
Happy Reading
❤️❤️❤️❤️❤️
siang itu naina hanya bisa diam saja berdiri tak jauh dari hadapan Raynan, laki-laki itu sibuk dengan buku yang ada di tangannya tanpa memperdulikan keberadaan Naina ada di dalam kamarnya itu. gadis itu merasa kelelahan karena capek nya berdiri diam dan mencoba bertopang dengan satu kakinya lalu dia kembali meluruskan lagi dan berulang-ulang kali sampai Rey pun terganggu akan aktivitas nya oleh Nayna.
"Kau ini berisik sekali, gerasak-grusuk." bentak Rey kepada Nayna dan saat itu juga Nayna tersentak kaget.
"Ma.. maaaf pak, saya pegal." ucap Nayna langsung menundukan wajahnya.
'' Seduh kan aku kopi, itu bahan-bahan yang ada di dekat ranjang itu.'' ucap Rey memerintahkan Naina untuk membuat kan kopi untuk dirinya dan kopi itu pun instan atau sachet.
Naina langsung melihat ke arah tunjuk Rey kepada dirinya tadi lalu saat itu juga Naina langsung paham'' baik pak.'' kata wanita itu lalu ia pun Beranjak Pergi Untuk membuatkan kopi kepada laki-laki yang berjulukan suaminya itu.
Nayna yang asik menyeduh kopi sibuk memperhatikan Reynan yang begitu tampan saat membaca buku Naina tidak munafik laki-laki itu beda jauh sekali usianya dengan dirinya tapi ketampanannya itu bagai anak usia 20 tahunan.
" sudah belum?'' Ketus Rey melirik sekilas Naina karena dari tadi hanya melamun ke arah dirinya.
__ADS_1
Naina tersentak kaget dan baru sadar dirinya dapat teguran tersebut ia pun langsung merapikan kembali meja itu lalu ia membawakan segelas kopi mendekat ke arah Reynan.
"Ini pak." Ucap Nayna masih berdiri dimana Rey disana posisi nya masih duduk, Rey melirik Nayna sekilas entah kenapa laki-laki itu selalu mengerutkan dahinya jika sudah melihat Nayna, Rey spontan berdiri namun saat ia berdiri jarak antara dirinya dan Nayna begitu dekat membuat keduanya bersenggolan dan
brakkkkk.....
tak.....
"Owhhhhh." Nayna kaget gelas berisikan kopi itu tumpah berserakan di lantai karna Rey menyenggol tangan nya dan ternyata kopi panas itu pun terkena tangan Rey juga.
"Agghhhhh." teriak Rey kecil karna tangannya terkena kopi.
"Jangan sentuh aku." bentak Rey begitu kerasnua memarahi Nayna bahkan bisa di dengar dari ruangan sebelah.
Nayna tersentak kaget dan diam "Maaf." ucap nya pelan
"Berapa kau di bayar nya?" tanya Rey dengan mata menjalangg keluar menatap Nayna seakan sedang menghakimi wanita itu.
__ADS_1
"Apa pak?" tanya Nayna tidak paham
"Cihhh... munafik." ketus Rey tersenyum devil
"Berapa papa ku membayar mus shingga kau semurah ini untuk nikah dengan laki-laki yang bahkan kau tidak kenal hahk?" ucap Rey merendahkan Nayna.
"Cukup pak cukup." ucap Nayna menahan lajunya airmata nya hendak keluar.
"Kenapa? kau butuh uang? berapa bilang dengn ku, aku akan memberikan nya kepada mu." ucap Rey lalu mengambil beberapa genggam uang yang ada dilacinya itu.
"berapa katakan? dua puluh, tiga puluh, atau lima puluh, bahkan seratus juga." katakan ucap Rey langsung menghamburkan uang yang ia pegang di depan Nayna .
"Ya.. ya... laki-laki tua itu pasti membayar mu dengan nominal begitu besar kan? murahan." ketus Rey langsung meninggalkan Nayna masuk kedalam kamar mandi.
wanita itu hanya mwmatung melihat pintu kamar mandi itu yang di tutup secara di hempaskan lalu ia melihat banyak nya uang yang berserakan, Nayna langsung berjongkok dan memungut dan menyusun kembali uang-uang itu lalu ia letakan di kasur tersebut.
Setelah itu Nayna hendak pergi keluar dari kamar suaminya itu "Nay, ini baru permulaan. kau harus siap menghadapi semuanya setiap hari selama dua tahun ini." batin Nayna menguatkan hatinya.
__ADS_1
Bersambung....
Like, komen, dan vote ya 🥰🥰🙏