Istri Kedua Sang Mantan

Istri Kedua Sang Mantan
Kebohongan Besar


__ADS_3

Malam ini Nisa sedang kebagian dinas malam di Rumah sakit. Sebelum pergi Nisa sudah memasak untuk Abimanyu yang tinggal di hangatkan saja jika akan makan.


Dari semua masakan Nisa itu tidak ada satupun yang menggugah selera Abimanyu danĀ  akhirnya Abimanyu memutuskan untuk melewatkan makan malamnya.


Jam 10 malam barulah Abimanyu merasa perutnya lapar dan ia ingin makan mie rebus. Di dalam lemari penyimpanan Abimanyu menyembunyikan beberapa bungkus mie instant namun yang ia inginkan adalah mie rebus buatan Dina.


"Sialan..mana bisa gue harus nyuruh dia buatkan mie rebus bisa besar kepala dia " Abimanyu bersungut-sungut sendiri sambil mondar-mandir di dapur.


Abimanyu ingin menyuruh Dina membuatkan mie rebus untuknya namun ia terlalu gengsi dan belum tentu juga Dina mau membuatkannya. Couvade sindrome yang ia alami benar-benar membuat Abimanyu tersiksa.


Karena tidak memiliki keberanian untuk menyuruh Dina akhirnya Abimanyu pun memutuskan untuk membuatnya sendiri. Setelah selesai Abimanyu menatap mie rebus dalam mangkuk itu dengan tidak berselera. Dari tampilannya saja malah membuat Abimanyu ingin muntah padahal tadi ia sangat menginginkannya. Akhirnya Abimanyu memilih membuangnya dan memutuskan langsung pergi tidur saja. Abimanyu tidak peduli pada perutnya yang keroncongan minta diisi.


Abimanyu tidur dengan gelisah karena perutnya kelaparan berbeda dengan Dina yang tidur dengan sangat lelap karena kenyang makan. Sejak berhenti bekerja Dina memang tidak memiliki aktifitas lain selain makan dan tidur.


Dina juga sesekali mengunjungi rumah orangtuanya agar tidak bosan dan untungnya Nisa tidak pernah melarang Dina untuk bertemu dengan orangtuanya. Bahkan Nisa yang selalu mengantar Dina ke rumah orangtuanya sambil ia pergi ke Rumah sakit dan ia jemput lagi setelah ia pulang dari Rumah sakit.


Semakin hari Dina dan Nisa semakin terlihat seperti adik kakak saja, bahkan kedua orangtua Dina pun sudah menganggap Nisa seperti putri mereka sendiri.


Seperti hari ini, setelah Abimanyu pergi ke kantor Nisa pun mengantarkan Dina ke rumah orangtuanya.


"Bu..aku nitip Dina ya..jangan lupa ingatkan dia untuk minum susu soalnya dia itu nakal selalu melupakan meminum susunya " Kata Nisa saat mereka sampai di rumah orangtua Dina.


"Iya..kalau masih nakal biar ibu jewer saja "


"Ck..kenapa kalian itu jahat sekali sama aku " Dina mencebik.


"Ya sudah aku pergi sekarang " Nisa pamitan.


"Nak..nanti pulangnya mau ibu masakin apa ?" Tanya Ibu


"Bikin pepes jamur saja Bu " Jawab Nisa.


Beberapa hari yang lalu Abimanyu makan dengan lahap pepes jamur buatan ibu Dina dan makanan itu selamat masuk ke lambung suaminya tanpa sempat dimuntahkan lagi.


"Ya sudah nanti ibu buatkan sekalian untuk dibawa pulang juga " Jawab


Ibu.


"Hati-hati nak..jangan ngebut " Pesan Ayah saat Nisa akan masuk ke dalam mobilnya.


"Iya, Yah " Jawab Nisa sambil melambaikan tangannya saat mobilnya mulai berlalu dari halaman rumah orangtua Dina.


"Ayah merasa seperti punya dua orang putri " Kata Pak Ahmad sambil menyesap kopinya.


Di sampingnya Bu Ahmad tampak sedang menulis daftar belanjaan yang akan ia beli di pasar. Jika tidak ditulis ia sering lupa dan akhirnya malah yang yang penting-penting yang ia lupakan.


"Aku ikut ke Pasar ya Bu " Kata Dina.


"Jangan..Ibu akan pergi bersama Ayah pake motor biar cepat " Larang Ibunya.


"Mendingan kamu di rumah saja takutnya ada yang datang untuk beli jamur " Kata Ayah.


"Baiklah " Jawab Dina.


Hasil budidaya jamur Pak Ahmad selain dijual ke pasar juga melayani pembeli yang datang ke rumah yang kebanyakan adalah tetangga terdekat.


