
Sepulang dari Dokter kandungan Dina mengisi kulkasnya dengan bahan makanan yang tadi dibelinya dengan Nisa. Saking banyaknya sampai kulkas berkuran cukup besar itu sampai tidak bisa menampungnya. Akhirnya Dina terpaksa harus mengeluarkan stok mie instant miliknya kedalam lemari penyimpanan.
Disaat Dina sedang sibuk sendiri menyusun makanannya, Nisa malah sedang memperlihatkan hasil cetak USG kepada Abimanyu yang baru pulang dari ngantor.
Pagi tadi Abi memang memaksakan pergi ke kantor karena ada pekerjaan yang harus segera ia selesaikan dan tidak bisa ditunda. Bahkan di kantor Abimanyu juga sempat beberapa kali muntah-muntah.
Setelah urusan pekerjaannya selesai Satria yang merasa khawatir melihat kesehatan sang adik menyuruh Abimnayu pulang lebih awal.
"Sayang lihat deh..ini hasil cetak USG nya..usia janinnya sudah enam minggu dan kata Dokter kondisi calon janinya sehat " Nisa memperliatkan hasil cetak USG itu kepada Abimanyu.
Abimanyu mengambil benda kecil itu dari tangan Nisa dan mengamatinya. Satu sisi hati terdalamnya ada perasaan yang begitu membuncah..akhirnya ia akan menjadi seorang Ayah juga..tapi sayangnya kenapa harus melalui rahim Dina ?
"Sebentar lagi kita akan menjadi orangtua..terimakasih ya Sayang kamu sudah mengabulkan satu mimpi terbesar aku yaitu menjadi seorang ibu " Nisa memeluk perut Abimanyu.
"Apapun akan aku lakukan demi membuat kamu bahagia karena kamu adalah sumber kebahagiaan aku " Jawab Abimanyu sambil mengecup puncak kepala Nisa.
"Mas..sekarang kan Dina sedang hamil kalau boleh aku minta tolonglah kasih perhatian sama dia dan jangan terlalu cuek. Wanita yang sedang hamil itu butuh diperhatikan dan hatinya harus bahagia " Kata Nisa.
"Jangan memaksa aku untuk melakukan sesuatu yang tidak bisa aku lakukan. Aku rasa Dina juga tahu batasannya " Jawab Abimanyu tegas.
Demi menghindari cekcok akhirnya Nisa pun memilih diam. Meskipun Dina berhasil hamil namun ternyata masih belum mampu membuka hati Abimanyu yang tertutup sangat rapat untuknya.
Nisa sebetulnya merasa heran kenapa Abimanyu tidak bisa membuka hatinya sedikit saja untuk Dina padahal dimata Nisa, Dina adalah gadis yang cantik, baik dan santun..dan baktinya kepada orangtua yang membuat Nisa yakin memilih Dina untuk menjadi madunya.
-
Dina sedang menikmati satu mangkuk ice cream di teras depan ketika ada sebuah mobil mewah masuk ke halaman rumah Abimanyu. Dari dalam mobil itu turun sepasang suami istri dan sempat melirik kearah Dina dan melemparkan senyum kepadanya membuat jantung Dina berdebar tidak karuan.
Sepasang suami istri yang masih terlihat tampan dan cantik diusianya yang sudah tidak muda lagi itu pernah Dina lihat di hari ulangtahun Abimanyu beberapa waktu yang lalu. Dina yakin jika mereka adalah orangtua Abimanyu karena wajah pria itu sangat mirip dengan Abimanyu.
Sore itu Dipa dan Bintang memang sengaja datang ke rumah Abimanyu untuk melihat kondinsinya setelah Satria memberitau jika Abimanyu sakit dan sempat muntah-muntah di kantor.
Menyadari kedatangan Dipa dan Bintang Nisa pun buru-buru menyembunyikan hasil cetak USG itu kedalam laci nakasnya.
"Abi sakit apa Nis ? Bunda sampai kaget waktu Satria bilang Abi sakit " Tanya Bintang kepada menantunya.
"Iya..selama ini Abi jarang sakit loh " Tambah Dipa.
"Asam lambungnya naik Dad dan sepertinya badannya butuh istirahat " Jawab Nisa sekenanya.
"Kalau begitu kamu jangan ngantor dulu, istirahat saja sampai benar-benar pulih " Kata Dipa.
