Istri Kedua Sang Mantan

Istri Kedua Sang Mantan
Bukan Madu Biasa


__ADS_3

Sepulang dari seminar Nisa langsung pulang ke rumah mertuanya karena Abimanyu ada disana. Kedatangan Nisa disambut heboh semua keponakannya. Zein, Aluna, Alena dan juga si centil Seika berlomba memburu Nisa.


"Aunty Nisa bawa apa ?" Tanya keempat bocah itu.


"Ada ice cream, kue..pokoknya jajanan kesukaan kalian ada semua " Jawab Nisa sambil memberikan kantung belanjaannya kepada keempat bocah itu.


Zein, Aluna, Alena dan Seika membawa kantung berisi aneka jajanan itu ke tempat mereka bermain.


"Mas Abi mana Bun ?" Tanya Nisa sambil mencium tangan Bintang dan Dipa.


"Sepertinya masih tidur. Semalam habis begadang sama Aksa " Jawab Bintang.


"Iya, Kak..Aksa juga sekarang masih ngorok. Entah habis darimana mereka semalam " Ujar Sherina.


Nisa pun pamit pergi ke kamarnya dan disana ia mendapati Abimanyu sedang tertidur dengan pulasnya. Dengan perlahan Nisa naik keatas ranjang dan mencium bibir Abimanyu dengan lembut.


"Sayaang aku pulang " Bisiknya.


"Menyadari ada yang menyentuh bibirnya Abimanyu pun membuka matanya dan senyum manis pun langsung mengembang di bibirnya.


"Akhirnya kamu pulang juga. Aku kangen banget sama kamu " Kata Abimanyu sambil menarik Nisa hingga terjatuh diatas tubuhnya.


Nisa tertawa saat Abimanyu mengunci tubuhnya dan langsung melahap bibirnya. Tangan Abimanyu mulai nakal meremas bokongnya dan Nisa merasakan ada yang terbangun di bawah sana. Sepertinya Abimanyu sedang benar-benar menginginkannya.


"Maas..maaf aku sedang datang bulan " Bisik Nisa.


"Argh..kok bisa sih " Abimanyu mengerang frustasi.


"Kenapa harus datang disaat aku sedang kangen banget sama kamu " Keluhnya.


Nisa tertawa sambil menyisir rambut Abimanyu. " Kalau begitu kita pulang..di rumah ada Dina jadi aku pastikan kepala kamu tidak akan pusing " Katanya sambil tertawa.


Mendengar ucapan Nisa barusan wajah Abimanyu mendadak berubah menjadi garang. "Aku tidak mau " Jawabnya.


"Kamu jangan begitu dong sayang..walau bagaimanapun Dina itu kan istri kamu juga " Nisa berkata lembut sambil terus menyisir rambut Abimanyu dengan jarinya.


"Berhenti membahas dia, jangan bikin mood aku hilang " Kata Abimanyu.


Nisa pun akhirnya mengalah dan berhenti membahas Dina. Demi menyenangkan suaminya Nisa pun akhirnya mengambil jalan lain demi memuaskan suaminya. Padahal Nisa maunya Abimanyu pergi menemui Dina agar wanita itu bisa hamil secepatnya..tapi sayangnya Abi malah menolak.


Satu jam kemudian Abimanyu mengerang nikmat setelah Nisa berhasil membuatnya ******* dan merekapun mandi bersama dan bersiap untuk pulang.


Tiba di rumah suasana sangat sepi karena Dina sedang bekerja. Sejak Abimanyu melarang masuk ke rumahnya Dina memang memutuskan untuk kembali mengambil long shift karena toh di rumah pun tidak ada yang harus ia kerjakan.


Dengan mengambil long shift Dina menjadi sedikit melupakan kegundahan hatinya dan selain itu ia juga memiliki uang tambahan untuk membantu kebutuhan orangtuanya.


Sebetulnya Orangtua Dina tidak pernah menuntut apa-apa dari Putri semata wayangnya itu. Bahkan Ayah Dina sempat berniat akan mencari pinjaman demi membayar biaya oprasi agar Dina bisa terbebas dari perlakuan buruk Abimanyu.


