
Happy reading
❤️❤️❤️❤️❤️❤️
hari itu Setelah membeli buku di toko buku akhirnya Rei dan Naina pun bergegas pulang ke rumah orang tua Rey, Hari pun sudah sore tak lama mereka pun sudah sampai di rumah dan langsung masuk ke dalam kamar setelah menyapa kedua orang tua Rey juga mertua bagi Naina tersebut, saat tiba di dalam kamar Rey sedang meletakkan barang-barangnya lalu ia meletakkan buku belanjaannya tadi di atas meja. melihat begitu aneh tingkah suaminya itu, Rey sangat menjaga hati-hati buku yang ia beli tadi namun saat bersamaan ponsel Rei berdering dan Rei mengambilnya dan melihat siapa yang menelponnya di Jam menunjukkan hampir pukul 07.00 malam.
reinan melihat nama yang tertera di ponselnya itu dan seketika ia mengembangkan senyumnya namun tingkah Rey tersebut tak lepas dari pandangan mata Naina, re langsung berjalan ke arah balkon kamar lalu mengangkat telepon. rey berbicara dan tak lama ya pun masuk lagi kamar dengan senyum yang sangat berbeda bagi Naina, Rey menatap sekilas Naina lalu ia bersikap seperti biasanya dengan wanita itu, Sisi lembut nya seakan hilang seketika.
"Dia kenapa ya? yang telpon siapa?" batin Nayna bertanya-tanya
keheningan pun membentang di dalam kamar saat mereka kembali selepas berbulan madu, Rey berbaring membelakangi Naina tidak ada yang berbicara sama sekali terlebih lagi Rey. hanya ada senyap mencengkam, nyaris terasa mencekik.
kehangatan dan sikap manis Rey luruh entah ke mana, setelah mengangkat telepon yang Naina sendiri tidak tahu siapa penelpon tersebut. Naina menatap punggung kokoh yang meringkuk membelakanginya, Rey berbaring begitu jauh dari jangkauannya, seketika hatinya meringis perih, rasa manis yang baru-baru dicecapnya sepertinya hanya semu Semata.
__ADS_1
pagi pun tiba semalaman mereka tidak ada berbicara sama sekali hanya tidur untuk beristirahat lalu paginya setelah Naina bangun namun tidak mendapati adanya suaminya Di sana ia pun bergegas ke kamar mandi membersihkan diri, setelah selesai mengganti pakaiannya dan berberes kamar mainnya pun langsung turun ke lantai 1 untuk membantu pekerjaan rumah itu namun rumah itu pun sepi tidak ada orang sama sekali bahkan ibu dan ayah mertuanya pun tidak kelihatan hanya ada pembantu di rumah itu.
"Bik." panggil Nayna
"Iya Non, ada yang bisa bibi bantu." Ucap asisten dirumah itu
"Ehm... kalau boleh tau pak Rey kemana ya bik?" tanya Nayna
"Owh." jawab Nayna
ciittttt....
"Nah itu pak Rey, Non." ucap si bibik saat mobil Rey berhenti di depan rumah itu.
__ADS_1
Nayna pun tersenyum dan ikut melangkah kan kaki nya keluar.
Sesampainya di depan rumah Rey hanya turun sebentar dan pergi lagi entah kemana mengabaikan Nayna yang ada di hadapan nya , padahal hari masih pagi. Nayna hanya bisa memandang nanar, buru-buru mengusap bulir air bening yang jatuh di pelupuk menggunakan punggung tangan begitu mobil pajero Rey melesat keluar meninggalkan halaman rumah tersebut.
"Di abaikan? lantas kemarin itu apa?" gumam Nayna pelan
"Apa aku yang terlalu baper? berharap?" ucap nya lagi
Entah mengapa hati Nayna begitu tidak Terima dan terasa sesak saat di abaikan begitu saja.
"Ngga usah baper, cukup sadar diri aja."tiba-tiba seseorang datang menghampiri Nayna
Bersambung.....
__ADS_1