Istri Pengganti Tuan Rein (Revisi)

Istri Pengganti Tuan Rein (Revisi)
BAB 2


__ADS_3

"ellana, gilang,,ayo makan malam".panggil rein dari meja makan


"iya pa".jawab Gilang sambil menghampiri rein yang sudah di meja makan.


"dimana adikmu?".tanya Rein yang melihat Gilang hanya berjalan sendiri.


"mungkin masih di kamar dengan kak alexa, sebentar lagi datang".jelas gilang


"pakailah baju ini,baju mu sudah basah kak".ucap ellena


"ahh iya terimakasih elle, maaf ya aku sudah merepotkan mu "ucapmu tersenyum manis


"tidak ,aku senang kau disini,".jawab nya seraya tersenyum manis.


Kau tersenyum dan mengusap rambut gadis kecil itu dengan lembut.


"wahh kau sangat cantik memakai baju itu".ucap ellena


"benarkah??"(tanyamu tak percaya)


"baju ini milik almarhum mama ku, sudah lama sekali tersimpan".ucap ellena


senyum mu seketika hilang saat ellena mengatakan tentang ibunya, hati mu sedikit nyeri mendengar penjelasan nya.


ternyata ibu mereka sudah meninggal. batin mu


"aa begitukah, seharusnya aku tak memakai bajunya".ucap mu dengan sendu


"tidak,aku suka".jawab ellena tersenyum


kau tercekat dengan pernyataan ellena, pantas saja gadis kecil ini terlihat begitu dewasa dari umurnya, kehilangan ibu sudah menjadikan nya seperti ini. nasib kalian sama kau juga ditinggal kan orang tuamu sejak dini, sehingga memaksa diri kalian untuk dewasa sebelum waktunya.


"kak alle apa boleh aku memanggil mu mama?".tanya nya begitu saja


"iyaa??".tanyamu kaget dengan pertanyaan aneh ellena


"jika kau keberatan tidak apa".jawab nya lesu.


"emmm iyaa, terserah mu saja memanggil ku apa".pasrah mu agar tidak menyinggung ellena


Setelah selesai mengobrol kalian keluar dari kamar untuk makan.


Saat kau berjalan menuju meja makan sepasang mata tak beralih menatap mu tajam,entah apa arti dari tatapan itu.namun kau tak menyadarinya


"wahhh kak alle,kau sangat cantik memakai itu".ucap Gilang


Kau tersenyum ke arah Gilang lalu tak sengaja matamu melirik ke arah Rein yang juga sedang menatap mu tajam,tatapan itu sukses membuat sedikit canggung saat ini.


kau berpikir tidak seharusnya memakai baju ini, ouh tidak allexa apa yang kau lakukan. batin mu berkecamuk tidak jelas di sana


"ellena,,kau tau itu milik siapa"(tanya rein dingin)


pertanyaan itu sukses membuat mu tercekat, iya firasat mu benar, lah tak seharusnya memakai baju ini.


"i-iya pa"(jawab ellena takut)


"bukankah tak boleh sembarang orang memakai nya?".tambah nya lagi


"maaf pa".jawab ellena


Setelah itu Rein langsung pergi dari meja makan, dia tak melanjutkan makan malam nya, sungguh kau begitu merasa serba salah. kau tersadar dari lamunan mu saat mendengar suara tangisan di sebelah mu.


Dan benar saja ellena sudah menangis kau langsung memeluk Ellena yang tengah terisak.


"Ellena,sudah yaa,,".tenang mu


kau berusaha membujuk ellena agar lebih tenang dan menggendong nya ke kamar untuk mengajaknya tidur, begitu juga Gilang.


Pukul 23.00


kau menatap wajah tenang ellena yang sudah tertidur, entah kenapa kau merasa iba pada gadis kecil ini, anak seusia nya sangat membutuhkan perhatian penuh dari orang tuanya namun dia sudah kehilangan sosok ibu.


mengingat pertengkaran kecil saat kalian di teras tadi membuat mu sedikit tau kalau Rein sangat jarang ada untuk mereka.


