
Bibirnya terus menjelajahi semua wajah mu,dan menggigit lembut leher jenjang mu hingga meninggalkan tanda disana,,
Sesaat kemudian Dion memandang wajah seksi mu yang terus meminta lebih.
Dion :"kau sangat seksi sayang,,,, (ucapnya sambil mengalihkan rambut yang menutupi wajahmu), jangan lupakan malam ini hmm" lirihnya di tengah deru nafas yang memburu lalu kembali menelisik kesetiap inci tubuhmu.
Seakan tak ingin ada tempat yang terlewat kan dari tubuhmu,Dion terus mencari celah untuk bisa mendapatkan lebih dan lebih.
Tak ada kesadaran lagi baik Dion ataupun dirimu sendiri, nafsu yang membara sudah membakar kewarasan kalian.
Disisi lain...
Rein berkali-kali menelpon ke nomor mu namun tak ada jawaban sama sekali,di mengirim banyak pesan namun tak ada satu pun yang terbaca.
Rein :"haishhh (Rein menusap rambutnya gusar,) kau dimana Alexa"
Entah mengapa rein begitu khawatir dengan mu, membuat nya tak bisa diam menunggu.
Rein ingat saat meminjam ponsel mu tadi dia sudah memasang apk yang mengetahui keberadaan kalian.
Dia buru buru mengecek ponselnya dan melihat posisi mu masih di bar itu.
Tanpa menunggu lagi dia langsung mengambil jaket dan kunci mobilnya,
Setengah perjalanan tiba tiba hujan turun kian lama kian deras...
Di tengah derasnya air hujan, tiba tiba Rein mengerem mobilnya mendadak,dia mencengkeram kuat setirnya,seperti ada trauma besar yang tergambar di sorot matanya.
Sangat di sayang kan dia kembali teringat Tragedi kecelakaan yang merenggut nyawa istri tercinta nya.
4 tahun lalu..
Kala itu Jessica menghadiri acara peresmian butik teman nya,dia sudah meminta izin pulang terlambat kepada Rein.
Jessica :"sayang aku pergi sekarang ya,tak usah menunggu ku,mungkin aku pulang agak larut"
Rein :"kau yakin sendiri"
Jessica :"tak apa,kau temani anak anak saja"
Rein :"kalau sudah larut biarkan aku menjemputmu "
Jessica :"tidak usah sayang,,nanti bagaimana kalau anak anak terbangun?,aku akan baik baik saja hmm"
Jessica mencium singkat bibir suaminya lembut,saat ingin melepaskan nya tangan rein tiba tiba saja dengan cepat menahan pinggang Jessica lalu memperdalam ciuman nya kembali.
Jessica :"mmphhh,,,kau ini kenapa sayang " (Jessica melepaskan tautan mereka secara sepihak saat menyadari ciuman Rein yang semakin menggila)
Rein :"entahlah,,, rasanya aku tak ingin kau pergi malam ini"
Jessica :"hmm,,,aku hanya sebentar,tidak bermalam,besok pagi aku akan memberi mu jatah emmm"
Rein:"benar kah?"
Jessica :"emmmm"
__ADS_1
Rein :"Karna itu kau harus cepat pulang,aku akan menunggumu"
Jessica :"baiklah"
....Skip....
Pukul 22.00 KST
Saat menunggu istrinya, Rein sengaja tidur di ruang tamu dengan laptopnya.
Sedangkan disisi lain..
Jessica :"aku pulang dulu ken"
Ken:"tapi di luar masih hujan jess,tunggu sebentar lagi"
Jessica :"tidak ken ,aku takut Rein menunggu ku,tak apa aku akan berhati hati menyetirnya"
Ken:"kau yakin "
Jessica :"emmmm"
_Perjalanan pulang_
Jessica:"haisshhh kenapa hujan nya makin lebat,,"
Jessica menajamkan Pandangan nya,jalanan di penuhi kabut hitam membuat nya sulit melihat jalan..
Namun Jessica tetap bersikeras melajukan mobilnya...
Di balik hujan lebat dan kabut tebal Jessica tidak melihat ada truk yang Berlawan arah dengan nya,,Karna tidak sempat melakukan apapun mobil sedan yang di kendarai Jessica pun saling baku tabrak dengan truk besar di depan nya.
