
Bryan baru saja menyelesaikan pekerjaannya, saat mendengar penturan dia menoleh kearahnya, melihat istri kecilnya tertidur pulas dia menutup laptopnya dan berbicara dengan nada pelan “Paman tolong lebih pelan sedikit.”
“Baik tuan muda” sahut Sopir.
Bryan meletakkan laptopnya ke dalam tas, dengan lembut dia menarik Nadia kearahnya, dia meletakkan kepalanya di atas pangkuannya dan memakaikan jasnya sebagai selimut, setiap kali rambut Nadia menutupi wajahnya dia akan membelai rambutnya kesamping, sesekali dia akan membelai wajahnya yang tertidur pulas, saat jarinya menyentuh wajahnya, sorot matanya menatapnya dengan penuh harapan.
Satu jam berlalu, saat ini Sweeptail Rolls Royce hitam menuju ke rumah mewah, pintu gerbang setinggi tiga meter yang terbuat dari baja terbuka lebar dan petugas keamanan berdiri untuk memberi hormat kepada penumpang mobil.
Kedua sisi jalan terdapat pohon- pohon tinggi yang tumbuh subur semua terpeli hara dengan sangat baik, mobil itu berhenti tepat di depan pintu masuk yang bersebelahan dengan air mancur.
Paman Selamet segera keluar untuk membuka pintu belakang mobil, di saat bersamaan kepala pelayan keluar untuk menyambut Bryan.
“Selamat malam Tuan Muda” sapanya dengan sangat sopan, saat melihat Bryan keluar dari dalam mobil.
Bryan memangaguk sedikit kemudian kembali kedalam mobil dan membawa Nadia yang tertidur lelap keluar dari dalam mobil.
Kepala pelayan terkejut dengan apa yang baru saja dia lihat, apa pengelihatannya bermasalah? Tuan Muda menggendong wanita dalam pelukannya!?
Dia segera berbalik melihat kearah Paman Selamet, dia meminta penjelasan dengan expresi wajahnya.
Dan Paman agus menjelaskan dengan Expresinya, jika tebakannya benar.
Kepala pelayan terdiam seketika, dia merasa sakit kepala, siang ini Tuan Mudanya telah memberi perintah untuk memberi beberapa produk untuk wanita yang di butuhkan setiap harinya.
Sebelumnya dia tidak begitu memperdulikannya, karena dia berpikir jika Nyonya besar akan datang, siapa yang menduga jika tebakannya salah, Tuan Mudanya memabwa wanita pulang dalam pelukannya.
Dia tahu jika Tuan mudanya mengidap alergi terhadap Wanita, dia selalu berpikir jika wanita adalah virus yang harus di jauhi, setelah melihat Tuan mudanya baik- baik saja dia bertanya “Tuan Muda apa anda ingin saya menghubungi Dr Rio?”
Bryan meliriknya dengan tatapan dingin “Tidak perlu.”
“Tapi tuan muda, kondisimu ..”
“Tidak ada masalah”
Kepala pelayan terkejut dengan apa yang baru saja dia dengar, kepalanya di penuhi banyak pertanyaan, detik berikutnya dia sadar jika Tuan Mudanya tidak mengalami alergi dengan wanita yang dia bawa! Dan tedit berikutnya Kepala pelayan terkejut denga napa yang di katakana oleh Bryan.
Dengan santai Bryan berkata “Dia adalah Nyonya Muda keluarga ini, sampaikan hal ini kepada yang lain, semua orang harus memperlakukannya sama denganku, jika ada yang melanggar maka usir mereka dari sini!”
Setelah itu dia membawa Nadia masuk kedalam Gedung mewah di depannya.
__ADS_1
Sementara kepala pelayan kebingungan, Pria tua yang sudah menginjak usia 60 tahunan itu menatap Paman Agus dan bertanya “Sebenarnya apa yang baru saja terjadi? Apa benar dia Nyonya Muda kita?”
Paman agus juga tidak tau cara menjelaskannya “ Pak Tua Agus aku tidak tahu harus menjelaskan seperti apa, tadi siang mereka pergi ke biro catatan sipil untuk mengambil akte nikah dan saya yang mengantar mereka kesana.”
Pak Agus terkejut dan bertanya “Apa mereka sudah menikah? Apa Nyonya dan tuan telah mengetahui hal ini?”
Paman Selamet mengelengkan kepala pelan.
Pak Agus mengerutkan keningnya, dia dan paman Agus memiliki pemikiran yang sama.
