
Setelah semalam menginap di rumah orangtuanya keesokannya Dina pun pulang. Dari rumah orangtuanya Dina dibekali jamur tiram karena pagi tadi kebetulan habis panen.
Sebelum pulang Dina juga membeli bumbu dapur di warung dekat rumah orangtuanya karena sesekali Dina juga suka masak di rumahnya..jika sedang ingin tepatnya.
Baru saja tiba di rumah tiba-tiba mbak Caca menelponnya. Tidak biasanya mbak Caca menghubunginya disaat Dina libur kerja.
"Na..mbak bisa minta tolong sama kamu tidak ?" Tanya mbak Caca diujung sana.
"Minta tolong apa ?" Tanya Dina
"Hari ini si Yuli tidak masuk karena jatuh dari motor saat mau ke cafe, kamu bisa tidak gantiin tugas dia untuk hari ini saja. Nanti mbak bayar lebih deh uang lemburannya. Soalnya sore ini ruang VIP kita ada yang boking. Jadi pasti kita butuh orang banyak buat disana " Kata Mbak Caca setengah membujuk.
Mendengar akan mendapatkan uang lemburan lebih Dina pun akhirnya menjadi tergiur dan ia pun menerima tawaran Mbak Caca untuk masuk kerja di hari liburnya.
Satu jam kemudian Dina pun sudah sampai di tempat kerjanya dan mbak Caca langsung menugaskan Dina di ruang VIP. Di bagian tengah ruang VIP yang luas itu sudah dipasang sebuah meja yang cukup besar dan disana sudah tersedia aneka makanan western dan Asia lengkap. Di bagian ujung juga ada sebuah Birthday Cake yang berukuran cukup besar yang masih tertutup tudung saji .
Dina langsung berbaur dengan teman-temannya menyiapkan semuanya dengan sempurna agar tidak mengecewakan mbak Caca. Setelah semua makanan dan minuman siap nantinya Dina dan dua temannya akan bertugas disana melayani sampai acara selesai.
-----------------------------
Abimanyu melajukan mobilnya ke alamat sebuah Coffe Shop yang sudah cukup familiar baginya karena ia sudah pernah nongkrong dengan Aksa disana..dan disana adalah tempat kerja Dina juga.
Setengah jam yang lalu Satria menyuruh Abimanyu datang kesana untuk menemui kliennya. Abimanyu sempat menolak dan meminta untuk bertemu di tempat lain namun Satria malah menegur dan menyuruh Abimanyu untuk menghargai kliennya karena tempat itu mereka yang pilih.
Dengan terpaksa Abimanyu pun datang kesana sendirian. Tanpa Abimanyu sadari jika diam-diam seluruh keluarganya mengikuti di belakang mobilnya termasuk Nisa yang dijemput oleh Sherina ke Rumah sakit.
Saat tiba di Coffe Shop Abimanyu pun langsung dipersilahkan menuju ruang VIP. Dina yang sudah standbye disana tentu saja kaget dengan kedatangan Abimanyu begitu juga dengan Abimanyu.
Belum hilang kekagetan Dina dan Abimanyu tiba-tiba datang rombongan seluruh keluarga Abimanyu dan mengucapkan
" SELAMAT ULANG TAHUN "
"Ya ampun jadi kamu sengaja ngerjain aku kak ?" Tanya Abi kepada Satria.
"Mereka yang menyuruh " Jawab Satria sambil menunjuk kearah Selina, Nana dan Sherina yang tampak cengengesan.
Dina yang baru menyadari situasi buru-buru menyibukkan diri dengan pekerjaannya. Ia mengambil tudung saji sehingga terpampanglah Birthday cake untuk Abimanyu. Jika saja ia tadi sempat melihatnya pastinya Dina tidak akan sekaget ini saat bertemu dengan Abimanyu.
Mata jeli Nisa pun akhirnya menangkap keadiran Dina disana yang tentunya bukan sebagai tamu undangan namun sebagai pelayan.
Hati Nisa terasa trenyuh saat melihat Dina mondar mandir menjadi pelayan di acara ulang tahun suaminya sendiri. Jika saja Nisa tahu jika Dina juga bekerja disini pasti Nisa tidak akan setuju ulangtahun Abi dirayakan disini.
Acara dimulai dengan pembacaan Doa yang dipimpin oleh Dipa. Semua larut dalam doa yang khusyu. Dalam Doanya Nisa meminta kepada Tuhan agar Dina secepatnya bisa hamil.
