
"lalu apa arti pernikahan ini?, kau sengaja mempermainkan ku?".ucap mu tak terima
Rein hanya tersenyum tipis mendengar ucapan mu lalu pria itu berbalik mengambil segelas wine yang ada di meja kamarnya.
"Alexa,,,,apa ada paksaan di pernikahan ini?kau melakukannya dengan sukarela bukan?".jawab Rein enteng
Hati mu benar benar sakit dengan pernyataan Reinaldo malam ini, dimalam pertama pernikahan kalian,tak terbayang sama sekali ini akan terjadi.
Ternyata hubungan mu dengan nya hanya sebatas pengasuh untuk anak anaknya.
kau tak bisa membantah kalimat Rein lagi, karna apa yang di katakan Rein memang benar.
Angin malam menyapu lembut setiap inci wajahmu,bersamaan dengan cairan hangat yang tak henti-hentinya mengalir di sudut matamu.
pandangan mu menatap kosong ke luar jendela,pikiran mu begitu kacau memikirkan perkataan Rein tadi.
Alexa,,lihat lah hidup mu yang sekarang semakin rumit,kenapa kau bodoh sekali mau saja menerima pernikahan ini tanpa berpikir panjang,padahal kau juga tau jika rein masih sangat mencintai mendiang istrinya.
pukul 6 pagi kau mulai terbangun dari tidur mu, merasakan matahari yang masuk di celah jendela kamar mengajak mu untuk segera bangkit dari tidur .
kau mengedarkan pandangan mu ke seluruh ruangan kamar itu, namun tak kau lihat tanda tanda Rein ada disana, ternyata tadi malam Rein benar benar tidak kembali ke kamar setelah pergi dari perdebatan kecil kalian.
kau hanya menghela nafas dan segera bangkit, daripada kembali larut dalam kesedihan mu.
setelah mandi dan memoles wajah mu sedikit dengan bedak kau segera turun untuk membantu para maid menyiapkan sarapan untuk Rein dan anak anak.
pekerjaan rumah memang sudah sepenuhnya menjadi tanggung jawab maid, jadi hanya berinisiatif membantu saja.
kau menata makanan diatas meja sambil menunggu Rein dan juga anak anak datang.
"haii selamat pagii, wahh sudah cantik dan tampan ayo kita sarapan dulu".ucap mu saat melihat ellena dan Gilang sudah keluar dari kamarnya.
" wahhh sangat menyenangkan, akhirnya elle bisa sarapan bersama mama! ".kata ellena semangat
Kau hanya membalas dengan senyuman, dan mengambil kan nasi serta lauk pauk untuk mereka.
"mama,papa dimana?".tanya ellena tiba tiba
"emm mungkin masih di kamar, sebentar lagi turun".jawab mu padahal kau juga tidak tau rein dimana.
kau menjalani hari pertama mu sebagai seorang ibu. mengurus keperluan anak anak,dan juga Rein tentunya.
Walau kata kata pria yang sudah berstatus suami mu itu tadi malam masih saja terngiang ngiang di benak mu.
keseharian mu akan kau habiskan dirumah dan mengurus anak anak karna Rein tidak mengizinkan mu bekerja, kau hanya diminta fokus pada mereka. untuk hal lain Rein tidak ingin ikut campur selagi tidak merugikan nya.
begitu kata Rein tadi malam saat memperjelas tugas mu di rumah ini.
tak lama menungggu Rein sudah turun dari lantai atas dengan pakaian kerja yang sudah rapi.
dia tak menoleh ke arah mu sama sekali dan hanya menyapa kedua anak nya lalu kalian segera memulai sarapan.
"anak anak ingat ini hari apa?".ucap Rein membuka suara
"hari peringatan pemakaman mama".jawab Gilang dan ellena bersamaan.
Aktifitas mu seketika terhenti, sedikit terhentak mendengar pembicaraan mereka.mata mu sedikit melirik ke arah Rein lalu beralih ke anak anak, mereka tampak antusias dengan yang di katakan Rein tadi.
rasanya kau benar-benar seperti orang asing yang tiba tiba saja menerobos masuk.
entah kenapa rasanya hati mu begitu ngilu.
kau juga tidak bisa mengekspresikan suasana hatimu saat itu,dan hanya berusaha agar terlihat setenang mungkin di depan mereka.
"kita pergi setelah kalian pulang sekolah hmm papa akan menjemput kalian nanti,mau bawa apa saja nanti ke tempat mama?".kata Rein lembut
"aku dan elle sudah menyiapkan bunga dan coklat kesukaan mama pa ".jawab gilang
"wahhh bagus,mama pasti senang dengan kedatangan kalian".ucap rein seraya tersenyum pada kedua anaknya.
