
Sudah satu minggu Nisa ngambek dan memutuskan tinggal di rumah sebelah membuat Abimanyu menjadi gelisah. Selama bertahun-tahun menikah baru kali ini Nisa marah kepadanya. Abimanyu baru sadar jika sebesar itu keinginan Nisa untuk menjadi seorang ibu dan ia terlihat sangat kecewa ketika Abimanyu mematahkan usahanya itu.
Setiap malam Abimanyu tidak bisa tidur karena Nisa tidak ada di sisinya. Ia merasa ada yang hilang dalam dirinya saat Nisa tidak ada disisinya padahal Nisa ada di rumah sebelah. Setiap waktu Abimanyu juga sudah berusaha meminta maaf namun Nisa masih saja mengabaikannya. Nisa benar-benar marah kepada Abimanyu karena telah membuat Dina pergi.
Abimanyu berusaha merenung mencari jalan terbaik mengenai permasalahan dalam rumah tangganya dan akhirnya Abimanyu menemukan akar permasalaannya adalah soal anak. Nisa sangat menginginkan kehadiran anak dan ia juga begitu..salahnya kenapa harus Dina yang Nisa pilih.
Nisa tidak tahu jika wanita yang ia bawa ke rumah untuk menjadi madunya itu adalah orang yang sudah membuat suaminya patah hati. Salahnya Abi yang tidak mau jujur kepada Nisa mengenai keadaan hatinya saat dulu mereka memutuskan menikah.
Abi terlalu benci kepada Dina sehingga ia tidak mau mengingat apapun tentang gadis itu apalagi membahasnya. Namun siapa sangka kini gadis itu malah datang tanpa permisi dalam kehidupan rumah tangganya dengan Nisa dan Abi tidak siap untuk menerima kehadiran Dina dalam hidupnya untuk yang kedua kalinya setelah gadis itu menorehkan luka yang sangat dalam di hatinya beberapa tahun yang lalu.
Pagi ini Abi kembali medatangi Nisa di rumah sebelah. Istrinya itu terlihat sedang sarapan. Nisa juga membuatkan sarapan untuk Abi dan sudah ia antarkan namun Abi malah menyusulnya.
"Sayang..sudah dong marahya. Aku minta maaf ya " Pinta Abimanyu.
Nisa diam tidak bergeming sambil meminum susu hangatnya.
"Bagaimana kalau besok kita ke Panti Asuhan..kita lanjutkan rencana kita untuk adopsi bayi " Bujuk Abimanyu.
Mendengar ucapan Abi itu Nisa langsung mengarahkan tatapan tajamnya kepada Abimanyu.
"Lalu bagaimana dengan Dina ? Dia itu sekarang adalah istri kamu " Tanya Nisa .
"Kenapa harus memikirkan dia sih ? Dia sudah pergi sayang..dia harusnya bersyukur karena ia tidak dirugikan sama sekali. Ayahnya selamat tanpa mengeluarkan uang sepeser pun.. " Kata Abimanyu.
"Jadi kamu membuang istri kamu sendiri hah ?" Nisa menatap tajam kearah Abimanyu.
Abimanyu salah tingkah.
"Walau bagaimanapun Dina itu istri kamu jadi kamu tidak bisa seenaknya menyuruh dia pergi " Nisa benar-benar marah kepada Abimanyu.
Abimanyu terdiam.
"Setahu aku seluruh pria di keluarga kamu benar-benar menghargai wanita, lalu kenapa kamu berbeda sendiri Mas ?"
Glek...Abimanyu menelan salivanya.
"Mungkin suatu hari nanti kamu juga akan memperlakukan aku seperti kamu memperlakukan Dina apalagi aku tidak bisa memberikan keturunan untuk kamu " Kata Nisa sambil menyambar tas kerjanya lalu pergi meninggalkan Abimanyu yang termenung sendirian.
Setelah kepergian Nisa, Abimanyu pun pergi ke kantornya dengan tidak semangat. Ia sempat di tegur oleh Satria saat mereka bertemu di lobby .
"Kamu sedang sakit ?" Tanya Satria.
"Tidak..hanya sedikit ngantuk karena semalam begadang main PS " Jawab Abimanyu berbohong.
Boro-boro main Ps, semalaman ia tidak tidur karena sibuk memikirkan nasib pernikahannya yang tidak menentu setelah keadiran Dina.
"Jangan dibiasakan begadang, tidak baik untuk kesehatan. Masa Nisa tidak menegur kamu " Kata Satria.
"Semalam Nisa dinas malam " Jawab Abimanyu sambil nyengir
"Pantas saja " Jawab Satria.
Meskipun berusaha menutupinya dari Satria namun Abi tidak bisa membohongi dirinya sendiri jika ia saat ini sedang menggalau dan ia pun menjadi tdak fokus pada pekerjaannya.
