
"sayang duduklah".ajak Rein sembari masih menggendong ellena
"emm iya ".jawab mu kemudian meletakkan bokong mu di sofa
"kenapa tidak bilang kalau mau kesini,aku kak bisa menjemput mu".ucap Rein
"emm aku juga tidak ada niatan kesini,soalnya di rumah sangat bosan, lalu aku menjemput Gilang dan ellena dan sekalian mampir kesini".jelas mu
"uuu maaf sayang kau harus sendiri dirumah karna aku selalu bekerja..".ucap Rein penuh rasa bersalah.
"tak apa sayang kau kan bekerja untuk kami,em ini aku bawa makan siang kita makan dulu saja,,, lohh Ellena sudah tidur,,," .ucap mu yang menyadari Ellena sudah tidur di gendongan Rein
"oh benar, sebentar aku menidurkan nya dulu".ucap Rein
seraya menunggu Rein menidurkan ellena kau mengajar Gilang bicara.
"Gilang,,tadi belajar apa nak?".tanya mu pada anak laki laki mu
"musik ma,aku belajar memainkan piano tadi"jawab nya semangat
"wahhhh,kau sangat mirip dengan papa mu yang sangat suka musik,mama boleh mendengar nya kan saat di rumah nanti".tanya mu
"tentu saja,aku juga membuat lagu khusus untuk mama".jawab nya
'"hah benarkan? ,mama tidak sabar mendengarkan nya, sungguh suatu kehormatan bisa mendengar kan nya nanti".ucapmu sambil tersenyum dan mengelus pucuk kepala Gilang.
setelah selesai makan siang,kau segera pamit dengan suami mu untuk pulang tidak ingin berlama lama disana nanti malah menganggu Rein bekerja..
"kalau begitu aku dan anak anak pulang dulu yaa sayang".ucapmu
"ayo".jawab Rein
"kau kan belum selesai kerja".ucapmu mencegah Rein ikut pulang.
"aku hanya mengantar kalian , nanti kesini lagi".jelas Rein
"oh baiklah".jawabmu menyetujui permintaan Rein.
Setelah mengantar kalian Rein kembali ke kantor dan kau langsung membersihkan diri serta anak anak.
hari sudah mulai gelap namun belum tampak tanda tanda jika Rein pulang dari kantor. kau baru saja selesai membantu para maid di dapur untuk memasak, matamu menengok ke arah jama dinding yang sudah menunjukkan pukul 17.45.
"Huhh,,katanya tidak akan pulang malam,tapi lihatlah jam segini dia belum pulang!".kesalmu pada Rein kala teringat pembicaraan mu tadi pagi dengan nya.
Namun baru saja kau ingin mendudukkan bokong mu di sofa tiba tiba ada yang membunyikan bel rumah mu.
membuat mu langsung kembali berdiri menghampiri nya.
__ADS_1
"apa itu mas Rein?,tapi kenapa tidak langsung masuk".tanyanmu pada diri sendiri dan segera berjalan ke arah pintu
kah menarik gagang pintu hingga terbuka, hening seketika saat pintu itu terbuka, kau begitu terkejut dengan sosok yang sekarang ada di depan mu, kau tak menyangka jika dia kini berada di hadapan mu lagi.
"maaf apa aku mengganggu?, aku ingin bertemu dengan Abang Rein!".ucapnya menyadarkak lamunan mu
Ya yang datang adalah Dion ,,
Jujur kau masih belum percaya jika Dion adalah saudara Rein suami mu,jadi agak canggung untuk moment ini.
kau juga bingung harus bersikap seperti apa.
"Alle..." .panggilnya,Karna kau tak kunjung menjawab nya
"ohh bisaa,masuk lah dulu dia masih di kantor sebentar lagi akan pulang".jawab mu sambil mempersilahkan dion masuk
"ahh iya, terimakasih".ucap nya sembari melangkah kan kakinya masuk ke mension kalian
"kau mau minum apa".tawar mu
"emm air putih saja alle".jawab dion singkat
"baiklah, tunggu sebentar yaa".ucapmu dan segera kedapur.
mau tidak mau kau harus menemani dion diruang tamu untuk menunggu kepulangan Rein.
dion sesekali melirik ke arah mu yang hanya diam tak berkutik membuat nya ingin bersuara.
