Istri Kedua Sang Mantan

Istri Kedua Sang Mantan
Akhirnya Positif


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Nisa mencari Dina di rumah sebelah namun Dina tidak ada sepertinya semalam Dina tidak pulang ke rumah. Nisa menghubungi nomor telepon Dina namun tidak diangkat.Semalam Dina memang pulang ke rumah orangtuanya dan pagi itu saat Nisa menelpon Dina masih meringkuk di kamarnya.


Suara dering telepon yang terus menerus akhirnya berhasil membuat Dina terjaga.


"Halo..iya mbak Nisa " Kata Dina dengan suara serak khas bangun tidur.


"Na..semalam kamu tidak pulang ?" Tanya Nisa.


"Iya mbak..aku pulang ke rumah Ayah " Jawab Dina.


"Sekarang kamu libur kan ?" Tanya Nisa. Ia sudah mulai hapal jatah libur Dina adalah hari rabu dan biasanya setiap libur Dina memang selalu menginap di rumah orangtuanya.


"Iya mbak " Jawab Dina.


"Na..bisa tidak kamu pulang sekarang ? Mas Abi sakit " Kata Nisa


"Mas Abi sakit ?" Dina tampak kaget.


"Iya..makanya kamu pulang ya sekarang dan tolong belikan bubur Ayam untuk Mas Abi !" Jawab Nisa.


"Baik mbak " Jawab Dina.


Sebenarnya hari ini Dina berniat untuk membantu Ayahnya panen jamur namun karena mendengar Abimanyu sedang sakit mau tidak mau Dina pun harus pulang. Walaupun Dina adalah istri yang tidak dianggap namun Dina masih memiliki hati nurani dan masih peduli pada kesehatan suaminya itu.


"Loh..katanya mau bantu panen jamur kok malah pulang ?" Tanya pak Ahmad saat melihat Dina bersiap untuk pulang.


"Aku terpaksa pulang Yah..kata mbak Nisa mas Abi sakit " Jawab Dina.


"Ya sudah pulang sana..urus suami kamu yang sedang sakit dan Ayah doakan semoga lelas sembuh " Kata Pak Ahmad.


"Iya, Yah " Jawab Dina sambil mencium tangan Ayah dan Ibunya sebelum pergi.


Meskipun orangtua Dina sempat menangkap sikap tidak baik Abimanyu di hari pernikahannya namun mereka masih berusaha berpikiran positif dan masih mau mendoakan kesembuhan untuk menantunya itu.


Sebelum pulang Dina menyempatkan membeli bubur ayam di tempat yang dulu sering ia dan Abimanyu kunjungi ketika masih pacaran. Menurut Abimanyu disana buburnya enak dan semoga saja Abimanyu masih menyukainya.


Jam tujuh pagi Dina sudah sampai rumah. Ia memindahkan bubur itu kedalam mangkuk dan ia berikan kepada Nisa. Dina tidak berniat untuk masuk ke rumah Abimanyu karena Abimanyu jelas-jelas melarangnya.


"Kamu tidak ingin lihat kondisi Mas Abi ?" Tanya Nisa heran.


Dina hanya menggeleng lemah.


Nisa yang tidak ingin merusak suasana hati Abi yang selalu terlihat buruk jika membahas tentang Dina akhirnya tidak memaksa Dina menemui Abi.


Sambil membawa mangkuk bubur yang Dina beli Nisa pun masuk ke kamar untuk menemui Abimanyu yang tampak lemas setelah mengeluarkan isi perutnya.


"Mas..makan bubur dulu ya mumpung hangat biar perut kamu tidak kosong " Kata Nisa sambil mulai menyuapi Abimanyu.


Abimanyu membuka mulutnya menerima suapan demi suapan dari Nisa.

__ADS_1


"Buburnya enak, kamu beli dimana ?" Tanya Abimanyu.


