
Happy reading
❤️❤️❤️❤️❤️❤️
hari pun berganti dan tak terasa sudah satu minggu bapaknya Naina dirawat di rumah sakit dan kondisinya pun sudah mulai membaik, mainan begitu bahagia melihat bapaknya sudah ada perkembangan dan sudah bisa diajak berkomunikasi dengan baik.
" Bapak mau makan apa? apa mau makan nasi nanti Naina ambilin, atau Bapak mau Naina beliin roti juga buah mau nggak?" tanya Naina kepada Bapaknya yang hanya diam sedari tadi menatap wajahnya begitu intens.
" Bapak ngapain Diem aja? Terus ngapain lihat Nayla kayak gitu Apa ada yang ingin bapak sampaikan? Bapak ingin makan apa Bilang aja nanti Naina beliin kok" ucap Naina lagi kepada bapaknya itu.
" Nay, Bapak sudah tahu kok dari semua cerita di Imah kepada Bapak tadi pagi, Kenapa kamu menerima _tawaran itu nak? jangan bilang kamu terpaksa, bapak bisa kok bicara dengan orang itu dan akan Bapak angsur Nanti bayar uangnya.'' ucap Bapak Naina yang baru saja tahu dari Adiknya sendiri perihal biaya rumah sakit juga pengobatannya selama ini.
" Bapak ngomong apaan sih udah nggak usah dipikirin biar Nayna aja yang urus masalah ini yang penting Bapak harus sehat dulu kita bisa balik ke rumah , oke." ucap Naina mengalihkan pembicaraan agar bapak nya tidak terlalu fokus akan masalah tersebut walaupun dalam hatinya ia sendiri pun selalu terpikiran bagaimana nanti ia menghadapi semuanya.
Namun saat dia orang itu saling diam tiba-tiba pintu kamar rumah sakit itu di buka seseorang dari luar.
Ceklek
Nayna dan juga bapak nya langsung melihat kearah pintu siapa yang datang "Bibik." ucap Nayna memanggil bibi nya yang baru saja masuk kedalam ruangan itu.
__ADS_1
"Nay," panggil bi imah kepada keponakan nya itu
"Iya bi ada apa?" tanya Nayna
Namun belum sempat bibirnya bicara tiba-tiba dua orang bertubuh besar dan perpakaian rapi masuk juga ke dalam ruangan itu.
"Nay, ini sudah seminggu mereka ingin menjemputmu untuk bertemu langsung dengan -gunung bkeluarga calon suamimu." ucap Bi imah
"Aku saja Bik?" Tanya Nayna sambil melihat kearah wajah bapaknya dan Bi ima pun menganggukan kepalanya.
"Iya, kamu saja." ucap Bi imah dengan menundukan wajahnya merasa tidak tega melihat keponakan nya itu namun apalah daya dirinya karna uang yang ia ambil untuk pengobatan bahkan lebih juga untuk membayar hutang piutang suaminya.
"Bi, titip bapak ya." pinta Nayna dan langsung keluar dari dalam ruangan itu dan langsung diiringi dengan dua pria tadi tanpa mendengar jawaban bi ima sama sekali.
Nayna pun sudah berada didalam mobil yang membawanya entah kemana, tatapan gadis itu kosong bahkan dia bagaikan patung hidup yang hanya menutupi apa kata orang yang ada dihadapannya itu.
Ciittttt....
Mobil yang Nayna tumpangi pun berhenti tepat di salah satu rumah besar dan megah bercorak warna keemasan seharusnya jika Nayna dalam mode sadar pasti gadis itu akan terpanah akan keindahan rumah itu yang selama ini hanya ia lihat didalam TV.
__ADS_1
"Silakan turun." ucap salah satu pria yang turun lebih dulu dan membukakan pintu untuk Nayna.
Nayna pun langsung turun dan disambut langsung oleh pembantu di rumah besar itu yang berjaga di pintu masuk.
"Silahkan Pak Surya telah menunggu anda di ruang tamu." ucap wanita berusia empat puluh tahunan itu sebagai pembantu di rumah itu kepada Nayna.
"Baik." Nayna pun langsung berjalan masuk dan benar saja di ruang tamu itu laki-laki tua yang menawarkan pertolongan biaya rumah sakit bapaknya dengan imbalan pernikahan pun ada dan menatap Nayna yang berjalan mendekat nya.
"Permisi." ucap Nayna
"Duduk lah." ucap nya dan Nayna pun langsung duduk bersebrangan dengan pria tua berwajah dingin itu, aura mencengkram dan gemeteran terasa di dalam tubuh Nayna.
"Baca surat itu." seketika pria itu melemparkan sejumlah lembaran kertas kepada Nayna dan gadis itu dengan jantung dag dig dug membaca perlahan isi dari kertas tersebut.
"Nikah siri?"Nayna yang belum selesai membaca lembar demi lembar kertas itu langsung mematung dengan kata nikah siri.
Bersambung....
Bantu like komen dan vote othor ya.
__ADS_1
lihat visual setiap pemain di setiap novel othor boleh di cek ig othor ya (Yuliaputry03)