"sungguh malang".kata mu liriih.


kau perlahan bangun dan mencari ponsel mu melihat jam,


" astagah ternyata sudah jam 11,bagaimana aku pulang? "ucap mi lirih


kau ke luar diam diam menuju balkon kamar itu,namun kau kaget saat ada Rein yang duduk disana, ternyata balkon itu terhubung antara kamar Ellena dan Rein.


Kau ingin kembali namun Rein lebih dulu menyadri kehadiran mu.

__ADS_1


"kenapa belum tidur?".tanya nya singkat


"ahhh,i-tu,,emm".jawab mu terbata bata


Rein berjalan mendekati mu.


"kita bahkan belum sempat berkenalan,aku Reinaldo Mirza Pradipa".ucap nya seraya mengulurkan tangan


"aa aku Alexa,, Alexa Olivia Jonshon".balasmu sambil menyambut tangan Rein.


"terimkasih sudah membantu anak anak ku,".ucap rein lagi.


"emm,iyaa tak masalah".jawab mu singkat


"kau sangat pandai mengambil hati mereka".tambah nya


"maksudmu??".tanyamu tak paham dengan arah pembicaraan Rein


"maksudku,kalian bahkan baru bertemu hari ini,tapi ku lihat mereka sangat menyukai mu,".jelasnya


"emm".hanya itu kata yang bisa keluar dari bibir mu.


"apa kau menyukai mereka juga?".tanya rein lagi.


pertanyaan itu itu sontak membuat mu menatap Rein sehingga mata kalian bertemu.


"ahh itu,emm sejujurnya aku tidak terlalu menyukai anak anak,tapi Ellena dan Gilang membuat ku sedikit nyaman saat bersama mereka?".jawab mu seadanya.


"kalau begitu apa kau mau menikah dengan ku".ucap nya santai


"haaa??".jawab mu tak percaya.


sungguh aneh kalian bahkan baru saja bertemu dan berbicara pria ini sudah mengajak nya menikah, sungguh di luar dugaan mu


"kau tak harus menjawab sekarang, pikirkanlah dulu permintaan ku,aku memberi mu waktu".jawab nya santai


Kau masih tak percaya dengan apa yang baru di ucapkan oleh Rein, bagaimana bisa dia mengatakan itu padahal kalian bahkan baru berkenalan beberapa menit yang lalu.


kau tak mau ambil pusing, permintaan konyol yang tidak perlu kau pikirkan.


...*****...


2 bulan berlalu,kau menjalani hari-hari mu seperti biasa, bahkan mungkin kau sudah lupa dengan pernyataan aneh Reinaldo malam itu.


"kenapa nyuruh kesini pagi pagi weekend Alexa,kau tau ini adalah waktu yang paling baik untuk tidur ?".ucap seorang gadis seusia nya yang baru datang


ya itu yuna sahabat satu satu nya Allexa, yang selalu menjadi sandaran Allexa dalam keadaan apapun.


"yaaa,kau satu satunya Teman yang aku punya,lalu aku harus memanggil siapa lagi kalau bukan kau?".celoteh mu


"haisshhh, yayayaya,,em kau mau apa aku kesini?".tanya yuna


(kau mengeluarkan smirik)


"temani aku belanja,bahan bahan sudah menipis semua".jawab mu semangat


"whattt,,kau memanggil ku kesini hanya untuk menemani mu belanja".jawab nya lesu


"aishh,,aku akan menraktir mu hari ini".jawab mu


"uuuu,gaji mu sudah naik?".jawab nya Seman


"Tidak".jawab mu singkat


di Supermarket kalian mulai mencari bahan bahan makanan yang akan kalian beli.


Saat kalian sedang memilih barang,tiba tiba......


"mama".panggil seorang yang suara nya tak asing bagimu


"eh alexa,siapa yang di panggil mama oleh anak itu,kenapa dia melihat ke arah kita?".tanya yuna yang juga menyadari panggilan itu


Kau pun menoleh ke arah anak itu,dan


Deggg...