"Aku suruh sopir yang beli entah dimana dia belinya " Jawab Nisa berbohong. Nisa khawatir Abimanyu tidak akan mau makan jika tahu kalau bubur itu Dina yang membeli.


"Enak yang..besok aku mau lagi " Kata Abimanyu.


"Iya..aku akan suruh sopir beli lagi besok " Jawab Nisa.


Setelah menghabiskan buburnya Nisa memberi obat untuk Abimanyu dan tidak lama kemudian Abimanyu pun tidur dengan pulas. Bubur ayam yang Abi telan kali ini selamat masuk kedalam lambungnya tanpa sempat ia muntahkan lagi.


Disaat Abimanyu tertidur Nisa pun pergi ke rumah sebelah dan ia mendapati Dina sedang membuat sup jamur segar yang baru dipetik tadi pagi.


"Waah sepertinya enak nih " Kata Nisa sambil mengintip masakan Dina.


"Aku akan pisahin buat mbak Nisa dan mas Abi " Jawab Dina sambil mematikan kompornya karena sup jamurnya sudah matang.


Setelah selesai masak Dina hendak mencuci baju namun Nisa malah melarangnya.


"Kamu mendingan cek kehamilan dulu deh !" Kata Nisa sambil memberikan dua buah tespek kepada Dina.


"Maaf mbak..aku baru saja selesai datang bulan " Jawab Dina dengan wajah sedih.


"Kamu datang bulan ?" Nisa menatap Dina dengan wajah kecewa.


"Iya mbak..cuma satu hari itupun hanya flek coklat saja tidak biasanya aku begini. Biasanya selalu banyak " Dina mengadu.


"Hanya flek coklat saja dan sehari ?..kalau begitu kamu buruan tes kehamilan gih !" Wajah sedih Nisa langsung sirna seketika membuat Dina bingung.


Dengan bingung Dina pun akhirnya menuruti perintah Nisa. Ia menampung urin nya kedalam cawan kecil dan mulai melakukan sesuai apa yang tertera di dalam kemasan tespek itu.


Setelah selesai Dina tidak berani melihat hasilnya dan ia membungkus kedua tespek itu dengan tisu dan ia pun keluar dari kamar mandi.


"Bagaimana hasilnya ?" Tanya Nisa dengan tidak sabar.


"Aku tidak tahu mbak, aku tidak berani liat takut hasilnya mengecewakan " Jawab Dina sambil memberikan tespek terbungkus tisu itu kepada Nisa.


Dengan jantung berdebar Nisa pun membukanya dan matanya langsung membola seketika.


"Ya ampun Dinaa...hasilnya positif..ternyata kamu hamil " Nisa langsung memeluk Dina yang tampak masih shock dengan hasil tespek itu.


Dina tercenung dalam pelukan Nisa, ia bahagia akhirnya ia bisa menunaikan kewajibannya memberi Nisa dan Abimanyu keturunan namun di sisi lain Dina juga merasa sedih karena ia merasa tidak memiliki hak apapun atas bayi yang kelak akan ia lahirkan.


Abi hanya menginginkan bayinya saja dan sudah terang-terangan menyuruhnya pergi jika bayi mereka sudah lahir. Ada rasa perih menyayat hatinya.


"Sayang Mas Abi sedang tidur..ia pasti bahagia mendengar kabar bahagia ini " Kata Nisa dengan mata berkaca-kaca.


"Na..makasih ya karena kamu sudah mau mengabulkan impian aku untuk menjadi ibu " Kata Nisa sambil menangkup wajah Dina dengan kedua tangannya. Mata Nisa tampak berair begitu juga dengan Dina.Kedua wanita itu kemudian berpelukan sambil menangis.


"Setelah mas Abi baikan kita pergi ke Dokter kandungan sama-sama ya " Kata Nisa sambil mengusap mata Dina yang basah padahal matanya pun sama basahnya dengan Dina.

__ADS_1


"Tidak perlu sama Mas Abi mbak..bukankah pernikahan aku dan Mas Abi dirahasiakan ?" Dina menolak.