Mobil Jessica berguling hingga terbalik beberapa kali di bawah guyuran air hujan,Jessica sempat melihat banyak orang yang berlari ke arahnya,dan berpikir tentang apa yang terjadi saat ini,namun belum menemukan jawaban, kesadaran nya sudah hilang.
Beberapa warga dan polisi yang datang,sayang nya tidak ada denyut nadi yang membersamai tubuh wanita itu.
Rein :"aarkhhhhh,,,,," (Rein memukul setir mobilnya prustasi, Trauma besar itu kembali menghantui pikiran nya,ingatan yang paling ia benci)
Ingatan nya kembali lari ke Alexa yang beberapa jam lalu pamit untuk pergi,sama persis seperti Jessica yang pamit dengan nya,,
bayangan 2 wanita itu berputar di pikiran Rein silih berganti,membuat kepalanya serasa mau pecah.
Rein :"tidak Alle,,tidak ada yang boleh terjadi denganmu,jangan lakukan hal yang sama ku mohon"
Dion & Alexa pov.
Dion :"sekarang,,,,tahan sedikit ya,akan sakit di awal"
Allexa :"emmm"
..................
Rein :"ALEXA.....APA YANG KAU LAKUKAN!!!!!"
Dion :"bang,,,,😳"
__ADS_1
Rein :"brengsekk kau"
Rein berlari ke arah Dion dan mencengkram lengan nya lalu satu pukulan keras mendarat di wajah Dion ,, Rein terus menghujami pukulan tanpa ampun pada Dion .... Dion yang kewalahan pun hanya bisa menerima pukulan dari saudara nya itu.
Sampai di setiap sudut wajahnya lebam dan mengeluarkan darah segar akibat ulah Rein.
Alexa :"eunghhhh"
Mendengar lenguhan mu Rein menghentikan aksinya dan melihat tajam ke arah mu,terlihat matanya yang merah menahan emosi yang tak bisa di ungkapkan.
Rein :"urusan kita belum selesai" (ucapnya lalu melepaskan lengan Dion)
Rein melepaskan jaket yang ia kenakan lalu menutupi tubuh mu yang sudah sangat berantakan ,lalu menggendong mu keluar dari tempat itu.
Dion :"jangan sakiti Alexa,dia tidak salah,aku lah yang memulainya" (ucap dion parau,sambil menahan perih di sudut bibirnya)
Rein tak menghiraukan Dion dan terus pergi dari ruangan itu.
Rumah Rein.
Maid:"tuan,,,nyonya kenapa?"
Rein :"tolong bawakan air hangat dan madu ke kamar ku"
Maid:"baik tuan"
Maid 1:"aku belum pernah melihat tuan Rein dengan wajah seserius itu,di tambah mata nya yang memerah"
Maid 2:"kau benar,saat masih dengan nyonya Jessica,Tuan tidak pernah seperti itu"
Maid 3:"YAKKK kalian sedang apa,tidak dengar Tuan Rein tadi menyuruh apa,,mau di pecat hah?"(lerainya)
Rein meletakkan tubuhmu di atas kasur nya dan menatap sekujur tubuhmu,dia menarik kasar jaket yang tadi dia pakaikan dengan mu itu.
Terlihat lah bekas kemerah-merahan di area leher dan dadamu,
Matanya semakin memerah dan tangan nya mengepal kuat terlihat jelas emosi yang sudah membara dari mata Rein,,,
Tak disangka dia akan di khianati sejauh ini oleh orang yang sudah menjadi istrinya,terlebih lagi dengan adik kandung nya sendiri.
Entah mengapa hatinya sangat sakit dan kecewa melihat keadaan mu saat ini.
Rein :"kenapa kau melakukan ini allexa" (ucapnya dengan suara berat dan penuh emsoi)
Rein menarik bahu dan melepaskan dress mu yang sudah tak berbentuk akibat ulah Dion tadi,,
Sudah tak ada sehelai benang pun yang menutupi tubuh polosmu,
haaiii gaesss,,, terimakasih sudah mampir ke ceritaku,bagikan tanggapan kalian di kolom komentar yaaa,dan jangan lupa dukung terus cerita aku dengan cara vote...
Satu voting dari kalian sangat berharga buat aku,,
Dan nantikan terus keseruan selanjutnya dari cerita "Istri pengganti Tuan rein",,, bagaimana Nasib rumah tangga Rein Dan allexa?? Apa alle akan tetap bisa memilih Dion??
//NEXT PART👉🏻
__ADS_1