
Dion :"Bang....kau masih ingat gadis yang ku ceritakan 6 tahun lalu??"
Rein :".......
Dion :"itu Alexa"
Rein :"ha?"
Flashback on...6 tahun lalu
Rein :"Dion pulang lah ke rumah,,papa ingin kau di sana"
Dion :"bang,,kau tau jika aku pulang aku akan di jodohkan dengan wanita itu"
Rein :"tidak, percayalah,abang akan mengurusnya,"
Dion hanya mengerutkan bibirnya Karna kesal.
Rein :" yakkk,kau tidak mau di jodohkan Karna memang belum mau menikah atau kau punya pacar?" (selidiki nya)
Dion:"bang...."
Rein :"ahhahhahah benar kan kau punya pacar? siapa dia, sangat hebat bisa menaklukkan hati adik abang ini" (canda Rein menghibur adiknya itu)
Dion :"hmm tidak,aku menyukai nya secara sepihak,aku tidak tau perasaan nya,mungkin dia tidak menyukai ku"
Rein :"apa kau sudah menyatakan nya pada gadis itu?"
Dion :"aku takut jika mengatakan nya nanti dia malah menjauh"
Rein :"hmm abang paham,tapi tidak ada salahnya mencoba,lagi pula kau tak tau dia menyukai mu atau tidak,jika tidak di ungkapkan kita tidak akan tau hasilnya dan kau akan terus dilanda rasa penasaran,jadi bicarakan lah dengan nya emm!
Sudah berapa lama kau menyukainya,?"
Dion :"2 tahun lalu,"
ԅ( ͒ ͒ )ᕤ
Jessica:"ini minuman nyaa,,, Dion menginap lah disini,, Gilang dan Ellena pasti senang"
Rein :"sayang duduklah disini" ucap rein seraya menarik lembut tangan istrinya.
Jessica :"emm apa?"
Rein :"Dion kau tau ,saat dulu aku mengajak Jessica menikah,,aku juga sama seperti mu,takut menyatakan perasaan ku padanya ,tapi rasa takut kehilangan nya jauh lebih besar daripada takut menyatakan perasaan ku."
Dion :"benarkah?"
Jessica:"hmm,apalagi abang mu ini sangat kaku,dingin dan cuek, terlebih lagi dia itu sok jual mahal hahaha"
Rein :"tapi aku sangat mencintaimu sayang"(mengecup kening Jessica)
Dion :"ahhhh yang benar saja,bang kau membuat ku tidak betah disini,,,"
All:"hhhaahahhah"
Flashback off.
Rein :"kau hanya bagian dari masalalu nya"
Dion :"lalu bagaimana dengan Jessica? kau menikahi Alexa padahal masih belum selesai dengan masalalu mu"
Seketika Wajah kiri Dion terasa panas dan nyeri dalam hitungan detik,Satu pukulan keras mendarat di wajah Dion dari Rein.
Pria itu memegang sudut bibirnya yang mengeluarkan darah akibat pukulan saudara kandung nya.
Dion tersenyum miring dan menatap tajam ke arah Rein dengan penuh amarah...
Dion :"kau....(terpotong)
Rein :"kau tidak berhak menghakimi ku, ini peringatan terakhir ku, Jangan pernah temui Alexa lagi! Dia milik ku,"
Namun bukan Dion namanya kalau dia takut dengan ancaman Abang nya itu.
Sebenarnya Alexa juga menyukai Dion,namun dia tidak mungkin mengungkapkan nya lebih dulu, dan pada akhirnya selama beberapa tahun ini mereka saling memendam perasaan yang sama😪.
Disisi lain
Allexa sedang di supermarket ingin membeli bahan bahan yang sudah tidak ada di rumah Rein,namun matanya menangkap seseorang yang tidak asing baginya.
__ADS_1
Alexa :"Dion,,(gumam nya)
Dion yang kebetulan ada di supermarket untuk membeli obat luka.
Alexa:"hey Dion?? "(panggil mu)
Dion menoleh ke arah sumber suara...
Dion:"ouhh aaa-alexa"
Alexa:"yaaaaak,,kenapa dengan wajahmu,," (kau menaruh semua barang belanjaan mu dan memegang sudut bibir Dion yang mengeluarkan darah)
Tidak bisa bohong kau sangat khawatir Melihat kondisi Dion yang seperti ini,kau menuntun Dion untuk duduk dibangku sekitar supermarket itu.
Alexa :"duduklah,aku akan mengobati mu"
Dion :"tidak usah,,aku tak apa" (tolaknya )
Alexa :"kau selalu bilang begitu,(menarik dion ke kursi yang tersedia di sana) tunggu sebentar"
Kau mengobati luka Dion dengan telaten,,
Dion :"aarghhh" (ringisnya,Karna lukanya bersentuhan dengan obat yang kau oleskan)
Alexa:"eohh,tahan sebentar ya"
Alexa:"hmm sudah"
Dion :"kau sendiri disini??"
Alexa :"seharusnya aku yang bertanya,kenapa kau bisa seperti ini,siapa yang melakukannya eohh,,"
Dion :"aishh tidak,hanya masalah kecil,kenapa kau khawatir?"(godanya)
Alexa :"tentu saja"(celetuk mu)
Dion terdiam saat kau menjawabnya..dia menatap matamu dalam mencari arti dari kalimat mu tadi.
