ISTRI KE TIGA DAN SUAMI KE DUA

ISTRI KE TIGA DAN SUAMI KE DUA
* UNTUK KU *


__ADS_3

Hari menjelang siang hawa panas terik mentari membuat ku mengucur butir keringat di tubuhku, menunjukkan matahari yang menyengat. Aku terbangun dari tidur ku yang lelap, dengan sadar aku langsung meraih benda pipih ku berharap ada pesan atau seseorang yang ku nanti menghubungiku.


Hanya sederet beberapa orang yang menghunbungi ku, menanyai aku dengan segudang rasa kagumnya karna kecantikkanku. Tapi... tak ku temui pesan jg telfon dari seseorng yang kunanti.


Grlisah hatiku gundah dan kecewa, " Ishhh... apaan sih aku ini? kenapa mengharapkan dia menghubungiku? mungkin dia tak tertarik padaku, atau dia memang sedang sibuk? " gumam ku dalam hati. "Tapi... setidaknya dia menanyai aku sedang apa atau sudah makan. huhffff.... kenapa sih aku ini kok jadi memikirkan tentangnya! " lagi-lagi hati ku penuh tanda tanya untuknya.


lama aku tak beranjak dari tempat tidurku, menanti keajaiban dari benda pipih ku, berharap pria itu menghubungiku walau hanya sekedar "HELLO" saja.


menyesal ku menunggu dia menghubungiku , tak jua pria itu ada niat menaruh perhatian pada ku meski hanya lewat ponsel.


Akhirnya aku memtuskan untuk membersihkan tubuh ku. Usai ku besihkan tubuhku. Usai ku memanjakan tubuh ku, kruuuuyyyuuukkkk.... krruuuuyyyuuukkkk.... ternyata cacing di perutku mulai berdemo berontak menuntut di isi asupan yang bergizi.


Bergegas ku putuskan untuk keluar mes mencari makanan, saat hendak ingin ku pegang handele pintu, gagang pintu kamar ku sudah di buka terlebih dahulu oleh mba wiwin, dengan senyumnya yang mengembang di bibir separuh baya itu.


Mba wiwin memberikan sekantong yang berisikan makanan untukku, aku tak mengerti mengapa bos ku ini hanya memberikan sekantong makanan untukku saja , sementara yang tinggal d mes bukan hanya aku seorang, ada tiga karyawan mba wiwin yang masih terlelap akan mimpi indahnya.


Dan yang membuat ku heran, biasanya mba wiwin menyuruhku makan di warung sebelah milik bu Sari. Tapi.... "Akhhh.... mungkin mba wiwin hanya ingin membuat ku merasa nyaman di sini karna aku masih junior di tempat mba wiwin" gumam ku dalam hati.


Saat ku buka kantong berisi makanan itu ada yang aneh membuat ku sedikit bingung. Ada secarik kertas seperti surat selain bungkus nasi ku di dalamnya.


Perlahan ku buka secarik kertas itu dan mulai membaca isi surat itu, tertegun saat ku tw isi surat itu....


*Hai cantik....


Aku tau kamu sedang menunggu pesan.


ku dari ponsel mu.


Maaf aku tak menghubungimu melalui


ponsel.


Aku hanya ingin ada yang kau ingat dan kau

__ADS_1


simpan saat kau merindukan aku.


Aku kirim menu untuk kau makan


Karna aku tau saat ini kamu pasti ingin


mencari yang membuatmu berselera.


Suatu saat nanti kita pasti akan bersua lagi


Dan aku ingin kamu sudah siap


menyambut kedatanganku...


PRIA YANG MENCINTAIMU


Untukmu... Cup... Cup... Ahhh....


Aku tersenyum dengan sejuta cinta dan impian selayak orang yang sedang jatuh cinta.m


Akan tetapi cacing di perut ku tak bisa di ajak kompromi tetap saja berdemo berontak menuntut minta di isi asupan makanan. Terpaksa dengan lahap ku makan pemberian pria itu.


