Istri Pengganti Tuan Rein (Revisi)

Istri Pengganti Tuan Rein (Revisi)
BAB 1


__ADS_3

sinar matahari pagi mulai naik menampakkan diri menjadi awal dari kegiatan semua orang di bawah cahaya nya.


tetesan embun pagi dari satu daun ke daun lain nya menjadi kesan menyegarkan tersendiri bagi beberapa orang, membuat sebagian orang terhibur dan memulai hari mereka dengan semangat.


di sebuah mension besar nan megah terlihat seorang pria dewasa dan kedua anak kecil yang tengah duduk menikmati sarapan dengan hening tanpa ada yang membuka suara,kedua anak kecil itu terlihat tidak begitu semangat dengan sarapan nya, wajah kedua nya tampak terpancar kesedihan yang berusaha keras sedang di sembunyikan di depan pria dewasa itu.


dan benar saja keheningan itu berlangsung sampai sarapan itu selesai,bahkan saat perjalanan menuju sekolah mereka.


"anak anak sekolah dengan baik emm, Gilang jaga adik mu eum,nanti akan di jemput sopir,papa akan pulang lambat hari ini".ucap Rein pada kedua anak nya yang akan berangkat sekolah.


hanya kalimat kalimat itu yang setiap pagi Rein ucapkan kepada kedua anak nya, yang tanpa dia sadari ternyata itu menjadi suatu ketidak nyamanan bagi kedua anak nya.


"papa,kau selalu pulang terlambat,aku tau kau bekerja,tapi aku dan kak Gilang kesepian di rumah,aku seakan tidak punya keluarga,papa berangkat pagi dan pulang malam bahkan kita tidak sempat mengobrol bersama apalagi untuk makan bersama,".oceh salah seorang gadis kecil itu.


mulut kecil nya begitu lancar mengucapkan kalimat kalimatnya dengan teratur.


wajah kecil nya terlihat puas akhirnya bisa mengeluarkan unek unek yang selama ini dia tahan, tak disangka kalimat pedas itu keluar dari seorang gadis kecil yang baru berusia 8 tahun.


"apa pekerjaan lebih penting dari pada aku dan kak Gilang?".tambah nya lagi menyadari tak ada jawaban dari orang yang di panggil papa oleh nya.


"ellena...".panggil seorang pria kecil yang sejak tadi hanya menyaksikan adiknya memprotes ayah mereka.


dia berniat mencegah adiknya meneruskan kalimatnya.


"kenapa,,kakak juga merasa seperti itu bukan?" bantah ellena


Rein terdiam sejenak mendengar penuturan putri kecilnya itu tak disangka Ellena begitu pandai dalam menyusun kalimat yang akan di ucapkan nya hingga membuat Rein terkejut, benar ellena benar selama ini dia jarang sekali punya waktu untuk mereka berdua, dia lebih banyak menghabiskan waktu di kantor dan kalaupun di rumah dia akan menyibukkan dirinya dengan laptop nya.


Rein telah salah besar selama ini dia terlalu larut dalam kesedihan nya hingga lupa masih ada 2 malaikat kecil yang sangat membutuhkan sosok nya sebagai seorang ayah.


pria itu berlutut menyamakan tinggi dengan kedua anak nya itu, kemudian tangan nya mengelus lembut pucuk kepala anak gadis nya itu.


"ellena Gilang, maaf ya,,maafkan papa,papa sangat jarang di rumah,papa usahakan nanti kita makan malam bersama dan papa akan meluangkan lebih banyak waktu untuk kalian..".ucap Rein lembut


"sudahlah pappa,kau selalu mengatakan itu setiap hari" ucap Ellena tegas.


sungguh kalimat nya itu persis seperti orang dewasa. Ellena begitu lancar dalam bicaranya dia sama sekali tidak gugup dalam nadanya


setelah mengatakan itu ellena langsung masuk ke gerbang sekolah, tanpa memperhatikan papa nya yang masih ingin menjelaskan sesuatu.


hanya tersisa Rein dan Gilang putra laki lakinya , Rein melihat ke arah Gilang dan ingin menggenggam tangan nya, namun pria kecil itu sudah lebih dulu pamit untuk menyusul ellena.


"maaf pa,Aku berangkat dulu sudah terlambat".ucap Gilang mengucapkan salam dan langsung masuk ke gerbang


pemandangan itu begitu sangat memilukan bagi Rein, dia baru menyadari dimana letak kesalahan nya. dia terlalu cuek selama ini dengan kedua anak nya, dia benar benar lalai terhadap mereka.


