Istri Kedua Sang Mantan

Istri Kedua Sang Mantan
Sedikit Perhatian


__ADS_3

Hari kelahiran Dina sudah semakin dekat, Nisa sudah menyiapkan fasilitas VVIP di rumah sakit tempatnya bekerja untuk tempat Dina melahirkan nanti. Semua itu Nisa siapkan tanpa ada campur tangan dari Abi sedikitpun.


Abimanyu dan Nisa pun sudah kembali ke rumah mereka dan sudah menyiapkan satu kamar bayi yang cantik lengkap dengan perlengkapannya untuk menyambut kelahiran putri mereka.


Disaat waktu Dina melahirkan yang hanya tinggal menghitung hari tiba-tiba orangtua Dina harus pulang ke kampung karena Nenek Dina meninggal. Dina yang sedang dalam keadaan hamil besar terpaksa tidak ikut dan tinggal di sebelah rumah Nisa dan Abimanyu lagi agar ada dalam pengawasan Nisa.


Selama kembali ke rumah sebelah Dina nyaris tidak pernah mau keluar rumah. Dina tidak mau menampakkan batang hidungnya di hadapan Abi. Terkadang pada saat akan pergi ngantor atau pulangnya Abimanyu sering melirik kearah rumah sebelah berharap dapat melihat Dina walau sekilas.


Namun pagi ini Abimanyu sedang bernasib baik karena Dina tampak sedang menyiram tanaman saat Abi akan pergi ngantor. Abimanyu yang sudah masuk kedalam mobilnya tidak langsung pergi dan malah berdiam diri disana sambil menatap Dina yang terlihat sangat cantik dengan perut buncitnya. Rambut sebahunya Dina ikat keatas sehingga memperlihatkan kulit lehernya yang putih mulus.


Abimanyu pernah mengecap leher putih mulus itu ketika di Kalimantan, bahkan bukan hanya mengecapnya namun juga menggigitnya membuat Dina menangis kesakitan dan Abimanyu tertawa puas melihatnya.


Siapa sangka perlakuannya yang kasar malam itu kini sudah membuat benihnya tumbuh dengan sehat di rahim Dina dan semua orang sedang menantikan kehadirannya terutama Nisa sang sutradara.


Menyadari  keberadaan Abimanyu di dalam mobilnya yang kini sedang menatapnya membuat Dina menghentikan pekerjaannya dan buru-buru masuk kedalam rumah dengan wajah yang masam. Dina merasa tidak nyaman mendapat tatapan dari Abimanyu.


Setelah Dina masuk barulah  Abi melajukan mobilnya pergi ke kantornya. Di rumahnya Dina mengintip dari celah gorden dan ia terlihat lega setelah mobil Abimanyu pergi menjauh.


"Ngapain sih dia liatin gue " Batin Dina setelah mobil Abi menjauh.


Setelah Abi pergi Dina pun keluar dan kembali meneruskan pekerjaannya menyirami tanaman yang semakin terlihat menghijau semenjak Dina kembali ke rumah itu.


Di kantornya Abimanyu termenung sambil menatap hasil cetak USG bayinya yang terbaru yang ia curi dari laci meja rias Nisa. Meskipun ia tidak faham akan hasil yang terlihat namun Abi yakin jika bayinya ada dalam keadaan sehat di perut Dina.


Jam 11 siang Abi menyuruh sekertarisnya untuk memesan dua loyang Pizza ukuran besar dan diantarkan ke rumahnya yang sekarang dihuni oleh Dina dan satu lagi Abi minta diantarkan ke rumah sakit tempat Nisa bekerja.


Di tempat yang berbeda dan diwaktu yang hampir bersamaan reaksi Nisa dan Dina saat menerima kiriman paket Pizza itu tentu saja senang.


Dengan senyum mengembang Nisa langsung mengambil gawainya dan mengirimkan pesan kepada Abimanyu.


