
setelah selesai dengan Rein dan kedua anak nya kau pun langsung turun dan segar masuk apartemen mu.
baru saja membuka pintu kau langsung di kejutkan teriakan sahabat mu yuna.
"YAKKK".teriaknya histeris
"aaa astagahh....,yakkkk kau ingin membuat ku jantungan hah?".ucap mi yang tersentan dengan teriakan yuna
Yuna mendekati mu menajamkan pandangan nya seraya memutari tubuh mu, kau langsung paham maksud yuna, wanita ini pasti menunggu penjelasan mu tentang kejadian beberapa saat lalu.
"apa kau tidak sadar sudah membuat ku hampir tak bernyawa hari ini".ucapnya datar dengan tangan yang di lipat didadanya.
bak seorang yang siap menginterogasi mu.
yuna kembali duduk di sofa apartemen mu.
"kemari lah".kata yuna
Kau sedikit gugup karna takut Yuna marah sebab kau tak memberi taunya.
"hmm iyaa".ucap mu lesu
"siapa mereka?".tanya yuna dengan datar
"aishh yunaaa,mereka hanya kenalan saja".ucap mu membuka suara
"kenalan apa yang memanggil mu dengan mama alle? ".protes yuna
kau hanya menghela nafas mu lembut.yuna pasti merasa kau menyembunyikan sesuatu darinya, padahal kau sendiri sudah melupakan nya.
"apa saja yang kau sembunyikan, CERITA KAN PADAKU ALEXA OLIVIA JHONSON"(teriak yuna)
"yakkk pelankan sedikit,huuftt... baiklah baiklah aku akan menceritakan semuanya dengan mu".jawab mu
Kau menceritakan semua awal mula pertemuan mu dengan anak anak itu dan juga papanya dan mengapa juga kedua anaknya memanggil mu dengan sebutan mama.
"dan pada saat tengah malam aku tak sengaja bertemu dengan Rein saat di balkon, lalu pria itu dengan santai nya mengatakan ingin menikah dengan ku, ku pikir itu hanya lelucon yang tidak perlu di respon, lagi pula kamu aku baru saja mengenal mereka tidak ada alasan untuk ku menganggap kalimatnya itu serius".jelas panjang lebar
"ohh jadi begitu".jawab Yuna ber oh ria mendengar penjelasan mu.
2 hari kemudian..
di sebuah rumah sakit terlihat seorang pria tengah mondar mandir dengan wajah cemas di depan pintu UGD.
ya itu Rein, putri kecilnya di larikan ke UGD pagi ini di karenakan demam tinggi.
setelah beberapa saat seorang pria ber jas putih keluar dari ruangan itu yang sontak membuat Rein berlari menghampiri pria itu.
"dokter bagaimana keadaan putri saya?"tanya Rein cemas.
"Ellena demam tinggi Rein,baiknya tetap di rawat di sini saja,agar tetap dalam pengawasan"
setelah mengatakan itu dokter yang sekaligus teman Rein meninggalkan mereka di sana.
Rein segera menghampiri ellena, hatinya begitu pilu melihat putri kecilnya yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit.
harusnya Rein lebih memperhatikan kesehatan kedua anaknya.
"papa,kapan Ellena sembuh?".tanya Gilang
"adik mu akan segera sembuh,,kita tunggu dokter saja yaa".(ucap Rein lalu memeluk Gilang)
"ma,,,mama"
Tiba tiba suara Ellena terdengar mengigau memanggil mama , Rein segera mendekati putrinya.
"Ellena sayang ini papa nak".ucap Rein lembut
"mama Alle,,".panggilnya lagi
Deg..
Rein terdiam saat mendengar ellena menyebutkan nama allexa.dia merasakan betapa dekatnya hati gadis kecilnya itu dengan wanita yang beberapa saat lalu di kenal nya.
"Gilang jaga adikmu sebentar nee,papa akan memanggil dokter dulu".kata Rein pada Gilang
"iya pa".jawab Gilang
Rein keluar dari ruang inap ellena saat dia sedang di periksa dokter,Rein mengeluarkan ponsel nya dan mencari nama mu di kontaknya, dia sedikit ragu untuk menekan nama allexa di sana, namun Rein kembali menoleh ke arah ellena yang masih di periksa dokter.
__ADS_1
dengan yakin akhirnya dia menekan tombol hijau diponsel nya.
in call
"hallo?".sapa mu di sebrang sana
"iya, Alle maaf kalau aku mengganggu mu,".jawab Rein
"tidak Rein,ada apa?".jawab mu
"elle sakit,dia terus memanggil namamu,jika kau tak keberatan apa kau bisa datang kesini ?".tanya Rein
"apa,sakit??, sejak kapan,baiklah aku akan segera kesana, kirimkan alamat rumah sakit nya".jawab mu cepat.
"baiklah, terimakasih alle".jawab Rein dan segera menutup telpon nya.
entah apa yang kau pikirkan dengan cepat menyetujui permintaan Rain, hatimu begitu khawatir mendengar kabar ellena sakit.
kau buru buru bersiap untuk pergi ke rumah sakit agar segera bertemu ellena.
setelah tiba disana kau langsung berlari ke ruangan ellean yang sudah di kirimkan Rein.
"bagaimana keadaan elle?".tanya mu saat bertemu Rein
"masih di periksa dokter,kau naik apa kesini tadi".tanya Rein
"taksi"(kau berjalan ke arah pintu dan melihat Ellena yang masih terbaring lemah disana)
"sejak kapan dia sakit?".tanya mu pada Rein
"tadi malam".jawabnya
"kau sudah makan?mana Gilang?".tanyamu
"belum,dia didalam".ucap Rein
"sebentar aku akan membeli makanan dulu".ucap mu dan segera berlalu
" em baiklah".jawab Rein
...****...