__ADS_1
Setelah selesai berdoa acara dilanjutkan dengan pemotongan kue ulang tahun. Abi mengisi piring kecil dengan potongan kue pertamanya.
"Potongan kue pertama ini aku persembahkan untuk dua orang wanita yang paling aku cintai yaitu Bunda dan istri aku " Kata Abimanyu sambil menyuapi Bintang dan Nisa bergantian sampai kue itu habis.
Di jajaran para pelayan yang siap melakukan tugasnya Dina tampak menunduk menyembunyikan kilatan bening di matanya. Jika saja Dina tahu kalau ruang VIP ini akan dipakai untuk acara ulangtahun Abi pasti Dina tidak akan menerima tawaran mbak Caca meskipun diiming-imingi uang lembur berkali-kali lipat.
Tapi mau bagaimana lagi, sekarang nasi sudah menjadi bubur dan Dina harus menerima nasibnya menjadi pelayan di tengah-tengah keluarga besar Abimanyu..yang itu artinya adalah keluarganya juga.
"Mbak..tolong dibagi kue ulangtaun ini untuk anak-anak " Selina melambaikan tangannya kepada Dina.
"Baik mbak " Jawab Dina sambil mengambil kue ulangtahun di hadapan Abimanyu itu untuk ia potong-potong karena ada empat bocah yang sudah sangat menginginkannya.
"Kakak cantik ini yang kemarin ya ?" Tanya Aluna sambil mencolek tangan Dina.
"Hai cantik..masih ingat kakak ya ?" Dina tersenyum sambil memberikan potongan kue itu kepada Zein, Aluna , Alena dan Seika.
"Masih dong " Jawab Aluna centil
Keempat bocah itu memilih duduk terpisah dari orangtuanya sementara Dina mulai memotong kue itu dan meletakkannya dalam piring kecil dan ia susun di meja dessert.
"Sudah boleh makan nih ?" Tanya Aksa yang duduk di sebelah Sherina.
"Tunggu apalagi..makan saja. Daddy juga sudah lapar " Jawab Dipa sambil mendahului makan dan disusul oleh seluruh keluarga.
Selesai makan-makan mereka melanjutkan dengan berkaraoke bersama. Dina dan teman-temannya membereskan piring bekas makan dan membawanya ke belakang karena meja itu akan diisi dengan aneka hidangan penutup.
Selama acara berlangsung Nisa terpaksa tidak menegur Dina karena ia sudah terlanjur janji untuk meraasiakan pernikahan Abimanyu dengan Dina dari seluruh keluarganya walaupun Nisa merasa tidak tega.
Jam delapan malam acara usai dan semua pun pulang. Dina melanjutkan pekerjaannya membereskan semua sisa pesta bersama teman-temannya dan baru pulang jam 10 malam saat Coffe Shop itu tutup.
Jam 11 malam Dina baru sampai ke rumah dan rumah Abimanyu tampak sudah gelap karena Nisa dan Abimanyu sudah tidur. Tanpa Dina tahu sebetulnya cukup lama Nisa menunggu Dina di rumahnya.
Nisa yang merasa tidak enak hati berniat ingin mengajak Dina bicara agar Dina tidak terlalu sedih karena merasa sebagai istri yang tidak dianggap. Namun karena rasa kantuk sudah terlanjur mendera akhirnya Nisa pun ketiduran.
Keesokannya pagi-pagi setelah Abimanyu pergi ke kantor barulah Nisa bertemu dengan Dina.
"Na maaf ya atas kejadian kemarin. Mbak benar-benar tidak tahu kalau cafe itu adalah tempat kerja kamu. Kalau mbak tahu kamu kerja disana pasti mbak akan mencari tempat lain untuk merayakan hari ulangtahun Mas Abi..dan mbak juga tidak melibatkan kamu di acara itu karena Mas Abi meminta agar pernikahan kalian dirahasiakan dari keluarganya " Kata Nisa sambil menggenggam tangan Dina.
"Tidak apa-apa mbak " Jawab Dina sambil memperlihatkan senyum manisnya kepada Nisa.
Dina berusaha menunjukkan jika ia baik-baik saja di hadapan Nisa. Padahal kenyataannya hati Dina perih seperti teriris sembilu.
"Bagaimana kalau kita rayakan ulangtahun Mas Abi bertiga. Kita cari tempat makan yang enak " Ajak Nisa.
__ADS_1
"Terserah mbak Nisa saja " Jawab Dina.
