Istri Kedua Sang Mantan

Istri Kedua Sang Mantan
Tamu Tak Diundang


__ADS_3

Setelah Papanya meninggal Abimanyu dan Nisa memutuskan tinggal sementara di rumah orangtua Nisa entah sampai berapa lama karena mereka tidak tega meninggalkan Mama Nisa tinggal sendirian di rumahnya yang sangat besar itu.


Dengan Abimanyu dan Nisa tinggal jauh darinya  membuat Dina bisa bernafas dengan lega. Dina tidak lagi memiliki kewajiban memasak untuk Abimanyu dan harus menyuruh kurir mengantarkannya.


Dina merasa lebih nyaman tinggal berjauhan seperti itu karena tidak makan hati setiap kali melihat Abimanyu. Dina bisa fokus pada kehamilannya dan menjaga perasaannya agar selalu bahagia. Bukankah ibu hamil itu harus selalu bahagia ?


Tahlilan hari ketujuh baru saja usai setengah jam yang lalu. Dipa, Satria dan Aksa masih berada di rumah duka dan sedang berkumpul di ruang tengah rumah orangtua Nisa yang luas. Bintang, Nana dan Sherina juga masih ada disana menemani Nisa yang masih sering menangis meratapi kepergian Papanya.


Selina dan Zaki sudah pulang beberapa menit yang lalu karena Zein sedang tidak enak badan dan badannya sedikit demam. Mama Nisa langsung masuk ke kamarnya begitu acara tahlilan usai. Bintang sama sekali tidak tersinggung karena ia mengerti dengan kesedihan yang sedang dirasakan oleh besannya itu.


Sambil mengobrol Abimanyu beberapa kali bolak-balik ke kamar mandi karena merasakan rasa mual yang sangat hebat.Setiap kali Abimanyu pergi ke kamar mandi ia selalu beralasan jika perutnya sedang sakit karena makan pedas.


Abimanyu tidak ingin keluarganya menaruh curiga dengan menyambungkan penyakit aneh Abimanyu ini dengan kehamilan Dina..bisa kacau semuanya jika sampai terbongkar.


Jam sepuluh malam seluruh keluarga Abimanyu pulang meninggalkan Abimanyu dan Nisa di rumah orangtuanya. Suasana terasa sepi setelah seluruh keluarganya pulang. Nisa yang lelah menangis akhirnya tertidur sementara Abimanyu tampak gelisah di sampingnya merasakan rasa mual dan pening yang menderanya.


Selain mual dan pening Abimanyu juga merasakan perutnya lapar karena semua makanan yang sudah masuk kedalam perutnya sudah ia muntahkan beberapa waktu yang lalu.


Perlahan Abimanyu turun dari ranjangnya dan pergi ke dapur. Di sana masih ada beberapa pelayan yang masih beres-beres.


"Mas Abi mau sesuatu ?" Tanya salah satu pelayan


"Apakah ada mie instant ? Saya sedang ingin mie rebus dengan telur setengah matang dan irisan rawit " Jawab Abimanyu.


"Maaf Mas..disini tidak ada mie instant " Jawab pelayan itu.


"Ya sudah kalau begitu tidak apa-apa " Jawab Abimanyu.


Keluar dari dapur Abimanyu tidak kembali ke kamarnya namun ia mengambil kunci mobil dan pergi entah kemana. Nisa yang sedang tidur pulas tidak menyadari jika suaminya pergi.


--------------------------


Dina sedang tidur pulas terbangun ketika ada yang menggedor pintu rumahnya. Dengan mata setengah mengantuk Dina pun keluar dan ia sempat menyambar sapu dan mengintip melalui gorden untuk melihat siapa tamu yang datang malam-malam begini.

__ADS_1


"Mas Abi ?" Tangan Dina gemeteran sambil memegang sapu ketika menyadari jika pria tinggi yang menjulang di depan pintu itu adalah suaminya.


Masih dengan tangan gemeteran Dina pun membuka pintu dan setelah pintu itu terbuka Dina langsung buru-buru mundur sambil memegang gagang sapu dengan sikap waspada.


"Kenapa lama sekali buka pintunya " Abiamnyu langsung masuk sambil ngomel-ngomel.


Dina menutup pintu kemudian mengikuti Abimanyu dari jarak yang lumayan jauh dengan bingung. Ada perlu apa Abimanyu datang malam-malam begini ?


Dina pikir Abimanyu akan duduk di ruang tengah namun sangkaan Dina ternyata salah. Abimanyu malah pergi ke dapur kemudian duduk di ruang makan.


"Gue ingin makan mie rebus, lu buatin buat gue sekarang !" Perintah Abimanyu.


"Iya, Mas " Jawab Dina sambil meletakkan gagang sapu kemudian mengambil satu kemasan mie rebus kesukaan Abimanyu dulu, satu buah telur dan beberapa buah cabe rawit.


Dina membawa semua bahan itu ke dapur dan mengolahnya disana. Mata Abimanyu memicing menatap sapu yang tadi Dina bawa-bawa..apakah dia beniat memukul gue ? Batin Abimanyu.


Disaat Dina anteng dengan pekerjaannya Abimanyu menyingkirkan sapu itu jauh-jauh darinya.


Tanpa berbicara apapun apalagi menawari Dina, Abimanyu langsung melahapnya dengan rakus. Dina berdiri tidak jauh dari sana sambil celingukan mencari sapu yang tadi ia letakkan di dekat meja makan..kemana benda itu kenapa bisa hilang ?


Sambil makan Abimanyu sempat melirik kearah perut Dina yang sudah mulai terlihat menonjol menandakan benih miliknya sedang berumbuh dengan baik disana.