"mama... terimakasih".ucap Gilang lembut.
"emmm iyaa".jawab mu seraya mengusap kepala gilang
Kau mengahmpiri Rein yang masih duduk di tepi ranjang alexa.
"Mas Rein makanlah dulu,aku yang akan menjaga nya"
"nanti saja".jawab nya singkat
"bagaimana hasil pemeriksaan nya tadi?".tanya mu
"ellena menderita leukemia".jelas Rein dengan lesu
mata Rein begitu sayu, dia tak menyangka putri kecilnya memiliki sakit yang cukup serius. Rein kembali menyesali sikap cuek Nya terhadap anak anak yang membuat mereka harus menderita.
begitupun dengan mu, kau cukup terkejut mendengar jawaban Rein, ellena begitu dini untuk merasakan sakit seperti ini penyakit cukup serius untuk anak sesusia nya.
kau mengelus wajah ellena dengan lembut.
"cepat sembuh sayang".ucap mu lirih.
Rein sekilas menatap mu yang tengah membelai ellena dengan tulus.
Beberapa jam kemudian Ellena bangun dan mencari mu.
Kau langsung duduk di samping nya dan memegang tangannya.
"elle,mama disini em,,,".jawab mu
"mamaa,".panggilnya lagi
"iyaa sayang, kau butuh sesuatu hmm?katakanlah".ucap mu
"mama mau jadi ibu ku dan juga kak Gilang ?,aku tidak suka berpisah lama dengan mama, aku benci jika harus merindukan mama setiap saat, tinggalah bersama kami di mension, elle ingin selalu dekat dengan mama".jelas ellena
Deggg...
__ADS_1
Perasaan mu kacau saat mendengar permintaan ellena, pertanyaan itu sudah lama kau lupakan namun kini datang lagi,
Apa ini masih di sebut kebetulan,,atau..... takdir???
kau masih terdiam sebelum suara Rein menyadarkan lamunan mu.
"ellena kau baru bangun, jangan banyak bicara dulu,".ucap Rein
"mama,,,kau belum menjawab ku".tanya ellena lagi
kau menatap Gilang dan Rein bergantian, hilang menunjukkan wajah melas agar kau mau menerima permintaan ellena, sedang Rein tak ada reaksi di wajah pria itu, tatapan nya terlihat datar dan kosong.
Kau mengelus kepala ellena dan tersenyum.
"hmm iya mama akan pikirkan lagi ya, sekarang istirahat lah ,kau harus Sehat dulu hm".jawab mu
matahari sudah turun dan langit mulai gelap,
Melihat Ellena dan Gilang sudah tidur Rein mengajak mu keluar untuk bicara.
" kau sudah memikirkan permintaan ellena? "tanya Rein
" entahlah,".jawab mu singkat
"allexa permintaan ku malam itu serius untuk menikahi mu, karna aku yakin kau bisa menjaga mereka, mereka sangat membutuhkan mu, bahkan selama ini ellena selalu saja mencari mu setiap waktu, aku bahkan kewalahan untuk mencari alasan. "buatan Rein
" tapi pernikahan bukan untuk main main Rein, bagaimana mungkin kita menikah sedangkan kita tidak saling mencintai, ".jawab mu
" kita akan lakukan itu sering berjalan nya waktu allexa".ucao Rein pasti
kau terdiam sejenak memikirkan perkataan Rein, kau juga teringat raut wajah ellena yang meminta mu menjadi ibunya, wajah yang begitu lesu dan tak berdaya memohon dengan mu.
lalu kau kembali menatap Rein dengan dalam.
"baiklah aku mau menikah dengan mu,".kata mu serius
" kau serius?, ".tanya Rein lagi
kau hanya mengangguk menjawab pertanyaan Rein.
tanpa menunggu lama Rejn segera mengadakan resepsi pernikahan dengan mu, pesta nya yang hanya di hadiri orang-orang penting saja.
"mama,,, Ellena sangat senang".ucap ellena
kau tersenyum dan mengusap wajah kedua anak sambung mu itu
"terimakasih sudah mau menjadi ibu kami".tambah Gilang
di tengah pembicaraan mu dengan Gilang dan ellean tiba tiba yuna datang menghampiri mu dan mengajak mh bicara.
"haish benar benar tidak tertebak sama sekali".ucap yuna
kau hanya tersenyum membalas perkataan sahabat mu itu.
"kau harus bahagia alle,jika terjadi sesuatu kau boleh menceritakan nya dengan ku".ucap yuna
"baiklah".jawab mu
acara resepsi berjalan dengan lancar, semua tamu satu persatu meninggal kan acara.
sedangkan kau dan Rein sudah berada di kamar pengantin.
"untuk sementara kita satu kamar dulu,untuk meyakinkan anak anak".kata Rein
"memang nya setelah itu?".tanya mu Bingung
"hm,lalu kau mau tetap satu kamar dengan ku?".kata Rein lagi
".........
(rein tersenyum sinis)
" jangan berharap banyak dengan pernikahan ini alle, ini semua demi anak anak dan kau hanya sebatas pengasuh anak anak ku,".jawab Rein santai
"apaa??".jawab mu , kau begitu terkejut dengan pernyataan Rein
"sama dengan alasan pernikahan kita,dan semuanya tidak akan berubah,kau tetap orang asing untuk ku".tambah nya lagi
...****...
__ADS_1