ISTRI KE TIGA DAN SUAMI KE DUA

ISTRI KE TIGA DAN SUAMI KE DUA
* HARI YANG INDAH *


__ADS_3

Sederet menu di tunjukakn oleh seorang nelayan restoran itu, tak banyak yang ku pesan hanya selera lidah ku yang di pesan.


Di meja ini kami menyantap makan yang sudah tersaji di meja. Usai makan mas Arif tertawa melihat bibir ku yang makannya berantakkan karna ada sisa makanan di sisi bibir ku.


Dengan cepat pria itu mengambil tissue untuk membersihkan sisa-sisa makanan di bibir. Sontak aku terkejut lalu dengan senyum rasa malu menatap matanya yang sendu.


"Kamu manis sekali kalau makan kelihatan berantakak seperti ini dek. " memberi jeda pembicaraannya. " Seperti baby. " sambungnya kembali.


Aku tersipu menahan malu sontak gerakkannya sudah membuat pipi ku merah merona.


"Maaf. aku terlalu terlelap akan nikmatnya masakan di restoran ini mas. " jawab ku memberi alasan karna sedari tadi aku sudah menahan rasa lapar.


Mas Arif tetap saja memandang ku dengan mata teduhnya. kami saling pandang hingga tiba-tiba saja tangan mas Arif menggenggam tangan erat.


"Dek, boleh aku mengatakan sesuatu padamu? " mas Arif memberi jeda ucapannya seraya membuat ku penasaran.


"Mau mengatakan apa mas? " aku bertanya keingin tahuan ku penasaran.


"Tapi kamu jangan marah ya dek. " lagi-lagi pria itu membuat ku bingung dan penasaran.


"Sebenarnya apa yang mau mas Arif bicarakan? terlihat serius sekali raut wajahnya. " gumam ku dalam hati.


"Sebenarnya aku sudah menaruh hati padamu sejak pertama kali melih\tmu dek. Aku mencintaimu dek. " ucapannya memberi jeda.


Aku terpana dengan ucapannya yang selayak penuh dengan harapan terlihat akan ketulusannya mengatakan cinta padaku.


"Apa kau mencintaiku dek, sama hal perasaanku untukmu? " tanpa ku fikir lebih dalam lagi aku mengangguk secara tiba bertanda aku menerima cintanya.


Tanpa sadar bibir kami menjadi satu saling ******* mencari kesenangan di antara lidah kami yang saling bergelut.

__ADS_1


Tanpa ku sadari kami masih berada di sebuah restoran. kami menghentikan ciuman itu dan menunduk menahan rasa malu karna di sekeliling orang menatap kami.


*


*


Hari sudah menjelang sore saatnya krmbali ku harus bersiap diri untuk kembali beraktifitas mencari rejeki.


Dan malam ini mas Arif berjanji akan datang menemuiku di warung mba wiwin. Aku bahagia dan mengenang kembali kata-katanya di restoran kala itu, tanpa sadar tanganku menyentuh bibir ku dan memejamkan mata ini terhanyut saat pria itu menciumku.


"Duhelahh... yang lagi jatuh cinta sampe lupa waktu masih mengenang aja se. emang mas Arif ngapain sampe tuh bibir di pegangin trus? " goda yani menyadarkan akan lamunan ku.


Aku tersipu malu saat di goda yani membuat kedua pipi ku kembali merah merona.


Malam pun senja tiba ku berada di warung milik mba wiwin, karyawan mba Wiwin pun baru hanya beberapa orang yang hadir


Waktu sudah menunjukkan sekitar jam sebelas malam, tak jua pria yang kunantikan janjinya akan kehadirannya.


Aku hampiri mobil itu dan ku lirik di kemudi mobil itu tak nampak sosok yang ku cari. "Kemana dia? " mataku menatap di sekeliling tempat itu.


Saat ingin ku tinggalkan mobil itu aku mendengar suara wanita yang sedang menangis. dengan berat langkah ku menghampiri dan rasa ingin ketahuan ku siapa pemilik wanita menangis itu.


