Istri Pengganti Tuan Rein (Revisi)

Istri Pengganti Tuan Rein (Revisi)
BAB 20. lembaran baru


__ADS_3

seperti biasa pukul 6 pagi kau sudah bangun, senyum merekah dengan indah kala melihat Rein ada di depan mu saat kau membuka mata, tangan Rein masih melingkar indah di pinggang mu membuat kesan hangat di tubuhmu.


deru nafas Rein yang begitu lembut sedikit menyapu wajah mu, Rein begitu nyaman dalam tidurnya sangat terlihat dari raut wajahnya yang damai.Tangan mu terangkat untuk menyentuh pipi Rein lalu mengelus lembut disana.


kau tersenyum kala teringat kegiatan kalian tadi malam yang sukses membuat wajah mu kembali merah merona, sentuhan tangan mu yang lembut ternyata tidak membangun kan Rein lalu dengan inisiatif mu kau mengangkat wajahmu lalu mendaratkan bibir mu di pipi Rein.


tentu aksi mu itu sukses membuat Rein membuka matanya, dia melihat mu yang tengah tersenyum indah dengan nya.


"kenapa sudah bangun".tanya nya sedikit serak khas bangun tidur.


" ini sudah pagi mas, kau harus berangkat ke kantor ayo bangun".ucapmu lembut


bukan nya menanggapi ucapan mu Rein malah semakin mengeratkan tubuh mu dengan tubuhnya, dia menilisik ke ceruk leher mu menyembunyikan wajahnya disana.


"istirahat lah lagi, malam ini pasti melelahkan untuk mu, kita tidur lagi hmm" ucap nya masih dengan suara serak.


oh tidak suara Rein terdengar begitu seksi di telinga mu, sukses membuat wajah mu kembali merona, ada sensasi geli dileher mu dimana Rein meletakkan kan wajah nya. namun ternyata Rein tidak hanya menumpang kan wajah nya disana, bibir nya mulai mengecup ringan disana membuat mu menggeliat kecil.


"mas anak anak harus sekolah, kita harus bangun".bangat mu


" emm tapi aku masih ingin seperti ini sayang, aku tidak mau jauh dari mu, anak anak biar bibik saja yang urus". rengek nya yang semakin mendusel di lehermu


"hem no no harus bangun kau harus bekerja, ayo bangun sayang" ucap mu


Rein seketika mengangkat wajahnya dan memandang mu dengan mata berbinar.


"hm apa? kau memanggil ku apa tadi? ". tanya nya penuh semangat


" Kita harus bangun sayang, kau harus ke kantor".ulang mu lagi


"aaa sayang kenapa kau sangat menggemaskan" ucap Rein senang


"baiklah mari kita bangun dan mandi bersama oke" kata Rein


"baiklah" jawab mu menyetujui permintaan Rein


dengan sigap Rein bangun dan membopong tubuh mu ke kamar mandi.


...*****...


Setelah mandi kau langsung turun untuk memastikan kalau anak anak sudah bangun dan menyuruh mereka menunggu di meja makan, lalu kau kembali naik menghampiri Rein yang masih belum selesai di kamar.


saat membuka pintu terlihat Rein masih sibuk dengan dasinya, kau melangkah kan kaki mendekati Rein.


"mas Rein sini ku pakai kan dasinya".ucap mu penuh perhatian


"terimaksih istri ku😚".balas Rein menyambut perhatian istrinya


"jangan pulang malam malam ya" ucap mu seraya memakai kan dasi Rein


"iya sayang, aku akan menyelesaikan pekerjaan dengan cepat".kata Rein

__ADS_1


Rein sangat bahagia dengan perubahan sikap mu yang semakin menggemaskan baginya, cinta nya pun kian besar terhadap mu, dia berjanji pada dirinya sendiri akan membayar semua waktu yang dia lewatkan bersama mu saat kalian menikah, Rein ingin menjadi manusia nomor satu di hatimu dan orang yang paling kau cintai.


lalu kemudian Rein menurunkan wajahnya tepat di perut mu yang mulai membuncit,usianya kini yang sudah memasuki 5 bulan.


"sayang Daddy berangkat kerja dulu hmm,jaga mommy dan jangan nakal yaa " (ucap Rein seraya mencium perut mu lembut dan sesekali mengelus nya)


selesai dengan dasi Rein kalian langsung turun untuk sarapan karna ellena dan Gilang sudah menunggu di bawah.


"pagi papa mama" sapa Gilang dan ellena bersama saat melihat kalian menuruni tangga


"selamat pagi juga anak anak papa".jawab Rein seraya mencium pucuk kepala kedua anak nya itu.


lalu kalian memulai sarapan.


...****...


