Istri Siri Pak Dosen

Istri Siri Pak Dosen
Ibu mertua sinis?


__ADS_3

Happy reading


❤️❤️❤️❤️❤️


siang itu Naina hanya bisa pasrah diam dan terima saja saat dirinya terhina lalu wanita itu langsung keluar dari kamar setelah selesai memungut uang itu dan meletakkannya kembali di atas kasur. di depan kamar lagi lagi nanya hanya bisa mengelus dadanya entah Apakah ini bakal menjadi hari-harinya atau bagaimana tetapi ia harus bisa dan kuat menghadapi semuanya.


"Bisa Nay bisa." gumam nya pelan menyemangati dirinya sendiri.


Nayna pun bingung dia tidak ada yang ia kenali di rumah itu bahkan keluarga suaminya yang begitu terkenal galak bagi dirinya, Nayna pun berinisiatif mencari dapur di sana untuk membantu pelayan memasak setidaknya dirinya tidak begitu suntuk akan rumah itu. " gimana ya dapurnya? apa di sana kali ya?'' gumam Nayna melihat ke arah dapur dan ia pun langsung melangkahkan kakinya ke sana.

__ADS_1


" Hei mau ke mana?'' saat Naina hendak masuk ke dalam dapur tiba-tiba seorang wanita menegur dirinya dan sontak saja membuat Naina langsung membalikkan badannya ke arah suara tersebut.


''eh.. ehmm... aku... aku mau bantu bantu di dapur."ucap Nayna gugup yang mana di hadapan nya saat ini adalah mama mertuanya dengan wajah begitu sinis menatap Nayna membuat Nayna langsung menundukan wajahnya sedikit takut melihat mertuanya itu.


"Kami tidak kekurangan pembantu, jadi layani saja suami mu. paham." ucap Ibu mertua Nayna begitu tegas kepada Nayna membuat dirinya hanya bisa diam tak berkutik.


mendengar ucapan Ibu mertuanya itu Naina sudah bisa menebak bagaimana nanti dirinya hidup berhari-hari di rumah itu entah bagaimana nasibnya Dia hanya bisa pasrah'' baik, Saya mau masuk ke kamar dulu.'' ucap Naina hendak meninggalkan Ibu mertuanya itu untuk masuk ke kamar di mana pertama kali ia masuk tadi namun saat dia menuju kamar tersebut langsung saja mamanya Rey langsung menghentikan langkah Naina.


Naina pun langsung melihat ke arah kamar Rei yang tertutup rapat itu di mana dirinya tadi dimaki bahkan dilempari uang di dalam kamar itu, Naina hanya bisa menelan ludahnya dengan kasar bahkan untuk masuk ke kamar itu pun nainase akan tidak memiliki nyali sama sekali.

__ADS_1


" Ayo Pergilah ke sana ngapain melamun kamu di sini.'' ucap Mama Rey lagi kepada Naina


" baik, permisi.'' Nina pun langsung berjalan melangkah demi langkahnya mendekati kamar tertutup itu setelah sampai di depan kamar itu ***** Berhenti sejenak tangannya hendak mengetuk pintu itu namun lagi-lagi iya mengurungkannya dan Naina pun langsung membuka pintu itu saja.


Cek lek....


saat Naina membuka pintu itu ternyata Rey belum keluar dari dalam kamar mandinya dan dengan cepat Gadis itu langsung masuk ke dalam kamar dan duduk di atas sofa yang ada di dalam kamar tersebut, wanita itu Sedang berpikir bagaimana caranya dirinya agar tidak ada masalah lagi dengan laki-laki bernama Raynan itu.


Naina pun melamun lalu ia berdiri dari sofa itu dan kakinya pun melangkah menuju balkon kamar tersebut yang langsung tembus ke arah taman belakang yang ada di lingkaran rumah besar itu, namun saat Naina sedang melamun tiba-tiba dia melihat dua ekor kucing sedang berantem dan saat itu juga wanita itu langsung mendapatkan hiburan saat karna dia kucing itu.

__ADS_1


" kucing kalau berantem itu nge berantemin apaan sih sebenarnya? kayak gede banget gitu masalahnya.''ucap Nayna tersenyum sendiri.


Bersambung....


__ADS_2