Terkejut saat ku kenali sosok dua orang manusia yang sedang beradu kata seperti orang bertengkar. Rasa ingin tahu ku ingin mendengar apa yang sedang mereka bicarakan.


Aku bersembunyi di balik mobil silver milik mas Arif. "Maaf kan aku Rina. aku tidak bisa menerima cinta mu. " ucapan mas Arif memberi pengertian pada teman kerjaku.


"Aku mencintai temanmu, dan lagi pula kamu kekasih sahabatku, sekali lagi aku minta maaf karna bisa membalas cintamu. " suara pria itu memberi jeda rasa penyesalan.


Ada rasa tak tega dengan kata-kata penolakan itu, tapi aku bahagia mendengar kata-kata pria itu meski aku tak tau siapa teman yang mas Arif maksud itu.

__ADS_1


Saat ku sadari mas Arif hendak meninggalan Rina yang sedak seseguk menahan tangis karna rasa kecewanya yang mendalam.


Dengan cepat aku berlari meninggalkan tempat persembunyianku agar pria itu tak menyadari keberadaan ku saat mendengarkan pembicaraan mereka.


Tak lama kemudian pria itu datang menghampiri pemilik warung aku bekerja, mereka berbicara sebentar sekilas menoleh ke arah dengan senyuman yang teduh dan tatapannya yang sandu.


Aku bahagia melihat kehadirannya yang menepati janjinya. pria itu kembali berbicara dengan pemilik warung tempat ku bekerja.


Selesai mereka berbincang barulah pria itu menghampiri ku. dia memeluk tubuhku seperti lama tak bertemu melepaskan rasa rindu yang mendalam.


"Mas... malu di lihat banyak orang. " elak ku menahan malu menjadi sorotan mata-mata yang memandang ku dengan penuh arti.


"Gak apa-apa dek, mereka sudah terbiasa dengan hal yang seperti ini kok. " tegas mas Arif agar aku tak merasa risih dalam dekapannya.


Tak lama pemilik warung tempat ku bekerja datang membawa beberapa botol yang di pesan mas Arif sebelum menghampiri ku.


"Ini mas pesenannya buat yang lagi jatuh cinta. spesial dah buat ayang bebebnya neh. " aku tersenyum mendengar perkataan pemilik warung tempat ku bekerja.


"Trima kasih mba wiwin dah mau bawain. " ucapan pria itu sambil meraih botol dan gelas yang di sodorkan mba wiwin.


"Sini mas aku yang tuangkan minumannya ke dalam gelas!" aku ingin meraih gelas dan botol itu dari tangan mas Arif akan tetapi pria itu menolaknya.


"Jangan dek, biar aku aja karna malam ini aku ingin yang spesial buat merayakan kebersamaan kita. " tetap pria itu menuangkan minuman itu ke dalam gelas.


Tak berapa lama datanglah Rina teman seperkerja dengan wajah yang sembab karna habis menangis, aku hanya bisa menatap wajahnya dengan iba karna penolakkan cintanya mas Arif terhadapnya tanpa bertanya apa pun padanya.


Rina membalas tatapan ku dengan sinis seraya tak menyukai kedekatanku dengan mas Arif.


Ku lirik ke mas Arif yang tak perduli akan perasaan teman ku yang menaruh hati padanya, tapi aku tak berdaya karna rasa cinta ku untuk pria ini.

__ADS_1


"Hayoo dek kita minum berdua,.." pria itu menyodorkan gelas yang berisikan minuman dengan penuh, meski ujung gelas itu penuh dengab busa alkoholnya tapi mas Arif tau kalau aku selalu nyaman minum dengan sedotan.


"Dek kalau warung ini sudah tutup temanin aku ya jalan-jalan, aku ingin menghabiskan malam ini hanya sama kamu. kita berdua. " aku hanya mengangguk ajakan pria itu tanpa ku tau mau kemana pria itu tujuannya.


__ADS_2