
Happy reading
Sore itu Nayna hanya bisa diam di dalam ruangan dosen yang begitu galak itu, Nayna hanya bisa menunduk tetapi bukan berarti dia mengaku bersalah. dia hanya membela diri karna dosen nya itu begitu berlebihan akan ucapannya yang menganggap dirinya tak beretittude juga etika.
"Siapa nama kamu?" ucap Pak Reynan
"Nayna, Pak." ucap gadis itu sambil menunduk tak ingin melihat wajah laki-laki menyesal kan itu, walaupun ganteng tetapi ia tidak Terima jika harus di rendahkan seperti itu.
"Kau murid ngandelin biasiswa kan?" tanya Reynan karna melihat data dari Nayna barusan
"Ya, pak." ucap Nayna lagi menunduk.
"Berapa ipk mu?" tanya Reynan lagi
"tiga koma."
"Sudah cukup." belum sempat Nayna menjawab Reynan sudah lebih dulu memotong nya.
__ADS_1
"Lain kali jaga cara bicara mu, aku tidak suka mahasiswa atau mahasiswi ku penjawab seperti dirimu." ketus Reynan kepada Nayna.
"Baik Pak, maaf." ucap Nayna lagi
"Ya sudah keluar lah." usir Reynan kepada Nayna
"Baik." Nayna pun hendak melangkah pergi dari ruangan itu namun langkah nya terhenti saat dosen nya itu bicara
"Tunggu." ucap Rey menghentikan langkah Nayna dan otomatis gadis itu langsung berhenti
"Ada apa Pak?" tanya Nayna
Sepanjang jalan Nayna memegang rambutnya yang terurai "Biasanya keek gini gak ada dosen yang protes, kenapa oak Rey protes ya? banyak banget larangan nya." gumam Nayna sambil berjalan lalu menguncir rambutnya.
*********
Rumah Sakit
__ADS_1
"Aku ga bilang jual keponakan ku." ucap Bi imah kepada suaminya
"Lalu apa? kau menukar nya dengan uang sebagai jaminan pengobatan kakak mu?" ucap suami bi Imah lagi
"Tidak seperti itu, aku terpaksa mengambil jalan seperti ini dan aku juga tidak memaksa Nayna," ucap Bi ima
"Denger ya mas aku ga meminta Nayna menuruti apa perkataan ku, aku juga gak maksa dia. kalau pun Nayna ga mau aku juga gak akan memaksa dan jalan satu-satu nya biarkan kakak ku di rawat dirumah, tetapi anak nya sendiri akhirnya mau dan aku bisa apa? lagian ekonomi kita sulit, ngarep kamu? hallaahh makan aja susah, sering mabuk-mabukan, judi, jadi apa yang bisa aku perbuat, hahk?"ketus Bi Imah emosi kepada suaminya karna seakan menuduh dirinya lah menjual keponakan nya itu.
"Jangan memojokan ku dek, aku cuma tanya. kan aneh aja tiba-tiba Nayna menikah bahkan dia tidak pernah pacaran bahkan orang yang akan menikahi dia pun kita tidak tau siapa." ucap Seno suaminya Bi Ima
"Terserah kamu lah, biarkan keponakan mengambil jalannya sendiri. dia sudah besar sudah dewasa jadi dia tau mana yang benar dan salah, udah titik." ucap Bi Imah langsung oergi dari sana meninggalkan suaminya sendirian di halaman rumah sakit itu.
"Gila kamu Imah." ketus Seno dan langsung pergi dari tempat itu.
Bi Imah yang masih bersandar di dinding lorong mendengar ucapan suaminya yang tadi mengatai dirinya gila, Imah kecewa sudah pasti, istri mana yang mau di tuduh menjual keponakan nya sendiri. jika bisa dia akan menjadi pelondung bagi kakak dan anak kakaknya itu tapi balik lagi kodrat mereka berbeda. Mereka hanya dari kalangan orang sulit jangan kan bayar rumah sakit beli obat pun mereka tidaklah mampu.
"Ya udah liat aja dulu gimana nanti jadinya, semoga Nayna bisa bahagia." batin Bi Imah langsung pergi dari sana
__ADS_1
Bersambung....