Istri Kedua Sang Mantan

Istri Kedua Sang Mantan
Menantu Bayangan


__ADS_3

Minggu pagi Nisa meminta ijin kepada Abimanyu untuk pergi  dengan Nana dan Selina. Rencananya mereka akan nyalon di klinik kecantikan milik si inces.


Tanpa sepengetahuan sebenarnya Nisa diam-diam mengajak Dina. Nisa sengaja mengajak Dina agar ia bisa mengenal saudara-saudara iparnya. Nisa merasa tidak adil jika membiarkan Dina tidak mengenal keluarga dari Abimanyu meskipun pernikahan mereka dirahasiakan dari seluruh keluarga.


Tiba di klinik kecantikan milik Sherina, Dina disambut hangat oleh Sherina, Nana dan Selina yang kebetulan sudah ada disana. Mereka semua sudah tahu jika bayi yang sedang Dina kandung saat ini adalah bayi yang akan Nisa dan Abimanyu adopsi jadi secara tidak langsung bayi yang sekarang ada dalam kandungan Dina itu adalah calon keponakan mereka..the real 'calon keponakan'


Si inces langsung menyiapkan paket perawatan tubuh khusus ibu hamil  untuk Dina.


"Khusus untuk calon keponakan aku ini aku kasih free  " Kata Sherina sambil mengelus perut buncit Dina.


"Terimakasih " Kata Dina sambil tersenyum malu.


"Ngomong-ngomong calon keponakan kami ini laki-laki atau perempuan ?" Tanya Nana yang tampak penasaran akan jenis kelamin bayi di perut Dina.


"Perempuan " Nisa yang menjawab.


"Yaah..Zein belum ada temennya nih laki-laki sendiri " Kata Selina.


"Bikin lagi dong kak..kan Zein sudah besar " Celetuk Nana.


Bintang dan Dipa sudah memiliki tiga cucu perempuan dan satu cucu laki-laki dan sebentar lagi akan bertambah satu cucu perempuan sumbangan dari Abimanyu.


Dina, Nisa, Selina dan Nana menghabiskan waktu berjam-jam di klinik milik Sherina. Dina merasakan tubuhnya begitu rileks, semua kegetiran dalam hidupnya sementara minggat entah kemana karena sekarang ia sedang dikelilingi para bidadari dari keluarga Abimanyu.


Setelah selesai melakukan ritual memanjakan tubuh mereka pun melanjutkan dengan pergi makan bersama. Sherina  rela meninggalkan kliniknya hanya demi pergi makan bersama.


"Mau kemana sayang ?" Tanya Aksa yang sedang berada di Sow Room mobilnya yang berada tepat di sebelah klinik kecantikan milik Sherina.


"Pergi makan siang dulu..kamu tidak usah ikut ini urusan perempuan. Kamu cari uang saja yang banyak " Jawab Sherina sambil tersenyum menggoda.


"Gini nih istri yang tidak sayang suami " Cibir Aksa namun sambil mencuri satu ciuman di bibir si inces.


"Huuuu.." Ledek Selina, Nana dan Nisa.


Dina hanya bengong melihat kehebohan para wanita keluarga Abimanyu itu. Seandainya Abimanyu juga bersikap manis seperti Aksa apalagi disaat dirinya sedang hamil besar begini pasti ia sangat bahagia sekali. Namun sayang Dina harus menelan kekecewaan karena dirinya adalah tidak lebih dari sebagai alat pencetak anak saja. Abimanyu sudah terang-terangan menyuruhnya pergi dari kehidupannya setelah bayi mereka lahir.


Dari klinik Sherina mereka hendak pergi ke sebuah Restoran namun mereka mengurungkan niatnya karena Bintang menyuruh mereka semua makan siang di rumah karena ia masak cukup banyak makanan hari ini.


"Kamu tidak keberatan kan kalau kita makan siang di rumah Mas Abi ?" Tanya Nisa kepada Dina.


"Makan siang di rumah Mas Abi ?" Dina terlihat bingung


"Kamu tenang saja, Mas Abi tidak ada di rumah Bunda kok " Nisa dapat menebak jika Dina enggan bertemu dengan Abimanyu.


"Mau ya ?" Bujuk Nisa


"Iya, Mbak " Jawab Dina akhirnya.


Dina tidak tega merusak acara mereka jika ia menolak ikut dan jika memilih pulang sendiri pun pastinya tidak akan diijinkan oleh Nisa.


Jantung Dina berdegup dengan kencang saat mobil Nisa mulai masuk ke halaman sebuah rumah yang sangat megah. Disusul mobil Nana dan Selina dan terakhir mobil si inces Sherina.


"Bundaaa.." Sherina adalah orang yang paling kencang berteriak memanggil Bundanya.

__ADS_1


"Sayaang tidak usah teriak-teriak gitu dong " Omel Bintang begitu keluar dari kamar disusul oleh Dipa di belakangnya.


