Istri Pengganti Tuan Rein (Revisi)

Istri Pengganti Tuan Rein (Revisi)
BAB 14. PERANG DINGIN


__ADS_3

Tubuh Rein terkulai lemas saat mendengar penuturan Dokter itu.


Tidak,,Rein tidak bisa kehilangan Alexa, Rein masih ingin memperbaiki semuanya dengan mu,dia ingin menebus semua kesalahan nya pada mu, dia ingin membuat mu bahagia setelah luka yang di berikan padamu, dan juga Rein ingin menjadi suami dan ayah yang baik untuk mu dan juga anak anak.


Ya Rein harus memilih,,ahh tidak bukan memilih tpi MEMUTUSKAN,dia harus merelakan anak nya,,dan tetap bersama Alexa.


Namun apa Alexa akan menerimanya setelah ini?


Setelah apa yang sudah dia lakukan?


Setelah banyak nya luka yang di berikan kepada wanita ini ?


Apa Alexa mau memaafkan nya?


Itu perhitungan nanti,,yang terpenting Alexa selamat dan Rein masih terus bisa melihat Alexa bernafas,walaupun mungkin tidak bisa bersama nya.


Rein :"baik dok,saya akan menyetujui nya,angkat janin nya" (ucapnya sambil menutup mata nya,dan tentunya tangan yang masih menggenggam dengan tangan mu)


Dokter :"baik,silahkan di pindah ke ruang operasi" (ucapnya pada perawat yang ada disana)


Ranjang mu sudah di dorong menuju ruang operasi namun tiba tiba,,


Satu langkah dorongan lagi memasuki pintu operasi kau membuka matamu perlahan.


Perawat :"dokter,,,pasien sadar,," (teriak salah seorang perawat)


Rein langsung kembali menghampiri mu dan menggenggam tanganmu..


Rein :"sayang .." (panggilnya dengan haru dan tak terasa air matanya jatuh)


Kau hanya melihat sekilas ke arah Rein dan kembali berpaling.


Pikiran mu masih sangat kamu, tak bisa mencerna keadaan saat ini, kau tidak tau sedang dimana, apa yang terjadi, dan kenapa Rein disini.


Rein tau kau menghindari tatapan nya, namun itu tidak ia pedulikan, yang ada di pikiran nya hanya bersyukur karna kau membuka mata mu di waktu yang tepat.


Dokter :"cepat kembali kan ke kamarnya,dan lanjutkan pemeriksaan"


Perawat :"baik dok"


Rein tidak di perbolehkan masuk saat pemeriksaan,jadi dia hanya di luar meniti mu dari kaca ruangan mu, perasaan nya campur aduk antara bahagia dan juga takut, bahagia karna kau sudah sadar, namun takut jika kau tak menerimanya lagi.


1 jam kemudian,dokter keluar...


Rein :"dokter saya boleh masuk?"


Dokter hanya diam dan menarik nafas beratnya.


Dokter :"maaf, pasien tidak mau anda masuk"


Jantung Rein seakan berhenti berdetak


Benar saja,apa yang di takutkan Rein kini terjadi, Alexa tidak akan menerima nya...


Rein mengembuskan nafas nya kecewa...


Tapi apa boleh buat ini memang salahnya...


Kembali dia melihat ke arah mu di balik kaca ruangan mu,,namun tak ada tanda kau melirik nya sama sekali.


Rein :"apa istri dan anak ku baik baik saja?"


Dokter :"ahh iyaa syukurlah semua baik baik saja,tapi pasien tidak boleh stres atau berpikir yang berat berat dulu, usahakan agar dia tetap tenang,jadi jangan lakukan sesuatu yang akan membuat nya stress"


Rein:"baiklah terimakasih dokter"


Dokter :"pasien tidak mau bertemu anda,tapi tetap ada yang harus merawat nya orang tua teman atau siapapun,,"


Rein :"baiklah dok,terimakasih"


Dokter :"baiklah kalau begitu saya permisi dulu"

__ADS_1


Rein menghubungi Yuna untuk menyuruh nya ke rumah sakit...


Setelah itu dia mencoba masuk ke ruang inap mu.


Namun kau tidak mempedulikan nya.


Alexa :"bukan kah sudah kubilang Jangan masuk"


Rein :"maaf.."


Belum saja Rein menyelesaikan kalimatnya kau sudah memotongnya.


Alexa :"bukankah kemarin perceraian kita?, ku harap kau sudah mengurusnya"


Rein :"aku membatalkan nya"


Kau menatap tajam ke arah Rein dan mengembuskan nafas kasar.


Alexa :"kau bodoh,ini hari yang kita tunggu dan kau membatalkan nya?? apa Karna anak ini kau membatalkan nya"


Rein :"Alexa"


Alexa :"bagaimana jika ku gugurkan?"


