
Kau pergi meninggalkan Rein dengan perasaan marah dan kesal,apa susah nya jujur dan mengatakan yang sebenarnya.
Membuat mu semakin yakin menyambut perceraian di depan mata.
Tak ada untungnya terus bersama orang yang masih terus mengemis dengan masalalu,biarlah kau akan mengurus anak ini sendiri walau tanpa seorang ayah sekali pun karna itu jauh lebih baik daripada harus menahan batin hidup seatap dengan orang seperti Rein.
Disisi lain Rein masih tertegun memikirkan pertanyaan mu tadi, setelah beberapa saat pria itu kemudian langsung mengejar mu dari belakang,mungkin dia baru saja menyadari nya dimana letak kesalahan nya,,,
Dengan cepat matanya menangkap seseorang yang tengah dia carii..Namun belum sempat dia memanggil mu, suatu pemandangan mengerikan terekam jelas di tepat di depan mata Pria itu.
Rein :"ALEXA awass........(teriaknya)
Rein berlari kencang ke arah mu namun nihil jarak kalian terlalu jauh....Dan na'as
Saat kau ingin menyebrangi jalan tanpa disadari ada mobil tengah melaju cepat,dan kau sama sekali tidak sempat menghindarinya hingga membuat tubuhmu terpental sedikit jauh ke depan..
beberapa saat tubuhmu terasa mati rasa bersamaan dengan air mata mu yang mulai bercucuran.
Samar samar sebelum matamu tertutup kau mendengar suara Rein dari kejauhan, namun kau tidak begitu yakin itu Rein,mungkin hanya halusinasi mu saja!
🚑🚑
Suara deru ambulan memenuhi jalanan jakarta malam itu, hembusan angin menyapu setiap apapun yang melewatinya bersama air mata dari seorang pria yang kini menggenggam erat tangan mu, dengan lumuran darah.
Rein :"cepat....." (teriaknya pada orang yang mengemudi ambulans itu)
Rumah sakit
Rein :"tolong selamatkan istri saya dokter"
Dokter:"kami akan berusaha sebaik mungkin tuan"
Rein dengan perasaan gelisah menunggu di depan ruang operasi mu,dia menggenggam erat tangan nya sendiri,dan air mata yang tak henti henti nya mengalir.
Menyesal, Itu yang sekarang pria itu rasakan namun waktu tidak akan bisa kembali ke masa itu, banyak perumpamaan-perumpaman *jika saja* di dalam pikirannya.
â—‹Jika saja dia tidak bersikap dingin dengan mu
â—‹jika saja dia mau menjelaskan nya
â—‹jika saja dia mau jujur
â—‹jika saja bla bla bla....
Dan tentu saja waktu tidak akan terulang lagi.
Tiba tiba beberapa perawat keluar tergesa gesa dari ruang operasi mu, membuat kepanikan Rein semakin naik.
Dia menghampiri salah satu perawat itu.
Rein :"ada apa?"
Perawat :"pasien kekurangan banyak darah,dan kami juga sedang memanggil dokter kandungan" (ucap nya yang sukses membuat Rein membeku di tempatnya)
Kandungan??
Jantung Rein seketika berdegup kencang, apa maksudnya, ia tertegun mendengar penuturan seorang perawat itu tadi,,apa Alle hamil?
__ADS_1
Apa maksudnya??
Rein ingin bertanya lagi namun perawat itu sudah pergi.
Apa Alexa sedang mengandung??
Hati Rein benar benar terluka dia semakin merasa bersalah dengan mu.
Dia yang terus merutuki kebodohan nya dan menyalahkan dirinya sendiri.
5 jam kemudian dokter keluar dari ruang operasi Alexa.
melihat itu Rein langsung menghampiri sang dokter.
Rein :"dokter bagaimana keadaan istri saya" (tanya nya buru buru)
Dokter:"mari ikut ke ruangan saya "
Dr.bedah Room.
Dokter:"Operasi nya berjalan lancar tuan,namun kandungan istri anda ...
Rein :"mereka baik baik saja bukan?" sela Rein
Rein sangat berharap istri dan anaknya bisa selamat dan baik baik saja dirinya benar-benar tidak sanggup menerima kenyataan jika terjadi sesuatu dengan mereka.
Dokter :"kandungan nona Alexa masih sangat muda tuan jadi sedikit rawan, untuk saat ini semua baik baik saja,namun saya tidak bisa menjamin kedepan nya,apalagi seperti nya nona Alexa terlihat sering lelah dan banyak pikiran dan itu yang membuat imun nya semakin rendah"
Dokter :"ada benturan keras di kepalanya membuat kesadaran nya relatif rendah jadi Nona alle mengalami Koma, dan jika nona Alexa tidak bangun dari koma selama 24 jam maka kami terpaksa mengangkat janin nya!"