Alexa :"hmm,kenapa melihat ku seperti itu"
Dion :"Alexa,,,"
Dion :"maaf,,"
Alexa :"untuk??"
Dion :"Karna menyukai mu"
Kau tertegun mendengar penuturan Dion , detak jantung mu terasa lebih cepat dari biasanya,kau sangat kaget dengan penuturan Dion,bagaimana tidak orang yang kau sukai sejak dulu ternyata juga menyukai mu.
Alexa :"kenapa baru sekarang"
Dion :"aku tidak memiliki keberanian Alexa,,,aku takut jika mengatakan nya kau malah menjauh dariku"
Alexa :"bodoh,," (tak terasa buliran air mata jatuh dari mata indah mu)
Dion :"yaaa kenapa menangis eohh"
Alexa :"tidak,,aku harus pulang,," (menghapus air mata mu)
Kau tak ingin terlihat kacau di depan Dion,hingga akhirnya kau memutuskan meninggalkan nya disitu yang masih bingung.
Baru membuka pintu kau sudah di sambut kalimat dingin dari Rein, membuat mood mu semakin tak karuan.
Rein :"dari mana kau"
Alexa :"belanja" (cuek mu Melawati nya begitu saja)
Rein :"ini sudah sore dan kau belum masak apapun malah sibuk berkeliaran di luar, harusnya....(terpotong)
Alexa :"harusnya apa hah?? Harusnya aku seperti istrimu yang ahli dalam segala hal mengurus kalian,selalu bisa membagi waktu dan tidak pernah melakukan kesalahan,itu kan yang ingin kau katakan? baiklah,,aku paham,,maaf tidak bisa seperti istrimu,, tidak bisa menjadi seperti apa yang kau harapkan,,,tapi aku tidak akan pernah menjadi seperti istrimu, kau boleh mengatakan apapun tentang ku,,tapi jangan bandingkan aku dengan mendiang istrimu,Karna kamu adalah 2 orang yang berbeda"
Emosimu sudah tak tertampung lagi,sejak tadi kau sudah berusaha menahan nya,ditambah masalah mu dengan Dion tadi yang memang butuh pelampiasan mood burukmu.
Kau meletakkan semua barang belanjaan mu dan pergi ke kamar mu,dan segera mandi agar bisa sedikit meredam amarahmu,,
Alexa :"berendam mungkin bisa melegakan pikiran yang kacau ini"
Kau mengisi Bath up dengan air dan mulai berendam.
__ADS_1
Mungkin Karna mendapatkan ketenangan kau sampai tertidur di sana.
1 jam kemudian.
Ellana:"eohh mama dimana??"
Gilang:"pa mama masih di kamar?"
Rein :"emmm, sebentar ya papa Panggil dulu"
Rein :"Alle.... Alexa..." (panggilnya namun tak ada sahutan dari mu)
Dia mencari mu di kamar tapi tidak ada,lalu masuk ke kamar mandi dan benar saja kau masih di sana,dengan mata tertutup...
Rein :" ALEXA " (dia terkejut melihat mu yang berada di dalam bath up dengan mata tertutup)
Rein :"Alexa bangun heyyy, Alle" (paniknya sambil menggoyangkan goyang kan tubuh mu)
Alexa :"kau berisik sekali" (ucapmu santai sambil perlahan membuka matamu)
Rein :"yakkk,,huuhhh"(menghembuskan nafas lega)
Alexa :"keluar lah"
Rein :"kau gilaa,,apa yang kau lakukan disini hah"
Kau mendengar kan ocehan Rein dengan malas dan mengambil handuk mu,
Alexa :"memangnya kenapa?"
Setelah itu kau langsung keluar dari kamar mandi meninggalkan Rein yang masih menatap mu heran.
Rein :"ada apa dengan wanita itu hari ini"
Dion X Yuna POV
Dion :"jadi Alexa juga menyukai ku"
Yuna:"hmm haishhh,,,semua memang terkadang tidak sesuai dengan exspestasi kita"
Dion :"........"
Yuna:"sudahlah,kalian memang tidak berjodoh,tidak ada yang bisa kau lakukan bukan! Alexa juga sepertinya bahagia"
Dion :"menurut mu dia bahagia?"
Yuna:"emmm"
In call.
Alexa :"hmm,,kenapa menelpon ku malam malam?"
Dion :"tidak,aku ingin memastikan kau baik baik saja"
Alexa :"haiss,,kenapa bertanya seperti itu?"
Dion :"yakk kau tau betapa bingung nya aku saat kau pergi dengan menangis eohh""
Alexa :"hahahah maaf"
Dion :"kenapa??"
Alexa:"tidak"
Ellana :"mama,,bantu aku mengerjakan tugas"
Alexa :"eohh iya sayang, sebentar yaa"
Alexa :"Dion ku tutup dulu ya,"
Dion :"emmm iya,jaga kesehatan mu"
Call off.
Entah kenapa Kau tersenyum saat mendengar kata-kata dari Dion.
Jangan lupa like, vote dan komen ya gaes..
nantikan selalu kelanjutan dari cerita "ISTRI PENGGANTI TUAN REIN" akan banyak kejutan dari setiap episode nya, jangan sampai ketinggalan 💜💜
__ADS_1