Selama ini Dina tidak pernah mengadu apapun kepada orangtuanya mengenai perlakuan Abi itu , namun sebagai orangtua mereka bisa melihat jika putrinya tidak bahagia dengan pernikahannya terlebih setelah meliat perlakuan Abi yang tidak sopan saat hari pernikahannya.


Jam sepuluh malam Dina baru sampai ke rumah. Wanita cantik itu turun dari ojek dengan membawa satu kotak pizza di tangannya. Hari ini Dina baru gajian dan ia ingin makan Pizza yang baru bisa ia beli satu bulan sekali saat gajian saja.


Sebelum masuk Dina sempat melirik kearah mobil Abimanyu yang terparkir di depan rumahnya. Rupanya Abi pulang setelah tiga hari Dina tidak melihat Abi pulang ke rumah.


Menyadari kepulangan Dina, Nisa yang belum tidur pun pamit kepada Abi yang sedang nonton Bola untuk menemui Dina. Dari Bandung Nisa membeli banyak oleh-oleh untuk dibagikan termasuk untuk Dina.


"Baru pulang Na ?" Sapa Nisa dan langsung duduk di sebelah Dina yang sedang menikmati Pizza nya dengan lahap.


"Iya, Mbak...Pizzanya Mbak. Hari ini aku habis gajian makanya pulangnya beli Pizza. Maaf tidak beli dua karena tidak tahu kalau mbak Nisa sudah pulang " Dina menyodorkan kotak pizza di pangkuannya kepada Nisa.


"Oh jadi hari ini kamu gajian " Kata Nisa sambil mengambil satu potong dan memakannya.


"Iya. Mbak..bulan ini aku banyak lemburan jadi dapat gajinya lumayan " Jawab Dina dengan wajah berseri.


"Syukurlah..mbak ikut senang " Jawab Nisa.


"Mbak kapan pulang dari Bandung ?" Tanya Dina sambil mengunyah Pizzanya.


"Tadi sore " Jawab Nisa.


"Oh ya..mbak minta nomor rekening kamu dong " Kata Nisa.

__ADS_1


"Nomor rekening ? untuk apa mbak ?" Tanya Dina.


"Kamu juga kan istrinya Mas Abi..jadi kamu juga berhak mendapatkan nafkah dari mas Abi " Jawab Nisa.


"Aku tidak punya nomor rekening mbak " Jawab Dina berbohong.


"Hari gini tidak punya nomor rekening..kebangetan kamu " Nisa meledek


Dina menanggapi ledekan Nisa dengan tertawa.


"Kalau begitu nanti mbak akan buatkan rekening untuk kamu " Kata Nisa.


Dina menghentikan makannya kemudian menatap kearah Nisa. Tiba-tiba saja Dina memeluk perut Nisa membuat Dokter muda itu kaget.


"Mbak Nisa itu kenapa baik banget sama aku ? Aku jadi merasa seperti mempunyai sorang kakak perempuan " Kata Dina.


"Aku juga merasa punya adik perempuan " Jawab Nisa sambil balas memeluk Dina.


Kedua wanita yang berstatus sebagai istri tua dan istri muda itu saling berpelukan. Entah mengapa Nisa begitu menyayangi Dina dari sejak mereka bertemu saat Dina datang ke ruangannya untuk menanyakan rincian biaya oprasi ayahnya.


"Kamu tidak melakukan perintah mbak untuk memasakan makanan untuk mas Abi ya..mbak lihat di kulkas makanan masih utuh " Kata Nisa.


"Maaf mbak..mas Abi bilang dia tidak akan pulang makanya aku tidak masak untuk dia " Jawab Dina berbohong.


Dina tidak mengatakan kepada Nisa kalau Abi memarahinya karena ia sudah lancang membereskan rumah dan bahkan Abi juga melarang Dina masuk ke rumahnya.


"Mas Abi malah menginap di rumah orangtuanya, mungkin dia masih segan sama kamu..kamu sabar ya " Kata Nisa


"Iya mbak " Jawab Dina.


