Istri Siri Pak Dosen

Istri Siri Pak Dosen
Menikmatinya.


__ADS_3

Happy reading


Skip


Skip


♥♥♥♥


Kini mereka sama-sama tanpa sehelai benang. Tubuh kekar berotot Rey berlutut di depannya. Milik Nayna terasa panas, basah dan berdenyut-denyut melihat senjata yang tegang besar kekar berotot .


Nayna pasrahkan dirinya ketika Rey membuka kakinya hingga mengan gkang lebar lebar, lalu Rey menurunkan bok ongnya dan menuntun senjata nya ke milik istrinya . Kerongkongan Nana tercekat saat kepala senjata Rey menembus miliknya ."Hngk!Besaar..sekalii..ehmm...aghh" Walau telah basah, tak urung senjata yang demikian besar kekar berotot begitu seret memasuki miliknya dan Nayna menggigit bibir menahan kenikmatan hebat bercampur sedikit rasa sakit.


Tanpa terburu-buru,Rey kembali menghisap choco yang masih menga cung dengan lembut, kadang menggoda istrinya dengan mengge sekkan giginya pada choco merah muda itu, tak sampai menggigitnya, lalu kembali menji l*ti dan mengh sapnya, membuat Nayna tersihir oleh kenikmatan tiada tara, sementara setengah senjata Rey bergerak perlahan dan lembut menembus milik Nayna.

__ADS_1


Ia menggerak-gerakkan bok ong nya maju mundur dengan perlahan, memancing gairah Nayna semakin bergelora dan birahi semakin banyak meleleh di miliknya, melicinkan jalan masuk senjata berotot itu ke kenikmatan tahap demi tahap.


"Ouuch.. sshh.. aachh.. suami. yang dalaam..!! oouch.. niikmaat.. ehmmm! Racau Nayna lagi tak karuan


Akhirnya seluruh senjata yang kekar besar itu tertelan kedalam lorong kenikmatan itu, memberi Nayna kenikmatan hebat, seakan bibir miliknya dipaksa meregang, mencengkeram otot besar dan keras ini.


Darah pera wan pun bercucuran di spray itu, Nayna menancapkan kuku nya di atas punggung Rey menahan sakit dan nikmat bersamaan. Rey pun mendiamkan nya sejenak membiarkan Nayna untuk bernafas panjang.


Rey Melepas choco Nayna dan Rey mulai memaju-mundurkan perlahan, "..oouch.. niikmaat.. ehmm!!" Nayna pun tak kuasa lagi untuk tidak merespon kenikmatan ini dengan membalas menggerakan maju-mundur dan kadang berputar menyelaraskan gerakan suaminya , dan akhirnya napas mereka semakin tersengal-sengal diselingi des ah des ah penuh kenikmatan.


Terus menerus mereka saling memberi kenikmatan, sementara li dah Rey kembali menari di da da yang memang gatal memohon lidah kasar Rey. Nayna benar benar menikmati permainannya sambil mere mas-re mas rambutnya. Rasa kesemutan berdesir dan setruman nikmat makin menjadi jadi merebak berpusat dari miliknya dan ujung gunungnya, keseluruh tubuh Nayna hingga ujung jarinya.


Kenikmatan menggelegak ini merayap begitu dahsyat sehingga terasa seakan tubuhnya melayang.Senjata yang dahsyat semakin cepat dan kasar mengobrak abrik miliknya mencengkeram erat.

__ADS_1


His apan pada gunung nya pun semakin cepat dan bernapsu. Nayna begitu menikmatinya sampai akhirnya seluruh tubuhnya terasa penuh setruman birahi yang intensitasnya terus bertambah seakan tanpa henti hingga akhirnya seluruh tubuhnya bergelinjang liar tanpa bisa ia kendalikan saat kenikmatan gairah ini meledak dalam seluruh tubuhnya.


Des ahannya sudah berganti dengan erangan erangan liar kata katanya semakin vulgar. "Ahh.. Ouchh.. terus sayaang..goyang. habis milik ku..Ooohh.. Rey. .bukan maiin.. eennaaknyaa...!!" mendengar celotehan istrinya Rey yang biasa irit bicara berubah menjadi semakin beringas seperti banteng ketaton dan yang membuat Nayna benar benar takluk adalah staminanya yang bukan maiin perkasaa..,


Akhirnya Nayna tidak bisa lagi menahan gelombang kenikmatan melanda seluruh tubuhnya yang begitu dahsyatnya menggulung dirinya"Ngghh.. nghh .. nghh.Rey...Akku mau keluaar..!!" pekikan Nayna meledak menyertai gelinjang liar tubuh nya sambil memeluk erat tubuh suaminya mencoba menahan kenikmatan dalam tubuhny, Rey mengendalikan gerakannya yang tadinya cepat dan kasar itu menjadi perlahan sambil menekan senjatanya dalam dalam dengan memutar keras sekali.


Beberapa detik kenikmatan yang terasa seperti 'forever' itu akhirnya berakhir dengan tubuh Nayna yang terkulai lemas dengan senjata Rey masih di dalam Miliknya yang masih berdenyut-denyut di luar kendali nya. Tanpa tergesa-gesa, Rey mengecup bibir, pipi dan leher Nayna dengan lembut dan mesra, sementara kedua lengan kekarnya memeluk tubuh lemas istrinya dengan erat, membuat Nayna benar-benar merasa aman, terlindung dan merasa sangat disayangi. Ia sama sekali tidak menggerakkan senjatanya yang masih besar dan keras di dalam milik istrinya, Ia memberi Nayna kesempatan untuk mengatur napasnya yang terengah-engah.


Bersambung....


Next kilat 🌹🌹🥰


vote

__ADS_1


vote


vote dong 🙈🤣


__ADS_2