
Di warung Bakso langganannya Dina memesan dua porsi Bakso dan menghabiskannya dengan cepat.
"Sedang lapar ya Neng Dina nyampe habis dua mangkok ?" Tanya si Bang Kumis sambil tertawa.
Bang Kumis masih hapal kepada Dina karena gadis cantik itu dan pacarnya dulu sering mojok di warungnya setiap pulang sekolah.
"Maklum Bang kan makannya untuk berdua " Jawab Dina sambil terkekeh.
Bang Kumis menatap kearah perut Dina yang ternyata sedikit menonjol, ia baru sadar jika Dina ternyata sedang hamil.
"Jadi Neng Dina sedang hamil toh..suaminya yang ganteng itu kan yang dulu sering nungguin neng Dina disini ?" Tanya Bang Kumis.
"Iya Bang " Jawab Dina malas.
Dina ingin muntah saat Bang Kumis bilang Abi ganteng. Dulu sih iya diamata Dina Abi itu ganteng banget tapi sekarang jelek parah..kelakuan nya maksudnya.
"Pacarannya udah lama akhirnya berjodoh juga " Kata Bang Kumis sambil tertawa.
Bang kumis adalah salah satu saksi kisah cinta Abimanyu dengan Dina. Dulu Abimanyu tahan berjam-jam berada di warung Baksonya hanya demi menunggu Dina pulang sekolah.
Bang Kumis juga dulu sempat menyayangkan ketika mendengar hubungan Dina dengan Abimanyu sempat putus padahal mereka adalah pasangan yang serasi..cantik dan ganteng. Ia malah baru tahu sekarang kalau akhirnya Abimanyu dan Dina sudah menikah.
Setelah membayar Bakso pesanannya Dina pun kembali memesan ojol dan pulang dengan perut yang kenyang.
---
Setelah memaksa Dina pulang Abimanyu kembali ke kantornya. Sepanjang perjalanan ia tidak berhenti menggerutu.
"Mau kemana coba siang bolong panas-panas begini keluyuran, dia itu nyadar tidak sih kalau di dalam perutnya ada bayi gue. Awas saja kalau sampai terjadi hal yang buruk sama bayi gue, akan gue pastikan lu akan menyesal seumur hidup lu " Sambil menyetir Abi terus menggerutu.
Sampai di kantor pun wajah Abimanyu masih terlihat jengkel membuat Satria langsung menegurnya.
"Kamu sedang ada masalah dengan Nisa ?" Tanya Satria sambil duduk di depan meja kerjanya.
"Tidak ada " Jawab Abimanyu.
"Kamu jangan bohong sama kakak..walaupun kamu berusaha menutupinya tapi kakak tahu kalau kamu sedang ada masalah dan kakak yakin ini ada hubungannya dengan Nisa " Kata Satria.
"Masalah aku sama Nisa cuma satu yaitu masalah anak, tapi kami sudah mendapat solusinya seperti yang aku dan Nisa katakan kepada kalian tempo hari " Jawab Abimanyu.
"Lalu kenapa kamu tidak terlihat bahagia ? seharusnya kamu senang dong karena ada solusi untuk masalah kalian " Tanya Satria.
Sebelum memutuskan untuk mengadopsi anak, Nisa dan Abimanyu sudah pernah melakukan program bayi tabung namun tidak berhasil dan Satria sangat prihatin melihatnya.
"Bukan tidak bahagia kak..kami sedang menyiapkan mental saja untuk menjadi orangtua " Jawab Abimanyu.
"Memang sudah seharusnya begitu.Kakak saja dan Nana juga sama seperti kamu harus menyiapkan mental apalagi anak kami kembar. Sedangkan kamu tahu sendiri bagaimana malas dan manjanya Nana yang hampir seperti Sherin..masih untung Nisa sudah dewasa jadi secara metal dia pasti sudah sangat siap untuk menjadi seorang ibu " Kata Satria.
"Iya kak..dia sudah sangat siap mental untuk menjadi seorang ibu " Abimanyu membenarkan ucapan Satria. Sebenarnya Abimanyu juga sudah siap..ia hanya belum siap saja berhubunga dengan wanita masa lalunya. Itulah pangkal masalah yang sebenarnya.