Dina sudah terbiasa melayani pembeli yang datang ke rumah karena ia hanya tinggal memetiknya dan menimbangnya saja. Dan untuk urusan harga biasanya Pak Ahmad menjual dibawah harga pasar.

__ADS_1


Sewaktu usahanya sempat terpuruk Pak Ahmad hanya memiliki lahan seluas 50 meter saja, setelah ia pulih dari kecelakan perlahan usaha jamur Pak Ahmad mulai kembali naik dan kini ia sudah menambah lahannya menjadi 100 meter ke arah belakang rumanya yang memiliki halaman cukup luas.


Setelah kepergian Ayah dan Ibunya ke Pasar Dina melayani dua tetangganya yang datang untuk membeli jamur.


"Neng Dina..suaminya tidak pernah ikut kesini ?" Tanya Tetangga Dina.


"Suami saya kerjanya di luar kota Bu " Jawab Dina berbohong.


"Oh pantas..soalnya ibu jarang lihat..tapi ngomong-ngomong sudah isi belum ?" Tanya si tetangga.


"Alhamdulillah sudah Bu..sudah mau jalan dua bulan " Jawab Dina.


"Syukurlah..ibu ikut senang " Katanya sambil mengusap perut Dina.


Setelah membayar wanita bertubuh subur yang tinggal beberapa rumah dari rumah orangtua Dina pun pulang dengan membawa satu kantung plastik berisi jamur tiram yang segar karena baru benar-benar dipetik oleh Dina.


Sepeninggalan tetangganya itu Dina termenung menatap lahan budidaya jamur milik Ayahnya. Dulu setiap Abimanyu pulang ke tanah air dia juga sering membantu Dina melayani pembeli yang datang ke rumah. Abimanyu sangat suka memetik sedangkan Dina yang kebagian tugas menimbang..sikap tengil Abimanyu yang sering menggoda ibu-ibu yang beli ke rumah kerap kali membuat mereka gemas bahkan tidak jarang Abimanyu mendapat cubitan dari mereka. Namun sayangnya ketengilan Abimanyu yang membuat Dina jatuh cinta itu kini sudah tidak ada lagi hilang entah pergi kemana.


Dina mengusap matanya yang basah ketika mengingat semua kenangan itu. Meskipun sekarang Dina tidak mendapatkan ruang lagi di hati Abimanyu namun Dina menyiapkan ruang di rahimnya untuk membiarkan benih Abimanyu tumbuh disana.


-----------------------


Abimanyu dan Satria baru saja keluar dari ruang meeting.


"Bi..ngopi yuk !" Ajak Satria.


"Maaf kak..aku mau istirahat saja. Kepala aku rasanya pening banget dan perut aku tidak enak " Jawab Abimanyu.


"Sebaiknya kamu lakukan general cek up..biar ketahuan apa masalahnya soalnya sakit kamu itu sudah lumayan lama loh " Saran Satria.


Satria khawatir


"Ya sudah kalau begitu kakak akan ajak Aksa saja " Kata Satria sebelum mereka berpisah.


Dari ruang meeting Abimanyu masuk ke ruangannya dan kemudian merebahkan tubuhnya diatas sofa. Tubuh Abimanyu terasa gemetaran, semalam ia melewatkan makan malamnya dan pagi tadi sarapan yang ia makan bersama Nisa sudah ia keluarkan lagi begitu sampai ke kantor.


Abimanyu akhirnya tertidur dengan perut yang kosong. Ia terlalu lemah bahkan untuk menyuruh sekertarisnya memesankan makanan untuknya.


Dalam kondisi seperti ini Abimanyu memang memaksakan diri untuk ngantor karena sakit yang ia alami ini tidak akan sembuh dalam hitungan hari. Abiamanyu tidak bisa meninggalkan pekerjaannya dalam jangka waktu lama karena sakit yang ia alami adalah bukan karena penyakit tapi karena kehamilan simpatik.


-------------------


Sore harinya sepulang dari Rumah sakit Nisa menjemut Dina di rumah orangtuanya. Saat Nisa datang Bu Ahmad langsung menyuruh Dokter muda itu untuk makan namun Nisa memilih makan di rumah karena sebentar lagi Abimanyu akan pulang dari kantor.


Bu Akmad akhirnya membawakan masakan buatannya untuk dibawa pulang. Ia membawakan ayam goreng dan beberapa buah pepes jamur pesanan Nisa.


"Besok-besok kamu tinggal bilang ibu saja mau dimasakin apa biar kamu tidak usah repot-repot masak di rumah " Kata Bu Ahmad.


"Iya, Bu " Jawab Nisa senang.


Sebenarnya Nisa juga sudah malas masak karena setiap kali masak selalu terbuang karena Abimanyu yang menjadi pemilih setelah Dina hamil.


