Istri Kedua Sang Mantan

Istri Kedua Sang Mantan
Bukan Orang Lain


__ADS_3

Selama Dina sakit Abimanyu tidak pernah sekalipun datang untuk melihat keadaannya. Bahkan ketika kedua orangtua Dina datang menjenguk Abimanyu sama sekali tidak memperlihatkan batang hidungnya membuat Ayah dan Ibu Dina menjadi sangat kecewa.


Jika Ayah dan Ibunya bertanya tentang Abimanyu, Dina selalu mengatakan jika suaminya itu sedang sibuk atau sedang pergi keluar kota. Dina tidak mau membuat kedua orangtuanya berpikiran jelek kepada Abimanyu.


Setelah kondisinya pulih Dina pun mulai kembali masuk kerja. Meskipun sudah menjadi istri seorang pengusaha muda namun Dina sama sekali tidak mengharapkan Abimanyu akan menafkahinya karena Dina sadar jika sebenarnya Abimanyu sangat sangat tidak menginginkan kehadirannya.


Beruntung Boss tempat Dina bekerja memberi keringanan sehingga tidak memecat Dina meskipun Dina tidak masuk kerja melebihi jatah libur sebulannya.


"Na..kenapa kamu tidak pulang ? Kamu kan masuk sift pagi seharusnya sekarang kamu sudah pulang " Tegur Mbak Caca sang pemilik Coffe shop tempat Dina bekerja.


Sore itu memang seharusnya Dina sudah pulang dan pekerjaannya dilanjutkan oleh temannya yang masuk sift siang.


"Aku mau mengganti waktu tiga hari bolong kerja Mbak " Jawab Dina sambil mengelap meja sampai kinclong.


"Tapi kan kamu sakit, sekarang saja aku lihat wajah kamu masih pucat " Kata Mbak Caca.


"Tidak apa-apa Mbak, kalau di rumah malah semakin tidak nyaman " Jawab Dina.


"Ya sudah terserah kamu saja " Jawab mbak Caca sambil pergi ke meja kasir.


Karena setiap hari mengambil dua shift Dina nyaris tidak pernah bertemu dengan Nisa dan Abimanyu karena setiap Dina pulang kerja rumah Abimanyu sudah sepi karena mereka sudah tidur.


Dari yang awalnya hanya untuk menutup jam kerjanya yang kurang karena sakit akhirnya Dina pun memutuskan untuk mengambil long shift setiap hari agar ia mendapatkan tambahan penghasilan untuk membantu orangtuanya.


*


Dina baru bangun ketika matahari mulai tinggi. Hari ini adalah jatah liburnya. Mbak Caca kembali memberi Dina jatah libur karena setiap hari Dina mengambil long shift.


Dina keluar dari kamar dan mendapati Nisa sedang menikmati susu hangatnya di meja makan.


"Maaf mbak aku bangun kesiangan " Kata Dina.


"Kamu tidak kerja ?" Tanya Nisa.


"Kebetulan hari ini libur mbak " Jawab Dina sambil duduk di depan Nisa dan membuatkan roti selai untuk Nisa.


"Mbak perhatikan setiap hari kamu pergi pagi dan selalu pulang malam " Kata Nisa sambil menatap tajam kearah Dina.


"Cafe sedang ramai mbak dan aku mengambil long shift agar tidak keteteran " Jawab Dina berbohong.


"Mbak tidak larang tapi kamu juga harus ingat tugas dan kewajiban kamu sebagai seorang istri " Nisa mengingatkan.


"Iya mbak maaf " Dina menunduk.


"Besok mbak ada seminar di Bandung selama tiga hari. Mbak minta kamu jangan ambil long shift karena selama mbak tidak ada Mas Abi menjadi tanggung jawab kamu " Kata Nisa.

__ADS_1


"Iya mbak..aku hanya ambil shift pagi saja " Jawab Dina.


"Mbak sudah tulis menu apa saja kesukaan Mas Abi  " Kata Nisa sambil memberikan satu lembar kertas kepada Dina.


"Iya mbak " Jawab Dina sambil membaca semua daftar makanan kesukaan Abi di kertas itu.


"Di dalam kulkas ada cukup bahan makanan untuk tiga hari kedepan jadi kamu tidak usah repot-repot belanja, tapi kalau kamu mau membuatkan menu yang lain juga boleh..yang penting aku titip mas Abi sama kamu selama mbak tidak ada " Kata Nisa.


"Iya mbak " Jawab Dina.


Semua makanan yang tertulis disana adalah makanan sehat dengan nilai gizi yang tinggi. Nisa pasti sangat memperhatikan asupan gizi untuk Abimanyu.


Abimanyu benar-benar beruntung mendapatkan istri yang cantik dan sebaik Nisa.


Abimanyu sudah pergi ke kantor lebih dulu. Dina sempat mengintip dari celah gorden bagaimana Abimanyu mencium bibir Nisa sebelum pergi dan Nisa pun tampak melingkarkan tangannya di perut Abimanyu.


Melihat kemesraan Abimanyu dan Nisa tidak lantas membuat Dina iri, Dina malah ikut bahagia melihat Abimanyu bahagia bersama Nisa.


Setelah Abimanyu pergi Nisa pun pergi dengan membawa koper kecil. Sebelum pergi Nisa sempat berpamitan kepada Dina dan mengingatkan untuk mengurus Abimanyu dengan sebaik-baiknya.