Karena tidak semua orang bisa masuk kedalam keluarga Wijaya Alexsander.
--
Bryan memasuki ruang tamu, para pelayan yang melihatnya menggendong seorang wanita dalam pelukannya terkjut seketika, Tuan Mudanya yang terkenal sebagai anti wanita menggendong seorang wanita.
Bryan menaiki anak tangga.
Para pelayan melai mengobrol karena tidak bisa menahan rasa ingin tahunya.
“Apa kalian melihatnya? Baru saja Tuan Muda menggendong seorang wanita!”
“Bukannya Tuan Muda mengidap alergi terhadap wanita? Kepdana dia bisa membawanya? Siapa wanita itu kepada dia membawanya pulang?”
Saat ini seorang pelayan turun dari lantai atas, sambil menutup mulutnya, mereka hampir tidak percaya denga napa yang baru saja dilihat.
“Kau tahu apa yang baru saja aku lihat? Tuan Mudamembawanya kedalam kamarnya!”
Mereka saling tukar pandangan, merasa tidak percaya denga napa yang baru saja di dengar.
Tuan Muda mereka memiliki alergi terhadap seorang wanita, bagaimana bisa dia membawa seorang wanita masuk kedalam kamarnya!
Semua orang yang bekerja disini tahu jika kamar Tuan Muda adalah kamar yang terlarang, bahkan ibunya tidak diizinkan masuk kedalam kamar tersebut.
Dan untuk para pelayan, mereka belum pernah menginjakkan kakinya di kamar tersebut, karena selama ini kamar tidur Tuan Muda selalu di bersihkan dan di rapikan oleh kepala pelayan Agus.
Saat mereka berkecamuk dengan pertanyaan di benak mereka, kepala pelayan Agus masuk.
“Pak Agus” sapa mereka dengan sopan.
__ADS_1
Dengan penuh keyakinan Kepala pelayan mengumumkan “Dia adalah Nyonya Muda, siapapun yang tidak menghormatinya akan pergi dari rumah ini, apa kalian paham?”
Selama beberapa detik para pelayan terkujut, mereka tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengar, dan detik berikutnya mereka menjawab dengan lantang “YA, kami paham.”
Setelah itu Kepala Pelayan pergi.
Dengan cepat mereka berkumpul.
“Astaga, ternyata dia istri Tuan Muda!”
“Dia Nyonya Muda keluarga ini!”
“Katakan apa aku sedang bermimpi?”
--
Sementara Nadia tertidur dengan sangat lelap, dia sama sekali tidak bangun, dia berbaring diatas tempat tidur yang besar dan empuk, dia terlihat sangat kecil dan lemah.
Dia dengan nyaman tertidur pulas seperti anak kucing.
“Nadia” Bryan menyentuh wajah Nadia dengan jarinya yang ramping, dia menatapnya dengan penuh harapan “Sebelumnya Rio mengatakan jika kamu adalah satu- satunya penyelamatku, apa itu benar?” Gumamnya pelan.
Setelah dia diam beberapa saat saat memperhatikannya, dia memberi kecupan di bibirnya, tektur bibirnya yang kenyal dan terasa manis membangkitkan gairahnya, dia tidak pernah berpikir jika hal ini akan terjadi.
Selama ini dia bisa mengendalikannya, namun saat ini dia merasa jika pengendalian dirinya sangat lemah saat dihadapkan dengan Nadia.
Kemungkinan besar benar jika dia adalah wanita yang akan menyelamatkannya, karena selama ini tubuhnya selalu menolah wanita.
“Nadia jika memang ini rencana dari tuhan, tinggallah bersamaku selamanya” Ucapnya dengan nada lemah “Aku juga tidak akan membiarkanmu pergi dari hidupku.”
--
Hari berikutnya.
Saat Nadia bangun, dia mendapati dirinya berada di kamar yang asing, kamar tidur yang dilengkapi dengan perabotan mewah dan hiasan mewah desainya sangat mewah.
Uansah di penuhi dengan warna hitam, mulai dari seprei hitam, selimut hitam, ini adalah ruangan yang di penuhi dengan nuansah maskulin.
Saat dia sadar, dia mengethui jika pakiannya telah di ganti, saat ini dia mengenakan gaun tidur berwarna putih yang terbuat dari sutra, bahannya sangat lembut sangat jelas jika harganya sangat mahal.
__ADS_1
Beri dukungannya untuk novel ini, makasih