
Malamnya kau tak ikut makan bersama rein dan anak anak, karna masih sedikit linglung dengan keadaan yang terkesan baru juga dengan perubahan sikap Rein.
Ellena :"mama dimana?,apa masih sakit?"
Rein melihat ke arah kursi kosong milik mu yang biasa nya ada kau dengan senyum ceria menghiasi meja makan.
Rein :"mama masih sakit,jangan di ganggu dulu yaa, nanti biar papa yang membawa makan malamnya"
Ellana:"eum baiklah pa.."
Kamarmu.
Tok tok tok..
Rein :"Alle,,"
Berkali-kali Rein mengetuk pintu namun tak ada jawaban darimu.
Akhirnya dia nekat masuk ke kamar mu,setelah pintu itu terbuka terlihat kau yang sedang duduk di kursi gantung balkon kamar mu.
Rein pun meletakkan nampan yang berisi makan malam di meja mu dan mengahmpiri mu.
Alexa :"ada apa..."
Rein :"disini dingin,masuklah" (sambil menyelimuti mu dari belakang)
Alexa :" apa peduli mu, pergilah" jawab mu ketus
Rein :"Alle,,aku tau kau membenciku...
Alexa :"benar,aku sangat membencimu" (ucapmu masih tak menoleh ke arah nya)
Rein :"mari kita bicaraakan semuanya setalah kondisi mu membaik, "
Rein berbalik ingin pergi dari kamar mu.
Alexa :"ceraikan aku!! lagi pula Bukan kah itu yang kau mau?,aku tidak mau terus terikat dengan pria yang tidak punya pendirian seperti mu,," (ucap mu semakin dingin)
Seketika langkah nya terhenti dan kembali berbalik ke arah mu.
Rein :"kau mengandung anak ku"
Alexa :"memang nya kenapa dengan anak ini? , lagi pula kau pasti tidak menginginkan nya"
(tanya mu dan berbalik menatap Rein tajam)
Rein:"alle..
Allexa:"CERAI KAN AKU REIN" (ucap mu yang kembali terisak,"
pria itu menyadari mood mu yang kembali kacau,apalagi kau sedang hamil membuat suasana hati mu sangat sensitif.
Rein mendekati mu dan kau langsung mundur, membuat Rein tak melanjutkan langkah nya.
Rein :"tentu saja aku menginginkan anak itu dan juga ibu nya,,,dia anak ku dan kau istri ku,,apa alasan ku jika aku tak menginginkan kalian" (jawabnya mantap)
Alexa :"alasan nya Karna kau masih mencintai almarhum istrimu" (ucap mu dingin)
Rein terdiam saat kau mengatakan itu..
Dia tidak tau harus menjawab apa,,intinya dia tidak ingin kehilangan wanita yang ada di hadapannya ini.
Alexa :"aku benar bukan?" (ucapmu sinis dan kembali mengalihkan pandangan mu darinya, benar saja pria ini tidak akan pernah berubah, dan masih akan tetap mencintai istrinya yang sudah mati itu, dia bahkan tak bisa menyangkal nya)
__ADS_1
Rein menarik kursi yang kau duduki dan memutarnya mengahadap nya...------
Cup...
satu kecupan dan sedikit ******* mendarat di bibirmu, beberapa saat kau masih syok dan hanya diam.
Melihat mu diam Rein menarik Tengkuk lehermu untuk memperdalam lumatanya..
Namun saat itulah kesadaran mu kembali,kau mendorong kasar tubuh pria yang masih berstatus suami mu itu.
Alexa :"kau gila"(bentak mu keras)
Rein :"kau bisa mengatakan apapun itu,dan harus kau tau,aku hanya mencintaimu bukan almarhum Jessica"(ucapnya jelas) kau boleh membenciku tapi tidak meninggalkan ku, karna aku tidak akan membiarkan mu"
Rien :"eoh,,makanlah makan malam mu,sudah ku taruh di meja,dan jangan lupa minum susunya"
Setelah mengatakan itu Rein berlalu keluar dari kamar mu meninggalkan mu yang masih terdiam kaku disana.
What apa ini...ada apa dengan pria es itu??
Ciuman itu,Arghhhhh...benar benar membuat mu gilaa..
Kau masuk ke dalam kamar dan benar saja sudah ada makan malam dan juga susu disana.
Kau kembali mengingat kalimat Rein tadi.
Rein :"kau bisa mengatakan apapun itu,dan harus kau tau,aku hanya mencintaimu bukan almarhum Jessica"(ucapnya jelas)
kau menghembuskan nafas mu kasar,lalu duduk di kasur dan mulai merebahkan tubuhmu.