[Terimakasih Mas kiriman Pizzanya. love you ]


Sementara di tempat lain dengan mulut penuh Dina mengambil gawainya dan mengirimkan pesan kepada Nisa


[Terimakasih Mami..tau saja kalau dedek sedang ingin makan Pizza ]


Dina tentu saja tidak akan mengira jika yang mengirimkan Pizza itu adalah Abimanyu karena selama ini Abimanyu tidak pernah memberikan perhatiannya kepada Dina.


Mata Nisa tampak menyipit membaca pesan dari Dina karena ia tidak pernah merasa menyuruh orang mengirimkan Pizza untuk Dina hari ini. Namun sesaat kemudian akhirnya Nisa dapat menebak jika Abimanyu lah yang sudah menyuruh orang untuk mengirimkan Pizza untuk Dina.


"Akhirnya hati kamu tergerak juga untuk memberikan sedikit perhatian kepada Dina " Gumam Nisa.


Mengetahui jika Dina sudah salah sangka Nisa pun memilih tidak memberitahu jika bukan dirinya yang menyuruh orang untuk mengirimkan Pizza tapi kemungkinan besar adalah Abimanyu karena khawatir Dina tidak akan mau memakan Pizza itu.


Sorenya pada saat pulang ngantor Abimanyu turun dari mobil dengan membawa dua kotak aneka kue basah dan langsung ia berikan kepada Nisa yang menyambutnya di pintu.


"Apa ini,Mas ?" Tanya Nisa


"Kue basah, aku beli di jalan barusan " Jawab Abimanyu sambil mengurai dasinya dan menjatuhkan tubuhnya di sofa di ruang tengah.


"Kok beli dua ?" Tanya Nisa


"Satu buat Dina tapi jangan bilang aku yang beli " Jawab Abimanyu.


"Oke..aku antarkan dulu ke dia sebentar ya " Kata Nisa sambil beranjak pergi ke rumah sebelah.


Abimanyu mengangguk sambil menyandarkan kepalanya di sandaran sofa dan kemudian menyalakan TV untuk menonton siaran berita sore.


Dina sedang rebahan di atas sofa sambil menonton tv ketika Nisa muncul.


"Na, Mbak bawa kue basah buat kamu..masih hangat loh " Kata Nisa sambil memberikan satu kotak berisi kue basah yang tadi Abi beli.


"Terimakasih, Mbak " Kata Dina sambil mengambil satu buah lapis dan memakannya. "Hmm..enak, Mbak Nisa beli dimana ?" Tanya Dina


"Beli di jalan " Jawab Nisa sambil tersenyum melihat Dina yang sedang menikmati kue basah itu.


Jika saja Dina tahu kalau yang membeli kue itu adalah Abimanyu sudah pasti wanita itu tidak akan mau memakannya. Jangankan makanan, dikasih uang untuk membeli perlengkapan bayi saja Dina tidak mau.


"Ya sudah Mbak balik dulu ya..habiskan kuenya " Kata Nisa sambil mencubit pipi Dina.

__ADS_1


"Iya,Mbak " Jawab Dina dengan mulut penuh.


"Kuenya sudah aku kasih dan Dina menyukainya " Lapor Nisa sambil duduk di sebelah Abimanyu.


"Hmm.." Hanya itu jawaban Abimanyu.


"Aku senang akhirnya kamu mau peduli sama Dina " Kata Nisa sambil memeluk perut Abimanyu dengan manja.


"Aku bukan peduli sama dia, aku hanya peduli sama bayi dalam kandungan dia saja " Jawab Abimanyu.


"Ck..kamu itu jangan terlalu benci dong sama dia..nanti jadi cinta loh " Kata Nisa sambil mencubit ujung hidung Abi yang mancung.


"Tidak akan..aku cintanya hanya sama kamu " Jawab Abimanyu membuat Nisa tertawa manja. Wanita mana sih yang tidak meleleh jika pasangannya mengatakan jika ia hanya cinta kepada dirinya seorang?