Kau hanya bisa tersenyum getir dan melanjutkan sarapan mu.
Rein benar benar tak berperasaan. pikir mu
matahari sudah berada pas diatas kepala menandakan tengah hari sudah tiba, anak anak dan Rein baru saja pulang, terlihat Rein sedang bersiap untuk pergi ke makam istrinya.
kau tak memperdulikan Rein dan segera turun untuk membantu anak anak.
"ayoo sudah siap".tanya Rein
__ADS_1
"sudah, mama alle ayoo?".ajak ellena
"tidak, kalian berangkat saja tanpa aku ya, sampaikan salam ku".balasmu dengan tersenyum
"ya sudah Gilang ajak adik mu ke mobil ,papa menyusul".ucap Rein dan di balas anggukan oleh Gilang.
setelah kedua anak itu hilang dari pandangan mu, kau pun ingin segera pergi dari sana tanpa memperdulikan Rein yang tengah menatap tajam ke arah mu.
"tidak bisa kah kau bersikap profesional sedikit ? hari ini adalah hari pemakaman ibu kandung mereka dan juga istri ku ,seharusnya kau bisa sedikit menghibur mereka".ucap Rein tiba tiba
"jadi aku harus bersikap seperti apa?,ikut berpura pura antusias di depan mereka?,lalu bagaimana dengan ku?,apa kau pikir aku tidak punya hati saat kalian memperingati hari kematian istrimu?".ucap mu berani
PLAKKK...
satu tamparan melayang begitu saja ke wajah mu yang membuat mh sedikit meringis karnanya.
"ingat kau hanya orang asing untuk ku,jangan berlebihan dan kurang ajar".ucao Rein penuh penekanan.
Kau tersenyum sinis ke arah Rein sambil memegang pipi mu yang memerah akibat tamparan Rein, baru berapa jam kalian sah menjadi suami istri dan Rein sudah berani bersikap kasar dengan mu.
kau tak segan membalas tatapan tajam rein.
"Karna itulah aku tak perlu melakukan apapun".ucap mu yang sedikit bergetar.
Setelah itu kau segera pergi meninggalkan Rein yang masih berdiri disana.
Rein menarik nafas nya kasar dan melihat punggung mu yang sudah mulai hilang dari pandangan nya.
...****************...
Saat mereka pergi ke pemakaman kau juga bersiap untuk pergi Karna sudah ada janji dengan Yuna sahabat mu.
kau segera memesan taxi dan menuju tempat yang sudah dikirimkan yuna padamu.
setelah tiba di tempat matamu mengedar keseluruh tempat lalu terlihatlah yuna yang sedang melambaikan tangan dengan mu dan kau segera menghampirinya.
"yakk bagaimana hari pertama mu menjadi istri seorang duda?".tanya yuna semangat
"haishhh,,hmm semua baik baik saja".bohong mu
di tengah obrolan kecil kalian tiba tiba seorang pria datang menghampiri kalian.
"Hai, sudah lama".ucap pria itu
"naahh sudah datang ,alle aku harus pergi dan kembali bekerja".pamit yuna
"em baiklah hati hati yuna".jawab mu
Setelah Yuna pergi pria itu duduk di hadapan mu dan menatap mu, sedang kan yang di tatap malah menunduk.
ya pria itu adalah dion sahabat dekat mu bersama yuna, kalian memang sudah berjanji akan bertemu hari ini.
"kau baik baik saja?".tanya dion membuka suara
"Hmmm,, iyaa,,".jawab mu seadanya
"kau bahagia?".tanya nya lagi dan hanya mendapat anggukan darimu
"aku benar-benar tidak habis pikir alle,apa kau tidak keberatan dengan pernikahan ini?,dia memiliki 2 anak,kau tidak berpikir bagaimana masa depan mu dengan 2 anak sekaligus di usia mu yang terbilang muda?".ucao dion
"Dion..ini keputusan ku,aku sudah memikirkan semua nya termasuk resikonya,dan,,,,aku baik baik saja".jawab mu
"ok,,lalu bagaimana dengan Karir mu?,cita cita mu?, keinginan mu?,kau membuangnya begitu saja?".kata dion
Kau hanya terdiam mendengar ucapan Dion,semua benar tidak ada yang salah, kau kembali berpikir kenapa bisa kau seceroboh ini, harusnya kau memikirkan seperti apa yang di katakan dion.
tapi tak tau kenapa saat pertama kali bertemu dengan Rein dan mendapat tawaran untuk menikah dengan nya, kau tidak terlalu keberatan menerimanya .