Abimanyu dan Satria mengobrol cukup lama dan Satria baru kembali ke ruangannya saat sekertarisnya memberitahu jika ada Nana datang dan sekarang sedang menunggu di ruangannya.
"Kakak balik dulu ya ada Nana datang, pasti dia mampir habis nyalon di salon Sherina " Kata Satria sambil tertawa.
Sorenya saat pulang ngantor dan melintasi sekolah Dina, Abimanyu menepikan mobilnya di depan warung Bakso bang Kumis..tempat yang tadi siang Dina kunjungi.
"Ya ampun Mas Abi..tadi mbak Dina juga habis dari sini loh " Kata Bang Kumis saat mengantarkan Bakso pesanan Abi.
__ADS_1
"Dina kesini..kapan ?" Tanya Abi
"Kira-kira jam satuan " Jawab Bang Kumis.
Apa mungkin tadi tujuan Dina naik ojol itu akan kesini ? Kalau Abi tahu jika Dina akan kesini tentu ia tidak akan memaksa Dina pulang. Lagian apa susahnya sih bilang kalau dia itu mau makan Bakso disini ? malah diam dan ujung-ujungnya pergi lagi..dasar bodoh.
"Bang satu mangkuk lagi ya !" Pinta Abimanyu setelah menghabiskan satu mangkuk Bakso.
"Siap Mas " Jawab Bang Kumis.
Bang Kumis tampak senyum-senyum sendiri saat membuatkan pesanan Abi. Mereka itu kompak sekali makan Bakso saja sama-sama tidak cukup satu porsi.
Setelah menghabiskan dua porsi Bakso Abimanyu pun pulang dengan perut yang kenyang dan ketika sampai rumah pun makanan itu selamat masuk kedalam lambungnya tanpa sempat ia muntahkan lagi.
-------------------------------
Abiamanyu sedang berada di ruang kerjanya ketika malam itu Nisa datang dengan membawa segelas teh manis pesanan Abimanyu. Setelah meletakkan cangkir itu Nisa tidak langsung pergi namun ia malah duduk di sebrang meja kerja Abimanyu.
"Sebentar lagi aku selesai " Kata Abi karena Nisa memilih menunggunya daripada kembali ke kamarnya.
"Mas..aku mau ngomong sesuatu sama kamu " Kata Nisa lirih.
"Ngomong saja, memangnya aku type suami yang suka melarang istrinya mengeluarkan pendapatnya ?" Tanya Abimanyu sambil tersenyum.
"Eumm..ini tentang Dina " Kata Nisa lirih
Nisa menatap wajah Abimanyu untuk melihat reaksinya ketika ia berniat membahas masalah Dina..namun sejauh ini wajah Abi terlihat datar.
"Sekarang usia kandungan Dina genap empat bulan dan kami akan membuat acara syukuran empat bulanan kehamilan Dina di rumah orangtuanya minggu depan..aku harap kamu bisa datang ya Mas " Kata Nisa sambil menatap dalam wajah datar Abimanyu.
"Minggu depan aku di Kalimantan dengan kak Satria. Ada masalah di Pertambangan. Aku akan berada disana selama satu minggu jadi aku tidak akan bisa datang " Jawab Abimanyu.
"Aku bilang tidak bisa ya tidak bisa " Jawab Abimanyu tegas.
"Kamu ini memang kelewatan ya Mas..aku itu tidak enak loh sama Dina dan keluarganya atas sikap kamu ini..dari acara pernikahan saja kamu sudah memperlihatkan ketidak sukaan kamu pada mereka..aku pikir setelah Dina berhasil hamil sikap kamu akan berubah menjadi lebih baik kepada mereka tapi ternyata aku salah..aku kecewa sama kamu " Kata Nisa tajam kemudian pergi ke kamarnya meninggalkan Abimanyu sendirian di ruang kerjanya.
