Istri Kedua Sang Mantan

Istri Kedua Sang Mantan
Kekerasan Dalam Rumah Tangga


__ADS_3

Setelah resmi kembali ke rumah sebelah Dina tetap pergi kerja di coffe shop. Nisa pun tidak keberatan namun ia akan menyuruh berhenti bekerja saat Dina hamil.


Selagi Nisa ada di rumah ia tidak membebankan kewajiban mengurus Abi kepada Dina. Nisa baru menyuruh membuatkan makan malam jika Nisa sedang dinas malam di Rumah Sakit.


*


"Sayang..lusa aku akan pergi ke Kalimantan. Kamu ikut ya !" Ajak Abimanyu.


"Lusa aku ada seminar di Bandung.. bagaimana kalau sama Dina saja perginya " Jawab Nisa.


"Aku itu ingin kamu yang ikut bukan Dina " Abimanyu terlihat kesal.


"Kalau aku tidak ada seminar aku juga pasti ikut, lagian Dina juga kan istri kamu Mas..dengan dia ikut menemani kamu ke Kalimantan aku harap kalian bisa saling mengenal satu sama lain "


Abimanyu mendesahkan nafasnya ke udara. Ada beban berat yang terasa menghimpit dadanya setiap kali membahas tentang Dina.


"Kamu pergi sama dia saja ya !" Bujuk Nisa.


"Tidak usah..aku pergi sendiri saja " Tolak Abimanyu sambil pergi ke kamarnya.


"Maas..kalau kamu menghindar terus lalu kapan kalian bisa dekat dan kemungkinan Dina hamil pasti akan lama " Bujuk Nisa.


Jika sudah menyangkut urusan anak Abimanyu selalu dibuat tidak berkutik oleh Nisa. Dan Nisa selalu punya cara untuk membuat Abimanyu tidak bisa menolak keinginannya apalagi kehadiran Dina adalah skenario panjang buatannya dan jika Abimanyu tidak mau mengikutinya maka Nisa pasti akan ngambek. Kemarin saja Abimanyu yang sudah berhasil mengusir Dina terpaksa harus kembali menjemputnya karena Nisa ngambek dan pindah ke rumah sebelah hampir satu Minggu.


"Mas..kamu pergi ke Kalimantan nya dengan Dina ya !" Bujuk Nisa lagi.


"Terserah kamu " Jawab Abi sambil pergi dari hadapan Nisa.


Abimanyu merasa jengkel karena merasa seperti boneka di hadapan Nisa yang harus selalu menurut apa kemauan istrinya. Abimanyu merasa tidak memiliki hak untuk menentukan sikap dan keinginanannya. Semua itu demi mewujudkan impian  Nisa yang ingin segera menjadi seorang ibu.


Demi mewujudkan keinginan Nisa itu Dina dan Abimanyu akhirnya berangkat ke Kalimantan. Dina terpaksa mengambil semua jatah libur bulanannya demi mengikuti kemauan Nisa.


Dina yang baru pertama kali naik pesawat  mengalami mabuk udara dan akhirnya muntah-muntah membuat Abimanyu marah-marah karena Dina sempat muntah mengenai bajunya..benar-benar menjijikan.


Ketika mereka sampai di Mess tempat tinggal Abimanyu Dina pun akhirnya tumbang.


"Aku ini mau kerja, membawa kamu malah menambah pekerjaan aku saja " Abimanyu memarahi Dina yang terkapar tidak berdaya di kamar sebelah.

__ADS_1


Di kamarnya Dina menangis sendirian sambil merutuki dirinya.Ucapan Abimanyu tidaklah salah. Kehadirannya malah membuat beban pekerjaan Abimanyu menjadi bertambah jadi wajar jika Abimanyu marah kepadanya.


Disaat Abimanyu pergi ke lokasi pertambangan Dina pun memaksakan diri mencari warung terdekat untuk membeli obat masuk angin. Dina harus berjalan cukup jauh karena di sekitar Mess Abimanyu tidak ada warung. Kawasan itu adalah kawasan Mess khusus untuk tempat tinggal karyawan pertambangan.


