
Rein membuka matanya dan terlihat lah mata sendu yang terasa begitu memilukan pandangan mu...
" alle apa kau benar-benar menyesali pernikahan ini?".(tanya nya Rein dengan nada dingin)
"a-aku,,,". (jawab mu gugup)
kau tak sanggup melanjutkan kalimat, kau juga menyadari bahwa kata kata yang kau ucapkan tadi mungkin menyinggung Rein, tapi sejujurnya kau tak bermaksud begitu.
"Alexa,,,,aku tau ,aku faham semua ini sangat berat untuk mu...ini semua salah ku,andai aku tak hadir dalam hidup mu,mungkin kau bahagia dengan pilihan mu,dan Andai saja malam itu aku tak melakukan nya,mungkin kau sudah bebas sekarang,Karna kecerobohan ku kau harus mengandung anak yang tidak kau ingin kan,aku tau aku egois..". ucap Rein dengan nada melas.
wajahnya terlihat begitu melas dengan pandangan yang menunduk, membuat hati kecil mu sedikit nyeri dengan pandangan yang sangat menyedihkan ini.
"jika kau benar benar ingin pergi,aku tidak akan melarang mu lagi,tapi bisakah kau bertahan sebentar lagi,,,aku ingin melihat anak kita lahir,,, setelah itu kau boleh pergi dan melanjutkan hidup mu yang tertunda karna aku,
aku akan bertanggung jawab untuk anak yang sedang kau kandung." (ucap Rein lirih,)
mendengar penuturan rein hati sedikit tersentuh ,dan tanpa sadar air matamu jatuh begitu saja, Kau memberanikan menatap Rein hingga pandangan kalian bertemu.
tangan mu ingin sekali menyentuh wajah nya, namun dirimu masih terlalu gugup.
"aku tidak akan melakukannya!!" (tegasmu)
Terlihat raut wajah sedih dan kecewa di wajah suami mu itu...dan lalu tersenyum getir,,
"aku.....".ucap Rein terpotong
Cup...
tiba tiba saja Kau mendaratkan ciuman di bibir Rein agar dia tidak melanjutkan kalimatnya....
__ADS_1
kau tidak mau mendengar kalimat kalimat menyedihkan dari Rein.
"A-alle" (tanya Rein sembari menatap mu bingung)
tangan mu bergerak menyentuh piyama suami mu itu lalu kemudian menarik kerah nya dan kembali mencium Rein untuk memperjelas kecupan singkat tadi ,kali ini sedikit mengulum dan terkesan agresif.
sedikit lama kau mencium Rein mandiri sebelum mendapat balasan darinya yang kini tengah terpaku bingung dengan tindakan mu itu.
pikiran Rein begitu berantakan antara senang, sedih, terkejut berputar menjadi satu di kepalanya.
beberapa saat kemudian Rein tersadar ketika merasakan ciuman mu yang semakin agresif dan semakin dalam, dan lebih mengejutkan lagi bagi Rein kau mulai memasukkan lidah mu nakal memasuki rongga mulutnya.
oh tidak! ini pertama kalinya kau mencium Rein dengan inisiatif mu sendiri. Rein begitu senang mendapatkan perlakuan yang begitu intens darimu yang sebelumnya sama sekali tak pernah dia bayangkan.
merasakan itu Rein tak mau diam saja dia ingin mengambil alih memimpin ciuman yang semakin mambara membakar hasrat kalian. tangan Rein mulai menilisik lembut menekan Tengkuk leher mu dan satu tangan nya lagi menarik pinggang mu agar lebih dekat dengan tubuhnya.
tak ada yang berniat melepas ciuman itu, menunggu nafas mereka habis lalu kemudian akan di akhirnya.
tangan mu sedikit menyentuh dada Rein memberi isyarat untuk melepaskan ciuman nya.
"uuuh...." (kau mengatur nafas mu yang kacau akibat permainan lidah dengan Rein tadi)
Sedangkan Rein menatap mu dengan penuh tanda tanya,dia masih belum paham dengan maksud ciuman mu tadi...
"apa ini tadi" (tanya Rein bingung)
jiwa mu kembali tersadar kala mendengar suara Rein,Kau tak berani menatap Rein dan berbalik membelakangi nya, menyembunyikan wajah mu yang sudah memerah menahan malu☺️.
"Alle...".Panggil Rein
__ADS_1
"jangan bicara,,aku maluu".cegah mu
melihat tingkah mu yang menyembunyikan malu dengan bersembunyi di balik selimut itu membuat rein terkekeh kecil, dirinya begitu bahagia malam ini, penantian nya sepertinya kini akan segera berakhir.
Rein semakin gemas dengan tingkah mu dia pun tersenyum dan membalikkan tubuhmu untuk menghadap ke arahnya.
"aku mencintaimu,,, sangat...jika aku boleh meminta,, tolong jangan pergi dan tetaplah bersama ku, Alle,,, pernikahan kita memang di awali dengan luka,saat itu ku pikir aku masih mencintai almarhum Jessica,,tapi setelah ku telisik lagi ternyata itu bukan cinta,,,itu trauma,,dan aku menyadari bahwa cinta ku hanya untuk mu hanya mencintaimu,,maaf aku terlambat menyadari nya,aku tidak pandai mengungkapkan kata romantis tapi sungguh aku mencintaimu lebih dari diriku sendiri, Jessica memang berperan dalam hidupku,tapi hadirmu saja sudah mampu mengalahkan Jessica, kau lebih dari segalanya alle, aku tidak segila ini saat Jessica pergi meninggalkan ku untuk selamanya,tapi saat kau bilang ingin pergi dari hidupku aku benar-benar merasa jadi orang yang tidak berarti di dunia ini,Karna aku yakin kau adalah takdir ku Allexa".ucap Rein penuh dengan ketulusan
"apa ini,,,,,,kau sangat banyak bicara,,aku tidak pernah mendengar mu banyak bicara seperti mu" (kau menangis terharu mendengar penuturan suami mu ini)
"suuutt, kenapa menangis" (ucap Rein sambil menghapus air mata mu dengan jarinya)
Dan menarik mu ke dalam pelukannya,mendekap mesra tubuh mu erat seakan tak ingin ia lepaskan, Rein begitu bahagia malam ini dia bersyukur pada akhirnya kau membuka hati mu untuknya...
"aku ingin terus bersama,,sampai baby lahir dan seterusnya,,, tapi aku takut jika kau masih mencintai almarhum istrimu dan....emph". Belum lagi kalimat mu selesai Rein sudah mencium rakus bibirmu...
Oh tidak Rein sangat bahagia mendengar penuturan mu tadi,,,,,dia tidak bisa mengendalikan dirinya,,
"I LOVE YOU ALEXA OLIVIA JONSHON more and more,," (ucap rein semangat)
"I LOVE YOH TOO TUAN REINALDO".balas mu dengan senyuman yang begitu manis menatap Rein.
Rein tersenyum dan kembali mencium bibir mu lembut kau juga dengan senang hati membalasnya lalu mengalungkan tangan mu di leher nya dengan indah.Semakin lama ciuman itu semakin panas..Jari jari mu mulai nakal membuka kancing piyama Rein dan mengelus perut nyaa...
Seperti nya malam ini akan menjadi malam pertama kalian yang tertunda!
...terkadang untuk mendapatkan cinta yang tulus kita harus sedikit egois dengan keadaan....
...quote by arra_penna...
__ADS_1