"Iya Dad " Jawab Abimanyu.
"Oh iya..Bunda barusan lihat ada seorang gadis di rumah sebelah..siapa dia ?" Tanya Bintang.
"Itu yang ngontrak Bun..sayang juga dibiarin kosong makanya kita kontrakan saja " Jawab Nisa sambil melirik kearah Abimanyu.
"Oh pantas " Jawab Bintang.
Bintang dan Dipa tidak tahu saja kalau wanita yang baru saja mereka lihat itu adalah menantunya juga yang sebentar lagi akan memberi mereka cucu.
Sore itu selain Bintang dan Dipa datang juga Satria dan Nana dan si kembar Aluna dan Alena. Nana tampak membawa makanan dan buah-buahan untuk Abimanyu yang sedang sakit.
"Om Abi sakit apa ?" Tanya Aluna yang langsung naik keatas pangkuan Abimanyu.
"Hanya sakit biasa " Jawab Abimanyu sambil meraih Alena dan ia dudukan di pangkuannya juga agar tidak iri.
"Sakit biasa tapi kamu kurusan loh " Kata Nana.
"Bagaimana tidak kurus kak kalau makan saja susah "Jawab Nisa.
" Aunty..Om Abinya dikasih vitamin saja seperti kita " Celetuk Alena.
"Iya nanti Aunty kasih vitamin Om Abinya " Jawab Nisa sambil tertawa.
Melihat sakitnya Abimanyu sebenarnya Satria jadi ingat saat Nana hamil si kembar. Satria sakit karena mengalami kehamilan simpatik sedangkan Abimanyu tidak karena harapan Nisa untuk punya anak sangat kecil karena ada masalah dengan rahimnya. Dan seluruh keluarga selalu berusaha menjaga perasaan Nisa dengan tidak pernah membahas masalah anak kepada Nisa dan Abimanyu.
Aluna dan Alena yang merasa bosan memilih bermain di halaman. Ketika mereka sedang bermain tiba-tiba mereka melihat Dina yang sedang menikmati ice creamnya.
"Dia kan kakak yang pernah bertemu kita di cafe " Aluna menyikut lengan Alena.
"Iya " Jawab Alena.
"Hai kakak cantik " Aluna dan Alena melambaikan tangannya kearah Dina.
"Hei..cantik " Dina balas melambaikan tangannya kearah si kembar. Diluar dugaan Aluna dan Alena pergi menghampiri Dina.
"Kakak rumahnya disini juga ?" Tanya Aluna.
__ADS_1
"Iya..kalian mau ice cream ?" Tawarkan Dina.
Aluna dan Alena saling tatap kemudian mengangguk.
Dina masuk kedalam rumah untuk mengambil ice cream dan kedua bocah itu malah mengikuti. Dina mengambil dua buah ice cream dan ia berikan kepada Aluna dan Alena.
"Nama kalian siapa ?" Tanya Dina saat memberikan ice cream itu.
"Aku Alena "
"Aku Aluna "
"Aluna..Alena..nama yang bagus " Ujar Dina.
Ketika Aluna dan Alena menikmati ice creamnya di dalam rumah dari arah luar terdengar suara Nana mencari-cari Aluna dan Alena.
"Kami disini Bundaa " Aluna dan Alena keluar dari rumah sebelah dengan ice cream di tangan mereka.
"Aduuh..kalian sedang ngapain disana ? Bunda cariin daritadi " Kata Nana.
"Kakak cantiik terimakasih ice creamnya " Aluna dan Alena melambaikan tangannya dan kembali ke rumah sebelah.
Setelah mengucapkan terimakasih Nana pun menggiring si kembar masuk.
"Kalian darimana ?" Tanya Bintang
"Dari rumah kakak cantik, dia baik de kasih kita ice cream " Jawab Aluna.
"Lain kali tidak boleh menerima apapun dari orang yang tidak dikenal ya " Pesan Bintang.
"Iya Ndaa " Jawab si kembar
Semua cucu Bintang dan Dipa tidak ada yang memanggil mereka Opa dan Oma tapi mereka memanggil dengan sebutan Nda dan Daddy.
"Tidak apa-apa Bun..dia itu teman aku namanya Dina..orangnya baik kok " Ujar Nisa.
