
H-3 perceraian...
Dari kemarin kau merasa mual dan pusing,namun tidak kau hiraukan,mungkin hanya kebanyakan fikiran saja begitu menurut mu.
Tiba tiba ada pesan dari Yuna mengajak mu bertemu.
Kau menyetujuinya Karna memang sekarang kau butuh Teman bicara.
Setelah siap kau turun ke bawah dan ternyata disana ada Rein dan anak anak.
Ellana:"mama, kau mau kemana" (tanya nya sambil berlari kecil ke arah mu)
Alexa :"aaa mama mau keluar sebentar ya, kamu baik baik dirumah jangan nakal, kerja sekolah nanti mama bantu kalau sudah pulang ok! "
Tanpa kau sadari Rein melirik sedikit ke arah mu yang sudah rapi.
Ellana:"ohhh lya,, tapi akhir akhir ini mama kenapa jarang sekali bergabung dengan ku dan kak Gilang sekarang"
Deg
Pertanyaan singkat dari bibir kecil Ellena sukses membuat mu mari kutu,kau bingung harus memberi jawaban apa dengan nya.
Alexa :"uuuhhh maaf sayang mama sedikit sibuk akhir akhir ini,nanti setelah mama pulang,kita masak kue bareng yaa" (Ucap mu seraya membelai rambut Ellena)
Ellana :"yeyyy baiklah ,,, kalau begitu cepat pulang ma"
Alexa :"hmm iya sayang, mama pergi dulu yaa"
Kau hanya menengok sekilas ke arah Rein yang tetap fokus pada makanan nya sebelum pergi.
Yuna& Alexa POV
Yuna:"uuuuuh,,,kau sangat bahagia dengan pernikahanmu??sampai lupa kalau masih ada aku"
Alexa :"hahhaah maaf ,,mengurus anak anak bukan hal yang mudah tauπ€ͺ"
Yuna:"hahahaha yayayaya aku tau,,lalu bagaimana dengan mu?"
Alexa:"aku?"
Yuna:"kau bahagia??,,
Alexa :"aku sedang berusaha untuk itu"
Yuna:"maksud mu?? alexa jujurlah padaku jangan menyimpan nya sendiri,aku sudah belasan tahun menjadi teman mu,,apa kau tak percaya dengan ku?,sejak malam pesta itu kau kemana saja, aku meminta untuk menemui mu tapi selalu kau tolak, begitu juga dengan semua pesan ku kau abaikan begitu saja," (Celoteh yuna panjang lebar)
Alexa:"yunaaa,bukan begituu,aku hanya..
Yuna:"tidak ingin merepotkan ku,,,,, (lanjutnya) allexa aku ini teman mu ,sudah Wajar kau berbagi suka dan duka mu dengan ku,, cerita kan saja semua nya, aku bukan orang lain"
__ADS_1
Kau menarik nafas mu berat dan kembali menatap Yuna sahabat dekat mu.
Alexa :"Rein dan Dion ....(ucapmu terpotong)
Karna kau tak kunjung melanjutkan nya Yuna kembali bertanya.
Yuna:"kenapa dengan mereka?"
Alexa :"mereka saudara,, Rein adalah kakak laki laki Dion"
Yuna:"what??π³"
Alexa :"emm"
Yuna:"kau tau darimana"
Alexa :"panjang ceritanya, tapi dion yang memberi tau ku"
Yuna:"wahhhh,,sungguh,,,dunia ini sangat sempit" (Ucapnya tak percaya)
Alexa :"Yuna,,,aku tidak bisa menceritakan detail nya dengan mu,,,tapi aku akan memberi tau intinya"
Alexa :"aku akan bercerai dengan mas Rein"
Yuna:"hah???kenapa alle...."
Yuna:"tapi apa harus perceraian,, Alle ARRGHHHH pernikahan bukan hal yang bisa kau permainkan, cobalah kau pikir lagi dengan hati yang dingin, kalau memang masih bisa di perbaiki kenapa tidak? "
Alexa :"awalnya aku juga keberatan yuna, tapi setelah dipikir mungkin ini yang terbaik"
Yuna:"keberatan??,apa Rein yang ingin menceraikan mu"
Kau hanya diam tak menjawab, begitu pun yuna, walaupun dia tidak tau inti dari permasalahan mu, tapi dia tidak ingin mengorek lebih dalam lagi,dia takut akan semakin menyakiti mu.