Disaat Abimanyu sedang menggalau ajakan Aksa untuk ngopi sepulang ngantor pun tidak Abi sia-siakan.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya Abimanyu pun bersiap pulang dan pergi ke coffe shop tempat ia dan Aksa janjian.
"Kusut banget wajah lu " Kata Aksa saat mereka sampai di coffe shop.
__ADS_1
"Gue lagi mumet " Jawab Abimanyu.
"Yang pasti bukan masalah duit dong, secara kolaborasi lu sama kak Satria nendang banget. Banyak mega projek yang jatuh ke tangan Mahendra Grup " Kata Aksa.
Meskipun bisnis Aksa dibidang automotif namun ia juga aktif di komunitas para pengusaha muda di Jakarta dimana Abimanyu dan Satria juga sebagai membernya.
Abimanyu hanya terkekeh
Obrolan Abimanyu dan Aksa terjeda saat pelayan caffe datang mengantarkan dua cangkir kopi panas dan dan sepiring croissant.
Sesaat Abimanyu dibuat terkejut saat menyadari jika pelayan caffe yang mengantarkan pesanannya adalah Dina. Reaksi serupa juga terjadi pada Dina namun gadis itu berusaha menyembunyikan kekagetannya dan berusaha bersikap biasa.
Dengan tangan sedikit gemetar Dina meletakkan dua cangkir kopi panas dan sepiring kecil croissant itu di atas meja kemudian pergi lagi untuk melayani pengunjung yang lain.
"Pelayan itu kenapa ya seperti yang gemeteran begitu " Celetuk Aksa yang sempat melihat tangan Dina gemetaran saat meletakkan pesanannya di meja
"Mana gue tau " Jawab Abimanyu namun ekor matanya mencari-cari sosok Dina yang menghilang entah kemana.
Aksa dan Abimanyu mulai menyesap kopinya dengan perlahan.
"Gue denger Sherin buka cabang di Bandung ya " Tanya Abimanyu sambil meletakkan cangkir kopinya.
"Iya..sekarang pun dia sedang di Bandung sama Seika dan Papi juga Mami..gue ditinggal sendiri di rumah dan disuruh kerja " Jawab Aksa sambil tertawa.
"Pantes lu ngajakin gue ngopi " Cibir Abimanyu Aksa hanya tertawa.
"Tapi besok juga gue akan nyusul kesana. Sherin ga bisa seenaknya ninggalin gue " Kata Aksa.
"Dasar bucin lu " Kata Abimanyu dan disaat yang bersamaan Abimanyu menangkap sosok Dina yang sedang mengantarkan pesanan kepada meja yang berada dekat dengan meja tempat Abimanyu dan Aksa berada.
"Wooy...jaga mata lu. Walaupun dia cantik tapi ingat bini yang di rumah " Aksa menepuk tangan Abimanyu yang tertangkap sedang menatap kearah Dina.
Melihat Dina, Abimanyu jadi kembali teringat kepada Nisa yang sedang marah besar kepadanya dan sudah satu minggu mereka pisah rumah. Apakah ia harus membujuk agar Dina mau kembali ke rumah ? Rasanya Abimanyu teralu gengsi untuk melakukannya. Abimanyu tidak mau diangap pria tidak berpendirian dan menjilat ludah sendiri.
Namun karena tidak ingin pernikahannya dengan Nisa berantakan akhirnya Abimanyu memutuskan untuk mengalah demi Nisa.
Setelah mengahabiskan kopinya , Abimanyu dan Aksa pun berpisah. Aksa pulang ke rumahnya sedangkan Abimanyu memilih diam di parkiran. Ia akan menunggu Dina sampai pulang dari caffe tempatnya bekerja. Abimanyu tidak tahu sejak kapan Dina bekerja disana. Namun dari pakaian hitam putihnya sepertinya Dina belum lama bekerja disana karena belum mengenakan seragam.
Pukul 22.00
Setelah menunggu berjam-jam di dalam mobilnya di parkiran akhirnya Abimanyu melihat Dina keluar setelah coffe shop itu tutup. Dina yang sedang menunggu ojek kaget ketika tiba-tiba mobil Abimanyu berhenti tepat di depannya.
Abimanyu menurunkan kaca mobilnya. "Masuk !" Perintahnya.
Dina diam mematung dan menolak masuk kedalam mobil Abimanyu.
"Maaf Mas..aku tidak mau " Jawab Dina lirih.
Mendengar penolakan Dina Abimanyu langsung turun dari mobilnya kemudian menghampiri Dina. Dina melangkah mudur namun Abimanyu malah menarik tangan Dina dengan paksa dan memasukannya ke dalam mobilnya.
"Aku bilang masuk susah banget sih kamu " Ucap Abimanyu sambil kembali masuk kedalam mobilnya dan duduk di belakang kursi kemudi.
Dina masih mencoba untuk keluar dari mobil Abimanyu namun Abimanyu langsung menekan tombol central lock.
"Tolong bukain pintunya Mas " Dina memohon dengan mata yang mulai berkabut namun Abimanyu malah menulikan pendengarannya.