"Bukannya dia itu karyawan caffe kemarin tempat Abi ultah ya ?" Tanya Nana. Rupanya Nana masih ingat kepada Dina.
"Iya kak..dia memang kerja disana " Jawab Nisa.
"Pantas saja Bunda merasa pernah melihat dia " Kata Bintang.
"Bunda kan tidak tahu " Jawab Nana sambil mengelap mulut si kembar yang belepotan ice cream.
Setelah Dipa dan Bintang dan juga Satria dan Nana pulang tidak lama kemuadian si inces dan Aksa datang dengan membawa Seika putri semata wayang mereka.
"Yaah tumbang juga lu " Kata Aksa saat Abimanyu keluar dari kamarnya.
"Gue cuma butuh istirahat saja " Jawab Abi sambil duduk di sebelah Aksa.
"Kakak aku kaget tahu saat denger dari kak Satria kalau kakak sakit, selama ini kan kak Abi jarang sakit " Kata Sherina.
Wajah cantik Sherina memperlihatkan kekhawatiran kepada kakaknya itu.
"Namanya manusia ya tidak selamanya sehat, wajar mengalami sakit " Jawab Abimanyu santai.
"Om Abi sudah disuntik ? Aku juga waktu sakit disuntik sama Om Dokter " Kata Seika yang berada di pangkuan Aksa.
"Om Abi takut disuntik Sayang " Jawab Nisa.
"Payah lu..bisanya nyuntik giliran disuntik takut " Cibir Aksa.
"Sialan lu " Umpat Abimanyu.
Nisa hanya tertawa mendengar candaan Aksa itu.
"Omongannya dijaga dong..ada Seika juga " Omel Sherina.
Aksa dan Abimanyu hanya nyengir.
"Papi sama Om ngomongin apa sih aku tidak mengerti " Kata Seika sambil menatap kearah Aksa dan Abimanyu bergantian dengan bingung.
"Untung kamu tidak mengerti sayang " Gumam Sherina sambil tertawa.
Diantara saudaranya hanya Selina yang belum datang menjenguk karena ia sedang berada di luar kota bersama Zaki dan Zein.
Dari rumah sebelah Dina hanya bisa menyaksikan seluruh keluarga Abimanyu datang dan diantara mereka semua tidak ada yang menyadari jika ia juga adalah istri Abimanyu.
* *
__ADS_1
Setelah tiga hari istirahat di rumah Abimanyu pun memaksakan diri untuk kembali ngantor. Ia sadar jika semua yang ia rasakan adalah bukan karena sakit tapi karena mengalami kehamilan simpatik seperti yang Nisa bilang dan Abimanyu tidak mungkin meninggalkan pekerjaannya terlalu lama.
Sebelum pergi Abimanyu sempat beberapa kali muntah. Ketika Abimanyu akan pergi dengan diantarkan oleh Nisa ke halaman disaat yang bersamaan Dina sedang ada di depan sedang menyirami tanaman.
Tanpa menoleh sedikitpun kepada Dina, Abimanyu langsung masuk kedalam mobilnya setelah sebelumnya ia mencium bibir Nisa dengan mesra tepat di hadapan Dina.
Dina membuang pandangannya kearah tanaman yang sedang ia sirami. Ia tahu jika Abimanyu sengaja memamerkan kemesraan di hadapan Dina.
Dina berusaha membuang rasa cemburu yang ia rasakan karena ia sadar jika mereka adalah suami istri dan ia adalah orang baru yang baru hadir dalam kehidupan mereka.
Setelah mobil Abimanyu berlalu Nisa pun menghampiri Dina. "Na..sudah minum susu ?" Tanya Nisa.
Nisa memang paling rajin mengingatkan Dina minum susu karena Dina selalu melupakannya.
"Pasti belum kan " Tebak Nisa saat dilihatnya Dina malah termenung.
"Iya lupa mbak " Jawab Dina tersipu
"Ya ampun Dinaa..jangan sampai lupa dong " Omel Nisa sambil pergi ke dapur Dina dan kemudian membuatkan segelas susu khusus untuk ibu hamil.
"Mbak tidak mau tahu pokoknya harus kamu habiskan !" Perintah Nisa sambil menatap Dina galak.
"Iya mbak " Jawab Dina sambil bersusah payah menghabiskan susunya.
