Istri Kedua Sang Mantan

Istri Kedua Sang Mantan
Apakah Dina Hamil ?


__ADS_3

Setelah beberapa bulan menjalani nasibnya sebagai istri kedua, Dina sudah mulai menerima takdirnya menjadi istri yang tidak diharapkan. Dina sudah tidak pernah berharapĀ  apapun dari Abimanyu dan ia menjalani nasibnya dengan iklas.


Yang Dina harapkan saat ini adalah ia segera hamil dan memberikan keturunan untuk Nisa dan Abi dan itu artinya kewajinbannya selesai.Namun sampai satu bulan lebih setelah kejadian di Kalimantan Dina masih belum ada tanda-tanda hamil juga.Malah bulan ini Dina mendapat tamu bulanannya meskipun hanya berupa plek kecoklatan dan itupun hanya satu hari.


Dina terlihat gelisah, dengan datangnya tamu bulanannya itu artinya ia harus melakukan hubungan intim lagi dengan Abimanyu agar bisa hamil. Sedangkan saat melakukan pertama kali saja Dina merasa trauma karena Abimanyu melakukan kekerasan se*sual kepadanya yang mengakibatkan ia langsung jatuh sakit. Haruskah kejadian itu terulang lagi ?


Memikirkannya saja membuat Dina menjadi ketakutan sendiri. Peristiwa di Kalimantan itu meninggalkan trauma yang mendalam bagi Dina.Saat itu memang Abimanyu melakukanya dalam keadaan mabuk dan sepertinya semua yang ia lakukan adalah diluar kontrolnya.


----


Tengah malam Abimanyu terjaga karena ia merasa jika perutnya lapar. Tadi saat makan malam Abimanyu memang kehilangan selera makannya karena Nisa menganjurkan agar Abimanyu membagi jatah bermalam baginya dengan Dina. Abimanyu dengan tegas menolak.


"Aku harap kamu mau bekerjasama dong Mas..bagaimana Dina bisa hamil kalau kalian jarang melakukannya. Saat ini kamu yang aku harapkan. Semua tergantung usaha kamu yang menentukan " Bujuk Nisa.


Abimanyu yang merasa selalu ditekan akhirnya tidak melanjutkan makannya dan pergi ke kamarnya. Dan kini barulah ia merasa perutnya lapar.


Dengan perlahan Abimanyu turun dari ranjangnya kemudian beranjak pergi ke dapur.


Di kulkas ada banyak bahan makanan yang siap di olah, bahkan makanan sisa tadi saja masih banyak dan tinggal dihangatkan di dalam mocrowave. Tapi semua itu sama sekali tidak menggugah seleranya..saat ini Abimanyu ingin makan mie rebus dengan irisan rawit yang banyak. Padahal beberapa tahun yang lalu Abimanyu sudah berjanji pada dirinya sendiri jika ia tidak akan menyentuh makanan tidak sehat kesukaan Dina itu.


Karena keinginannya itu tidak bisa ia bendung akhirnya Abimanyu pun pergi untuk mencari warung yang masih buka. Abimanyu mendapatkan warung yang buka 24 jam dan ia membeli beberapa buah mie istan dengan beberapa varian rasa.


Tiba di rumah Abimanyu pun membuat makanan kesukaan Dina itu di dapurnya sendirian karena ia tidak berani membangunkan Nisa yang sudah tidur dengan sangat pulas. Selain itu jika Nisa tau tentu Dokter muda itu akan ngomel-ngomel.


Semua kenangan beberapa tahun yang lalu saat ia dan Dina membuatnya di dapur Dina yang sederhana pun kembali melintas.Dulu jika Dina yang merebus mie nya maka Abimanyu yang mengiris rawitnya dan mereka menyatukannya kedalam mie yang hampir matang.


Ada rasa perih yang Abi rasakan ketika mengingatnya tapi anehnya saat ini ia malah begitu menginginkannya. Bedanya saat ini Abi yang masak dan Abi juga yang mengiris rawitnya..semoga saja rasanya masih sama seperti dulu.


Setelah matang Abi pun menyantapnya sendirian dan ia sedikit kecewa karena rasanya tidak sama seperti yang biasa ia dan Dina buat dulu. Padahal Abi menggunakan Mie instan dengan merk yang sama dan ia mengikuti semua seperti yang biasa ia dan Dina lakukan..mungkin rasanya terasa berbeda karena tidak ada sentuhan tangan Dina di dalamnya.


Meskipun rasanya sedikit mengecewakan namun Abimanyu tetap menghabiskannya dan setelahnya ia kembali membersihkan dapurnya untuk mengilangkan jejak dari Nisa.


