
Di mansion.
Seorang dokter baru saja selesai memeriksa Nadia yang berbaring di atas ranjang, dia memasang wajah cemberut, dan berkata “Kau menyuruhku kesini hanya untuk mengusus hal seperti ini” Wajahnya terlihat sangat kusam lingkar mata panda menghiasa wajahnya, dia terlihat sangat lelah.
“Aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi kepada istriku” Ucap Bryan dengan tenang “Lagipula ini memang sudah menjadi kawajibanmu karena kau seorang dokter.”
“Aku telah melakukan oprasi selama sepuluh jam berurut- urut tanpa istirahat! Aku sangat lelah saat ini” Ucap DR. Rio rasanya diam au gila menghadari pria di hadapannya saat ini.
Bryan meliriknya dan berkata dengan nada sombong “sebelumnya aku pernah melakukan oprasi selama 16 jam, dan aku baik- baik saja!”
Dr Rio mendegus kesal, dia tidak menyangka jika temannya yang sudah seperti saudara itu akan memperlakukannya seperti orang asing setelah menikah, dia baru saja melakukan oprasi selama 10 jam tanpa istirahat dan bisa- bisanya pria sombong dihadapannya ini malah memintanya untuk merawat istrinya yang hanya mengidap demam, demamnya bahkan tidak terlalu tinggi hanya 37 drajat.
Mengapa dia tidak beprikemanusiaan sama sekali?
dia sangat menyebalkan!
Nadia merasa tidak enak hati dengan dr Rio, yang datang kesini hanya untuk merawatnya, sebelumnya dia sudah bicara kepada Bryan jika dia hanya butuh minum obat Pereda panas saja, tapi Suaminya itu kekeh dengan pendirinyannya.
“DR. Rio maaf telah merepotkanmu” Ucap Nadia dengan raut wajah tidak nyaman.
“Kau tidak perlu minta maaf, memang sangat sulit untuk mengatasi pria seperti dia” Seru Dr. Rio dengan raut wajah kesal, dia membuat resep obat untuk Nadia sambil mencibir “Dia bahkan seorang dokter, bisa- bisanya memintaku kesini dengan alasan jika istrinya dalam keadaan hidup dan mati!”
“Kau akan tahu bagaimana rasanya khawatir jika kamu menikah” Timpal Bryan dengan wajah tanpa dosa.
“Aku tidak sadar jika seseorang akan melupanan persahabatan yang dibangun dari berpuluh- puluh tahun akan menjadi seperti ini” Ucap Dr. Rio dengan wajah masam.
“Semuanya bisa berubah kapanpun” Celetuk Bryan.
dia memberikan obat kepada Bryan dan berkata “aku akan segera pulang, sebelum itu beri dia makan kemudian, berikan obat ini, jika perlu kompres dia dengan air dingin” dengan wajah kesal kemudian menambahkan “Aku takut seseorang akan menjadi bodoh setelah menikah.”
__ADS_1
“Kau” Seru Bryan kesal.
Dr. Rio segera menoleh melihat kearah Nadia “Lekas sembuh, aku pulang dulu”
“Iya makasih” Sahut Nadia dengan ramah.
Bryan mengantar Dr. Rio pergi.
“apa kau sudah baikan?” Tanya Bryan dengan penuh perhatian, dia baru saja memberi Nadia obat setelah itu dia menaruh gelas di meja.
“Ini hanya demam nantu juga akan sembuh” sahut Nadia, memiliki suami yang tampan seperti Bryan membuat Detak jantungnya menjadi tak karuan, untuk setiap perhatian kecil yang dia berikan, wajahnya terasa panas seketika.
“Wife ini pasti sakit?” Tanyanya sambil menyentuh pipi Nadia yang memar karena ditampar.
Nadia meringis kesakitan saat Bryan menyentuh wajahnya.
“Tidurlah terlebih dulu ada sesuatu yang harus aku lakukan” Ucap Bryan, setelah itu menghadiahi Nadia kecupan di keningnya.
“Ini jauh kebih para dari pada yang di kira, selama ini sudah ada wanita yang mengalami pelecehan yang dilakukan oleh Jack, sudah ada 100 wanita lebih yang menjadi korbannya selama ini, setiap wanita yang melakukan pelaporan, laporannya selalu di tolak, Dia adalah satu satunya anak alki- laki di keluarga itu” Ucap Asisten Andi dari ujung telepon.
“Bajinagn!” Seru Bryan kesal “Lalu bagaimana dengan yang aku pinta?”
“Semua bukti korupsi telah di dapatkan, jika ini diungkap Gedung anggita dewan akan terguncang!”
“Aku akan memberimu waktu sampai besok, buat mereka membayar harganya karena telah mengusik istriku.” Printah Bryan dengan nada dingin, sorot matanyapun terlihat sangat tajam.
Hari berikutnya.
Berita tentang anak anggota dewan yang menjadi pelaku pelecehan sexsual menjadi trending topik di berbagai media masa maupun media sosial, dengan jumblah korban yang mencapai 100 wanita lebih, dan para korban memberikan kesaksian jika laporan yang mereka buat untuk menjerat Jack selalu di tolak oleh pihak berwenang.
__ADS_1
Disaat bersamaan Tomy ayah Jack yang menjabat sebagai angota dewan tersandung kasus korupsi bantuan Covid 19 sebersar 2T lebih. Hal itu membuat para netizen mulai berbondong- bondong menyumpahi mereka di media sosial yang memposting video mereka yang di tangkap polisi.
[Bapaknya korup hak rakyat dan anaknya pelaku pencabulan, Keduanya pantas mati.] menerima 100 rb like dan 10 rb balasan.
[Aku yakin mereka telah menyinggung orang besar, jika tidak kebejatan anaknya akan selalu di tutupi oleh bapaknya, keluarga yang melengkapi] menerima 80rb like dan 50 rb balasan.
[Sudah seharusnya Indonesia membuat hukuman mati untuk para koruptor] menerima 40 like dan 10 rb balasan.
[Hukum mati keduanya] 500 rb like dan 300 balasan.
[Anak di kasih makanan harap ya kayak gini kelakuannya kayak dajjal] menerima 100 rb like dan 50 rb balasan.
[Miskin!]
[KPK selidiki kepolisian, anggota telah menerima suap!]
[Seharusnya para anak koruptor itu berprilaku baik jangan kayak gini biar gak ketahuan kwkwk]
Di ruang makan
Nadia membaca berita itu di media sosial yang menjadi trending topik, dia tidak menyangka jika kejahatan Jack akan terungkap begitu saja hanya dalam waktu kurang dari 24 jam, dia melirik pria yang sedang menyuapinya sarapan, dengan ragu- ragu dia bertanya “Apa semua ini kamu yang melakukannya?” sambil menunjukkan postingan itu kepadanya.
Bryan melirik sekilas postingan itu dan berkata “Ya.”
Nadia tidak pernah menyangka jika dia menikahi pria yang sangat berkuasa, dia bahkan bisa membuat orang yang kebal hukum mengamali hal buruk seperti ini. Nadia menatapnya dengan tatapan penuh rasa kekaguman.
“Aku tahu jika aku tampan”Ucap Bryan dengan senyum menggoda.
“Kau terlalu narsis” Seru Nadia malu- malu sambil memanyunkan bibirnya.
__ADS_1
Tolong beri dukungannya, dengan like komen dan vote dan ikuti penulisnya makasih.