Jujur badan mu masih kurang fit, Dan tak lama kau pun tertidur.
Pukul 22.00 Am
Dia melihat makan malam mu yang masih utuh beserta susunya,,yaa kau melupakan makan malamnya.
Rein duduk di samping ranjang mu dan mengalihkan anak rambut yang menganggu wajahmu.
Rein :"aku tau semua ini sangat sulit,aku akan menunggu dan berusaha mendapatkan hatimu, tolong jangan tinggalkan aku,maaf...maafkan aku Karna terlambat menyadari cinta ku pada mu Alle,,"
Rein mengecup lembut kening mu dan membenarkan selimut mu lalu pergi.
3 bulan setelah nya..
Kau masih bersikap dingin dengan Rein,namun tidak dengan pria itu.
Dia terus saja mencari perhatian mu walaupun kau tak pernah menghiraukan nya.
Kau masih belum bisa menerima Rein.
Setiap kali kau ingin membahas perceraian Rein berdalih dia sedang sibuk,,atau dia akan mengalihkan pembicaraan.
Rein :"ini susunya"
(dia terus menyiapkan mu susu hamil walaupun setaunya kau tak pernah meminum buatan nya)
Namun itu tak membuat Rein goyah,semakin kau menolaknya maka semakin dia gencar meningkatkan perhatian nya...
Membuat mu pening 🤯
Alexa :"sudah ku bilang aku tidak mau minum"
Rein :"kalau begitu buang saja"(ucapnya lembut) aku berangkat kerja dulu,nanti setelah pulang kita pergi ke dokter untuk memeriksa baby kita,bukan kah dia sudah berusia 3 bulan?" (tersenyum lembut melihat ke arah perutmu)
__ADS_1
Namun Rein tak menyentuh nya,padahal dia sangat ingin.
Alexa :"aku bisa sendiri"
Rein :"tidak boleh,dia juga anak ku,sudah kewajiban ku sebagai seorang suami dan calon ayahnya"
Begitu lah Rein semakin kau melarang nya maka semakin dia akan menggila.
Rein yakin dia bisa mendapatkan hatimu dia hanya perlu bersabar dan meningkatkan perhatian nya terhadapmu.
sedikit demi sedikit kau pasti bisa membuka hatimu untuknya, walaupun perlu waktu lama.
Skip...
Rein :"sayang kau sudah siap"
Alexa :"hm"
Rein :"ayoo,aku sudah tidak sabar ingin melihat nyaa"
Rein :"Gilang jaga adik mu sebentar, papa mau ke rumah sakit bersama mama, jangan nakal di rumah"
Gilang :"iya pa"
Rumah sakit.
Dokter:"baik nona Alle,silahkan berbaring disana"
Alexa :"kau tidak usah ikut"(melirik ke arah Rein)
Rein :"sayang aku juga mau melihat anak ku,,masa tidak boleh?" rengeknya
Dokter :"benar,tidak apa jika ikut, interaksi ayah dan calon bayi harus lebih di utamakan,itu juga memberi kesehatan pada janin"
Rein :"tuu kan" (ucapnya bersemangat)
Kau hanya mendengus kesal.
Dokter:"wahh bayi nya sangat sehat nona,, lihat lah dia sedang menendang nendang."
Rein :"uhhhh ,lucu sekali" ucap Rein dengan wajah berseri menatap layar USG
Dokter:"tuan letak kan lah tangan mu disini" (ucap dokter itu menunjuk perut mu)
Kau menatap tajam ke arah Rein agar dia tidak melakukannya,,namun sudah di bilang semakin Alle melarang maka dia akan semakin menggila.
Rein :"dimana dokter, Disini" (ucapnya sambil mengelus perut mu lembut)
Kau menatap kesal ke arah Rein,
Hari pertama pemeriksaan bayi mu kau sudah dibuat tak mood oleh daddy nya sendiri.
Karna kesal kau hanya diam dan menutup matamu.
Rein menyadari itu,namun dia tak mau melewatkan kesempatan ini,kapan lagi bisa menyentuh perutmu.
Dia mengelus perutmu lembut sambil tersenyum menatap layar..
Tiba tiba kau merasa nyaman saat tangan Rein mengelus perut mu.
Baby juga seperti tenang di dalam sana.
Apa alle akan luluh dan mau memaafkan Rein?
__ADS_1
nantikan selalu kelanjutan part nya update setiap hari.