Sebenarnya Dina tidak yakin jika Abimanyu akan menyukai ide Nisa itu. Namun Dina tidak mungkin menolak karena nantinya akan terkesan jika Dina tidak peduli kepada Abimanyu.
"Kalau begitu aku akan pesan tempat sekarang. Nanti pulang ngantor aku akan suruh mas Abi datang kesana..anggap saja ini kejutan kedua khusus dari kita " Kata Nisa bersemangat.
Dina hanya mengangguk pasrah, ia tidak memiliki pilihan lain selain mengikuti rencana Nisa.
Dan akhirnya menjelang Abi pulang dari ngantor Nisa dan Dina sudah berada di sebuah Resto. Mereka mengambil tempat makan di area rooftop yang lebih privacy. Mereka juga sudah memesan makanan agar Abi bisa langsung makan karena akhir-akhir ini menurut Nisa Abi menjadi tidak sabaran dan lebih cepat marah.
Tidak lama kemudian Abimanyu muncul dan wajahnya terlihat masam begitu melihat kehadiran Dina disana. Saat Nisa menyuruhnya datang Abi pikir Nisa tidak bersama Dina.
Jika saja Abi tahu disana ada Dina juga pasti Abi akan menolak datang. Lagian Nisa itu ada-ada saja bagaimana bisa ia punya ide gila mengajak mereka makan bertiga.
"Selamat ulangtahun ya, Mas..maaf kemarin tidak sempat mengucapkan " Kata Dina.
"Hmmm.." Hanya itu jawaban Abimanyu.
"Ini kado dari kita untuk kamu Mas..semoga kamu suka " Nisa mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam tasnya.
Dina melongo karena Nisa tidak membahas itu sebelumnya. Malah Dina tidak tahu jika Nisa sudah menyiapkan kado untuk Abi dengan mengatas namakan mereka berdua.
Dina memang tidak menyiapkan kado apapun untuk Abimanyu karena ia tahu selera Abimanyu..daripada Dina memberi kado yang murah dan ujung-ujungnya tidak akan dipakai lebih baik Dina tidak memberi kado sekalian.
"Terimakasih sayang " Jawab Abimanyu.
Dina menunduk, meskipun Nisa mengatakan jika kado itu dari mereka berdua nyatanya Abi hanya berterimakasih kepada Nisa saja.
"Ya sudah kalau begitu kita makan " Kata Nisa memecah suasana yang begitu kaku.
Sepanjang acara makan itu Abimanyu hanya mau berbicara kepada Nisa. Tidak pernah satu kata pun keluar dari bibir Abimanyu untuk Dina. Jika tidak ada Nisa mungkin Dina akan membisu sampai acara makan selesai.
Jika boleh memilih ingin rasanya Dina tenggelam saja agar ia enyah dari hadapan Abi dan Nisa. Nisa terlihat serba salah dan ia semakin merasa bersalah karena semakin membuat Dina sakit hati dengan perlakuan Abimanyu yang selalu dingin kepadanya. Padahal niat Nisa mengajak mereka makan bertiga adalah baik, Nisa ingin memberi kesempatan kepada Dina untuk ikut merayakan hari ulangtahun Abimanyu.
Setelah selesai makan dan akan pulang Nisa menyuruh Dina pulang dengan Abimanyu dengan alasan ia masih harus ke Rumah sakit. Dengan terpaksa akhirnya Dina pun pulang bersama Abimanyu.
Tanpa mereka tahu sebenarnya Nisa tidak pergi ke Rumah sakit tapi ia pergi jalan-jalan ke mall sendirian. Nisa berbohong untuk memberi kesempatan Abimanyu dan Dina berdua.
"Dulu lu sudah memutuskan untuk pergi dari kehidupan gue, jadi sekarang dan sampai kapan pun lu jangan pernah berharap bisa masuk lagi kedalam kehidupan gue..jika sekarang kita seperti ini adalah karena Nisa. Gue ingin membuat dia bahagia dengan menjadikan dia seorang ibu melalui lu..setelah lu berhasil memberikan kami anak gue harap lu sadar diri dan segera pergi dari kehidupan gue selamanya " Kata Abimanyu.
"I..iya Mas " Jawab Dina sambil menelan ludahnya yang terasa mengering.
Setelah sampai di rumah Dina pun langsung masuk kekamarnya dan mengurung diri disana. Dina mengabaikan panggilan Nisa yang datang satu jam kemudian.
__ADS_1
Dina memilih pura-pura tidur agar Nisa tidak melihat matanya yang bengkak karena habis menangis.