Nisa dan Dina tiba di rumah satu jam sebelum Abimanyu pulang. Begitu sampai Nisa menyusun masakan bu Ahmad di meja makan kemudian ia pergi mandi. Sementara Dina begitu sampai langsung rebahan di sofa dan akhirnya ketiduran sambil memeluk toples berisi keripik singkong. Sejak hamil Dina memang menjadi mudah sekali mengantuk.


Ketika Abimanyu datang matanya langsung berbinar medapati banyak makanan di atas meja yang sangat menggugah selera.


"Kamu beli dimana ini semua ?" Tanya Abimanyu kepada Nisa.

__ADS_1


"Di Resto yang berada di dekat Rumah sakit " Jawab Nisa berbohong sambil menyiapkan piring untuk Abimanyu karena Abiamnyu ingin langsung makan.


Abimanyu dan Nisa makan berdua, Nisa terlihat senang karena Abimanyu makan dengan sangat lahap.


"Disana ada menu apa saja ?" Tanya Abimanyu.


"Memangnya kenapa ? Kamu mau pesan sesuatu Mas ?" Tanya Nisa.


"Iya..aku mau pepes jamur lagi sama rendang daging, tapi kalau tidak ada juga tidak apa-apa " Jawab Abimanyu sambil mengambil lagi satu bungkus pepes jamur dan membukanya kemudian memakannya dengan lahap.


"Ya sudah besok aku akan pesankan " Jawab Nisa.


----------------------------------


Akhir pekan ini seluruh keluarga Dipa sedang berkumpul termasuk Nisa dan Abimanyu. Di momen kumpul keluarga ini Abimanyu dan Nisa berniat untuk memberikan sebuah pengumuman penting kepada seluruh keluarganya.


Semalam Abimanyu dan Nisa sudah sepakat untuk mengatakan hal yang penting yang menyangkut tentang kehamilan Dina kepada seluruh keluarganya.


"Daddy..Bunda..kami mau bicara sesuatu kepada kalian " Kata Abimanyu membuka pembicaraan serius mereka.


"Tentang apa..kelihatannya serius sekali ?" Tanya Dipa kemudian menatap wajah tampan putranya yang terlihat sedikit kurus dan pucat.


Abimanyu melirik kearah Nisa dan Nisa mengangguk memberi ijin Abimanyu untuk mulai berbicara.


"Aku dan Nisa sudah sepakat akan mengadopsi anak " Kata Abimanyu.


"Memangnya tidak ada harapan kak ?" Tanya Bintang.


"Dokter bilang harapannya sangat tipis tapi itu juga tidak menutup kemungkinan Nisa bisa hamil nantinya " Jawab Abimanyu.


Semua yang ada disana tampak terpekur. Aksa yang biasanya tengil tampak menunduk menyembunyikan kesedihan atas nasib yang menimpa sahabat sekaligus kakak iparnya itu yang juga belum dikaruniai momongan meskipun sudah bertahun-tahun menikah.


"Daddy tidak keberatan..apa yang kalian putuskan Daddy hargai dan Daddy support " Jawab Dipa.


"Kalian akan ambil darimana ?" Tanya Bintang.


"Wanita yang ngontrak di rumah aku namanya Dina, dia sekarang sedang hamil dan ditinggalkan oleh suaminya yang tidak bertanggung jawab. Rencananya kami akan mengadopsi anak yang akan dia lahirkan Bun " Jawab Nisa.


Glekk..


Abimanyu terlihat kesal ketika Nisa mengatakan jika suami Dina itu tidak bertanggung jawab. Itu artinya Nisa sedang mengatai suaminya sendiri sebagai suami yang tidak bertanggung jawab. Apakah saat ini Nisa juga sedang menyindirnya ?


"Wanita yang kerja di Coffe Shop itu ya Nis ?" Tanya Selina.


"Iya, Kak...kasian dia " Jawab Nisa.


"Oh yang itu..kelihatannya baik dan anaknya juga sangat cantik " Kata Sherina.


"Kamu kenal tidak dengan keluarganya ?" Tanya Bintang.


"Mas Abi sih belum kenal tapi aku sudah kenal baik dengan mereka bahkan aku sering main ke rumah mereka..mereka keluarga baik-baik Bun " Jawab Nisa.


Nisa tidak tahu saja kalau kenyataannya jika Abi sudah lebih dulu mengenal keluarga Dina dibanding Nisa.


"Syukurlah kalau kamu sudah kenal dengan mereka " Kata Bintang lega.


"Kalau begitu Daddy juga setuju. Semoga saja dengan mengadopsi bayi kalian juga jadi terpancing dan Nisa bisa segera hamil " Kata Dipa.

__ADS_1


"Aamiiinnn..." Jawab semua yang ada disana serempak.


Nisa dan Abimanyu terlihat lega sekaligus merasa berdosa karena sudah membuat sebuah kebohongan besar untuk mengelabui seluruh keluarganya.


__ADS_2