Rein :"APA?"
Setelah selesai dengan dokter, Rein bergegas menuju kamar inap mu dan masuk perlahan.
Di tatapnya wajah pucat nanti lesu mu dengan lekat,
Lalu dia duduk di kursi tepi ranjang mu.
Rein :"MAAF alle,,," (ucapny lirih dan menggenggam tangan mu lembut) aku ingin memperbaiki nya,,tolong beri aku kesempatan Alexa, ku mohon bangunlah" (masih dengan suara berat)
Rein tak pernah melepaskan pandangannya sedikit pun darimu,seakan tak mau ada waktu yang terlewat kan tentang dirimu.
rasa bersalah Rein semakin besar menyelimuti nya, Rein benar benar tidak bisa memaafkan dirinya sendiri jika terjadi sesuatu dengan mu.
Rein:"maafkan aku alle, maaf aku terlalu egois selama ini, maaf tidak menyadari bahwa kehadiran mu adalah anugrah besar bagi ku dan anak anak,, " (cicit rein di tengah isakan nya)
Sudah 15 jam Rein duduk disana tanpa makan dan minum.
Setiap 2 jam sekali dokter dan perawat memeriksa keadaan Alexa namun Rein tak bergeming di tempat nya.
Juga Yuna yang berkunjung dengan Gilang dan Ellena.
Karna Rein menyuruh Yuna membawa anak anak nya
Yuna:"haishh yang benar saja,, bagaimana ini bisa terjadi Alle ..."
Tangis yuna pecah begitu saja, hatinya sanga terluka melihat orang yang sangat di sayaangi nya kini terbaring lemah di ranjang rah sakit, apalagi dalam keadaan hamil.
__ADS_1
Sebelumnya alle belum menceritakan kehamilan nya dengan siapa pun termasuk yuna sahabat nya, yang membuat yuna tak pernah menduganya.
Setelah beberapa saat, Rein mengajak yuna bicara.
Rein :"Yuna,,,aku mau meminta bantuan mu"
Yuna:"katakan"
Rein :"tolong jaga anak anak selagi aku disini"
Yuna:"hmm kau tenang saja, aku akak mengurus mereka"
Rein :"terimakasih yuna"
Gilang:"pa, apa mama akan baik baik saja? "
Rein:"tentu sayang, mama orang yang hebat jadi mama akan baik baik saja"
Ellena:"elle ingin tinggal disini dengan mama" pinta anka kecil itu dengan suara yang parau
Rein dengan sabar mengusap kepala gadis kecil itu.
Rein:"elle, mama sedang capek, jadi elle dan abang tidak boleh mengganggu mama ok, nanti kalau mama sudah tidak capek lagi pasti akan segera pulang dan bermain lagi dengan elle dan abang"
Rein:"elle dan abang tunggu dirumah dan harus sekolah biar mama tidak sedih"
Ellena:"baiklah pa, elle dan abang akan pulang bersama tante yuna, elle janji akan mengerjakan tugas sekolah dengan benar"
setelah itu kedua anak kecil itu di bawa pulang oleh yuna, kini Rein kembali sendiri menemani kh yang masih terbaring dengan mata tertutup.
Perawat:"Pak Rein sebaiknya anda makan dulu,jangan lupakan juga kesehatan anda"
Rein hanya berdehem membalas ucapan perawat itu.
Untungnya Ellena dan Gilang sudah di urus oleh Yuna,,
Karna Rein sudah meminta bantuan dengan teman dekat Istrinya itu.
Sudah hampir 24 Jam namun Alexa tak kunjung membuka matanya, membuat Rein semakin khawatir,,
Rein :"sayang ku mohon bangunlah,,"
(Andai saja Alexa sudah sadar,dia akan mendengar panggilan sayang dari Rein untuk pertama Kalinya selama pernikahan)
Namun masih tak ada pergerakan dari Alexa,,,
Membuat tangis Rein semakin pecah....
Sebenarnya Rein sudah ikhlas walaupun bayi mereka tidak bisa di selamat kan, karna prioritas Rein adalah kau, dia sangat berharap kau cepat bangun dan kembali padanya, Rein ingin meminta maaf dan ingin memperbaiki semuanya dari awal dengan mu.
Namun di sisi lain Rein juga memikirkan bagaimana keadaaan mu jika tau anak kalian tidak bisa di selamat kan, kau pasti akan sangat marah dan down.
Tiba tiba dokter masuk.
Dokter :"tuan,,kita harus segera memindahkan nona allexa ke ruang operasi untuk pengangkatan janin nya"
Rein :"ku mohon,tunggu sebentar lagii dokter,,,aku yakin istri ku akan bangun"
__ADS_1
Dokter :"kau tau ini akan berisiko besar jika nona Alexa masih tetap tidak bangun,,kau akan kehilangan keduanya"