Istri Pengganti Tuan Rein (Revisi)

Istri Pengganti Tuan Rein (Revisi)
BAB 23.Cinta


__ADS_3

Dari kedatangan Dion malam itu keadaan semakin membaik, Rein Dan Dion Sudah saling berdamai.


mereka terlihat kembali akrab sebagaimana seperti dulu, terlihat jelas kasih sayang yang terpancar di wajah keduanya.


Rein sengaja ikut Dion ke apartement nya untuk menemani Dion bersiap sekaligus ingin menemani menit menit terakhir adiknya di kota ini.


langit malam yang gelap terlihat lebih terang berkat sinar purnama menambah keharmonisan pada kedua saudara itu.


Sejak tadi Rein hanya diam dan terus memperhatikan Dion yang tengah sibuk kesana kemari menyiapkan barang barang nya.


Dion yang tenagh sibuk mulai menyadari jika abang nya itu sejak tadi hanya duduk diam memperhatikan nya.


"bang, kau tak ingin membantu ku? ".ucap dion memecahkan keheningan


" mana mungkin aku membantu mengemas barang orang yang akan meninggalkan ku".jawab Rein datar.


"bang".lirih dion seraya meletakkan semua pakaian yang tengah disususnnya.


"kau serius akan ke Amerika?".tanya Rein menatap dion.


"emm, aku tidak akan berubah pikiran".jawab dion singkat dan kembali menyusun pakaian nya ke dalam koper


"disana ada teman ku, dia akan menemuimu untuk membantu semua keperluanmu selama disana".ucap Rein


Dion tersenyum ke arah Rein dan menutup kopernya.


"terimakasih Bang kau tidak berubah dan masih sama,selalu memperhatikan semua hal tentang ku karna itulah aku sangat menghormati mu,,tapi kali ini aku akan menolak bantuan mu,,aku tidak mau merepotkan mu lagi,aku akan berusaha untuk diriku sendiri,aku akan mencoba hidup tanpa bantuan mu. ".jawab dion sambil tersenyum


"Dion....".ucap Rein lirih


"Bang adik kecil mu sudah besar sekarang,dia sudah dewasa,kau harus percaya dengan keputusannya agar dia bisa terbang lebih tinggi".jelas Dion


Rein mengalihkan pandangannya sejenak lalu menghela nafas lembut.


"baiklah ,, terbang lah setinggi mungkin, mulai sekarang gapai semua hal yang kau inginkan, abang percaya kau bisa melalui semua rintangan nya".ucap Rein lalu memeluk Dion hangat.


matahari mulai menyapa di ufuk sana kembali menyinari isi bumi seperti biasa, embun pagi menambah kesegaran tersendiri membuat suasana semakin terasa nikmat.

__ADS_1


Terlihat Rein yang baru saja memasuki mension dengan mobilnya, dengan langkah panjang nya pria itu segera menuju lantai atas untuk menemui istrinya yang dia tinggal semalaman, perasaan rindu begitu mengguncang di benaknya, sungguh tak sabar ingin menemui istri cantiknya itu.


Kini langkah kaki Rejn terhenti tepat di depan pintu kamar kalian, Rein segera mengayunkan tangan nya membuka pintu itu.


segaris senyum terlukis indah di bibirnya,hatinya begitu terasa lega dan damai kala matanya menemukan sosok yang tengah dia cari dan rindukan.


Kau sedang membersihkan tempat tidur dengan santai tanpa menyadari kehadiran Rein yang sudah berada di kamar.


"sayang aku pulang?".ucap rein penuh semangat


Namun Rein begitu heran karna Tidak ada respon darimu kau bahkan tak menoleh nya sama sekali, Kau hanya diam tidak menjawab dan terus melanjut kan pekerjaan mu seakan tak ada apa apa, perlakuan mu itu sukses membuat pria itu bertanya tanya.


"sayangg,,,".panggilnya lembut seraya memeluk mu dari belakang


"lepasin ih".ucap mu seraya berusaha melepaskan pelukan Rein, Namun percuma tenaganya jauh lebih kuat dari tangan kecil mu.