Di luar perbatasan lingkungan Mess pertambangan barulah Dina menemukan warung dan ia mendapatkan obat masuk angin yang dicarinya. Setelah mendapatkan obat itu Dina pun kembali harus berjalan jauh untuk pulang ke Mess Abimanyu.


Selama Abimanyu berada di Pertambangan ternyata penderitaan Dina belum berakhir. Setelah sampai di Mess Dina baru menyadari jika disana tidak ada makanan apapun. Dina merasa lapar namun ia tidak memiliki tenaga untuk kembali pergi mencari makanan. Akhirnya Dina pun memilih tidur dengan perut yang kosong karena semua isi perutnya sudah ia keluarkan saat di Pesawat.


Abimanyu pulang ke Mess ketika hari sudah mulai gelap. Ia pulang dengan membawa makanan untuk Dina dan juga bahan makanan. Namun ketika sampai di Mess ia mendapati Dina sudah tidur. Abimanyu yang enggan membangunkan Dina akhirnya membersihkan dirinya dan pergi tidur di kamar yang lain.


Keesokannya Dina bangun dengan wajah yang pucat. Abimanyu sudah berangkat ke pertambangan. Diatas meja Dina menemukan makanan yang dibeli Abimanyu semalam dan di dalam kulkas pun sudah ada makanan. Mata Dina terlihat berkaca-kaca. Meskipun selalu bersikap buruk kepadanya namun ternyata Abimanyu masih memiliki sedikit hati nurani dengan tidak membiarkan dirinya mati kelaparan di kampung orang.


*


Abimanyu termenung di ruangan kerjanya di kantornya. Pria tampan itu mengalami perang batin dalam dirinya. Satu sisi ia begitu menyayangi istrinya dan berniat untuk mengabulkan semua keinginannya termasuk menikahi wanita lain demi mendapatkan momongan, namun di sisi lain Abimanyu juga ingin menolak ketika tau jika istri yang Nisa siapkan adalah Dina, wanita masa lalunya yang begitu benci dan mati-matian ia lupakan.


Abimanyu masih ingat kejadian beberapa tahun berlalu saat ia masih kuliah di Australia. Sebelum Abimanyu memutuskan untuk kuliah di Australia Dina berjanji akan selalu setia menanti Abimanyu.


Awalnya semua baik-baik saja. Namun di tahun terakhir Abimanyu dibuat kaget ketika Dina tiba-tiba mengakhiri hubungan mereka tanpa ada penjelasan apapun. Padahal saat itu Abimanyu berniat untuk mengenalkan Dina kepada seluruh keluarganya, bahkan Abimanyu juga sudah membeli cincin yang indah di Australia untuk mengikat Dina secara pribadi.


Saat itu Dina sukses membuat Abi patah hati dan Abi menyembunyikan luka hatinya sendirian tanpa mau membaginya kepada siapapun termasuk kepada Aksa sahabatnya.


Dan sekarang demi memenuhi permintaan Nisa ia harus kembali berurusan dengan Dina. Sebenarnya melihat wajah Dina saja Abi muak. Namun ia tidak sanggup membuat Nisa yang sudah sangat berjasa turut andil dalam menyembuhkan lukanya kecewa. Abimanyu ingin mengabulkan permintaan Nisa dengan menjadikannya seorang ibu meskipun dari wanita yang sangat Abimanyu benci.


Waktu hampir jam tujuh malam saat Abimanyu kembali ke Mess nya. Saat Abimanyu turun dari mobil ia terlihat membawa beberapa botol minuman dan ia simpan di kulkas.


Di meja makan sudah terhidang makanan buatan Dina, sedangkan Dina sendiri berada di kamarnya dan tidak mau menampakan dirinya di hadapan Abimanyu. Dina cukup sadar diri dan tidak mau suasana hati Abi rusak karena melihatnya.


Dari kamarnya Dina menajamkan pendengarannya untuk menengar apakah Abi makan atau tidak. Dan Dina terlihat kecewa karena Dina tidak mendengar Abi makan. Sepertinya Abimanyu tidak menyukai masakannya atau mungkin juga merasa jijik..tanpa sadar air mata Dina pun mengalir deras di pipi mulusnya.


