
happy reading
❤️❤️❤️❤️❤️
siang itu akhirnya Dira pun memutuskan untuk mengunjungi rumah mertuanya, Bila tiba di rumah sang mertua setelah menempuh perjalanan selama 20 menit lebih. wanita itu bergegas turun dan segera mengetuk pintu. beberapa saat ia menunggu hingga daun pintu terbuka perlahan dan memunculkan mama Rossa.
Mama Rossa melihat wanita muda cantik di depan pintunya rumahnya itu mengukir senyumnya, Mama rasa tersenyum ramah. namun, mendadak redup saat menyadari betapa tegang dan habis menangis wajah wanita bernama Dira itu. tanpa dapat dikendalikan pikiran buruk mulai terbesit di benak Mama Rosa terlebih setahunnya Bagaimana permasalahan antara menantunya itu juga suaminya.
"Dira?"
Dira tampak menundukkan kepala seperti kehilangan nyali untuk mengucapkan sepatah kata pun. di dalam hatinya hanya ada gumpalan rasa bersalah yang semakin lama semakin besar di mana Dirinya belum sepenuhnya menjadi menantu terbaik dalam keluarga itu ditambah baru saja ia dan papa mertuanya terjadi kesalahpahaman.
" mama, apa Papa sudah sampai?'' tanyanya tanpa basa-basi dan sorot matanya langsung menerobos ke dalam rumah berharap menemukan mertua laki-lakinya itu di dalam. namun suasana dalam rumah terlihat cukup sunyi.
__ADS_1
" papa? dia tadi bilangnya mau keluar mungkin ke kantor.'' ucap Mama Rossa kepada menantunya itu, namun kerutan di dahi wanita paruh baya itu semakin jelas sorot Matanya penuh tanya melihat kecemasan dari wajah menantunya itu.
"Apa kau buat masalah dengan papa lagi?*Mama Rossa langsung menebak semuanya.
" tadi papa mertua tidak sengaja bertemu dengan Dira di jalan mah Tapi sayangnya waktu bertemu dengan Dira, diranya lagi ngobrol sama temen.'' ucap wanita itu belum selesai bicara.
"Pasti laki-laki kan?" tebak Mama Rosa
"Ya."
" ada ada masalah apa kamu dengan, Dira?'' Sepasang Bola Mata Mama Rossa mulai tergenang cairan bening.
entah jawaban apa yang harus Rosa berikan. di satu sisi ingin menjelaskan kepada sang mertua, namun di sisi lain ia sangat mengkhawatirkan Bagaimana marahnya mertua laki-lakinya itu.
__ADS_1
"Maaf, Mah. Dira akan jelaskan nanti. Dira harus pergi untuk menemui papa mertua untuk minta maaf dan menjelaskan semuanya.kalau papa udah sampai dirumah, kabarin aku ya. Mah."
"Mama ikut, Dir!" pinta sang mertua kepada Dira
"Mama di rumah aja, nanti kalau papa pulang nyariin gimana?"
Akhirnya, Mama Rosa setuju dan usul menantunya itu. memang ada benarnya, Mama Rossa harus menunggu di rumah agar jika suaminya tiba, ada yang menemani.
tanpa menunggu lagi, Dira bergegas meninggalkan rumah sang mertua. Mama Rossa dapat melihat betapa paniknya menantu perempuannya yang begitu tergesa-gesa dan hal itu membuatnya semakin khawatir ditambah lagi Dira adalah seorang wanita.
perlahan sang mentari bersembunyi di ufuk barat menyisakan kegelapan menyelimuti bumi sedangkan Dira masih saja di luaran sambil menghubungi nomor ayah mertuanya itu untuk meminta maaf namun tetap saja nomor itu tidak mau mengangkatnya, wanita itu pun juga menghubungi i Rei agar ada yang bisa membantunya, namun sama saja hasilnya nihil.
dalam kegamangan, saat menelpon Rey berulang kali akhirnya diangkat juga . dan wanita itu pun mengurangi kecepatan berkendara, lalu meraih ponsel miliknya.
__ADS_1
"siapa ya?" Tiba-tiba Dira terdiam dengan menutup mulut dengan tangannya.
Bersambung.....