Rein:"ALEXA"(ucap nya tak percaya)


Alexa:"aku sudah tidak mengharapkan pernikahan ini lagi,apalagi anak ini,,,semua hanya menyusahkan ku"(emosimu)


Rein menyadari emosi mu yang semakin naik, memang bukan waktunya kalian membahas ini, pria itu memilih untuk pamit pergi daripada membuat alle semakin panas.


Rein :"beristirahat lah,jangan terlalu banyak berpikir, dokter bilang kau tidak boleh stres,aku akan kembali nanti"


Sesaat kemudian setelah Rein pergi Yuna datang..


Yuna:"yaaaakk Alexa,, kau ini😭"


Berlari memelukmu.


Yuna:"maaf saja tidak cukup,," Tangisnya


Alexa :"ihhh sudah kenapa malah nangis,,,kayak apa aja,"(di iringi kekehan kecil)


Yuna:"kau sudah makan,,,ini aku bawakan makan,, aku memasaknya di rumah mu tauk" (sambil membuka bekalnya)


Alexa :"ha??,di rumah ku?


Yuna:"emm,,jadi selama satu hari satu malam kau koma,suami mu menyuruh ku menjaga Gilang dan Ellena."


Alexa :"Kenapa?"


Yuna:"haish kau tak tau?? selama kau koma dia tidak makan dan minum juga tidak berpindah dari tempatnya,dan terus duduk menemani dan menjaga mu disini.


dan kau tau Alexa,,saat aku mengunjungi mu bersama Gilang dan Ellena kami melihat nya menangis sambil mencium tangan mu,,aaaa sosweet,πŸ˜šπŸ’œ"


Alexa:"kau yakin?"


Yuna:"yakk kau tak percaya"


Alexa:"lalu kenapa kau kesini"


Yuna:"YAKKK dasar ,,kau tidak suka aku kemari hah?,,,


emm sebenarnya Rein yang menyuruh ku kesini, katanya dia ada pekerjaan sedikit"


Alexa :"Ohh""


Yuna:"yasudah ayo makan"


Skip..


Yuna:"Alexa ,,aku pulang dulu yaa Gilang & Ellena sudah mau pulang,aku akan membawanya kesini"

__ADS_1


Alexa :"tidak,,jangan bawa kesini,lagi pula ini rumah sakit,mereka masih kecil,,aku akan segera pulang, sampai kan salam ku pada mereka"


Yuna:"ya sudah,,aku permisi dulu,"


1 hari kemudian


Kau mulai bosan hanya berbaring di ranjang pasien, sendiri pula..


Tiba tiba Rein masuk ke dalam kamarmu membawa buket bunga besar dan buah buahan.


Rein :"apa aku boleh masuk" (tanya nya padamu yang menatap nya datar)


Kau tak menjawab dan melepaskan pandangan darinya.


Rein meletakkan bunganya di meja samping mu.


Rein :"Ku mau makan buah?"


Alexa :"tidak"


Rein :"kata dokter hari ini kau boleh pulang"


Alexa :"emm"


Rein mulai membereskan semua barang-barang mu dan memasukkan nya ke dalam koper,dia menatanya dengan sangat rapi.


Rein :"Ellena dan Gilang sangat merindukan mu,, ku harap kau juga" (ucapnya disela merapikan barang mu)


Kau hanya diam tak menjawab Rein,,


Namun Rein tidak keberatan,baginya kau mau menerima kedatangan nya saja sudah lebih dari cukup.


Beberapa saat kemudian doker dan perawat masuk ke kamar mu.


Dokter:"nona Alexa anda sudah boleh pulang hari ini, selamat Karna anda dan bayi anda selamat semua ini seperti mukjizat bagian anda dan keluarga,kesabaran suami anda juga membantu semua proses,kalau begitu saya permisi dulu tuan Rein"


Rein :"ya,sekali lagi terimakasih dok"


Rein :"Kau mau langsung pulang atau makan dulu?"


Alexa :"pulang"


Rein :"baiklah , gantilah baju mu,,inii " (memberikan paper bag)


Kau berusah bangun namun kepala mu masih sedikit berat.


Rein :"ayo ku bantu"


Alexa :"tidak usah" (kau menghempaskan tangan Rein kasar)


Hatinya sedikit terhenyuk saat kau menghempaskan tangan nya,namun dia tetap sabar ..dia sudah mengira tidak akan mudah mendapatkan maaf dari mu, maka dari itu dia harus berusaha lebih giat lagi.


30 menit kemudian...


Rein :"sudah"


Alexa :"hmm"


Rein :"ayo"


Skip...


Ellana :"Mama"


Alexa :"hayy sayang"


Gilang :"yeyy mama sudah pulang"


Kau langsung memeluk kedua anak mu itu dengan lembut.


Alexa :"mama merindukan kalian".

__ADS_1


Gilang & Ellena :"kami juga"


__ADS_2