Hari sudah menjelang sore saatnya aku bersiap diri untuk kembali aktifitas di warung mba wiwin. Ku akui ada keuntungannya aku bekerja di tempat mba wiwin, meski pun jalan yang ku tempuh salah dalam ajaran agama tapi aku tak punya pilihan.


Hanya untuk demi tuntutan ekonomi kami, hanya ini yang bisa aku lakukan agar menutupi hutang di toko dekat rumah ku dan memberi ibu ku agar tetap bisa bertahan hidup.


Malam ini lagi-lagi ku harus siap akan fisik ku, menjalani hidup tanpa arah berjalan di atas gundaha akan penuh dosa entah sampai kapan aku akan berada di posisi ini


Saat tiba di warung mba wiwin, ku lihat agak sepi karna malam ini memang malam senin tentu tak banyak pengunjung yang datang walau hanya sekedar mampir.


Aku berharap pria itu datang lagi mengunjungiku... Malam semakin larut ku lihat arloji ku menunjukan jam setengah sebelas.


Termenung ku seorang diri dalam lamunan kerinduan akan tangan kasih mama ku. "Akkhhh.... maaaahhh... Vita kangen... " jerit ku dalam hati membenam segudang rindu untuk mama ku.

__ADS_1


Tak sadar ada sepasang mata yang sedang asyik menatapku dari kejauhan, menyirat segudang tanya akan buliran bening yang jatuh kelurung pipiku


drrrrttt... drrrttt....


Ada pesan di ponsel ku tertera nama yang ku nanti MAS ARIF.... dengan senang hati ku buka sederet pesan darinya.


"Kenapa kamu menangis...? apa kau merindukan aku? " aku teraenyum membacanya hingga baru ku sadari mengapa pria itu tau kalau aku sedang termenung?


Tak banyak berfikir lagi langsung ku cari dimana dia tapi tak jua ku menemukan keberadaannya.


drrrrtttt.... drrrrtttt....


pesan ke dua kembali dari pria itu. mata ku tergelak seakan tak percaya setelah ku membaca pesan ke dua darinya.


"Kamu kenapa celingak celinguk begitu? lagi cari siapa hayooo? " jengkel dengan pesannya seakan pria itu mempermainkan aku.


"Memang nya kamu lagi dimana mas? kok tau kalau aku lagi nangis trus celingak celinguk gitu mas? " sederet pertanyaan ku penasaran.


drrrrtttt.... drrrrtttt....


langsung ku raih ponsel ku dan ku baca pesan ke tiga dari pria itu. "Aku selalu di hatimu dek. " aku tersenyum malu ada rasa bahagia saat membaca pesan terakhir darinya


Saat hendak ku balas pesan terkahirnya mata ku gelap ada tangan yang menutup ke dua bola mataku, sentak ku terkejut ingin menepis tangan itu dari mata ku


seeeerrrrr....


Aku tertunduk malu saat ku tau siapa yang menutup mata ku, ternyata pria itu MAS ARIF... laki-laki yang selalu bermain di relung hati dan fikiran ku saat pertama kali aku melihatnya.


"Kamu sedang apa di sini? merenung di bawah pohon itu tak baik dek, jika kamu berkenan hati ceritakan padaku apa yang membuat mu sedih dek? "


"Gak apa-apa mas hanya rindu sama mama aja kok. " jawab ku dengan polos.


"Ya sudah boleh aku minta di ambilkan dua botol saja minumannya, malam ini aku pengen duduk di temani ngobrol sama kamu dek, boleh kan? " senyumku sumrigah kala ku lihat tatapannya yang syahdu.

__ADS_1


"Mas kok tumben dateng ke sini cuma sendirian? emang temen-temennya mas pada kemana? " sembari ku tuang minuman ke gelas.


"Lagi pengen sendiri aja dek. Kan mas pengen ketemu sama kamu dek" kata-katanya sembari memberi jeda. " kalau sama temen-temen malah gak asyik, mereka semua hanya akan mengganggu kita aja! " jelasnya sangat di masuk akal.


__ADS_2