Setelah menghabiskan beberapa potong Pizza Nisa pun pulang. Sebelum pulang Nisa membawa dua potong Pizza untuk Abimanyu dalam sebuah piring kecil.


"Aku pikir kamu mau menginap disana " Sindir Abimanyu karena Nisa cukup lama berada di rumah sebelah.


"Keasikan ngobrol Mas..oh iya aku bawakan Pizza nih. Dina hari ini gajian " Nisa meletakan piring kecil berisi dua potong Pizza itu di hadapan Abimanyu namun  sama sekali tidak dilirik oleh Abimanyu.


Nisa hanya mengela nafas dan membuangnya ke udara demi melihat sikap cuek Abimanyu pada apapun yang berhubungan dengan Dina.


Setelah pertandingan bola yang ditonton Abi selesai mereka pun pergi tidur. Abi sama sekali tidak melirik Pizza diatas meja apalagi  memakannya.


------------------------


Hari ini pengunjung Coffe shop tempat Dina bekerja lumayan ramai. Dina sedang bertugas mengantarkan pesanan makanan ke sebuah meja yang berisi tiga wanita cantik beserta anak-anaknya satu anak laki-laki dan tiga anak perempuan. Dua anak perempuan terlihat sangat mirip sepertinya mereka kembar.


Pada saat mengantarkan empat mangkuk ice cream tiba-tiba kedua bocah kembar itu bertengkar. Mereka berebut ingin mangkuk berwarna merah muda. Dina memang menyajikan ice cream itu dalam mangkuk aneka warna yang menarik karena yang memesannya adalah anak-anak.


Sang Bunda berusaha melerai namun akhirnya ice cream itu tumpah. Beruntung mangkuk yang digunakan adalah bahan melamin sehingga anti pecah.


"Aduuh..maaf ya mbak " Kata Sang Bunda sementara si kembar dipisahkan oleh kedua wanita yang bersamanya.


"Aluna..Alena..kenapa sih kalian itu berantem terus " Kata Wanita yang terlihat paling muda.


"Aku mau mangkuk yang warna Pink Aunty Sherin " Jawab si kembar.


"Tapi aku juga mau mangkuk yang berwarna Pink " Kembarannya tidak mau kalah.


"Mbak..bisa pesan lagi dua dengan mangkuk berwarna Pink " Pinta sang Bunda kepada Bunda.


"Baik..saya akan buatkan " Jawab Dina sambil pergi untuk menyiapkan pesanan untuk si kembar.


Dina kembali mengantarkan pesanan si kembar dan kedua bocah itupun baru berhenti bertengkar.


"Terimakasih ya mbak " Kata Sang Bunda ramah.


"Sama-sama " Jawab Dina sambil pamitan untuk melayani pengunjung yang lain.


Sambil berlalu Dina tampak tersenyum melihat tingkah bocah-bocah itu. Meskipun merepotkan namun mereka terlihat sangat menggemaskan.


Pada saat Dina melewati meja itu Dina sempat mendengar mereka sedang merencanakan akan memberikan kejutan ulangtahun untuk saudara mereka.


Dina tersenyum melihat kekompakan mereka dan pastinya mereka adalah keluarga yang sangat haronis. Benar-benar keluarga yang beruntung.

__ADS_1


"Aku mau kasih kado coklat untuk Om Abi " Kata si kembar yang entah  Aluna atau Alena.


"Om Abi ?"  Mata Dina menyipit saat bocah kembar itu menyebut nama Abi.


Sampai saat ini Dina masih ingat tanggal ulangtahun Abimanyu yang akan jatuh pada hari esok. Apakah mereka semua adalah keluarganya Abimanyu ?


Dina diam-diam mencuri pandang kearah ketiga wanita cantik itu dan jika dilihat secara seksama sereka memang memiliki garis wajah yang hampir sama dengan Abimanyu. Hanya Bundanya si kembar saja yang terlihat berbeda.


Setelah menghabiskan selesai rapat dan menghabiskan makanan dan minumannya rombongan yang Dina duga keluarga Abimanyu pun pulang. Pada saat akan pulang keempat bocah itu melambaikan tangannya kepada Dina.