Melihat Nisa pergi dengan membawa amarahnya bukannya mengejar Abimanyu malah diam mematung di ruang kerjanya. Semakin kesini ia dan Nisa semakin sering bertengkar padahal dulu hubungan mereka baik-baik saja meskipun pernikahan mereka tidak didasari oleh cinta.
Semua pertengkaran antara Abimanyu dan Nisa selalu bermuara pada pembahasan tentang Dina. Menurut Abimanyu kehadiran Dina dalam pernikahannya dengan Nisa telah membawa pengaruh yang buruk terutama kepada Nisa.
Sejak mengenal Dina, Nisa menjadi pembangkang dan sering marah-marah kepadanya dan akhirnya mereka menjadi sering bertengkar. Tidak ingin mengorbankan pernikahannya dengan Nisa yang sudah ia bangun selama bertahun-tahun Abimanyu pun bertekad akan menyuruh Dina pergi sejauh-jauhnya dari kehidupannya setelah bayi mereka lahir.
*
Kali ini Nisa benar-benar marah kepada Abimanyu. Setelah pertengkaran itu Nisa memilih sibuk mempersiapkan acara syukuran empat bulanan Dina ketimbang membantu mempersiapkan keberangkatan Abimanyu ke Kalimantan. Ini adalah untuk pertama kalinya Abimanyu menyiapkan sendiri semua keperluannya selama di Kalimantan.
Disaat Nisa, Dina dan orangtuanya sedang sibuk melakukan persiapan acara syukuran empat bulanan kehamilan Dina, Abimanyu sudah berada di Kalimantan bersama Satria.
Demi menjaga perasaan Dina dan kedua orangtuanya Nisa sudah meminta maaf atas nama Abimanyu karena tidak bisa datang di acara syukuran nanti karena Abimanyu sedang ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan di luar kota.
Besok acara syukuran akan digelar dengan melakukan pengajian di rumah orangtua Dina. Segala persiapan sudah dilakukan mulai dari catering, tenda, kue, hingga hampers yang akan dibagikan kepada para tamu yang datang.
Untuk mempersiapkan acara syukuran empat bulanan kehamilan Dina ini Nisa sampai menginap di rumah orangtua Dina selama dua hari.
Dina dan Nisa sedang menghitung hampers ketika telepon Nisa terus berdering diatas meja.
Dina yang berada tidak jauh dari meja sempat melihat jika yang menelpon Nisa adalah Abimanyu.
__ADS_1
"Mbak..Mas Abi telpon sebaiknya diangkat dulu !" Kata Dina.
"Sudah biarkan saja..lagi tanggung " Jawab Nisa santai sambil terus menghitung hampers di karpet.
Mata Dina sedikit memicing, semalam sewaktu mereka berdua sedang ngobrol di kamar Nisa juga tidak mau menerima telepon dari Abimanyu..ada apa dengan mereka ? Apakah mereka berdua sedang bertengkar ? Semoga saja hubungan mereka baik-baik saja batin Dina.
---
Abimanyu menatap gawainya dengan jengkel. Sejak pertengkaran mereka tempo hari Nisa tidak pernah mau menerima telepon darinya apalagi membalas pesannya. Sepertinya Nisa benar-benar marah karena Abimanyu menolak datang ke acara syukuran empat bulanan kehamilan Dina.
Hari ini padahal Abimanyu hanya ingin bertanya kapan tepatnya acara syukuran itu akan dilaksanakan karena Nisa tidak memberitahu waktu pastinya kepada Abimanyu karena kebetulan besok siang Abimanyu dan Satria akan kembali ke Jakarta karena semua masalah di Pertambangan sudah berhasil mereka bereskan.
Keesokannya selepas Dzuhur Abimanyu sampai ke rumah mertuanya tempat mereka tinggal sementara. Tadi di pesawat Abimanyu sempat dua kali muntah dan sekarang tubuhnya benar-benar lelah dan akhirnya ia tertidur.
Abimanyu bangun satu jam kemudian dan ia langsung menanyakan Nisa kepada Mama mertuanya.
"Nisa sudah tiga hari tidak pulang, dia menginap di rumah temannya yang akan syukuran empat bulanan hari ini " Kata Mama Nisa.