"mama elle berangkat dulu"pamit ellena padamu


"iya sayang sekolah yang rajin biar nanti bisa ngajarin adeknya".balas mu dengan senyum yang manis.


"pasti dong" (jawab ellena )


lalu kemudian tangan kecil ellena menyentuh perut mu dengan hati hati. kau pun tersenyum melihat tindakan putri kecil mu itu yang begitu hangat.


"mama kapan adik nya lahir, Gilang sudah tidak sabar".tanya Gilang


"eohh ituuu (kau melihat ke arah Rein meminta dia menjawab nya)"


"benarkah,wahh aku tidak sabar lagii".seru Gilang gembira


Setelah percakapan kecil kalian Rein dan anak² pun berangkat.


masih seperti biasa jika Rein dan anak anak pergi sekolah kau akan sendiri dirumah di temani rasa jenuh dan bosan mu. dan kau juga tidak tau harus mengerjakan apa jika sedang bosan.


Saat hari mulai siang kau benar-benar merasa bosan dan jenuh di rumah sampai akhirnya memutuskan untuk menjemput Gilang dan Ellena sekalian mengantar makan siang untuk Rein..


Kau berangkat denan sopir pribadi yang sudah di khususkan untuk mu oleh Rein dan langsung menjemput Gilang dan ellena.


...*****...


"anak anak kita ke kantor papa dulu ya".ucap mu pada anak anak


"wahhh asikkk, elle mau ma".balas ellena semangat


Saat tiba di kantor Rein kau tepesona dengan pemandangan matamu, kantor Rein begitu besar dan megah sungguh indah untuk di pandang sebelum nya kau sama sekali tidak pernah menginjakan kaki di tempat ini.


pasti banyak selebriti terkenal di dalam nya, secara Rein adalah produser sekaligus pemilik nya di sini. begitu pikir mu


tiba tiba tangan mu di tarik oleh ellena yang sekaligus menyadarkan lamunan mu


"ma ayoo kita masuk".kata ellena

__ADS_1


" ah iya sayang ayo kita masuk".jawab mu


kau menyusuri lobi perusahaan itu dengan sedikit canggung karna kau merasa semua mata tertuju ke arah mu, pasalnya kau tak pernah datang ke kantor Rein,jadi masih banyak yang belum tau siapa dirimu ,apalagi kau datang bersama kedua anak Rein.


Karna tidak tau dimana kantor Rein akhirnya kau menuju resepsionis untuk bertanya letak ruangan Rein.


"ada yg bisa saya bantu nyonya?"sambut resepsionis dengan ramah


"saya mau keruangan Mas Rein,dimana ya?" tanya mu sopan


"sudah membuat janji nyonya?".jawab nya yang membuat mh agak bingung harus memberi jawaban apa


"dia mama ku".celetuk Gilang tiba tiba.


"eoh tuan muda".(ucap nya seraya menunduk sopan saat menyadari ada Gilang disana)


"jadi anda nyonya Alexa,,maaf nyonya saya tidak tau maafkan saya nyonya" (sesal nya dan terus menunduk berkali kali Karna rasa bersalah nya)


"tidak apa,lalu dimana ruangan Rein".ucap mu


"mari nyonya saya antar".tawar resepsionis tersebut


"iya, terimakasih".jawab mu sopan dan terus mengikuti langkah resepsionis itu.


Saat sudah sampai Gilang dan Ellena langsung menerobos masuk ke ruangan Rein...


"papaa" (teriak ellena gembira)


"lohhh sayang". (ucap Rein yang terkejut dengan kedatangan kalian lalu dengan cepat dia menggendong Ellena yang sudah berlari ke arah nya)


Ternyata Rein sedang ada rapat kecil bersama rekan kerjanya.


"maaf aku menganggu,kalau begitu aku Permisi dulu".ucap mu dan ingin meninggalkan ruangan itu, namun Belum lagi keluar Rein sudah menahan mu.


"tidak sayang, kemarilah".kata Rein


Semua rekan kerja sontak kaget dan menatap ke arah mu yang semakin membuat mu merasa canggung dengan keadaan ini...


Rein kemudian tanpa sungkan nya merangkul pinggang mu begitu saja di depan semua orang.


"ini istri ku Alexa Olivia Jonshon" (ucapnya memperkenalkan mu)


"selamat datang nyonya,,".sambut semua orang yang ada di meja rapat itu.


"maaf baru memperkenalkan nya pada kalian ,keluar lah rapat kita lanjut besok".ucapnya lagi.


"baik tuan".jawab mereka serentak


setelah perintah dari Rein semua orang pergi dari ruangan itu dan hanya menyisakan kalian berempat saja.


...*****...

__ADS_1


__ADS_2