-----------------------


Malam ini Dina terlihat gelisah, sejak sore Dina merasa perutnya sakit, namun rasa sakit yang ia rasakan timbul dan tenggelam. Dina tidak mengadu kepada Nisa karena ia tidak mau mengganggu Nisa yang sedang sibuk menangani banyak pasien di UGD.


Namun ketika rasa mulas semakin sering datang akhirnya Dina pun memberanikan diri menelpon Nisa karena orangtuanya baru akan pulang dari desa besok.


"Mbak..perut aku sakit banget. Sepertinya aku akan melahirkan " Kata Dina saat Nisa mengangkat panggilan telepon dari Dina.


"Ya ampun Na..mbak akan pulang sekarang. Kamu tunggu ya !" Jawab Nisa dengan nada panik.


Nisa yang akan pulang tertahan ketika datang pasien korban kecelakaan di UGD. Nisa yang harus segera menangani pasiennya lekas menghubungi Abimanyu untuk segera membawa Dina ke rumah sakit sekarang juga.


Masih mengenakan piyamanya Abimanyu pun mencari Dina di rumah sebelah dan ia menemukan Dina sedang meringkuk di kamarnya sambil meringis memegang perutnya yang buncit.


"Na..kita ke rumah sakit sekarang " Kata Abimanyu.


"Kenapa kamu yang datang ? Aku mau nunggu Mbak Nisa saja " Dina menolak.


"Aku atau Nisa sama saja..kita berangkat ke Rumah sakit sekarang !" Paksa Abimanyu.


"Aku tidak mau pergi sama kamu, aku mau pesan Taksi saja " Tolak Dina sambil mengambil gawainya hendak memesan taksi online.


"Kamu itu keras kepala sekali " Abimanyu langsung merampas gawai Dina dan melemparkannya ke lantai dengan marah dan benda pipih itupun hancur berkeping-keping.


"Salah siapa keras kepala " Hardik Abimnayu.


Dengan tanpa basa-basi lagi Abimanyu langsung menggendong paksa Dina dan ia bawa masuk ke mobilnya. Pada saat Abimanyu menurunkan Dina di dalam mobil ia baru menyadari jika piyama yang ia pakai ternyata basah..sepertinya itu adalah air ketuban Dina yang sudah pecah.


Sambil meringis menahan sakit di perutnya Dina tampak mengkerut ketakutan. Dina takut akan mendapatkan kemarahan dari pria itu karena telah menodai piyama Abimanyu.


Abimanyu terlihat bingung antara mengganti bajunya atau langsung pergi mengantarkan Dina ke Rumah sakit. Namun karena ia melihat Dina yang sedang kesakitan akhirnya Abi pun memutuskan untuk tidak mengganti bajunya dan langsung pergi membawa Dina ke rumah sakit.Ia mengabaikan bajunya yang basah dan sedikit bau amis.


Abimanyu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi namun tetap terkontrol. Ia tidak mengatakan apapun namun dari wajahnya ia terlihat sangat khawatir melihat Dina yang tampak kesakitan di sebelahnya.


Nisa memang memutuskan menunggu di rumah sakit karena seandainya ia pulang pun yang ada malah membuang waktu, makanya Nisa langsung menyuruh Abimanyu mengantarkan Dina ke rumah sakit.


Sambil menunggu Dina dan Abimanyu datang Nisa sudah menghubungi dokter kandungan yang selama ini menangani kehamilan Dina dan mereka sudah bersiap-siap di rumah sakit.


Tidak sampai setengah jam mobil Abimanyu pun tiba.Pria tampan yang mengenakan piyama itu buru-buru turun dari mobil dan menggendong Dina menuju UGD. Di depan UGD beberapa perawat menyiapkan blankar untuk Dina. Abimanyu membaringkan Dina disana dan ia mengikuti saat Dina dibawa ke ruang periksa.


Nisa yang baru saja selesai menangani pasiennya datang dan mendampingi Dina pada saat wanita itu dilakukan pemeriksaan. Karena sudah ada pembukaan dan hampir lengkap dan ketubannya sudah pecah Dina pun langsung dipindahkan ke ruang bersalin.