"Ellena,,,".lirih mu


"mama"(ellan berlari dengan semangat ke arah mu)


Yuna yang melihat itu spongan langsung menatap mu tak percaya.


"tidak.. ini tidak seperti yang kau pikirkan".ucap mu mencoba menjelasakan dengan yuna, kau tau isi pikiran nya

__ADS_1


"mama, Ellena rindu, mama kemana saja".ucap nya


"mama juga rindu,kau kesini dengan siapa,".tanyamu menanggapi


percakapan mu itu sontak membuat sahabat mu itu menutup mulut tak percaya, matanya terlihat jelas meminta penjelasan darimu.


(ellena menunjuk kearah Rein yang juga tengah berjalan mendekat dengan kalian)


"dengan papa dan kak Gilang".jawab nya


Alexa :"ahhh"


"Ellena,jangan seperti itu lagi yaa,nanti mama alle terganggu".ucap Rein lembut


"tidak apa apa,emm gilang, kalian mau beli apa emm?".tanya mu seadanya


"kami hanya mampir,anak anak ingin bermain ke taman kota".balas Rein


"mama,ayo ikut kami".celetuk ellena tiba tiba


"iyaa,akan menyenangkan jika kak alle ikut juga".tambah gilang


"a- emmm".kata mu melihat ke arah Yuna yang masih tercengang


"anak anak mama alle sedang sibuk,,".kata rein


"tidka tidak allexa tidak sibuk,hey pergilah, aku yang akan belanja".ucap yuna begitu saja sambil mengambil keranjang belanja mu


"haa??"(jawab mu sambil menatap tajam ke arah yuna)


Yuna mengambil keranjang belanja mu dan mengisyaratkan kau untuk ikut.


Akhirnya mau tidak mau kau ikut mereka.


"maaf sudah merepotkan mu".ucap rein membuka suara


"tak apa,".jawab mu


kau masih tidak menyangka jika pertemuan ini kembali terjadi, padahal kau sudah lupa dengan mereka.


Rein menatap ke arah mu.


" em kata kata mu salah?".tanya mu saat menyadari rein menatap mu datar


"Tidak".jawab nya singkat dan kembali fokus menyetir


1 jam kemudian kalian sudah tiba di Taman bermain, ellena dan hilang tampak begitu antusias dengan semua hal yang mereka lihat, tanpa sadar kau juga ikut tersenyum melihat mereka bahagia.


2 bulan berlalu, jujur kau pikir sudah melupakan semua hal tentang pertemuan semalam itu, tapi kembali bertemu dengan mereka ternyata kau belum lupa, kau masih mengingat jelas luka yang kedua anak itu miliki.


"Ellena..Gilang..sini lihat mama,".panggil mu


Ckrekkk...kau memotret mereka yang sedang naik komedi putar menggunakan ponsel mu.


Kau melihat hasilnya,,dan tanpa sadar kau tersenyum melihatnya.


Waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore dan kalian harus segera pulang sebelum langit gelap.


"anak anak kita sudah bermain seharian, sekarang ayo pulang ok".ucap rein


"iya pa".jawab ellana dang Gilang


"kalian menikmati weekend nya?".tanyamu


"tentu saja sangat menyenangkan,apalagi ada mama alle".jawab elle dengan senyum merekah di bibirnya


Kau hanya tersenyum membalas keceriaan mereka.


"mari ku antar pulang".ucap rein


"em".balasmu


tak membutuhkan waktu lama kalian sudah tiba di apartemen mu karna memang tidak jauh dari taman kota.


"kau tinggal disini?".tanya rein


"em iya".jawab mu singkat


"boleh aku meminta nomor mu?,emm maksud ku nanti kalau anak anak ingin menemui mu aku bisa menghubungi mu".jelas Rein


"ah iya iya".jawab mu


"terimakasih".balas Rein

__ADS_1


...*****...


__ADS_2