"Ah iya aku hampir lupa..untung kamu mengingatkan. Kalau begitu kita pergi berdua saja " Jawab Nisa.


Dina mengangguk.


Beberapa jam kemudian saat Abimanyu terjaga ia mendapati Nisa sedang memeluk tubuhnya dan matanya terlihat basah.


"Sayang kamu kenapa menangis ?" Tanya Abi sambil menatap wajah Nisa lekat.


"Aku mau kasih kabar baik untuk kamu Mas " Jawab Nisa.


"Kabar baik apa ?" Tanya Abimanyu lemah.


"Dalam waktu dekat ini kita akan menjadi orangtua " Jawab Nisa.


Duarrrr...


Serasa ada petir yang menyambar. Apakah itu artinya benihnya sudah tumbuh di rahim Dina ? Wanita yang tidak ia harapkan keberadaannya.


"Tadi pagi Dina sudah melakukan tes kehamilan dan hasilnya positif..aku bahagia sekali karena usaha kita selama ini akhirnya membuahkan hasil " Kata Nisa berapi-api.


Abimanyu terdiam antara senang dan tidak bercambur dalam hatinya.


"Besok aku akan bawa Dina periksa ke Dokter kandungan,tapi kamu tidak keberatan kan kalau kami hanya pergi berdua ? Kalau kamu ikut takutnya nanti ada yang curiga " Kata Nisa.


"Tidak apa..sebaiknya memang begitu " Jawab Abimanyu.


"Berarti kecurigaan aku kalau kamu sedang mengalami kehamilan simpatik itu terbukti. Dina yang hamil dan kamu yang ngidamnya. Itu tandanya jika kalian memiliki ikatan batin yang sangat kuat " Kata Nisa.


"Iya..kami memang memiliki ikatan batin yang sangat kuat..tapi itu dulu " Batin Abimanyu.


"Aku juga akan suruh Dina berhenti bekerja agar dia bisa fokus menjaga kehamilannya " Kata Nisa.


"Terserah kamu saja " Jawab Abimanyu.


Abimanyu tidak peduli Dina mau bekerja ataupun tidak yang Abimanyu harapkan hanya bayinya saja karena bayi itu adalah sumber kebahagiaan ia dan Nisa.


"Sekarang kamu makan ya biar kondisi kamu cepat pulih " Kata Nisa sambil menarik tangan Abimanyu dan membawa ke ruang makan. Disana sudah ada semangkuk sup jamur buatan Dina yang Abi makan dengan sangat lahap.


Sementara di rumah sebelah Dina pun sedang makan sendirian sambil mengusap perutnya yang rata. Dina masih tidak percaya jika didalam rahimnya kini telah bersemayam benih Abimanyu..orang yang paling Dina cintai selama ini.


"Jika aku dulu sudah membuat kamu kecewa semoga bayi ini akan membuat kamu bahagia. Anggap saja bayi ini adalah obat atas luka yang sudah aku torehkan di hati kamu " Batin Dina dengan airmata berlinangan dan akhirnya luruh membasahi pipinya yang mulus.


----------------------------------------


Keesokannya Nisa membawa Dina periksa ke Dokter kandungan. kedua wanita itu terlihat sangat bahagia saat Dokter menyatakan jika kandungan Dina dalam keadaan sehat di usianya kehamilannya yang menginjak enam minggu.


Sepulang dari Dokter kandungan Nisa membawa Dina ke supermarket untuk membeli susu hamil dan juga bahan makanan lengkap untuk mengisi kulkas Dina yang selama ini hanya berisi air mineral dan mie instan.

__ADS_1


Nisa tidak mau sampai Dina kekurangan makanan karena saat ini sudah ada benih suaminya yang sedang tumbuh di rahim Dina. Nisa ingin jika kelak bayi itu lahir dengan sehat karena bayi itu juga yang kelak akan memanggilnya Mama.


__ADS_2