Nisa dan Abimanyu mendampingi Dina sampai masuk ke ruangan bersalin.


"Mbak..perut aku sakit banget " Dina meringis dengan  air mata beruaraian . Tangan kurusnya menggenggam tangan Nisa dengan erat.


"Sabar ya..aku yakin kamu akan kuat. Sebentar lagi bayi kamu akan lahir..kita akan segera melihat dia " Kata Nisa sambil tersenyum lembut.


"Iya, mbak tapi sakiiiit...uuuhhh " Dina menggigit bibirnya untuk menahan rasa sakit yang sedang ia rasakan.


Abimanyu membeku di tempatnya tanpa bisa berbuat apa-apa. Jika di film-film yang pernah ia tonton pada saat istri akan melahirkan maka sang suami akan memberi support dengan cara mencium, bahkan merelakan tubuhnya menjadi sasaran pelampiasan rasa sakit orang yang dicintainya. Namun saat ini Abimanyu tidak bisa melakukan apapun bahkan untuk menyentuh tangan Dina saja ia tidak berani.


"Aku mau Mbak Nisa saja yang menemani aku " Pinta Dina saat semua persiapan sudah selesai.


Abimanyu termangu menatap Dina dengan tatapan sendu ketika Dina secara tidak langsung mengusirnya dari ruangan bersalin dan tidak menginginkan kehadirannya disana padahal Abimanyu sangat ingin menyaksikan sendiri bagaimana proses kelahiran putri pertamanya itu.

__ADS_1


Nisa terlihat bingung, namun ketika seorang perawat tiba-tiba datang dan memberitahu jika di ruang UGD sedang membutuhkan Nisa akhirnya dengan terpaksa Nisa pun harus meninggalkan Dina.


"Di ruang UGD sedang banyak pasien..maaf mbak tidak bisa menemani kamu..kamu ditemani Mas Abi saja ya " Bujuk Nisa.


"A..aku takut mbak " Tangis Dina pun pecah.


"Tidak usah takut..kamu pasti bisa sayang " Nisa mengecup puncak kepala Dina sebelum pergi ke ruang UGD karena disana sedang banyak pasien yang sedang membutuhkannya.


Saat ini Dina ingin orang yang ingin ada disampingnya adalah Nisa dan Orangtuanya namun mereka malah tidak bisa mendampinginya dan malah Abimanyu yang ada disampingnya untuk menemaninya berjuang melahirkan bayinya..bayi mereka.


Perlahan Abimanyu mendekat kearah Dina dan dengan ragu diambilnya tangan Dina dan digenggamnya. Awalnya Dina menolak namun ketika gelombang rasa sakit yang maha dasyat menggulung raganya Dina pun menggenggam tangan Abimanyu dengan erat sampai kuku-kuku Dina menancap di kulit tangan Abimanyu namun anehnya Abimanyu sama sekali tidak marah.


Wajah tampan Abimanyu terlihat pucat menyaksikan perjuangan Dina melahirkan bayi mereka. Seluruh urat di wajah Dina seperti keluar saat ia berusaha mengejan dan mendorong bayinya agar keluar.


Beberapa kali usaha Dina itu gagal dan wanita itu terus mencobanya berulang kali dengan dibimbing oleh Dokter. Tanpa sadar ada air bening yang mengambang di sudut mata Abimanyu menyaksikan perjuangan Dina melahirkan bayi mereka.


Di sisa tenaganya akhirnya Dina pun berhasil mengeluarkan bayi mungil itu dari rahimnya. Suara tangis bayi yang melengking kencang mengakhiri perjuangan Dina malam itu. Setelah bayinya lahir Dina tampak terkulai lemah kehabisan tenaga.


Abimanyu mematung di samping ranjang Dina dengan wajah yang masih shock.


"Mas Abi " Panggil Dina lirih membuat Abimanyu seketika tersadar dan menoleh kearah Dina.