"Alle,,".panggil dion seraya menatap mu
"emm iya".jawab mu lalu kemudian mengangkat pandanganmu .
"maaf untuk waktu itu".ucap nya lirih
kau semakin canggung saat dion mengajak mu bicara tentang masalah malam itu.
"tidak apa apa Dion ,,harusnya aku yang minta maaf Karna sudah marah marah".jawab mu seadanya
"tidak alle, wajar saja jika kau marah aku memang ceroboh saat itu"sesal dion.
"kalau boleh tau kenapa kau mau menemui mas Rein?".tanya mu berusaha mengalihkan pembicaraan
"jika aku menjawab pertanyaan mu maka aku juga harus memberi tau kedekatan ku dengan Abang Rein .dulu aku dan dia sangat dekat,sampai apapun aku pasti akan meminta izin dengannya terlebih dulu, semua keputusan ku berada di bawah keputasan nya,,aku hanya akan melakukan apa yang dia katakan,Karna aku sangat mempercayainya,,,".jelas Dion
"Abang Rein sangat baik,dia juga memenuhi semua kebutuhan ku saat aku masih kuliah dulu,,dia tidak pernah mengeluh tentang itu,
berkat kehadiran nya aku tidak pernah kesepian
__ADS_1
dan dari dia juga aku mendapatkan kasih sayang seorang ayah sekaligus ibu di hidupku
Karna itu aku tidak pernah berani membantah nya, namun semua itu berakhir begitu saja,saat kami mencintai satu orang yang sama".ucap dion menjelaskan panjang lebar.
Deg...jantung mu terasa berdetak lebih kencang saat mendengar penjelasan dion.
Kau mulai menyadari arah pembicaraan Dion,,ada sedikit rasa bersalah di hatimu...
Kau mengira dirimu lah yang menyebabkan kekacauan dua orang ini.
"aku akan berangkat ke Amerika besok,jadi aku ingin meminta izin dengan Abang Rein ,dan juga meminta maaf Karna sudah kurang ajar merebut mu darinya ".lanjut Dion
"Dion,,,maaf,aku yang menyebabkan ini semua terjadi,,".ucap mu lirih
"tidak alle,, ini bukan salah Muu, aku yakin bang Rein akan menjaga mu dengan baik,dia tidak pernah seperti ini hanya Karna wanita,,jadi sudah pasti dia sangat mencintai mu,,".jawab dion
"Dion,, bolehkah aku memeluk mu sekali lagi".tanya mu
Dion melebarkan lengan nya dan kau langsung memeluk nya erat..
" terimakasih sudah mah jadi sahabat ku selama ini "ucap mu lirih
"emm,, terimakasih juga alle karna sudah hadir di hidupku".ucap Dion yang terus mengusap air matanya yang tak henti-hentinya mengalir di balik pelukan mu
Jujur ini sakit dan juga sangat sulit untuk Dion, tapi dia tidak boleh egois...
Dia tidak mau menyakiti orang orang yang sudah sangat baik.
namun sialnya tanpa kalian sadari ada sepasang mata yang tengah memperhatikan adegan yang kalian lakukan.
"sepertinya aku memang sudah tidak dihargai...bahkan rumah ku kalian jadikan tempat selingkuh,".ucap seorang yang tengah berdiri menatap tajam ke arah kalian.
Kau sepontan melepaskan pelukan mu dari Dion saat menyadari kehadiran suami mu.
ya itu Rein, dia baru saja pulang dari kantor berharap dirumah akan segera bertemu dengan istri tercinta namun malah di sambut dengan luka yang amat menusuk relung hatinya.
"Mas Rein,, tidak tidak,,ini..." ucap mu namun di potong oleh Rein
"kalian lanjutkan saja,apa perlu ku pinjami kamar?".jawab Rein spontan
terlihat jelas rawut wajah yang memancarkan emosi dan kemarahan pada dirinya.
"Bang...".panggil dion lirih
"dion,kau mungkin merasa berhak bersamanya, Abang minta maaf Karna sudah merebutnya darimu".ucap Rein lirih sambil menahan emosinya
Setelah mengatakan itu Rein berlalu ke kamar nya begitu saja, tanpa ingin mendengarkan penjelasan dari kedua insan itu.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...