"Mas..tolong bukain pintunya dan biarkan aku pergi " Dina kembali memohon.
"Lu mau pergi ? Enak saja.. lakukan dulu kewajiban lu baru pergi " Jawab Abimanyu.
__ADS_1
"Maksud Mas Abi apa ?" Tanya Dina dengan mata yang mulai basah.
"Sekarang kesepakatan lu bukan sama Nisa lagi tapi sama gue. Lu kasih kita anak setelah itu baru lu boleh pergi " Jawab Abimanyu.
Dina menelan ludah getir, hatinya sakit. Sebenarnya kesepakatan dengan Abi ataupun Nisa adalah sama mereka sama-sama menginginkan anak darinya tapi bedanya Nisa memintanya dengan baik dan tidak membuat Dina merasa terhina. Berbeda dengan Abimanyu yang bersikap seolah Dina adalah wanita yang tidak berharga dan tidak memiliki perasaan.
Dina membuang muka untuk menyembunyikan air matanya yang mulai luluh berhamburan membasahi pipi mulusnya.Sementara Abimanyu mengarahkan pandangannya fokus pada jalanan di depannya.
"Sekarang lu telpon orangtua lu dan bilang kalau lu balik ke rumah gue !" Perintah Abimanyu.
Dengan berat hati Dina mengambil gawainya kemudian mengirimkan pesan kepada Ayah dan Ibunya jika ia akan kembali ke rumah suaminya.
Setelah mengabari orangtuanya Dina pun memasukkan kembali gawainya kedalam tas bututnya.
"Setelah pulang gue mau lu jangan cerita apapun kepada Nisa kalau sebelumnya kita sudah saling mengenal. Anggap saja semua yang tejadi antara kita tidak pernah ada karena gue memang sudah menganggap seperti itu " Kata Abimanyu pedas.
Dina menunduk dan air matanya jatuh membasahi rok hitamnya.
"Apakah aku masih boleh bekerja ?" Tanya Dina dengan suara serak.
"Terserah..gue ga peduli yang penting lu harus kasih anak untuk gue, anggap saja uang yang gue berikan kemarin sebagai bayarannya " Jawab Abimanyu.
Ucapan Abimanyu itu benar-benar telah menjatuhkan harga dirinya dan ia seperti wanita bayaran dimata Abimanyu.
Ketika mobil Abimanyu sampai di rumah, Abimanyu memberikan tisu kepada Dina.
"Hapus air mata lu..gue ga mau Nisa melihat kamu menangis "Kata Abimanyu sambil turun dari mobil kemudian masuk ke rumahnya meninggalkan Dina yang sibuk mengeringkan matanya yang basah agar Nisa tidak melihat dirinya menangis.
Sebelum turun dari mobil Abimanyu Dina memoleskan sedikit bedak dan lipstik untuk menyamarkan wajahnya yang sembab habis menangis.
Jika Abimanyu masuk ke rumahnya makan Dina pulang ke rumah sebelah, dan disana ia kaget karena ternyata Nisa ada disana.
"Dina..akhirnya kamu pulang juga " Nisa tidak dapat menyembunyikan rasa senangnya melihat Dina kembali.
"Iya, Mbak..Mas Abi yang menjemput aku " Jawab Dina.
"Mas Abi menjempu kamu ?" Nisa seperti yang tidak percaya.
"Iya, mbak.." Jawab Dina.
"Syukurlah..kalau begitu aku pulang dulu ya " Kata Nisa sambil buru-buru pulang ke rumahnya.
Setelah Nisa pergi Dina pun terduduk lemas di kursi. Setelah seminggu ia bisa menghirup udara bebas akhirnya ia harus kembali terjebak dalam penjara ini lagi dan baru akan benar-benar bebas setelah ia berhasil memberikan anak untuk Abi dan Nisa.
*
Abimanyu baru keluar dari kamar mandi saat Nisa muncul dan langsung berlari menghambur kedalam pelukannya.
"Terimakasih ya Mas kamu sudah membawa kembali Dina pulang " Kata Nisa.
"Semua aku lakukan untuk kamu " Jawab Abimanyu sambil balas memeluk Nisa.
"Bukan untuk aku Mas..tapi untuk kita. Sekarang giliran kamu yang berusaha untuk mewujudkan impian kita Mas..aku sarankan kamu dan Dina pergi bulan madu agar Dina bisa cepat hamil dan kita segera memiliki momongan. Aku tidak sabar ingin menimang bayi kita " Kata Nisa dengan berapi-api.
Abimanyu menelan ludah getir, dadanya tiba-tiba terasa sesak. Bagaimana ia bisa menggauli wanita yang sangat ia benci karena sudah mengkhianatinya dan membuatnya patah hati ?
"Tidak perlu..aku sibuk " Tolak Abimanyu.
"Ya sudah terserah kamu saja " Nisa memeluk Abimanyu semakin erat.
__ADS_1