
Happy reading
❤️❤️❤️❤️❤️
siang itu Naina bangun lebih dulu, melihat suaminya masih tidur wanita itu langsung menyesuaikan dirinya Karena kelelahan akan kakinya sedikit sakit dan pegal namun ia memikirkan senyum entah karena apa seakan dirinya sangat bahagia.
setelah mandi Naina memakai baju santai lalu kembali melirik ke atas ranjang di mana Rey masih tertidur dengan nyenyak sekali, Nayla pun tidak tega untuk membangunkannya namun perut wanita itu berasa begitu lapar. Naina membuka sedikit hordeng di kamar itu yang tembus pandang langsung ke arah laut, begitu indahnya membuat Naina ingin sekali langsung pergi ke sana, wanita itu pun langsung keluar kamar membiarkan suaminya untuk beristirahat dan Nina pun langsung turun ke lobby yang ada di resort tersebut.
"Apakah ada yang bisa dimakan?" tanya Nayna kepada salah satu karyawan disana.
"Anda bisa keruangan sebelah sini Nyonya, disini semua makanan bisa Anda makan gratis karna sudah di tanggung semua pembayaran nya." ucap karyawan Resort itu lagi kepada Naina, Naina pun mengikuti arah petunjuk karyawan tersebut dan sampai di sana ia pun melihat banyaknya makanan yang ada namun ia tidak berselera Ia hanya mengambil roti yang sudah dilapisi dengan selai dan coklat.
setelah selesai Naina mengambil makanannya Ia pun berjalan keluar Resort untuk melihat pantai yang dekat sekali dengan Resort tersebut, mata wanita itu benar-benar begitu pemandangan yang sangat indah yang pernah dan pertama sekali ia lihat bahkan pasir pantainya pun berbeda dari pantai-pantai biasanya. Naina sangat menikmatinya ia berlarian kesana kemari karena tidak terlalu banyaknya orang di sana.
"Ya ampun indah banget." ucap Nayna begitu menikmati pemandangan yang ada.
__ADS_1
Wanita itu pun langsung berguling-guling di atas pasir pantai yang mana sinar mata hari menyoroti tubuhnya. "Rileks banget, kek ga ada beban." ucap Nayna memejamkan matanya begitu lelah dia semalaman bahkan paginya digempur habis oleh pria berotot yang berstatus suaminya itu.
"Kau disini sendirian? meninggalkan aku di kamar seorang diri?" Tiba-tiba Rey datang dan duduk disamping Nayna yang sedar berguling-guling di pasir putih itu, Nayna kaget.
"Pak Rey?" wanita itu langsung duduk dan mwrwpikan rambut nya yang terkena pasir pantai.
"Kenapa tidak mengajak ku?"tanya Rey
" Aku fikir tadi pak Rey kecapean eh maksudku ngantuk banget makanya aku tidak berani membangunkannya."ucap Nayna berkata sambil menunduk malu.
"Ya sudah gak papa," jawab Rey, Rey pun kembali melihat pantai
"Pantainya bagus ya?" ucap Rey kepada Nayna
Nayna pun melihat arah tunjuk pandang suaminya itu "Iya bagus banget." Nayna memang sedari tadi mengagumi tempat itu.
__ADS_1
"Sini duduk di depan ku, rambutmu itu banyak pasir nya." ucap Rey kepada Nayna
Nayna pun dengan malunya langsung bergeser dan duduk di depan Rey seakan sedang berpangku kepada suaminya itu.
Rey pun langsung membuang sisa dikit pasir yang ada di rambut Nayna yang begitu lurus dan panjang bahkan wangi rambut itu pun tercium jelas di hidung Rey.
Rey pun mengibas ngibaskan rambut Nayna, lalu ia mengikat rambut itu dengan ia gulung-gulung seakan sedang ia sanggul, dan saat itu juga Rey melihat punggung leher Nayna yang begitu putih dan mulus, Laki-laki itu langsung menciumi leher tersebut membuat Nayna mematung, Rey menghisap aroma tubuh istri nya itu lalu tangan Rey melingkar diperut Nayna.
"Ehmmmm.. " Suara Rey begitu menghirup aroma tubuh Nayna
"Besok kita akan pulang ke Jakarta, apa kau mau dinner malam ini dengan ku?" tanya Rey masih memeluk tubuh Nay.
"Ehmm... boleh... boleh... maksud Nay mau kok."
Bersambung.....
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya like, komen dan Vote