Ada secuil rasa haru yang menyelusup di sanubarinya. Mungkin jika Nisa yang mengandung rasa haru itu bukan secuil yang ia rasakan tapi segunung.


Setelah menghabiskan mie rebusnya Abimanyu meminum teh hangatnya dan rasanya benar-benar nikmat. Rasa hangat seketika menjalar di perutnya dan ia sama sekali tidak merasakan mual..perutnya benar-benar well come pada makanan tidak sehat itu..benar-benar sialan.


Selesai makan Abimanyu sempat menyulut sebatang rokok dan menyesapnya di teras belakang. Sementara Dina memilih duduk di ruang tengah dengan sapu ditangannya. Ia baru saja menemukan sapu itu di dekat mesin cuci..entah bagaimana benda itu bisa pindah kesana.


Setelah menghabiskan sebatang rokok Abimanyu pun pulang tanpa mengatakan apapun karena ia ngeri melihat gagang sapu yang terus Dina bawa.


Dina terlihat lega saat mobil Abimanyu mulai bergerak pergi. Kehadiran pria yang pernah singgah di hatinya itu membuat rasa trauma Dina kembali muncul.


Jika hanya meminta dibuatkan mie rebus saja Dina tidak keberatan namun Dina takut jika Abimanyu akan menuntut haknya sebagai suami karena jujur saja ia masih trauma atas kekerasan yang Abimanyu lakukan padanya saat di Kalimantan.

__ADS_1


Setelah mengunci pintu rumah Dina pun kembali melanjutkan tidurnya yang sempat teganggu oleh kehadiran Abimanyu. Besok-besok jika Abimanyu datang lagi Dina bertekad tidak akan membukakan pintu dan akan berpura-pura tidur saja.


Dulu Abimanyu adalah sosok yang sangat ia puja-puja dan kehadirannya selalu ia nantikan. Namun kini setelah Abimanyu resmi menjadi suaminya Dina malah merasa takut kepada pria tampan itu karena cara Abimanyu memperlakukannya di malam pertama mereka menyisakan trauma yang mendalam bagi Dina.


Sikap kasar Abimanyu membuat Dina nyaris mati. Dan dalam kedaan kesakitan pun Abimanyu sama sekali tidak memperlihatkan kepeduliannya kepada Dina. Beruntung ada Nisa yang setia merawatnya dengan penuh kasih sayang layaknya seorang kakak yang merawat adiknya


Tiba di rumah mertuanya Abimanyu langsung masuk ke kamarnya dan kemudian langsung pergi tidur. Malam ini Abimanyu tidur dengan sangat nyenyak setelah perutnya terisi.


--------------------------


Karena ketakutan jika Abimanyu akan datang lagi maka Dina pun memutuskan untuk pulang ke rumah orangtuanya. Sebelum memutuskan pulang Dina juga sempat minta ijin kepada Nisa dan untungnya Nisa mengijinkan.


Menurut Nisa memang sebaiknya jika Dina tinggal di rumah orangtuanya dulu daripada tinggal sendirian karena Nisa dan Abimanyu kemungkinan akan tinggal di rumah orangtua Nisa lebih lama.


Dengan Dina tinggal di rumah orangtuanya Nisa merasa tenang karena ada yang menjaga Dina yang sedang hamil muda.Nisa sudah hapal jika Dina sering lupa minum susu dan sering bergerak dengan sangat ceroboh yang menurut Nisa tidak baik dilakukan oleh wanita hamil.


Abimanyu yang tidak mengetahui jika Dina pulang ke rumah orangtuanya karena Nisa memang jarang membahas Dina kepada Abimanyu. Nisa selalu berusaha menghindari membicarakan Dina karena menghindari reaksi Abimanyu yang terlihat tidak suka.


Yang terpenting bagi Nisa adalah kehamilan Dina dan ia akan segera memiliki keturunan. Nisa tidak menuntut apapun kepada Dina yang natinya malah akan menambah beban pikiran Dina..yang Nisa inginkan sekarang adalah Dina fokus pada kehamilannya saja dan biarlah Abimanyu menjadi tanggung jawab Nisa sepenuhnya.


Sebetulnya awalnya Nisa berharap ia akan berbagi suami dengan Dina. Namun pada kenyataannya Nisa tidak berhasil menyatukan Dina dengan Abimanyu. Meskipun Dina akhirnya berhasil hamil namun itu tidak membuat Abimanyu mau membuka hatinya untuk istri keduanya itu.


Nisa yang sudah terlanjur menyayangi Dina seperti adiknya sendiri akhirnya mengambil keputusan untuk tidak mau memaksakan Abimanyu dan Dina untuk saling menerima satu sama lain.


Nisa akan berusaha menghargai keputusan Abimanyu dan Dina seandainya suatu hari nanti mereka memutuskan berpisah setelah bayi mereka lahir karena hubungan yang dibangun tanpa didasari cinta tidak akan berjalan baik kedepannya.


---------------------


Sepulang dari kantor Abimanyu tidak sadar melajukan mobilnya kearah rumah yang ditinggali Dina. Sore itu Abimanyu ingin kembali dimasakkan mie rebus seperti yang kemarin.


Namun setibanya disana Abimanyu dibuat kecewa karena ternyata Dina tidak ada di rumah. Abimanyu jadi uring-uringan saat mendengar dari Nisa jika ternyata Dina pulang ke rumah orangtuanya.


Jika Dina tinggal di rumah orangtuanya itu artinya Abimanyu tidak berani datang kesana untuk menyuruh Dina membuatkan mie rebus untuknya..dasar sialan.

__ADS_1


__ADS_2