...----------------...
Pukul 8 malam kau baru pulang ke mension saat masuk dari pintu utama tidak terlihat ada Rein dan juga anak anak disana saat memasuki Mension itu.
"apa mereka sudah tidur?," batin mu
"bibi anak anak apa sudah tidur?"tanyamu pada seorang maid disana.
"mungkin sudah tidur nyonya,tadi bersama tuan Rein".jawab nya sopan
__ADS_1
"oh iya terimakasih bik".balasmu dan segera naik ke kamar mu.
Kau membuka pintu kamar perlahan takut ada rein disana tapi syukurnya tidak ada Rein disana.
Kau langsung membersihkan diri dan berganti baju.
saat sudah selesai,kau segera merebehakan tubuh mu di kasur,baru saja kau ingin menarik selimut tiba-tiba pintu kamar terbuka membuat mu menoleh cepat ke arah pintu.
"dari mana kau?".tanya Rein dingin
"ahhh,bertemu teman".jawab mu singkat
"kau menolak pergi bersama kami Karna ingin menemui laki laki itu?".ucapnya lagi
Aktivitas mu terhenti sejenak saat Rein mengatakan itu.
'darimana rein tau kalau dia bertemu Dion hari ini'?(pikirmu)
"dia teman ku".jawab mu seadanya
"lalu kau menghalalkan pertemuan dengan nya , tanpa seizin ku?"tekan rein pada akhir kalimat nya
jawaban Rein sontak membuatmu menoleh ke arahnya dengan tatapan dingin.
"tuan Rein baru tadi malam kau mengatakan nya,aku bukan siapa siapa kecuali hanya sebatas pengasuh anak anak mu,jadi kau tak perlu ikut campur dengan urusan pribadi pengasuh mu ini"tegas mu
Kau ingin meninggalkan Rein namun tangan mu di tarik kasar oleh nya.
Kau menjerit menahan sakit pada pergelangan tanganmu yang di cengkram rein dengan kasar.
"ingat status mu allexa! Di luar sana semua orang tau kau istri ku,".ucap nya disertai tatapan tajam darinya
"tidak perlu khawatirkan tentang itu" ucapmu lalu melepaskan tangan Rein
matahari pagi baru saja muncul namun seorang pria sudah memgacaukan suasana dengan berteriak memanggil namamu.
"Alexa...,,"
ya suara itu miliki Rein, sejak tadi pria itu sibuk kesana kemari mencari barang yang tak kunjung ketemu membuat nya berkali kali meneriakkan namamu.
"kenapa sihh??".jawabmu kesal menghampiri Rein
"mana dasi ku? kenapa tidak disiapkan,aku ada meeting penting pagi ini".bentaknya kasar
"YAKKK,,tidak bisakah ambil sendiri,aku sedang menyiapkan bekal untuk Gilang dan Ellena".protesmu
"apa??? Kau itu istri dan ibu, Jessica juga bisa melakukannya di waktu bersamaan".celetuknya tiba tiba
Kau hanya diam saat Rein membandingkan dirimu dan alm istrinya, ada sedikit perasaan nyeri di hatimu.
kau cepat cepat mengendalikan dirimu, menarik nafas dan tersenyum padanya.
"tapi sayangnya aku bukan dia" ucapmu tenang dan segera berlalu ke walk in closet mengambil dasi Rein
"salah mu Karna menjalin hubungan dengan orang yang belum selesai dengan masalalu nya".
hari ini kau berencana mengantar Gilang dan allexa ke sekolah karna terlalu bosan jika terus di rumah.
" hati hati di sekolah ya belajar yang rajin, jangan nakal em".pesan mu pada kedua anak sambung mu itu
"iya ma, mama hati hati juga saat pulang".ucap Gilang.
kau tersenyum seraya mengangguk dan membiarkan anak anak itu masuk ke gerbang Sekolah.
sementara di kantor, Rein tengah berbicara dengan seorang pria di ruangannya yaitu dion.
"dari mana kau kenal dia?".tanya Rein tanpa basa basi
"hmm,,dia teman ku,dan juga orang yang aku suka,kenapa?".jawabnya santai
"harusnya kau sudah tau dia istri ku".ucap nya Lagi
"emm,aku tau".jawab dion dengan tenang
"berhenti menemui nya".ucap Rein tegas
"apa hak mu melarang ku".bantah dion
"aku Suami nya".jawab Rein penuh penekanan
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...