Rein sangat merasa bersalah dan menyesal dengan perbuatan nya selama ini, tanpa disadari air matanya lolos begitu saja dari pelopok matanya, bagaimana tidak baru saja dia mendapatkan sikap dingin dari kedua orang yang sangat dia sayangi, Rein begitu lalai selama ini,dia bertekat akan membayar semua hal yang sudah dia lewatkan dengan kedua anak nya.


Reinaldo adalah seorang duda yang memiliki 1 putra dan 1 putri Gilang dan ellena dengan istrinya jessica,sebelum nya kehidupan rumah tangga mereka sangat harmonis,penuh kebahagiaan dan teratur.namun sayang kebahagian itu di renggut oleh sang Pencipta.


4 tahun lalu jessica mengalami kecelakaan saat pulang dari pesta teman nya dan mengakibatkan dia meninggal dunia dan meninggalkan suami dan kedua anaknya. hal itu sukses membuat Rein begitu terpukul dan stress, sejak kejadian itu Rein berubah begitu dengin dan selalu sibuk bahkan sangat jarang di rumah.


Rein terus menyibukkan diri agar tidak terlalu stress akan kepergian istri tercinta nya, tapi tanpa disadari perubahan sikap Rein itu membuat kedua anak nya yang masih kecil sangat menderita.


seharusnya Rein ada di antara mereka dan menguatkan mereka agar tidak terlalu sedih dengan kepergian ibunya, menjadi sebagai mana seorang ayah untuk anak.


Putranya pertama nya bernama Gilang sekarang masih di sekolah dasar kelas 5 berumur 11 tahun sedang ellena putrinya kelas 2 dan berumur 8 tahun.


keduanya memang terlalu dini di tinggal kan ibunya apalagi ellena, wajar saja jika mereka begitu marah dengan Rein yang tidak pernah memperdulikan mereka, dan hanya mengurus diri dan pikiran nya sendiri.

__ADS_1


Rein memang tidak pandai dalam mengurus anak Karna selama ini selalu ada istrinya yang menjaga anaknya dan menyiapkan semua kebutuhan nya.


Rein sangat menyayangi anaknya, sebenarnya dia khawatir dengan kedua anaknya yang selalu di tinggal dengan para babysitter,namun pekerjaan tidak bisa di tinggalkan.


Rein juga tidak berencana untuk menikah lagi lantaran masih sangat mencintai mendiang istrinya dan menurutnya tidak ada yang bisa menggantikan jessica di dalam hidupnya.


Pekerjaan Rein adalah seorang produser musik terkenal, nama dan karya nya sudah mendunia dan bahkan dia sudah punya perusahaan entertainment sendiri, ini di dapat nya sejak saat masih ada jessica di samping nya.


...***...


Pukul 12 siang.


"kak,kenapa supir belum menjemput?".tanya ellena pada kakaknya.


sudah sekitar 1 jam an mereka menunggu sopir disana namun belum terlihat orang yang akan menjemput mereka.


"sabar ya,kau lapar?kakak akan beli makanan untukmu".ucap Gilang pada adiknya penuh perhatian.


"tidak,jangan tinggalkan elle,elle takut".cegah ellena


"baiklah,jangan menangis hmm,kakak tidak akan pergi".ucap Gilang menenangkan ellena adiknya.


Gilang merasa dia harus lebih dewasa agar adiknya tidak terlalu sedih, karan dia juga harus melindungi ellena selagi papa mereka sibuk.


Tak lama hujan turun disertai petir membuat kedua anak kecil itu bergetar ketakutan.


"elle takut sekarang sudah gelap kak".tangis ellena pecah karna terlalu takut dengan cuaca nya.


" ellenaa,lihat kakak,kau percaya dengan kakak bukan?(hiburnya) sini peluk kakak,kak gilang akan menjaga mu hmm jangan takut".ucap Gilang dengan tenang lalu kemudian menarik sang adik ke dalam pelukan kecil nya.


Gilang begitu takut dan khawatir melihat adiknya yang mengigil ketakutan, sedang disini tidak ada yang bisa mereka mintai tolong, pelukan Gilang semakin erat pada ellena agar gadis itu merasa aman.


"kami menunggu sopir menjemput".jawab Gilang


//Di tengah derasnya hujan kau baru saja menyelesaikan pekerjaan mu dan hendak pulang, namun langkah mu terhenti saat melihat kedua anak kecil sedang berteduh di sebuah halte bus.


tanpa menunggu lama kau segera menghampiri kedua anak itu dengan langkah cepat.