"Ada apa ?" Tanya Abimanyu dengan suara yang terdengar kaku.


"Aku mohon jangan suruh aku pergi sekarang..aku ingin memberikan ASI ekslusif selama enam bulan kepada bayiku. Setelah itu aku janji akan pergi dari kehidupan kamu selamanya " Dina memohon.


Dina masih ingat akan ucapan Abimanyu yang menyuruhnya pergi jauh dari hidupnya setelah Dina berhasil memberikan anak untuk Abimanyu dan Nisa. Meskipun pada akhirnya Dina harus pergi namun ia ingin memberikan ASI ekslusifnya untuk bayinya.


Abimanyu membisu, masih tegakah ia mengusir Dina setelah ia menyaksikan betapa beratnya perjuangan Dina melahirkan bayi mereka barusan ?


Abimanyu mengangguk.


"Ya kamu boleh tinggal sampai bayi kita berusia enam bulan " Jawab Abimanyu.


"Terimakasih Mas " Ujar Dina lirih.


Beberapa menit kemudian Nisa datang saat Abimanyu sedang mengadzani putri mereka di samping ranjang Dina.


Meskipun terlihat lelah namun senyum bahagia tidak pernah surut dari bibir Dina dan Nisa saat melihat bayi mungil dalam gendongan Abimanyu itu. Dilihat sekilas saja bayi itu sangat mirip dengan Abimanyu dan tidak ada yang mirip dengan Dina sama sekali.


"Dia mirip Mas Abi banget " Kata Nisa sambil mengusap pipi mungil bayi itu.


Dina tersenyum melihat Nisa yang begitu bahagia melihat bayi mereka sudah lahir dengan selamat dan sehat.


"Terimakasih ya Na..kamu sudah berhasil mewujudkan mimpi kami untuk menjadi orangtua " Nisa mengecup kening Dina.


Dina mengangguk. "Sama-sama Mbak " Jawab Dina.


"Kamu sudah mengabari Bapak dan Ibu belum, Na?" Tanya Nisa


"Belum Mbak, hape aku rusak tadi jatuh di kamar " Jawab Dina.


Dina tidak mengatakan kepada Nisa kalau hapenya hancur karena dibanting ke lantai oleh Abimanyu tadi sebelum mereka pergi ke Rumah sakit karena Dina menolak pergi diantarkan oleh Abimanyu.


Abimanyu terlihat salah tingkah karena ia tadi sempat emosi melempar hape Dina sampai hancur karena wanita itu menolak pergi ke rumah sakit dengannya.


"Ya sudah kalau begitu Mbak saja yang mennghubungi Ayah dan Ibu " Kata Nisa sambil mengambil gawainya dan menghubungi orangtua Dina untuk mengabari jika Dina sudah melahirkan bayinya dengan selamat.


Setelah kondisi Dina mulai stabil ia pun dipindahkan ke ruang perawatan VVIP yang sudah Nisa siapkan. Dina yang lelah akhirnya tertidur.


Pada saat Dina tidur Nisa menghampiri Abimanyu dan melabuhkan tubuhnya kedalam pelukan pria itu.


"Akhirnya kita menjadi orangtua, Mas " Ucap Nisa dalam pelukan Abimanyu.


"Iya, Sayang..aku bersyukur akhirnya kita memiliki momongan meskipun dengan jalan seperti ini " Jawab Abimanyu sambil mengecup puncak kepala Nisa.


Tanpa Nisa dan Abi sadari sebetulnya Dina belum benar-benar tertidur. Airmata Dina merembes disela mata indahnya saat ia menyaksikan Nisa dan Abi berpelukan dengan mesranya.


Dina kini sadar diri jika posisinya di hati Abimanyu kini sudah benar-benar tergantikan oleh Nisa dan Dina pun harus benar-benar mengiklaskan Abimanyu untuk Nisa seperti ia harus mengiklaskan putrinya dalam pengasuhan mereka.

__ADS_1


------------------------------


__ADS_2