Oh jadi acara syukurannya empat bulanannya hari ini ? Batin Abimanyu.
"Memangnya Nisa tidak bilang sama kamu ?" Tanya Mama Nisa.
"Bilang tapi aku lupa lagi, kalau begitu aku akan susul saja kesana sekarang " Jawab Abimanyu.
Mama Nisa mengangguk
Abimanyu pergi ke kamarnya dan ia pun mandi dan bersiap untuk menyusul ke rumah Dina agar Nisa berhenti ngambek kepadanya.
Acara pengajian sedang berlangsung ketika Abimanyu datang. Senyum Nisa langsung mengembang saat suaminya itu muncul dengan menggunakan koko berwarna putih dan juga peci hitam. Sangat kebetulan sekali hari itu Dina juga mengenakan gamis berwarna putih.
Nisa memberi ruang agar Abimanyu duduk di samping Dina dan ia pun menggeser duduknya mendekati Bu Ahmad. Dina malah menggeser duduknya sedikit menjauh dari Abimanyu karena ia merasa canggung dan tidak nyaman duduk terlalu dekat dengan Abimanyu.
Meskipun terlambat namun Abimanyu masih sempat mengikuti acara pengajian itu walaupun kedatangannnya sebenarnya terpaksa karena takut mendapat kemarahan dari Nisa.
Tidak lama kemudian acara pengajian pun selesai dan para tamu pulang dengan membawa nasi kotak dan hampers yang sangat cantik di tangan mereka.
"Mas, Terimakasih ya akhirnya kamu mau datang " Kata Nisa setelah seluruh tamu pulang.
"Aku datang kesini demi kamu " Jawab Abimanyu dan sialnya jawaban Abimanyu itu malah membuat Nisa kembali jengkel.
"Kenapa demi aku ? Seharusnya demi anak kamu , Mas " Kata Nisa pedas.
"Sudahlah Nis..cuma masalah demi siapa jangan dijadikan masalah besar. Yang penting aku kan sudah datang jadi keluarga Dina tidak malu karena suami dan menantu mereka datang " Kata Abimanyu santai.
Ucapan Abimanyu itu sempat terdengar dengan jelas oleh Dina dan orangtuanya.
"Nak Abi, jika merasa terpaksa lebih baik tidak usah datang saja. Dengan Nak Abi tidak datang kami tidak akan merasa malu kok..justru kami merasa malu dan merasa sangat tidak dihargai jika Mas Abi datang kesini karena terpaksa " Kata Ayah Dina tegas.
Dina yang merasa sangat terluka dengan ucapan Abimanyu itu tidak berkata apapun hanya mata indahnya saja yang terlihat berembun.
"Kamu itu keterlaluan Mas..lebih baik kamu pulang saja sana !" Usir Nisa karena malu kepada Dina dan orangtuanya.
Karena Nisa mengusirnya Abiamnyu pun akhirnya pulang. Sepanjang perjalanan pulang Abimanyu menggerutu.
"Gue bilang demi kamu seharusnya senang, kenapa malah menjadi marah ? Kenapa sih Nis semua yang aku lakukan selalu salah dimata kamu ?" Keluh Abimanyu.
Mungkin maksud ucapan Abimanyu itu adalah untuk membuat Nisa senang, Abimanyu tidak menyadari jika ucapannya yang seolah menyanjung Nisa itu malah membuat kehamilan Dina terkesan tidak berarti bagi Abimanyu dan wajar saja jika Dina dan keluarganya akhirnya menjadi tersinggung.
__ADS_1
Tidak lama setelah Abimanyu pulang Nisa pun pamit pulang kepada Dina dan keluarganya. Abimanyu tiba di rumah orangtua Nisa dan disusul Nisa setengah jam kemudian dan di kamarnya pertengkaran pun tidak bisa dihindari lagi.
Nisa merasa kecewa kepada Abimanyu yang sudah mempermalukan dirinya di depan Dina dan keluarganya. Sedangkan Abimanyu merasa jengkel karena Nisa terlalu menuntut Abimanyu untuk memberikan perhatian lebih kepada Dina..orang yang sangat Abimanyu benci.