"Bunda sama Daddy sedang pacaran ya ?" Tuduh Sherina sambil menggelendot manja di lengan Dipa.


"Memangnya kenapa kalau Daddy dan Bunda pacaran haah ?" Tanya Dipa sambil menyentil kening Sherina.


"Ya boleh sih " Jawab Sherina sambil nyengir.


"Eeeh..ternyata ada tamu " Sapa Bintang saat menyadari kehadiran Dina di belakang Nisa.


"Ini Dina, Bun..yang pernah aku dan Mas Abi ceritakan " Nisa mengenalkan Dina kepada mertuanya.


"Oh iya...apa kabarnya ?" Sapa Bintang ramah.


"Baik Tante " Jawab Dina sambil mencium tangan Bintang dan Dipa bergantian.


"Kebetulan kamu kesini sebaiknya kita makan sekarang saja. Dari tadi Daddy sudah mengeluh lapar katanya " Kata Bintang sambil melirik kearah Dipa.


"Nunggu kalian lama, perut Daddy sudah lapar dari tadi " Keluh Dipa.


Bintang membawa kelima wanita cantik itu ke meja makan dan mereka pun makan bersama. Sewaktu makan Dina dibuat gedeg dengan tingkah Sherina yang sangat manja kepada Daddy nya. Dari saat mengambil posisi duduk saja wanita cantik itu tidak mau jauh dari Dipa. Bahkan ia juga sempat beberapa kali disuapi oleh Dipa.


Kini Dina paham kenapa semua keuarga Abimanyu menjuluki Sherina dengan julukan si inces karena memang Sherina lah yang paling manja dibanding Selina kakaknya. Mungkin karena Sherina itu paling bungsu.


"Dina..makannya yang banyak sayang " Bintang mengisi piring Dina dengan nasi dan lauknya lagi.


"Iya..biar bayi di perut kamu sehat " Sahut Dipa.


Dina termangu menatap kearah Bintang dan Dipa. Wajah tampan Abimanyu adalah perpaduan sempurna wajah tampan Dipa dan wajah cantik Bintang, namun kenapa Abimanyu tidak mewarisi sikap santun kedua orangtuanya ?


Selesai makan Bintang menyuruh pelayannya membuatkan salad buah karena menurutnya wanita hamil kebanyakan menyukai buah-buahan segar karena akan membantu memperbaiki mood mereka.


Ketika sedang menikmati salad buah diluar dugaan Abimanyu datang. Abimanyu yang tidak mengetahui jika Nisa dan Dina ada di rumahnya tampak kaget melihat keberadaan kedua istrinya itu.


"Katanya kamu mau nyalon " Kata Abimanyu kepada Nisa tanpa melirik sedikitpun kepada Dina yang duduk sambil menunduk menyembunyikan wajahnya dari Abimanyu.


"Sudah selesai dan kami langsung kesini " Jawab Nisa.


"Bunda yang suruh mereka kesini..kebetulan Dina juga ikut jadi sekalian kita makan bersama sambil ngobrol " Ujar Bintang.


Selesai makan siang Selina, Nana dan Sherina pulang duluan karena mereka sudah diteror oleh para bocil mereka. Bahkan Nana sempat dibuat panik ketika mendengar suara Aluna dan Alena yang sedang menangis kencang karena habis perang..mereka berdua memang suka sekali bertengkar.


Tidak lama setelah Selina, Nana dan Sherina pulang Dina juga berniat akan pulang karena ia tidak nyaman dengan kehadiran Abimanyu disana namun Bintang dan Dipa malah menyuruh Dina untuk tinggal sebentar karena ada yang akan mereka bicarakan dengan Dina.


Jantung Dina, Nisa dan Abimanyu pun saling berpacu dengan kencang menebak-nebak apa yang akan Dipa dan Bintang bicarakan dengan mereka bertiga.


"Mumpung kalian bertiga berkumpul disini Daddy ingin bertanya kepada kalian bertiga mengenai keseriusan niat kalian untuk mengadopsi bayi yang sedang Dina kandung ini " Kata Dipa dengan wajah yang serius.


"Kami serius Dad, dan Dina pun sudah setuju " Jawab Nisa sambil melirik kearah Abimanyu.


"Iya Dad..kami serius " Sahut Abimanyu.


"Kalau kamu sendiri bagaimana ?" Dipa dan Bintang mengarahkan tatapannya kepada Dina.

__ADS_1


"A..aku tidak keberatan Om..keluarga kalian aku lihat keluarga baik-baik dan aku tidak keberatan Mas Abi dan Mbak Nisa mengadopsi bayi yang sedang aku kandung ini " Jawab Dina.


"Lalu bagaimana dengan mantan suami kamu ? Kami tidak mau di belakang hari dia datang dan mengambilnya " Tanya Dipa.