"maaf sayang, aku sudah salah paham dengan mu kemarin, tolong jangan abaikan aku, aku sangat merindukan mu".rengek Rein melas, pria itu semakin mengeratkan pelukan nya seakan tak ingin ia lepaskan.


Kau hanya mendengus kesal menanggapi kalimat Rein.


"makanya dengarkan dulu penjelasan orang jangan suka nyelonong nyelonong gak jelas,pake marah marah segala!,mau ku pinjami kamar nyenyenye...".ejekmu menirukan ucapan Rein kemarin


"yakkk,dia sahabat ku..." ucap mu


"lalu kau menghalalkan berpelukan dengan nya..?,tetap saja tidak boleh sayang aku tidak rela,dion juga laki laki memang nya salah kalau aku cemburu".jawab Rein dengan nada lesu


kau terdiam sejenak merenungi kalimat Rein,apa yang dikatakan suami mu itu benar, kau tak seharusnya melakukan itu dengan Dion, ya kau juga salah disini.


kau segera membalikkan tubuh mu menghadap Rein dan terlihat lah wajah murung nya itu, membuat mu semakin merasa bersalah.


" baiklah, aku juga salah maaf karna sudah melukai perasaan mu".ucap mu dan meletakkan kepala mu di dada bidang Rein.


"maaf aku tidak bisa menjaga perasaan mu, seharusnya aku tak melakukan itu".tambah mu lagi


Rein mengusap punggung mu lembut, perasaanya sangat bahagia sampai tak bisa ia ungkapkan dengan kata maupun tindakan.


yang ada dipikirkan rein dia begitu beruntung bisa memiliki istri selembut dirimu.

__ADS_1


orang yang awalnya sangat asing kini menjadi seseorang yang ingin selalu ia dengar, orang yang mampu merubah sudut pandang kehidupan seorang Reinaldo.


jika harus di ungkapan dengan tulisan mungkin Rein butuh banyak tinta dan buku untuk mengungkapkan berapa bersyukur nya atas kehadiran Allexa istri tercinta nya.


kicauan burung di halaman balkon kalian menambah riang suasana pagi itu, menjadi musik yang candu bagi kalian.


"kau tau?" ucap Rein dengan senyum indahnya


"emm? " jawab mu yang hanya berdehem pelan.


Rein melepaskan pelukan kalian dan memegang kedua bahumu lembut.


"aku sangat bersyukur memiliki mu allexa, kepada siapa aku harus berterimakasih karna adanya dirimu di hidupku, apa aku bisa membayar semua kebahagiaan dengan mu?,


kau benar benar malaikat yang di ciptakan untuk ku, entah apa aku pantas mendapatkan semua ini, semua yang kau berikan padaku dan juga anak anak,


selama ini aku begitu naif dengan segala yang ada di hidupku sampai aku tak sadar jika Tuhan sudah mengirimkan malaikat yang begitu sempurna dihidup ku, aku sungguh minta maaf karna sangat terlambat menyadari semuanya sayang, maaf".ucap Rein panjang lebar


sungguh kalimat Rein sangat membuat mu tersenyum haru, Rein pria kasar nan arogan itu seperti tak tak pernah ada jika melihat Rein sekarang, tutur kata yang begitu lembut juga sopan masuk ke telinga mu, terasa begitu Damai.


"aku mencintaimu mu Reinaldo", ucap mu lirih menahan tangis mu, sungguh hanya itu yang bisa kau katakan saat ini.


" aku lebih lebih mencintaimu allexa Olivia jonson, istriku sayang".jawab Rein.


Tangan Rein menarik lembut tengkuk leher mu dan sedikit memiringkan wajahnya.


deru nafas mu dan juga Rein mulai menyapu lembut wajah kalian.


dalam hitungan detik bibir Rein sudah mendarat di bibir mungilmu.


kau memejamkan matamu merasakan Kelembutan saat bibir kalian bersatu membiarkan Rein menjelajahi mulutmu dengan lidahnya.


kalian saling membalas ciuman satu sama lain dengan lembut seakan tak ada yang ingin berhenti dan ingin lagi dan lagi.


..."Pada akhirnya yang menyatukan hubungan...


...Entah dalam pernikahan atau persahabatan...

__ADS_1


...Adalah percakapan"...


...-writer by:@arra_penna...


__ADS_2