Disaat Nisa dan Abi sudah  pergi Dina pun bersih-bersih di rumah Abi yang sedikit berantakan karena Nisa terburu-buru pergi dan tidak sempat membereskan rumah. Bahkan kamar pun masih berantakan dengan selimut yang nyaris menjuntai ke lantai.


Dina berani masuk karena Nisa mengijinkan karena toh Dina yang akan mengurus Abi selama dirinya tidak ada. Bukankah Dina juga istri Abi dan ia mempunyai hak yang sama di rumah itu.


Dina mengganti sprei dengan yang baru berikut dengan selimutnya. Ia juga menyimpan arloji mahal Abimanyu yang tergeletak di meja rias ke dalam kotaknya dan ia simpan di dalam laci. Dina tidak mengetahui jika  Abimanyu memiliki tempat khusus untuk menyimpan koleksi arloji mahalnya.


Di ruang tamu Dina menemukan sebuah map coklat tergeletak di atas meja dan Dina pun menyimpan map itu di laci meja kerja Abi.


Setelah membersihkan rumah Abi, Dina pun kembali ke rumah sebelah dan melanjutkan tidurnya karena sudah tidak ada lagi yang harus ia kerjakan.


Dina yang tidur dengan pulas terbangun ketika mendengar ada yang menggedor pintu kamarnya.


Dina keluar dari kamar dengan wajah panik dan ia mendapati Abimanyu tengah berdiri menjulang tinggi di depan pintu kamarnya.


"Mas Abi ?" Dina mengucek matanya.


"Lu habis masuk ke rumah gue ya ?" Hardik Abi dengan mata penuh amarah menatap Dina.


"I..iya Mas. A..aku cuma beres-beres rumah " jawab Dina ketakutan.


"Lu ternyata lancang ya berani masuk ke rumah gue " Omel Abi


"Maaf Mas, tapi aku sudah minta ijin dari mbak Nisa " Bela Dina.


"Bagaimana bisa Nisa mengijinkan orang luar masuk ke rumah " Abimanyu menggerutu.

__ADS_1


Mendengar gerutuan Abimanyu itu tentu saja membuat Dina tersinggung. Seharusnya Abi tidak menganggapnya orang luar karena Dina adalah istrinya..Dina merasakan seperti ada benda tajam yang menusuk hatinya dan terasa sakit.


"Gue kehilangan map berisi berkas penting di meja..lu simpan dimana hah ?" Tanya Abi


"A..aku simpan di laci meja kerja kamu " Jawab Dina.


"Jadi lu juga masuk ke ruangan kerja gue haaaah ?" Abimanyu tampak murka karena ruang kerjanya adalah ruang pribadi miliknya dan ia tidak suka ada orang yang masuk kesana kecuali Nisa.


"Ma..maaf Mas " Nisa menunduk menyembunyikan matanya yang berair dan siap luruh kapan pun.


"Gue tekankan sama lu..jangan pernah berani-berani lagi masuk ke rumah gue tanpa seijin gue walaupun Nisa sudah mengijinkan !" Perintah Abi.


"Iya, Mas " Jawab Dina sambil mengusap pipinya yang basah karena bendungan di matanya akhirnya jebol juga.


Setelah memarahi Dina, Abi pun pergi untuk mengambil berkas di laci meja kerjanya dan tidak lama kemudian Abimanyu pun pergi.


Airmata Dina luruh dan ia merosot di lantai kamarnya. Kedua kaki jenjangnya tidak dapat menopang tubuhnya saat hati Dina tidak dapat menampung semua rasa sakit atas perlakuan buruk Abimanyu kepadanya.


Ketika sore menjelang Dina memutuskan untuk tidak memasak apapun untuk makan malam Abimanyu karena suaminya itu melarangnya masuk ke rumahnya.


Dina hanya membuat mie rebus dengan taburan irisan rawit untuknya karena hanya mie instant yang ada di dalam kulkasnya tidak seperti kulkas Nisa yang berisi bahan makanan premium.


Dina sedang menikmati mie rebus kesukaannya saat ia dengar mobil Abimanyu masuk ke halaman dan ia memilih mengabaikannya.


Begitu masuk rumah Abi mencari makanan di meja makan, biasanya Nisa sudah menyiapkan makanan setiap ia pulang ngantor.


"Sial..gue lupa kalau Nisa hari ini pergi ke Bandung " Abi menggerutu saat ia tidak menemukan makanan apapun di atas meja.


Abimanyu pergi ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya dan kemudian ia pun pergi ke rumah orangtuanya. Selama Nisa di Bandung Abimanyu memilih menginap disana.


Bandung 


Nisa yang baru kembali ke kamar hotelnya langsung menghubungi Abimanyu untuk menanyakan kabarnya.


Begitu panggilan tersambung Nisa dibuat kaget ketika menangkap suara celotehan anak-anak para keponakannya.


"Ada siapa di rumah Mas ? Aku seperti dengar suara keponakan kita " Tanya Nisa.


"Iya itu Zein, Aluna dan Alena..mereka sedang menginap di rumah Bunda " Jawab Abimanyu.


"Memangnya kamu sedang disana" Tanya Nisa.


"Iya..aku akan menginap disini selama kamu tidak ada.. aku.


.."

__ADS_1


Ucapan Abimanyu menggantung di udara karena Nisa langsung menutup panggilan sepihak.


Di ujung sana Nisa tampak marah dan kecewa kepada Abimanyu.


__ADS_2