Sepandai-pandainya menyembunyikan bangkai akhirnya dapat tercium juga. Keesokannya saat sarapan pagi Nisa langsung bertanya kepada Abi apakah semalam suaminya itu membuat mie instan ?

__ADS_1


"Kok kamu tahu ?" Abimanyu tidak bisa mengelak lagi.


"Tentu saja aku tahu karena aku menemukan bekas kemasannya di tempat sampah " Jawab Nisa.


"Ya ampun pantas saja dia tahu " Gumam Abi dalam hati.


"Tumben kamu makan mie instan..sepanjang kita menikah aku tidak pernah melihat kamu makan itu ?" Tanya Nisa.


"Sedang ingin saja. Boleh dong kalau sesekali " Jawab Abimanyu.


"Boleh..asal jangan terlalu sering saja " Jawab Nisa.


"Baik Bu Dokter " Jawab Abimanyu membuat Nisa menjadi tersipu.


Setelah sarapan Abimanyu pun pergi ke kantor dan tidak lama kemudian Nisa pun pergi. Nisa tidak sempat bertemu dengan Dina karena Dina sudah pergi lebih dulu ke tempat kerjanya.


Abimanyu, Dina dan Nisa menjalani aktifitas masing-masing dan mereka baru pulang pada sore hari kecuali Dina yang hampir setiap hari pulang larut malam karena mengambil long shift.


"Mas..kamu kenapa ? Wajah kamu pucat " Tanya Nisa sambil meletakkan punggung tangannya di kening Abimanyu yang ternyata suhunya sedikit tinggi.


"Kamu demam Mas " Kata Nisa.


"Aku sudah pulang dari siang, tadi di kantor aku muntah-muntah dan kepala aku pusing banget " Jawab Abimanyu lirih.


"Kalau sakit kenapa tidak telpon aku hah ?" Omel Nisa.


"Aku tidak mau ganggu kamu..aku hanya butuh istirahat saja sepertinya aku masuk angin " Jawab Abimanyu.


"Jangan bilang sepertinya..kamu harus diperiksa " Kata Nisa sambil mengeluarkan alat medisnya dan mulai memeriksa Abiamanyu.


Abimanyu pun tampak pasrah saat Nisa mulai memeriksa tubuhnya.


"Enak ya kalau punya istri seorang Dokter kalau sakit tidak usah repot-repot pergi ke Rumah sakit " Kata Abimanyu sambil tertawa.

__ADS_1


Nisa ikut tertawa.


"Sejauh ini tidak ada yang perlu dikhawatirkan..tapi kamu harus minum obat mual dan pusingnya ya dan istirahat yang cukup agar cepat pulih " Kata Nisa.


"Baik Dok " Jawab Abimanyu menggoda.


"Mau cepat sembuh tanpa minum obat ?" Tanya Nisa


"Mau Dok " Jawab Abimanyu.


"Aku suntik ya " Nisa pura-pura mengambil jarum suntik membuat Abimanyu langsung loncat dari ranjangnya.


"Tidak mau..aku pilih minum obat saja " Ujar Abimanyu ketakutan.


Meskipun malamnya sudah minum obat namun keesokannya pagi-pagi Nisa mendapati Abimanyu sedang muntah-muntah di kamar mandi. Tubuhnya sudah tidak demam namun mualnya masih sering terasa dan setiap memakan apapun pasti Abimanyu muntahkan lagi.


"Obat yang aku kasih diminum tidak sih ?" Tanya Nisa.


"Semalam sudah tapi pas bangun tidur kepala aku pusing banget dan perut aku seperti diaduk-aduk " Keluh Abimanyu.


Nisa tampak sedang berpikir namun sesaat kemudian sebuah senyuman langsung terbit di bibirnya.


"Apa mungkin kamu sedang kena Couvade Sindrom ?" Tanya Nisa.


"Apaan itu ?" Tanya Abimanyu bingung.


"Apa jangan-jangan sekarang Dina sedang hamil dan kamu yang mengalami kehamilan simpatik " Jawab Nisa membuat Abimanyu menjadi semakin bingung.


"Besok pagi aku akan suruh Dina melakukan tes kehamilan " Kata Nisa dengan mata berbinar penuh harap.


Abimanyu melongo namun tidak lama kemudian ia kembali berlari ke kamar mandi dan kembali memuntahkan isi perutnya.


"Sialan Lu..jika benar Lu hamil kenapa gue yang harus sengsara seperti ini " Umpat Abimanyu dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2