Yuna:"alle,,aku tidak tau apa permasalahan rumah tangga mu, tapi coba kau pikirkan lagi jika harus bercerai,masa depan mu,dan dirimu sendiri, jangan khawatir aku akan selalu mendukung semua keputusan mu, dan aku selalu berdoa agar semua yang kau pilih selalu membuat mu bahagia"
Alexa :"thanks you so much yuna, Terima kasih karna sudah jadi sahabat terbaik kuππ"
Setelah pertemuan dengan Yuna,kau langsung pulang ke rumah dan langsung merebahkan diri, kau merasa tubuh mu sangat lemah akhir akhir ini,mudah lelah dan juga sering pusing dan mual.
Kau bergegas melihat kalender di ponsel mu dan benar saja,kau terlambat datang bulan.
Kau mulai khawatir dan kembali mengambil tas mu untuk pergi.
Kau mendatangi apotek terdekat dan membeli beberapa testpack lalu segera pulang.
Kau segara masuk kamar mandi dan memeriksanya.setelah menunggu beberapa menit kau menganggkat benda itu dengan gemetar dan perasaan takut,,
Jujur hati mu tidak tenang dan berharap kekhawatiran mu tidak terjadi.
__ADS_1
Jantung mu berdegup kencang kala benda itu terlihat di mata mu tubuh mu bergetar hebat mengetahui kenyataan ini......
Namun kau masih berusaha berpikir positif kemudian mencoba semua testpack yang kau beli namun nihil hasilnya masih menunjukkan hal yang sama,(positif).
apa yang kau takutkan kini benar-benar terjadi,,tuhan ternyata belum puas memberi mu ujian,setelah berapa banyak yang kau alami masih pula di tambah lagi...
Tubuhmu merosot di lantai kamar mandi yang dingin itu, menutup matamu dan memeluk kedua lutut mu,hancur sudah,tidak ada harapan lagii,,,hancurr tak tersisa,,,,,MASA DEPAN MU JUGA HIDUPMU....
Menyakitkan sekali tetap hidup jika hanya untuk penderitaan seperti ini.
Tidak ada yang menolong,tidak ada yang menunggu, tidak ada yang mengharapkan,,
Apa ini yang di namakan sepi di tengah keramaian??
Sama sekali tak ada jeda tuhan memberi mu ujian yang bertubi tubi..pada saat kau ingin bangkit namun sayangnya kembali terjatuh,dan sekarang kau malah terjatuh di dasar paling bawah, membuat mu benar benar tidak bisa kembali bangkit...
Perceraian di depan mata dan kau malah mengandung anak dari orang yang akan menceraikan mu.
Disisi lain seorang anak kecil mengetuk pintu kamar mu berkali-kali namun tak ada jawaban dari mu, akhirnya di memutuskan untuk masuk sendiri dan mencari keberadaan mu di seluruh penjuru ruang...
Gilang :"mama,,kau kenapa" (melihat mu yang masih terduduk di lantai)
Kau hanya diam tak menjawab namun memaksakan senyum pada anak itu.
Dia mendekati mu dan menarik mu kedalam pelukan nya,tangan kecilnya kini sudah mengelus lembut rambutmu.
Gilang :"mama sakit?"(tanya nya lembut)
Alexa :"tidak sayang"
Dia melepas kan pelukannya dan menatap mu, kemudian tangan mungilnya mengusap lembut air mata mu.
Gilang:"lalu kenapa menangis?"
namun kau hanya tersenyum tak menjawab pertanyaan anak sambung mu itu.
Gilang :"ayo keluar dari sini"..
Gilang :"mama, berbaring disini dulu, Gilang akan ambil air hangat,tubuh Mama sangat dingin," (menyelimuti tubuhmu)
Alexa :"Gilang,,"
Gilang :"iya ma"
Alexa :"jangan bilang pada siapapun kalau mama sakit ya,juga Dengan papa"
Gilang :"ok, Gilang tidak akan memberi tau nya"
Update tiap hari ya gaes, semoga suka luv you allππβ
__ADS_1