Abimanyu adalah orang yang begitu Dina cintai seumur, namun ketika mereka sudah dipersatukan dalam ikatan pernikaan bukan kebahagiaan yang Dina rasakan namun penderitaan lah yang Dina dapatkan. Meskipun begitu tidak membuat rasa cintanya kepada Abimanyu surut sedikitpun.


Seandainya Dina tidak sedang membutuhkan uang untuk untuk biaya oprasi Ayahnya pun Dina rela membantu Abimanyu dan Nisa mendapatkan keturunan agar melihat Abimanyu dan Nisa bahagia..demi cintanya kepada Abimanyu.


Ketika jam menunjukkan angka 11 Dina yang baru saja akan memejamkan matanya kembali terjaga saat pintu kamarnya di dobrak dari luar. Dina nyaris loncat dari ranjangnya saat Abimanyu masuk dan menghampirinya.


" Gue akan buat lu hamil agar secepatnya lu enyah dari kehidupan gue " Kata Abimanyu dengan mata yang merah.

__ADS_1


Nisa tidak bisa berkutik saat Abimanyu menyerangnya dengan brutal diatas ranjang.


"Maaas..kamu mabuk "


Beberapa jam kemudian Abimanyu keluar dari kamar Dina meninggalkan istri keduanya itu yang terkapar tidak berdaya dalam keadaan pingsan.


---


Keesokannya Dina terbangun dalam keadaan mengenaskan. Tubuhnya terasa sakit dan hatinya juga. Semalam Abimanyu memperlakukan Dina seperti Binatang. Dina merasa tidak dihargai sebagai wanita dan semalam Abimanyu terus menyebutnya ******.


Dina yang masih merasa kesakitan memaksakan diri untuk bangun namun akhirnya ia kembali ambruk. Dina merasakan sakit yang teramat sangat di bagian bawah tubuhnya..bukan hanya di bagian depan tapi di bagian belakang juga membuat Dina ingin mati saja.


"Lu siap-siap sekarang, dua jam lagi kita balik ke Jakarta " Perintah Abimanyu.


"Tapi mas...aku masih sakit " Lirih Dina.


"Itu bukan urusan gue. Terserah kalau lu masih mau tinggal disini gue bisa balik sendiri ke Jakarta " Jawab Abimanyu. Ia tidak peduli dan tidak mau tahu keadaan Dina.


Dengan berderai air mata Dina pun membereskan pakaiannya dan bersiap untuk pulang ke Jakarta.


Perjalanan pulang kali ini Dina dibuat benar-benar tersiksa. Jangan kan berjalan duduk pun Dina merasa kesakitan. Dan sialnya Abimanyu malah terlihat tidak peduli dengan keadaan Dina itu.


Ketika mereka sudah sampai rumah, Nisa malah terlihat senang melihat Dina yang seperti kesakitan saat berjalan. Nisa tidak tahu jika Abimanyu sudah melakukan kekerasan kepada Dina.


Satu hari sejak kepulangannya dari Kalimantan Dina pun akhirnya tumbang. Tubuh Dina mengalami demam tinggi dan gadis itu merasa kesakitan yang teramat sangat ketika buang air besar.


Nisa dengan telaten merawat Dina yang sedang sakit sementara Abimanyu sendiri terkesan tidak peduli.


"Mas..Dina sakit " Kata Nisa saat mereka akan pergi tidur.


"Hmm " hanya itu jawaban Abimanyu.


"Sesekali kamu liat deh keadaan dia " Kata Nisa.


"Aku sibuk " Jawab Abimanyu.


"Setidaknya kamu lihat dia barang beberapa menit. Walau bagaimanapu dia itu istri kamu juga dan dia sakit juga karena kamu " Kata Nisa.

__ADS_1


"Tidak usah terlalu memanjakan dia deh. Semua orang juga tahu kalau  pertama kali melakukan hubungan suami istri pasti sakit. Kamu tidak usah memaksa aku untuk memberi perhatian lebih untuk dia, yang penting aku sudah merusaha untuk menuruti apa kemauan kamu " Jawab Abimanyu.


Nisa pun menjadi serba salah.


__ADS_2