"Ayah bayi aku sudah meninggal Om jadi tidak akan ada masalah apapun di kemudian hari " Jawab Dina meyakinkan karena pada kenyataannya bayi dalam perut Dina itu justru akan tinggal bersama ayah kandungnya.


Glekk..Abimanyu menelan salivanya yang terasa panas bagai bara. Bisa-bisanya Dina mengatakan jika Ayah bayinya sudah meninggal..apa Dina sedang menyumpahinya meninggal ? Dasar istri durhaka.


"Loh..kemarin Nisa bilang mantan suami kamu pergi tidak bertanggung jawab bukan meninggal ?" Tanya Bintang bingung.


"I..iya Tante..dia memang pergi begitu saja dan tidak mau bertanggung jawab dan dua bulan yang lalu dia meninggal karena kecelakaan " Jawab Dina sambil menunduk. Diam-diam Dina menggigit bibirnya sendiri.


Jika saja Dina dan Nisa sempat rapat dulu mungkin Dina juga tidak akan kebingungan seperti ini sehingga ada perbedaan cerita versi Dina dengan Nisa yang akhirnya membuat Dina terpaksa mengarang cerita  mengenai kematian tragis mantan suaminya..semoga saja Abimanyu tidak marah dan mencekiknya.


Dina tidak tau darimana ia memiliki ide untuk mengarang cerita setragis itu. Di sebelah Nisa, Abimanyu menatap tajam kearah Dina..ada aura yang gelap di wajah tampan itu. Ingin rasanya Abimanyu menelan Dina hidup-hidup saat itu juga.


"Ya Tuhan..berarti anak kamu ini sudah yatim dari sejak dalam kandungan..Tante turut berduka cita ya " Bintang menatap Dina dengan tatapan iba.


Malang sekali nasib gadis cantik ini. Di usianya yang masih muda ia harus hamil tanpa suami dan harus bejuang sendirian untuk menghidupi dirinya sendiri..sangat miris sekali.


"Terimakasih Tante " Jawab Dina lirih


Abimanyu yang duduk di dekat Nisa terlihat sangat jengkel. Nisa yang menyadari jika Abi sedang kesal kepada Dina berusaha meredam amarahnya dengan menggenggam jemari Abi lembut. "St..jangan marah sayang " Bisiknya.


Mendapat perlakuan seperti itu hati Abimanyu pun menjadi meleleh. Ia bisa mengendalikan emosinya yang meluap-luap kepada istri keduanya itu yang menurutnya sangat menjengkelkan.


"Baiklah kami lega sudah membicarakannya dengan kamu. Meskipun kelak secara hukum bayi kamu akan menjadi anak Nisa dan Abimanyu tapi kami memberi kebebasan kepada kamu untuk melihat anak kamu kapanpun kamu mau " Kata Dipa.


"Iya, Om..terimakasih " Jawab Dina.


Setelah mengobrol panjang lebar Nisa pun pamit untuk mengantarkan Dina pulang. Sebelum pulang Bintang membekali Dina banyak makanan dan juga buah-buahan.


"Setelah mengantarkan Dina pulang kamu langsung pulang ke rumah ya !" Pesan Abimanyu kepada Nisa.


"Iya " Jawab Nisa.


Jika sudah bersama Dina, Nisa memang sering lupa waktu dan malas pulang. Nisa malah sering ketiduran di kamar Dina sambil memeluk perut buncit madunya itu.


Nisa tidak sabar menunggu bayi mungil itu lahir karena bayi itulah yang kelak akan memanggil dirinya dan Abimanyu Papa dan Mama.


Nisa baru mau pulang saat Abimanyu mengabarinya jika ia sudah sampai di rumah.


"Debay..Mami pulang dulu ya. Jangan nakal dan jangan bikin repot Bunda !" Pesan Nisa sambil mengelus perut buncit Dina.


"Nak..bawa makanan darisini ya biar tidak usah repot-repot masak " Kata Bu Ahmad sambil menyiapkan makanan untuk Nisa bawa pulang.


"Iya, Bu " Jawab Nisa.


Sebenarnya Nisa memang tidak pernah kerepotan masak karena di rumah Mamanya ada beberapa pelayan yang bertugas memasak namun ternyata Abimanyu malah lebih menyukai masakan  Dina dan Ibunya daripada masakan pelayan.


"Kamu ini kalau sudah keluar suka lupa waktu " Omel Abimanyu saat Nisa pulang.


"Aku tadi ketiduran di kamar Dina " Jawab Nisa sambil meletakan makanan yang dibawanya diatas meja makan.

__ADS_1


"Makan yuk !" Ajak Nisa.


Abi duduk dan Nisa pun menyiapkan piring untuk Abimanyu. Tanpa bertanya apapun Abi  makan dengan sangat lahap. Nisa tersenyum senang melihat selera makan Abi yang sudah mulai membaik.


__ADS_2