"hey,,,apa yang kalian lakukan disini,kenapa belum pulang".tanyamu tergesa gesa membuat kedua anak itu kaget dengan kehadiran mu secara tiba tiba.


"kami menunggu sopir menjemput".jawab seorang anak laki laki.


"tapi ini sudah mau gelap, bagaimana kalau aku yang mengantar kalian hmm".tawarmu


"tidak ,papa tidak mengizinkan kami di antar orang asing".sela anak laki laki itu


"baiklah,kalau begitu perkenalkan,nama ku allexa kau bisa Panggil aku sesuka mu,mari berteman, setelah itu kita bukan orang asing".(ucap mu seraya mengulurkan tangan mu dengan kedua anak itu)


Melihat tangan mu tak kunjung disambut, kau kembali bicara.


"tenang saja aku bukan orang jahat yang akan menculik kalian,tapi ini benar-benar sudah mau gelap,jika kalian terus disini aku khawatir terjadi sesuatu,aku berjanji akan mengantar kalian kerumah kalian emm"(bujukmu)


Akhirnya mereka mau pulang dengan mu.dan kau langsung memesan taksi.


"dimana rumah kalian?".tanyamu pda kedua anak itu


"di jalan********".ucap Gilang menjelaskan alamat rumah nya


"oke".balas mu

__ADS_1


" emm tapi bukan kah kau belum mengatakan siapa nama mu dengan ku".ucap mu berusaha membuka pembicaraan agar tidak hening.


"namaku Gilang dan ini adik ku ellena".jelas Gilang dengan sopan.


" ohh iya, memang nya orang tua kalian kemana, kenapa tidak menjemput kalian? ".tanya mu penasaran.


namun setelah beberapa saat kau menunggu jawaban darinya, masih tetap tak ada jawab yang di berikan, membuat mu menyerah untuk menunggu jawaban nya.


dan benar saja Langit sudah gelap dan kalian baru tiba di depan Mension besar.


"ini rumah kalian".tanya mu


"iya".jawab gilang


"ya sudah ayo ku antar masuk, hujan nya juga masih belum reda".kata mu


"terimakasih kak".ucap Gilang sopan


kalian sudah berada di teras mewah mension itu dan kedua pembantu dari dalam mension itu berlari dengan tergesa gesa membawa handuk untuk kedua anak itu.


Diluar masih hujan deras seakan tak ada niatan untuk berhenti,tiba tiba ada suara teriakan di susul seorang pria yang berlari ke arah kalian di bawah derasnya hujan.


"Gilang,,ellena"(teriak seorang pria yang berlari di tengah hujan sambil berteriak memanggil kedua anak yang bersamamu.)


"papa".ucap Gilang lirih.


dan itu terdengar di telinga mu, kau yakin bahwa pria yang tengah berlari dj bawah hujan itu adalah ayah dari kedua anak ini.


"sayang"(ucap rein lirih lalu memeluk mereka berdua)


"papa lepaskan"(bentak ellena),papa khawatir dengan kami,untuk apa,aku dan kak gilang hampir tidak bisa pulang hari ini,dan kau sama Sekali tak mencari kami?".ucap ellena ketus, wajahnya begitu terlihat marah.


"tidak elenaa,papa tadi mengunjungi kalian di sekolah tapi kalian sudah tidak ada".kata Rein


Melihat keributan kecil itu kau menyadari tak seharusnya ada disitu,dan langsung pamit untuk pergi.


"kalau begitu aku Permisi dulu".pamit mu


"kak alle,,,".panggil Ellena seraya menarik ujung baju mu.


"hmm,iya ada apa".(Tanya mu lembut)


"tunggalah disini dulu,diluar masih hujan".tawarnya


"tidak,, aku harus pulang ".tolak mu


"papa,ini kak alle,dia yang mambantu kami pulang".ucap Gilang menjelaskan kepada papa nya.


"emm,, terimakasih banyak sudah mengantar anak ku, benar kata ellena, diluar masih hujan menginapkan disini, setidaknya sampai hujan berhenti.".ucap Rein


"kumohon, menginapkan disini".ucap ellena dengan memohon


"emm,baiklah"


kau menyetujui begitu saja tawaran mereka tanpa ada prasangka buruk.


hanya menginap sebentar pikirmu, lagi pula di luar hujan sangat deras.


...*****...

__ADS_1


__ADS_2