"Mbak akan ke Rumah sakit, kalau mau apa-apa kamu bel mbak saja tidak usah kamu yang repot beli " Pesan Nisa.
Dina mengangguk haru, Nisa sangat perhatian kepadanya tidak seperti Abimanyu yang seolah tidak mau tahu dengan keadaannya.
Selain Nisa orang yang sangat mempehatikannya adalah Ayah dan Ibunya. Jika senggang mereka selalu datang mengunjungi Dina dengan membawa makanan yang Dina inginkan.
Setiap kali Dina menginginkan sesuatu Dina tidak pernah meminta kepada Nisa namun ia memilih meminta kepada Ayah dan Ibunya yang pastinya selalu berusaha mereka penuhi.
Seperti sore ini, Ayah dan Ibu Dina datang mengantarkan pepes jamur untuk Dina. Semalam Dina meminta dibuatkan pepes jamur kepada Ibunya.
Ibu Dina membawa pepes jamur itu bukan hanya untuk Dina saja tapi juga untuk Abimanyu dan Nisa.
Motor Ayah Dina sampai hampir berbarengan dengan kedatangan mobil Abimanyu yang baru pulang dari kantor. Begitu turun dari mobil Abimanyu langsung masuk kedalam rumah dan tidak menyapa Ayah dan Ibu Dina yang baru turun dari motornya.
Perasaan kedua orangtua Dina itu tentu saja tersinggung tapi mereka menyembunyikannya dari Dina. Mereka tidak mau sampai membebani pikiran Dina jika mereka mengadu akan sikap Abimanyu yang menurutnya tidak menghargai mereka.
Melihat orangtuanya datang dengan membawa pepes jamur pesanannya Dina pun makan dengan sangat lahap. Awalnya Ibu Dina berniat membagi pepes jamur itu kepada Nisa dan Abi, namun demi melihat sikap dingin Abimanyu itu akhirnya mereka mengurungkannya..sepertinya Abimanyu tidak akan sudi memakan masakan mereka.
Sampai Ayah dan Ibu Dina pulang Abimanyu sama sekali tidak datang walaupun hanya untuk sekedar menyapa. Benar-benar menantu yang kurang ajar.
Setelah Ayah dan Ibunya pulang Dina pun langsung ketiduran di sofa karena kenyang makan. Berbeda dengan Abimanyu yang terlihat mondar-mandir ke kamar mandi memuntahkan isi perutnya.
Wajah Abimanyu terlihat pucat saat Nisa pulang. Semua makanan yang ia telan sudah ia keluarkan lagi dan pastinya ia pun merasa lemas.
"Sayang..mau aku buatkan apa untuk makan malam kita ?" Tanya Nisa.
"Aku mau makan pepes jamur " Jawab Abimanyu.
"Pepes jamur ?" Nisa tampak bingung.
Di kulkas Dina selalu ada stok jamur kiriman Ayahnya tapi Nisa tidak memiliki daun pisang untuk membungkusnya.
"Kalau begitu kita beli saja " Kata Nisa.
Abimanyu mengangguk
Nisa pergi ke rumah sebelah untuk menanyakan dimana yang ada jual pepes jamur yang enak karena Abimanyu sedang menginginkannya.
Tiba di rumah sebelah Nisa mendapati Dina sedang ketiduran di sofa dan kebetulan sekali Nisa menemukan ada beberapa buah pepes jamur diatas meja.
"Na..kenapa tidur disini ?" Nisa mengusap pipi Dina lembut.
Merasa ada yang menyentuh pipinya Dina pun terbangun.
"Na..di meja itu pepes jamur ya ?" Tanya Nisa.
"Iya, Mbak..Ayah dan Ibu yang kirim " Jawab Dina.
"Mbak mau dong " Kata Nisa
"Boleh mbak..aku siapin nasinya sekalian ya " Kata Dina sambil beranjak hendak menyiapkan piring dan nasi untuk Nisa.
"Aku makan di rumah saja, Mas Abi barusan ingin makan pepes jamur eh kebetulan di kamu ada " Ujar Nisa sambil tertawa.
Dina memberikan semua pepes jamur itu kepada Nisa dan langsung Nisa bawa pulang untuk ia makan bersama Abimanyu.
__ADS_1
Abimanyu makan dengan lahap tanpa tahu jika pepes jamur itu adalah buatan mertuanya yang tadi tidak ia anggap keberadaannya.