"Dadah kakak cantik " Kata keempat bocah itu membuat Dina tersenyum sambil balas melambaikan tangannya kepada keempat bocah itu.


"Kamu kenal sama mereka ?" Tanya Mbak Caca.


"Tidak Mbak..tapi anak yang kembar tadi sempat bertengkar rebutan mangkuk ice cream berwarna pink  " Jawab Dina sambil tertawa.


"Kamu tahu tidak mereka itu siapa ?" Tanya Mbak Caca.


Dina menggeleng


"Mereka itu anak, mantu dan cucu keluarga Pengusaha terkenal " Bisik Mbak Caca.


"Oh begitu mbak " Dina melongo.


"Iya..tapi mereka kelihatannya baik ya dan tidak sombong " Kata Mbak Caca.


"Tadi waktu aku mengantarkan pesanan ke meja mereka semua bersikap ramah " Jawab Dina.


"Keren ya..jarang loh ada keluarga pengusaha yang tajir melintir seperti mereka bersikap baik dan tidak sombong " Puji mbak Caca.


Dina mengangguk, apakah mereka itu keluarga Abimanyu ?


Setelah Coffe shop tutup Dina pulang ke rumah orangtuanya. Kebetulan besok adalah jatah hari libur Dina dan ia akan memberikan sebagian uang gajinya kepada orangtuanya.


Kepulangan Dina disambut haru oleh orangtuanya.


"Apakah suami kamu bersikap baik kepada kamu ?" Tanya Pak Ahmad Ayah Dina.


"Mas Abi memperlakukan aku baik, Yah..malah mbak Nisa menganggap aku seperti adiknya . Jadi kalian jangan kuatirkan aku " Jawab Dina.


"Syukurlah kalau begitu " Pak Ahmad terlihat lega mendengarnya.


"Kamu sudah bilang sama suami kamu kalau mau menginap disini ?" Tanya Bu Niar Ibu Dina.


"Su..sudah bu..Mas Abi tidak keberatan aku menginap disini " Jawab Dina berbohong.


Pada kenyataannya mana peduli Abimanyu kepada Dina. Mau pulang atau tidak pun Abi tidak akan pernah mencarinya. Berbeda dengan Nisa, menyadari jika hampir jam 12 malam Dina belum juga pulang ia membangunkan Abimanyu.


"Mas bangun..ini sudah jam 12 malam tapi Dina masih belum pulang. Aku khawatir sama dia " Nisa membangunkan Abimanyu.


"Jadi kamu sengaja membangunkan aku hanya untuk ngurusin wanita itu ?" Abimanyu terlihat kesal karena Nisa sudah mengganggu tidurnya apalagi hanya untuk mengkhawatirkan Dina yang belum pulang.


"Dina itu istri kamu juga Mas..masa kamu tidak khawatir sih ? Bagaimana kalau sampai terjadi sesuatu sama dia ?"


"Aku tidak peduli " Jawab Abimanyu sambil menarik selimutnya dan membalikan badannya memunggungi Nisa.


Dengan wajah khawatir Nisa mencoba menghubungi Dina dan tidak lama kemudian Dina pun mengangkatnya.


"Na..kamu dimana ? Kenapa belum pulang ?" Tanya Nisa


"Aku pulang ke rumah Ayah mbak...maaf aku lupa bilang " Jawab Dina di sebrang sana.


"Lain kali kalau mau pergi kemanapun kamu bilang mbak ya..jangan bikin mbak khawatir seperti ini " Pesan Nisa.


"Iya mbak maaf " Jawab Dina.


"Ya sudah kalau begitu mbak bisa tidur dengan tenang sekarang " Kata Nisa.


Mendegar ucapan Nisa barusan hati Dina terasa menghangat. Nisa begitu peratian dan khawatir kepadanya. Apakah Abimanyu juga mengkhawatirkannya ?


"Dasar merepotkan " Ucap Abimanyu sinis. Rupanya pria itu belum benar-benar tertidur dan sempat mendengar Nisa berbicara dengan Dina di telepon.

__ADS_1


__ADS_2