aku muntahkan itu apa.


keringat dingin bercucuran karna siskaan rasa mual itu di dalam perut ku.


"Vita kamu kenapa? " suara Icha dari luar kamar mandi yang terdengar rasa khawatir.


"Gak apa-apa cha. " aku pun mencoba menenangkan nya meski harus sedikit teriak agar sahabat mendengan dan tak khawatir dengan keadaannku.


Ju#ur aku pun ada rasa khawatir dan aneh, " Kenapa dengan ku saat ini? hal yang aku tak pernah menyukai tiba-tiba saja aku menginginkannya. "


" Vita... kamu sakit? kita ke dokter ya! " Icha menyentuh dahi ku dengan khawatir membuatku tersadar dan kembali ke alam nyata.

__ADS_1


"Aku gak apa-apa Cha, mungkin hanta masuk angin biasa aja. " tepis ku enggan memenuhi ajakan sahabat ku.


"Baiklah kalau kamu enggan ku ajak untuk periksa ke dokter, tapi kamu gak boleh melawan ajakkan ku yang satu ini ya. "


Lengan ku di tarik sahabat dan kami menuju tempat terpojok, sebelum sampai ke tempa itu aroma kembali menusuk relung indra pencium ku.


Aku terus melangkah mengikut sahabat ku tanpa banyak bertanya. Saat ku lewati beberapa toko mata ku tepat tertuju toko pakaian bayi.


deeeggg....


"Ya Tuhan.... aku belum juga datang bulan, apa kah ini bertanda aku....? " segelincir pertanyaan di hsti ku, bingung harus gimana dengan menyikapi keboasaan makanan yang tak pernah ku sukai mendadak ku ingin menikmati.


"Vita...! kenapa kamu malah di sini? ayo lekas ikuti aku jangan melamun aja hari sudah semakin sore Vita. "


Terus saja dengan celotehnya sahabat ku, bahkan yang ada di benakku saat ini hanya ada rasa takut dan kecemasan.


Icha mengajakku singgah sebentar dan menarik ku untuk duduk di bangku kayu yang panjang. " Pak bikinkan kami dua gelas ya pak. " titah sahabatku bapak yang usianya sudah senja hanya mengangguk dan tersenyum kecil saat memandang ke hadiran kami.


Setelah pesanan kami selesai di racik oleh pak tua itu dan menyodor kan pada kami, aku langsung menyambutnya dan menghirup aromanya dalam-dalam.


Usai kami menikmati yang menghangatkan tubuh,hari sudah semakin senja kami memtuskan untuk kembali mes dan mempersiapkan diri untuk kembali berktifitas kembali di warung milikmba Wiwin.


Aku resah saat ada perubahan pada diriku, apa lagi hingga kini belum juga aku menstruasi hingga tak ada pilihan aku segera menghubungi no mas Arif.


tuuutt


tuuuttt


Tak ada jawaban panggilan ku,tak pantang menyerah untuk ku terus menghubunginya.


"Begitu rindukah kamu pada diriku? hingga resah menanti kehadiran ku? " terpana saat ku teliti pemilik suara itu, aku menoleh ke belakang punggung ku dan ternyata seseorang yang ku tunggu berdiri tegak di belakang ku.

__ADS_1


Senyum ku sontak tak terbendung saat melihat pria yang membuatku resah berada di hadapan ku, cukup ku memandang wajah nya yang membuat ku teduh hingga berada dalam pelukkannya yang hangat.


__ADS_2