
Happy reading
❤️❤️❤️❤️❤️
Setelah hari kemarin saat Naina sudah bisa memberi pengertian kepada bapaknya bahwa dirinya harus melaksanakan tugas itu semua dalam "demi bapak, nggak di situ dengan tabah hati tak ingin melihat wajah Bapaknya yang begitu cemas Ia tetap mencoba melupakan itu semua dan fokus ke tujuannya sendiri.
pagi ini Nayna sudah siap-siap karena dia sudah tahu bahwa dirinya akan dijemput dan dia pun sudah berbicara kepada bibinya untuk menjaga bapaknya karena dirinya harus pergi pagi ini untuk menikah bahkan dari pihak Naina pun tidak ada satupun mewakili dirinya, ada rasa sedih dalam hatinya namun kembali lagi Dia harus bisa terus bisa menegakkan kepalanya ini sudah keputusan yang pernah ia ambil dan semuanya sudah berjalan seperti bagaimana terjadinya maka dari itu mainan tetaplah pada pendirian yang telah ia ambil.
Ciiiitttttt....
mobil hitam pribadi berhenti tepat di depan halaman rumah Naina Gadis itu pun langsung keluar rumah dan masuk ke dalam mobil saat seorang sopir membukakan pintu untuk dirinya, Naina melirik ke kiri dan ke kanan karena melihat tetangganya sangat sedang membicarakan dirinya. kamu Naina langsung cepat-cepat masuk ke dalam mobil mengabaikan itu semua.
" nona ini pakaian anda.'' seorang sopir itu memberikan sebuah paper bag berukuran sedang kepada Naina yang duduk di belakang sopir.
" Baik Pak terima kasih.'' ucap Naina mengambil paper bag itu dan menggenggamnya.
Pak Sopir itu melihat sekilas wajah Gadis itu dari kaca spion lalu Sopir itu pun berkata'' nanti anda bisa mengganti pakaian anda di dalam kamar yang sudah disediakan di sana nona dan Nanti juga ada pembantu yang membantu Anda memakai pakaian tersebut.'' ucap Bapak Sopir itu memberikan arahan agar Naina lebih mudah untuk tidak bertanya lagi Nantinya di sana.
'' Baik Pak.''
__ADS_1
Akhirnya mereka pun langsung tancap gas menuju kediaman keluarga pak Surya, di perjalanan menuju rumah besar keluarga Surya Raina hanya bisa melamun memikirkan nasibnya siapa suaminya siapa nanti keluarga barunya baik atau buruknya bagaimana nanti dia di sana semua menjadi pikirannya yang dari situ hanya bisa melamun'' Nona masih ada orang tua?'' tiba-tiba sang sopir mengajak ngobrol Naina agar wanita itu tidak begitu suntuk dan banyak berpikir.
" Naina hanya punya bapak Ibu Nayla sudah meninggal,pak."ucap Nayna begitu tegar.
" syukurlah Setidaknya masih ada orang tua tetap semangat ya, Apakah Nona sudah sarapan? kalau belum Bapak punya roti ini baru kok belum Bapak makan.'' ucap sang sopir memberikan semangat kepada Naina lalu menawarkan sarapan paginya yang belum ia sentuh sama sekali.
"Terimakasih pak, Nayna udah sarapan kok." tolak Naina walaupun sebenarnya dirinya memang belum sarapan sama sekali tetapi ia tidak ingin mengambil hak Sopir itu karena mainan bisa melihat dari wajah Bapak itu sama sekali juga belum sarapan.
dan akhirnya mereka pun saling diam dan tak lama mobil pun sampai di kediaman keluarga Surya, saat Naina turun dari mobil tidak ada seperti tenda atau ucapan bunga atau apapun itu layaknya sebuah pernikahan yang sering ia lihat di manapun di jalan manapun atau seperti di televisi yang seringnya tonton, rumah itu sama seperti pertama kali ya datang tidak ada yang berubah biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa.
"Ayo Nana masuk." pak sopir mengajak gadis itu masuk kedalam dan Nayna pun mengikuti langkah sopir itu.
"Ayo Non ganti bajunya. " ucap bibi pembantu dirumah itu begitu ramah di usianya yang tidak begitu mudah lagi.
"Baik Bi." Nayna pun langsung mengganti kan pakaian nya dan memakai baju kebaya putih tidak begitu mencolok tetapi itu adalah kebaya modern dan simple bagi nayna untuk sebuah acara.
" Non bisa make up sendiri? Soalnya di rumah ini tidak ada khusus tukang make up bahkan Si bapak tadi tidak membawa Mua ke rumah'' ucap si bibi kepada Nayna
mainan melihat alat-alat make up yang ada di meja rias itu lalu ia Mencoba membuka satu persatu" udah nggak papa bi Nayna bisa kok sendiri.'' ucap Naina dan ia pun langsung memulai mengoleskan wajahnya dengan make up yang ada di hadapannya itu.
__ADS_1
"Kasihan dia, masih muda sekali." batin bibi yang sedang berdiri menunggui calon majikan barunya itu.
tak lama akhirnya Nayna pun sudah siap dan selesai memoleskan wajahnya,gadis itu benar-benar beda dari biasanya di mana dia tidak pernah mengoleskan wajah dengan make up tetapi kali ini dia mencoba pemakaian bahkan sangat jauh berbeda dengan Nayna yang biasa ia pergi ke kampus.
"Ya ampun Non cantik banget." ucap bibi kepada Nayna membuat wajah gadis itu memerah.
"Ah bibi, bikin malu saja." jawab Nayna
"Ya udah ayo Non keluar." ucap Bibi lagi dan Nayna pun berdiri untuk keluar dari kamar tersebut.
Namun saat pintu itu terbuka dan Nayna keluar dari pintu itu semua orang menatap dirinya dan Nayna bisa melihat di sana sekitaran orang 7 atau 8 yang ada di sana termasuk calon suaminya tetapi pria itu sendiri yang tidak melihat ke arahnya . Nayna terus melangkahkan kakinya mendekat ke arah semua orang namun saat tepat di depan sofa itu dua orang yang pernah saling ribut atau cekcok mulut kembali dipertemukan.
"*No.. jangan bilang dia." batin Nayna langsung memejamkan matanya.
bersambung*...
Bantu vote othor seikhlas nya ya 🙏🙏🥰like komen
ig: Yuliaputry03
__ADS_1